NovelToon NovelToon
Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Single Mom / Tamat
Popularitas:289.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Unchi

Sequel CBOP.

Menceritakan tentang kehidupan Anabella setelah menjanda. Dia disukai oleh 2 orang pria. Jadi di sini Anabella harus memilih antara Johan, Faris atau tetap menjanda?


Ya, semenjak Arkan meninggal. Lauren bagai teman bagi Anabella. Tapi untuk Isabella, sekeras apapun Lauren dan Anabella membujuk Isabella untuk ikut dengan mereka. Dia tak pernah mau tinggal bersama Anabella. Isabella justru menuduh Anabella adalah wanita pembawa sial. Bagi Isabella, semua orang yang dekat dengan Anabella akan mati tak bersisa.

Faktanya bukan seperti itu. Sebenarnya banyak masalah lain. Tentang kejanggalan kematian Arkan dan tersangka yang sesungguhnya.

***

"Aku menginginkanmu. Menginginkan semua yang ada pada dirimu Ana. Tak perduli kau janda, aku akan tetap menyukaimu." Faris.

"Anabella, hanya kau seorang wanita yang ku kagumi. Andai waktu dapat terulang kembali. Mungkin kita sudah menikah. Maaf atas kekhilafanku." Johan.

Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unchi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat Tinggal Baru

Setelah semua persiapan beres. Anabella harus rela meninggalkan barang-barangnya di rumah ini. Tak ada satupun yang ia jual. Anabella menganggap semua ini adalah kenangan dan tak perlu dijual. Untuk masalah yang bersih-bersih atau yang lain, nanti Anabella akan minta tolong ke pamannya. Biarlah pamannya yang mengurusi.

Anabella, Devan dan yang lainnya sudah berada dalam mobil sewaannya. Anabella tadinya hendak pindah ke Bandung saja, tapi Anabella rasa Bandung terlalu dekat dengan Jakarta. Jadi dia memilih kota yang jauh dari Jakarta. Biar di sana tak ada satupun yang mengenalnya.

Mobil yang mereka tumpangi kini sudah meninggalkan rumah itu. Rumah kenangan antara sedih dan bahagianya Anabella. Baru beberapa meter meninggalkannya, Anabella melihat mobil Johan melintas di sampingnya.

Anabella bernafas lega, untung mobil yang dinaikinya saat ini adalah mobil sewaan. Coba kalau pakai mobilnya sendiri, mungkin Johan akan mengejarnya.

'Buat apa sih dia ke rumahku? Pasti dia hanya mencari Devan lalu merebutnya dariku. Sorry Jo, anakku bukan benda yang harus direbutkan.' batin Anabella dan dia mantap untuk meninggalkan lingkungan perumahan komplek ini.

***

Perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta memakan waktu yang cukup lama. Hampir 9 jam perjalanan akhirnya sampai juga. Disini mereka benar-benar asing. Untung orangnya disini ramah-ramah, jadi Anabella dan yang lainnya cepat menemukan sebuah hotel. Untuk satu hari ini, mereka beristirahat di hotel. Kasihan Devan, pasti kecapekan.

"Anabel," panggil Lauren setelah mereka baru saja sampai hotel. Mereka pesan satu kamar dua tempat tidur.

"Ya Bibi," balas Anabella.

"Kita gak akan tinggal di hotel selamanya kan?" tanya Lauren memastikan.

"Gak lah Bi. Hem, besok kita cari rumah yang disewakan saja." kata Anabella.

Dia sangat kelelahan. Jadi dia ijin beristirahat sebentar sambil menyusui Devan. Gak nyangka sekali, sebentar lagi Devan berhenti menyusu. Ternyata anaknya ini tumbuh dengan cepat. Namun sayang, kasus papanya belum terungkap sampai sekarang.

