NovelToon NovelToon
Wedding Project

Wedding Project

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:11.2M
Nilai: 5
Nama Author: myafa

"Siapa cepat dia dapat." Itulah yang menjadi pedoman Felix untuk mendapatkan wanita yang dicintainya.

Demi mendapatkan Chika, dia nekat melamar dan berniat menikahinya. Walaupun terlihat memaksakan kehendak, dia berharap wanita itu akan mau menerimanya.


Chika yang mendapati Felix yang tiba-tiba datang melamar dan berencana menikahinya, terkejut. Hatinya yang sudah terisi dengan pria lain, akhirnya membuatnya berusaha keras untuk menggagalkannya pernikahan itu terjadi.


Akankah rencana pernikahan terjadi?

Nantikan kelanjutan kisahnya ...

Up jam 12.00 Wib

Follow
Instagram : Myafa16
Untuk info update

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merayu

Chika terkesiap, mendengar ucapan Felix. Memutar bola matanya, dia memilih kalimat yang tepat untuk mengelak. "Aku-aku …." Dia bingung harus menjawab apa.

"Kamu juga kekasihku," ucap Felix melanjutkan kalimat Chika.

Chika menelan salivanya saat mendengar ucapan Felix. Kalimatnya tadi sudah menyiratkan akan hal itu, jadi dia sudah tidak punya alasan mengelak.

"Kamu tidak perlu menjadi kekasihku, karena kamu akan menjadi teman hidupku. Berbagi kebahagiaan denganku." Felix menoleh sejenak pada Chika sebelum kembali melihat ke arah jalanan.

"Apa kamu pikir menikah hanya ada kebahagiaan?" cibir Chika.

"Menikah adalah memberikan kebahagiaan, walaupun tidak dipungkiri akan ada kesedihan. Namun, sebelum kesedihan itu sampai padamu, aku akan menghadapinya dan menggantinya dengan kebahagiaan."

Bolehkah aku terbang tinggi.

Baru pertama kali Chika mendapatkan kalimat indah dari seorang pria. Degup jantung berdetak lebih kencang, merasakan debaran-debaran aneh yang dia sediri tidak tahu itu apa.

"Apa kamu mengatakan itu juga pada mantan kekasihmu." Chika menetralkan degup jantungnya yang tidak beraturan.

"Aku memang pemain wanita, tetapi aku tahu wanita mana yang harus dipuja." Felix menatap penuh damba pada Chika. Perasaan cintanya benar-benar sudah menyihirnya.

Chika yang bertanya masih menatap Felix sehingga membuat pandangan mereka saling bertemu. Tatapan mereka saling mengunci sejenak, hingga sampai saat Chika tersadar dan mengalihkan pandangan. "Masih terlalu pagi merayu wanita," elaknya.

Felix tersenyum dan kembali menatap jalanan di hadapannya. "Berarti jika sudah malam aku boleh merayumu?" tanyanya tanpa menoleh.

Menoleh sejenak, Chika mencebikkan bibirnya. Mengabaikan ucapan Felix. Sampai saatnya sampai di kantor, dia turun dan berpamitan dengan Felix.

Melangkah masuk ke dalam kantor, Chika berhenti di pintu kantor. Membalikkan tubuhnya, dia melihat mobil Felix yang meninggalkan lobi kantor.

Tangannya memegangi dadanya. Merasakan debaran aneh di dalam sana dan dia tidak bisa mengartikannya.

"Kamu masih sakit?" Tiba-tiba suara bass terdengar memecah pikiran Chika.

"Pak Regan," sapa Chika seraya membungkukkan tubuhnya sedikit.

"Apa setelah darah rendah sekarang kamu sakit jantung?" tanya Regan. Dia yang melihat Chika memegangi jantungnya merasa jika sekretarisnya itu punya penyakit lain.

"Iya … em … tidak-tidak Pak, saya tidak sakit jantung." Dengan gugup Chika menjawab.

