NovelToon NovelToon
Immortality Through Suffering 2

Immortality Through Suffering 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Action / Fantasi / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Setelah membunuh Liu Sheng,pembunuh orang tuanya, Xu Hao justru menemukan teka-teki yang lebih besar: segel mematikan pada jiwa Liu Sheng. Segel serupa juga ia temukan pada musuh-musuh tingkat tingginya. Segala petunjuk mengarah ke Dataran Tengah, tempat asal Klan Xu yang perkasa. Dengan bakat aslinya yang dicuri, orang tuanya yang difitnah sebagai pengkhianat, dan pengusiran kejam dari klan, Xu Hao kini menyamar memasuki dunia yang jauh lebih berbahaya. Di sana, sebagai murid baru di Sekte Gunung Jati dengan identitas palsu, ia harus menyelidiki konspirasi gelap di balik pembunuhan keluarganya, menghindari deteksi kerabatnya sendiri yang mungkin adalah dalangnya, dan membangun kekuatan dari nol di tanah di mana Dao Awakening-nya saja hampir tak berarti. Siapa sebenarnya "Tuan dari Atas" yang memasang segel itu? Dan bisakah Xu Hao membalas dendam tanpa mengungkapkan identitas aslinya yang akan membuatnya jadi buruan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan dalam Kesunyian Pegunungan

Seiring matahari terbit dan terbenam, hari demi hari berlalu dengan tenang di lereng Gunung Jati yang sedang dibangun kembali. Suara palu, gergaji, dan langkah langkah pekerja menjadi irama kehidupan baru bagi sekte kecil itu. Di tengah hiruk pikuk pembangunan, ada satu sosok yang sering terlihat menyendiri di puncak bukit belakang, di tempat yang dulunya adalah kebun obat pribadi Tetua Hong, sekarang menjadi area tertutup dengan formasi pengasingan sederhana.

Di sana, Xu Hao menghabiskan waktunya. Bukan sebagai Haosu, murid luar yang merawat kebun, tapi sebagai dirinya sendiri. Namun, wujudnya tetap disamarkan dengan teknik ilusi tingkat tinggi yang membuatnya tampak seperti pria paruh baya berjanggut dengan aura Soul Transformation biasa. Hanya Tetua Hong yang tahu identitas sebenarnya.

Selama sebulan penuh, Xu Hao tidak sekalipun keluar dari area itu. Makanan dan kebutuhan dasar diantarkan oleh seorang murid kepercayaan Tetua Hong. Waktunya dihabiskan untuk tiga hal: pertama, memadatkan fondasi Dao Awakening menengahnya. Kedua, mempelajari peta dan diagram formasi yang tersembunyi dalam lukisan warisan pamannya. Dan ketiga, merenungkan setiap kata, setiap ekspresi, setiap getaran emosi dalam pesan Xu Tianmu.

Suatu pagi, saat kabut masih menyelimuti lembah, Tetua Hong datang sendiri membawa nampan berisi bubur hangat dan teh herbal. Dia menemukan Xu Hao duduk bersila di atas sebuah batu datar, mata tertutup, tetapi di udara di depannya, berkibar kibar sebuah proyeksi peta Lautan Tanpa Nama yang rumit, dengan garis garis energi berwarna biru dan emas membentuk diagram diagram geometris yang berputar pelan.

"Sungguh pemandangan yang rumit," gumam Tetua Hong, menaruh nampan di atas sebuah meja batu kecil.

Xu Hao membuka mata. Proyeksi itu memudar. "Rumit, tapi mulai bisa kupahami. Formasi pelompat ini... cerdik sekali, dan ternyata berbeda dengan yang berada di Langit Qiyuan. Pamanku benar benar seorang ahli formasi tingkat tinggi."

"Ya, dia selalu berbakat dalam hal hal rumit seperti itu," kata Tetua Hong sambil duduk di bangku kayu. "Sudah sebulan. Apa sudah ada kemajuan?"