Lauren dan bi Fatma ikut beristirahat. Tiba-tiba Lauren merasa lapar, akhirnya dia ijin mau beli sesuatu. Sekalian mau nanya ke warga setempat, siapa tahu ada rumah atau apapun itu yang disewakan di dekat sini. Biar Anabella tak terlalu boros soal keuangannya.

Kasihan, hidup di tempat orang itu juga harus bawa bekal untuk hidup. Karena Lauren tahu, keuangan Anabella saat ini tak seperti dulu. Anabella hanya mengandalkan sisa tabungan dari almarhum suaminya saja. Jadi untuk kedepannya, Lauren berharap dia juga bisa membantu keuangan Anabella.

Saat lapar seperti ini, beruntung sekali Lauren menemukan pedagang nasi goreng yang melintas di depannya. Segera Lauren memesan 3 porsi. Sekalian Lauren tanya-tanya. Dan tukang nasi goreng itu orangnya ramah. Hanya saja bahasanya bahasa jawa, membuat Lauren agak sulit mengartikannya. Maklum nenek moyang Lauren keturunan dari luar negeri. Begitupun Anabella yang sebagian darahnya adalah darah orang Korea. Mungkin yang lebih mengerti ini adalah bi Fatma.

Meskipun tak terlalu bisa mengartikan maksud penjual nasi goreng itu. Lauren sedikit paham saat dia menanyakan rumah yang di kontrakan atau tengah disewakan saat ini.

"Oh akeh Bu. Nek ngarep kono yo enek." (Oh, banyak Bu. Di depan sana juga ada.)

Setelah membayar tagihannya. Lauren berterimakasih karena sudah dikasih tahu tentang rumah yang disewakan.

***

Anabella bangun dari tidurnya. Ternyata sudah hampir malam. Dia melihat bi Fatma yang tengah membereskan barang bawaan mereka. Lalu bibinya entah kemana.

"Bibi Lauren kemana ya Bi?" tanya Anabella pada Bi Fatma.

"Sedang ke kamar mandi Non." jawabnya.

"Oh ya Non, tadi Bu Lauren membelikan ini. Katanya buat Non Anabel." lanjut Bi Fatma sambil menyodorkan sebungkus nasi goreng untuknya.

"Terimakasih Bi." kata Anabella. Kebetulan dia juga tengah kelaparan. Bibinya memang paling mengerti keadaannya saat ini.

Lauren keluar dari kamar mandi dan dia segera menceritakan pada Anabella. Kalau dia sudah menemukan tempat yang disewakan. Anabella menanggapi antusias. Katanya dia mau lihat lokasinya. Karena sekarang sudah malam, jadi besok mereka semua akan melihat lokasinya itu. Mungkin disini Anabella akan meninggalkan profesi susternya. Karena tinggal di tempat baru, kerjaan pun juga harus baru.

***

Di tempat yang berbeda. Johan merasa kesal sekali. Telepon Anabella sudah tak pernah aktif lagi. Ditambah lagi si Rena. Akhir-akhir ini dia pulang malam. Katanya lembur dan lembur. Hubungan keduanya baik-baik saja, namun tak lagi sedekat seper biasanya. Biasanya mereka selalu bermesaraan dan pastinya tiap malam akan bermantap-mantapan ria. Sekarang aktifitas itu jarang mereka lakukan. Selain Johan yang sibuk ngurusi Anabella, alasan lainnya adalah Rena yang katanya selalu kecapekan.

Jika Johan dan Rena baik-baik saja. Lain halnya dengan Faris. Hidup di apartemen sendirian membuat pikirannya jadi kemana-mana. Dia merindukan anak orang. Bocah balita tampan nan menggemaskan. Siapa lagi bocah itu kalau bukan Devan? Ingin menghubungi Anabella, namun dia takut mengganggu. Jadi sampai saat ini, Faris belum tahu kalau Anabella sudah pindah tempat. Entah apa yang terjadi kalau dia tahu Anabella sudah tak ada di rumahnya lagi.