"Kalau tidak sakit kenapa memegangi?" Regan bertanya seraya memegang dadanya.

"Hanya jantung saya berdebar-debar saja, Pak." Sebenarnya Chika malu sekali ketahuan atasannya.

"Sebaiknya minta Felix mengantarkan kamu ke dokter," ucap Regan seraya berjalan masuk ke dalam kantor. Mendengar ada yang sakit di jantung rasanya dia tidak kuat, dia takut kejadian istrinya yang sakit jantung menimpa orang lain.

"Baik, Pak." Chika hanya bisa pasrah saat Regan mengiranya sakit jantung. Masuk ke dalam Chika mengekor di belakang Regan.

***

"Kak Regan mau membuat apa?" tanya Felix.

Siang ini Bryan sengaja datang bersama Felix ke kantor Regan. Pembicaraan bisnis yang tertunda kemarin akan mereka lanjutkan. Mereka sepakat memilih kantor saja, mengingat kejadian di restoran membuat Bryan ataupun Regan trauma.

"Entah, aku tidak tahu apa yang mau dibuatnya lagi."

Felix melajukan mobil menuju ke kantor Regan. Setelah memarkirkan mobil, bersama dengan Bryan, Felix menuju ke ruangan Regan.

"Siang, Chika," sapa Bryan.

Chika yang sedang fokus pada laptopnya tidak menyadari kedatangan Bryan dan Felix. "Siang, Pak Bryan," sapanya. Dia beralih melihat Felix yang berdiri di samping Bryan. "Siang, Pak Felix."

Bryan menahan tawanya mendengar sapaan Chika pada Felix. "Panggil sayang, jangan Pak," ledeknya.

"Apa kamu tidak tahu ini kantor." Felix melirik tajam pada Bryan.

"Berarti di luar dia harus memanggil sayang." Bryan masih saja membeo. Dia sudah tahu jika hal itu tidak akan dilakukan oleh Chika.

"Diamlah, ayo cepat kita masuk!" Felix mendorong tubuh Bryan karena malas. Dia tidak mau membuat Chika salah tingkah.

Chika langsung bergegas ke ruangan Regan untuk memberitahukan jika Bryan dan Felix sudah datang. Regan mempersilakan mereka berdua untuk masuk.

"Sebenarnya Kak Regan mau bangun apa?" tanya Bryan.

"Aku mau buat apartemen di pinggir ibu kota." Regan menjelaskan rencananya pada Bryan. "Ini kamu bisa pelajari." Regan memberikan satu dokumen pada Bryan.

Bryan membaca berkas yang diberikan oleh Regan. Dia membaca berkas dan membuatnya terkejut. Kemudian dia memberikan berkas itu pada Felix.

Felix menerima dan membaca berkas. Matanya menajam saat tahu nama perusahaan Julian Company yang bekerja sama dengan Regan.

"Apa dia yang menghubungi Kak Regan dan mengajak kerja sama?" Felix bertanya seraya menutup berkas.

Regan yang ingin menjawab, terhenti saat Chika masuk ke dalam ruangannya dengan nampan berisi teh. Dia meletakkan teh dan mempersilakan untuk mereka minum. Bryan, Regan dan Felix mengambil minum dan meminumnya.

Chika kemudian mengambil posisi duduk di samping Regan, mengambil posisi siap untuk mencatat semua hasil pertemuan.

"Iya, dia menemui aku." Regan meletakan cangkir berisi teh di atas meja.

"Setelah dia menghubungi Bryan tidak bisa, sekarang dia mengunakan Kak Regan," ucap Felix menyindir.

"Aku rasa kamu bisa mengesampingkan urusan pribadimu kali ini, karena aku ikut dalam proyek ini. Kami sepakat berkerja sama, jadi aku yang sepenuhnya mengambil kerja sama ini." Dengan tegas Regan menjelaskan.

