NovelToon NovelToon
Hot Daddy

Hot Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action
Popularitas:37.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ririn Calliesta

Seorang gadis berusia 20 tahun baru saja keluar dari dalam kampus. Matanya menatap kesana kemari mencari keberadaan Daddy nya yang tengah dikerubungi oleh semua wanita yang ada di kampusnya.

"Daddy"

Gadis itu langsung saja menghampiri Daddy nya. Menyela di antara kerumunan lalu bergelayut manja di lengan Daddy nya. "Daddy ayo kita pulang disini panas banget"

Orang yang dipanggil Daddy hanya menganggukkan kepalanya, dengan sedikit nakal ia menepuk bok*ng indah milik putrinya. Arsen sudah berulang kali memperingatinya untuk memakai pakaian yang sopan namun Arini tidak mau mendengarkannya.

Suatu ketika, Arini jatuh cinta dengan Daddy nya sendiri. Bahkan Arini mengatakannya langsung di hadapan Arsen.

Lalu bagaimana kah?
apalah Arini berhasil membuat Arsen membalas cintanya?
atau kah dia harua melupakannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin Panas

Max membawa lukisan Via ke atas kasurnya, meskipun hanya sebuah lukisan tapi itu sangat berarti bagi Max. Sampai saat ini Max masih belum mendekati Via, tapi Max juga tidak selonggar itu. Selain menyewa mata mata untuk Arini, Max juga menyewa untuk Via. Max hanya ingin memastikan bahwa Via tidak sedang dekat dengan laki laki lain.

Max menaruh lukisannya di samping kasurnya kemudian ia tidur di sebelah lukisannya, Max akan membawa Via ke dalam mimpinya.

.

Arsen mengantarkan Arini ke dalam kamarnya, dia akan memastikan Arini langsung istirahat.  "Istirahat sana, jangan main ponsel terus. Besok ikut Daddy, kita pergi ke pemakaman Charles." Arini mengangguk, ia masih tidak menyangka jika Om nya itu meninggal. Walaupun Arini tidak terlalu dekat dengan Charles. Arini cenderung lebih dekat dengan Max daripada  Charles.

Cupp Cupp Arini memejamkan matanya menikmati setiap kecupan yang diberikan Arsen, Arsen mengelus pipi merah Arini. "Blushing sayang?" Arsen terkekeh pelan ia sangat menyukai wajah Arini yang memerah karenanya. "Daddy, cepat selesaikan urusan Daddy dengan tante Linda. Kalau benar Daddy tidak punya rasa padanya"

"Tenang saja, Daddy akan membereskannya dengan cepat, asalkan kamu juga tidak terlalu dekat dengan laki laki lain" Arini mengangkat wajahnya dan menatap Arsen, ia seperti terhipnotis ketika melihat bola mata hitam pekat itu. "Arini sayang Daddy"

"Cuma sayang? Katanya Cinta?" tanya Arsen. "Cintanya nanti aja, setelah Daddy benar benar bebas dari tante Linda. Ya udah sekarang Daddy lebih baik mandi nanti Arini siapin makan malam. Arini mau mandi dulu" Saat Arini berjalan ke arah kamar mandi Arsen terlebih dulu menarik tangannya hingga tubuh Arini didekap dari belakang. "Gimana kalau kita mandi bersama? Seperti kamu waktu kecil dulu?"

Arini membulatkan matanya, ada gundukan kecil yang terasa menyentuh bagian boko**nya.

"Gak mau, Daddy mandi sendiri sana. Terus tolong jaga jarak dulu ya Dad, burung Daddy kayaknya berdiri tuh. Arini gak mau tanggung jawab" Arini melepaskan dekapan Arsen dan langsung pergi ke kamar mandi. Ia menutup pintu kamar mandi lalu bersandar di pintunya. Arini merasakan degup jantungnya semakin cepat.

"Hangat dan sempit" Gumam Arsen Ambigu.

.

.