Keesokan harinya. Setelah membeli sarapan, Anabella merasa cocok dengan info yang dia dapatkan dari penjual nasi uduk itu. Anabella sudah tak sabar. Katanya rumahnya itu dekat dengan kantor-kantor. Dekat jalan, jadi dipastikan akan ramai sewaktu-waktu.

Setelah sarapan selesai. Anabella langsung mengajak kedua bibinya berolahraga pagi. Karena Anabella tak mungkin menyewa mobil disini. Dia harus hemat sampai dia mendapatkan tempat tinggal.

Ke-3 orang dewasa itu akhirnya telah dilokasi. Halaman yang cukup luas, mungkin bisa dipergunakan untuk buka usaha. Pikir Anabella. Rumahnya gak gede-gede amat. Tapi lumayanlah buat mereka.

Anabella mengaktifkan ponselnya. Dia lupa belum ganti nomor. Bekas panggilan dan juga pesan dari Johan begitu banyak. Anabella sudah tak perduli dengan kehidupan sebelumnya. Saat ini dia ingin membuka lembaran baru. Setelah menelepon sang pemilik rumah itu, Anabella bercengkerama dan melakukan negosiasi. Setelah mereka cocok dengan tawaran masing-masing, kini rumah ini telah deal jadi tempat tinggal baru buat mereka.

Segera mereka gotong royong untuk membersihkan rumah itu. Devan, untuk sementara diawasi secara bersamaan. Ketiga wanita ini akhirnya beres-beres. Mungkin untuk malam ini, mereka akan kembali menginap di hotel sampai rumahnya selesai dibersihkan. Karena rumahnya sudah lama dikosongkan, jadi cat temboknya sudah tak sedap lagi dipandang. Anabella memutuskan untuk mengecat ulang temboknya dan membersihkan rumput ilalang yang tumbuh tinggi di halamannya ini.

Waktu berganti dengan cepatnya. Rasanya Anabella sudah tak sabar menempati rumah barunya. Setelah membayar tagihan hotel. Anabella dan yang lainnya mengemasi barang-barangnya. Kali ini mereka mesan ojek. Anabella tak mungkin tega pada bibinya, sudah membawa barang bawaan yang bejibun masa disuruh jalan kaki sih. Pikirnya.

Kini semuanya sudah sampai di halaman rumah. Rumah yang sudah layak untuk ditempati dari pada yang kemarin. "Welcome tempat tinggal baru." gumamnya dan berjalan masuk ke rumah itu. Ada rasa bahagia saat jauh dari tempat tinggalnya. Untuk pekerjaan, Anabella akan memikirkan besok.

Bersambung...

Next episode...

Toko Bunga

1
Sutarmingasing Tari
kirain bibinya,,ternyata johan.
Sutarmingasing Tari
apa justru bibinya yg mencelakai karna ingin memiliki hartanya,, jadi bingung
akbar comunity
dari 2021 sampe 2023 belum ketemu season 3 nya.
ᶠᵖ 「𝓀𝓎𝓊𝓊~」W⃠✅
kyuu datanggg
ᶠᵖ 「𝓀𝓎𝓊𝓊~」W⃠✅
semangat terus kak
Hr sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
Kecewa
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
mangat kak unchii
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
nasi sudah jadi bubur, baru sadar kalian
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
bagusss
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
makin gasuka sama johan, bukannya cinta malah terobsesi kamu itu jo
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
anabel kan sarjana ayolah lanjut kuliah bell
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
nahhkan rasain kau isabellerrr
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
semoga isabel cepet tobat🤧
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
gak rela aku kalo anabelk sama jo
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
faris fatis, terlalu pd kamuu
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
masih penasaran sampai sini
Dewi Novita
lhh
mjl
Pepy Patty
wooow,,, leo yun xi jd johan?? kayanya lbh cocok jd Faris deh?? fans banget sama Leo Yun Xi.. 🥰🥰
lucky gril
salam kenal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!