Felix memutar bola matanya malas. Sambil meminum teh miliknya, dia menahan gemuruhnya.

"Bagaimana Bry?" tanya Regan.

"Aku terserah Felix saja, jika Felix tidak keberatan aku tidak masalah." Mengenal Felix sudah membuat Bryan tahu sejauh apa hubungan temannya itu dengan pria yang mengajaknya bekerja sama.

Regan beralih pada Felix. "Bagaimana?"

Keheningan terasa saat menunggu jawaban Felix. Chika yang ada di ruangan itu pun merasa bingung. Sebenarnya siapa pria yang ditemuinya di restoran tempo hari dan apa hubungannya dengan Felix, hingga jawaban Felix sepenting itu.

Aku akan tanyakan nanti pada Felix, batin Chika.

"Baiklah, aku tidak masalah."

"Baiklah, aku akan menyiapkan waktu untuk kita bertemu." Regan tersenyum. Dia lega saat Felix menerima tawaran kerja samanya.

"Kak atur saja," ucap Bryan, "bagaimana jadwal kita ke luar negeri" tanya Bryan saat mengingat akan hal itu.

"Bulan depan. Kita berangkat. Chika dan Felix sedang mengurus semua." Regan menjelaskan pada Felix.

"Mama dan papa akan ikut juga, apa paman dan bibi juga ikut?" Bryan memijat dahinya. Peresmian apartemen di luar negeri akan menjadi ajang jalan-jalan keluarganya.

"Sepertinya begitu," jawab Regan. Kemudian dia beralih pada Chika. "Tolong kamu urus semua."

"Baik, Pak." Chika mengangguk.

Mereka melanjutkan pembahasan proyek apartemen baru. Regan menjelaskan beberapa bayangan tentang proyek sebelum berkas nanti disiapkan.

Felix menyadari jika proyek itu cukup menguntungkan perusahaan. Jadi Dia mengesampingkan egonya.

"Oh ya, nanti tolong kamu periksakan Chika ke dokter." Regan yang telah teringat kejadian tadi pagi memberitahu Felix.

"Kamu sakit lagi?" tanya Felix pada Chika.

.

.

Bersambung ...

...----------------...

Hai, aku mau jelasin ya. Apartemen Bryan dan Felix itu ga sama ya. Jadi mereka tinggal di apartemen yang beda. Jadi emang Bryan punya unit apartemen di dekat Felix, tapi ga ditempati. Jadi jangan bayangin apartemennya sama kayak punya Bryan.

1
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
pipi gemoy
✌🏼
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
hebat Felix serba bisa 🌹
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂
pipi gemoy
pedih jadi mm Liana saat dari nol bersama PP felix, setelah sukses n kaya raya eh di nikmatin istri muda 😤
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
👍🏼🌹
pipi gemoy
Reagen suudzon saja, nga bos nga asisten mengincar sekretaris nya👻😂😂😂😂😂
pipi gemoy
👍👍👍👍👍👍
pipi gemoy
mantap Felix.... langsung di lamar 👻
ide Shea memang brilian 🌹
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
Renova Simanjuntak
novel hello my boss,,baca di mana??thor??
koq,,dikumpulan novel thor,,g ada
Luzi Refra
Luar biasa
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
FELIX CHIKA .FELIK ASISTEN SEKALIGUS TEMAN BRYAN.CHIKA TEMAN SHEA ISTRI BRYAN
sakura🇵🇸
udah baca semua😍
sakura🇵🇸
semoga siatu saat ada novel baru lagi di platform ini ya kak...aamiin
sakura🇵🇸
Luar biasa
sakura🇵🇸
cia yang nanti jadi penerus neneknya jago bikin kue😍 meskipun awalnya gagal2 terus sampe orang2 pada trauma😅
sakura🇵🇸
wah...nanti anak kedua mereka ternyata seumuran,aku udah agak lupa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!