Makan malam sudah disiapkan, Bi Mina sedang izin selama tiga hari, jadi Arini yang menggantikan tugasnya untuk memasak sarapan dan makan malam. Arini menunggu Max dan Arsen turun tapi sepertinya hanya Max yang turun. "Daddy dimana Uncle?"  Max menarik kursi kemudian duduk. "Masih di kamarnya kali, coba kamu susulin"

Arini mengangguk, ia naik ke atas dan pergi menuju kamar Arsen. Awalnya Arini mengetuk pintunya terlebih dahulu, tapi karena tak mendapat jawaban, Arini membuka pintunya dan masuk dengan pelan pelan. Kamarnya kosong, tidak ada tanda tanda keberadaan Arsen. Ketika ia berbalik, Arini dikejutkan oleh seseorang yang tiba tiba berada di belakangnya. "Daddy?"

"Hmm?" Arini melihat penampilan Arsen yang hanya menggunakan handuk di bagian pinggangnya untuk menutupi tubuhnya, itu artinya Arsen baru saja selesai mandi. Arini menggelengkan kepala, belakangan ini pikirannya mulai mesum kalau berpikiran tentang Arsen. "Arini kesini mau manggil Daddy buat makan malam? Cepat turun ya Dad. Arini turun duluan ke bawah"

Arsen membiarkan Arini pergi, karena dirinya sudah tidak kuat menahan dingin. Mandi di tengah malam adalah rutinitas bagi Arsen karena bisa menidurkan adik kecilnya yang terus meminta hak nya. Arsen mengeringkan rambutnya lalu mengambil baju dan celana yang akan ia pakai.

.

.

"Arini, kamu yakin Via tidak dekat dengan laki laki lain?" Max telah menghabiskan makan malamnya, tapi masih belum beranjak dari tempatnya. Arini mengambil gelas nya kemudian meminum airnya. Setelah itu baru ia melihat ke arah Max. "Tidak ada Uncle, tapi kalau Uncle lama Via bisa saja direbut sama yang lain. Apalagi Arini dengar dengar, salah satu Dosen Arini juga menyukainya"

"Siapa?" tanya Max. Arini mengendikkan bahunya, ia saja mendengarnya dari teman teman satu fakultasnya. Entah dosen mana yang menyukai sahabatnya itu.

"Jadi pria itu harus gentle, kalau suka ya dekati kalau enggak ya jauhi. Gitu aja repot" Max memutar bola matanya, Arsen memberinya nasehat seolah olah dirinya sudah bersikap benar saja. "Ngaca dulu dong, bilangnya enggak suka Arini, pas Arini didekati cowok lain kamu malah kepanasan kan? Dasar Duda. Gengsi kok digedein"

Arsen melempar garpunya pada Max, hampir saja mengenai lengannya kalau Max tidak menghindar. "Ampun Duda, baperan amat sih." sungut Max. Arini terkikik geli melihat Daddy dan uncle nya yang berbeda sifat itu. "Meskipun aku Duda, masih banyak wanita yang ngantri di belakangku"

"Tuh Rin, Daddy mu punya banyak wanita. Jangan mau sama dia, mending sama Langit atau Rendi aja. Mereka lebih banyak kelebihannya dibanding Duda sok keren itu?"  Max melirik Arini kemudian melihat ke arah Arsen yang menatapnya dengan kesal.

"Gak usah jadi setan, mendingan kamu siap siap buat besok. Kita pergi ke pemakaman Charles" Mengingat Charles, Max sudah tahu alasan kematiannya. Bukan bunuh diri, melainkan dibunuh. Pembunuhnya pun berada di dekatnya.

"Ehm Dad, tapi Arini besok mau kondangan dulu sama teman teman Arini? Nanti habis itu Arini nyusul deh. Soalnya Arini udah janjian sama mereka bertiga" Arsen mengalihkan perhatiannya pada Arini. "Jam berapa?'

"Jam sepuluh pagi"

Arsen mengangguk. "Besok kamu diantar Max, Daddy harus langsung pergi ke pemakaman Charles."

 "Iya, besok berangkat bareng sama uncle aja, habis itu kita pergi menemui Langit sama Rendi" Max tidak serius dengan apa yang ia ucapkan, ia hanya iseng saja.

"Tidak usah, Besok Daddy sendiri yang akan mengantarmu." Arini tersenyum pada Max, ia sangat berterima kasih pada Max yang sudah membantunya. Arini berjanji pada dirinya sendiri untuk segera membantu Max mendekati Via. "Tapi jangan memakai gaun yang terbuka" lanjut Arsen.

"Enggak yang terbuka kok Dad, cuma punggung doang yang benar benar terbuka. Bagian dada sangat aman." Arsen mengangguk.

Selesai makan malam, Max langsung pergi ke kamarnya, sedangkan Arsen mengerjakan sesuatu di laptopnya, Arini membaca novel di samping Arsen ia juga tidak berniat untuk mengganggu Arsen. Arini tertawa sendiri ketika membaca bagian yang lucu, dia membandingkan tokoh dalam novelnya dengan Daddy nya sendiri. Judul novel yang ia baca adalah Hot Daddy makanya Arini membandingkannya dengan Arsen. Kalau dalam novelnya, Sang Daddy yang mengejar cinta putrinya sedangkan di dunia nyata, Arini yang mengejar Arsen.

Saat membaca adegan ranjang, Arini sedikit menjauh dari Arsen kemudian menutupi wajahnya dengan novel. Arsen yang merasa penasaran langsung menutup laptopnya dan bergeser lebih dekat dengan Arini. Arsen mengambil novel yang menutupi wajah Arini kemudian ia langsung membacanya. Arini terbelalak kaget ketika Arsen membaca novelnya, tangannya berusaha merebut kembali novelnya tapi Arsen menahannya. Arsen berhasil membacanya.

"Kamu mau?"

"Hah?"

"Ngapain kamu baca kayak ginian? Kecil kecil pikirannya mesum?"

"Hah?"

Arsen menyentil bibir Arini yang terus menjawab Hah, hah dan hah. "Ada yang lebih seru dari pada di dunia novel? Kamu mau tahu?"

Arini mengangguk. Arsen tersenyum lalu menarik tengkuk Arini dan mencium bibirnya dengan kasar, ******* ******* kecil ia berikan pada Arini. Arsen mengangkat Arini ke pangkuannya hingga mereka bisa leluasa berciuman. "Hmmm Dad sss"

Arsen membuka mulut Arini dengan lidahnya, ia meraup bibir Arini dengan rakus. Setelah beberapa menit Arini memukul mukul dada Arsen, ia hampir saja tidak bisa bernafas. Arsen melepaskan ciumannya dan menatap wajah Arini. "Kamu suka sayang?"

Arini mengangguk dengan malu malu lalu ia menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus di dada Arsen. Arsen memeluk Arini dengan sayang. " Arini is mine for now and forever" Gumamnya.

1
Sherly Vi
💪💪
ayu cantik
bagus
Elly Carlana
lanjut thor 💪🏻
Ahn Mo Ne
jangan bilang nanti setelah arsen balik ke indo terjadi kecelakaan dan hilang ingatan
@"{hazanah_99}
Juni 2025, masih disini dan menunggu kelanjutan nya 😭😭😭
ollyooliver🍌🥒🍆
rapi gmn seh?.malah ribet bacanya..diatas langsung loncat chapter lima, lah dibawah ada chapter sebelumnya.

gw gak nyaman baca. masa iya gw baca bab 5 nya diatas dulu trus bab sebelumnya gw baca dibawah🙃
Safa Almira
yey
@"{hazanah_99}
Menunggu kelanjutan'nya, semoga kamu ga manghilang lama lagi seperti sebelum'nya Thor.
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
lanjutyt
maya ayu
thoorrr kapan up lg sihhh???? mesti kok digantung 😭😭😭😭
maya ayu
thooorrr kok up nya lamaa sih thoorr???
Siti Zuriah
lanjut
Siti Zuriah
siap thor d tunggu
Lina Herlina
lanjut thor
Siti Zuriah
udh lama baru up lg nih thor
Ririn Calliesta: Lagi rapihin tulisan sebelum nanti muncul bab baru🙏 setelah semua rapi baru lanjut
total 1 replies
MD...
Iyah... perasaan ini udah
MD...
ih kak nongol lagi mih
Ririn Calliesta: Lagi perbaikin bab dulu, nanti kalau semuanya rapi aku lanjut bab baru
total 1 replies
Yulia Bara
semangat Thor 🌹🌹🌹🌹
aqshal
baru kembali lg ke NT....ingat sm daddy arsen....
rupanya sdh byk revisi ya...gak ada yg hot2 lg ky dulu😅
MD...: oh Iyah, aku kira yg salah... dulu banyak hot nya sekarang gak ada ya ... suka bolak balik baca yg belah duren nya🤭🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
linno
jangan lama2 update nya, thor..jamuran nungguinnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!