Xu Hao mengangguk, berdiri dan meregangkan badan. Tulang tulangnya berbunyi kecil. "Pertama, fondasiku sudah stabil sepenuhnya. Kedua..." Dia mengangkat lukisan yang selalu ada di sampingnya. "Aku sudah memecahkan prinsip dasar formasi pelompat ini. Ini bukan formasi teleportasi biasa. Ini adalah 'Formasi Penusuk Lapisan Realita'. Dibutuhkan energi besar untuk membuka sebuah 'lubang jarum' sementara melalui lapisan ruang dan dimensi yang memisahkan dunia kita dengan 'dunia di bawah laut' itu."

"Energi besar seperti apa?"

"Minimal seribu kristal hukum tingkat tinggi, seperti yang kuprediksi. Tapi tidak hanya itu. Formasi ini juga membutuhkan pemandu yang stabil dan jangkar di sisi tujuan. Pemandunya adalah darah garis keturunan. Jangkar nya..." Xu Hao mengerutkan kening. "Jangkar nya sepertinya adalah pedang hitam itu sendiri. Pedang itu bukan sekadar senjata. Itu adalah kunci, sekaligus penstabil portal."

Tetua Hong bersiul pelan. "Jadi, tanpa pedang itu, formasi tidak akan bekerja?"

"Bisa bekerja, tapi tidak stabil. Bisa terlempar ke mana mana di antara lapisan ruang, atau bahkan terperangkap selamanya di ruang dimensi." Xu Hao menghela napas. "Tapi paman pasti sudah mempersiapkan sesuatu. Dalam diagram, ada jalur cadangan, sejenis 'jalur penyelamatan' yang akan membawaku ke lokasi yang relatif aman di dunia tujuan, asalkan aku memiliki darah yang benar. Tapi tetap saja, risikonya besar."

"Dan kau tetap mau mencoba?"

"Ya." Jawaban Xu Hao singkat dan penuh keyakinan. "Aku sudah memutuskan. Besok pagi, aku akan pergi."

"Begitu cepat?"

"Sudah sebulan. Klan Xu mungkin sudah mulai aktif mencari setelah aku menghilang dari Wilayah Seribu Pulau. Aku tidak ingin membawa masalah lebih lama ke sini. Dan... ada sesuatu yang membuatku khawatir." Xu Hao menatap ke arah timur, seolah bisa melihat Lautan Tanpa Nama dari sini. "Aku merasa... waktu tidak banyak. Ada sesuatu yang akan terjadi, atau sudah terjadi."

Tetua Hong diam sejenak, lalu mengangguk berat. "Aku mengerti. Aku tidak akan menahanmu. Tapi sebelum kau pergi, ada sesuatu yang ingin kuberikan." Dia mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil dari dalam jubahnya. "Ini adalah hadiah perpisahan dariku. Bukan untukmu, tapi untuk Tianmu, jika kau berhasil menemukannya."

Xu Hao menerima kotak itu. Ringan. Dia membukanya. Di dalam, terbaring sebuah jimat giok berbentuk setengah lingkaran, dengan ukiran pola awan dan naga. "Ini?"

"Sepasang Giok Kenangan Awan dan Naga," jelas Tetua Hong. "Aku dan Tianmu masing masing punya satu. Jika dua giok ini didekatkan, mereka akan memancarkan kehangatan dan cahaya lemah, tidak peduli seberapa jauh jaraknya, asalkan masih di dunia yang sama. Dan... mereka bisa menyimpan pesan suara singkat." Dia menunduk. "Giok milikku sudah hancur bertahun tahun lalu, saat... saat insiden yang membuat kultivasiku rusak. Tapi giok Tianmu mungkin masih ada padanya. Jika kau menemukannya, berikan ini padanya. Katakan... Hong menunggumu untuk minum teh lagi."

Suara Tetua Hong tercekat di akhir kalimat.

Xu Hao menatap giok itu, lalu menatap wajah tua yang dipenuhi kerutan dan kerinduan itu. "Aku akan menyampaikannya, Tetua. Aku berjanji."

"Baik." Tetua Hong berdiri, berusaha tampak tegar. "Sekarang, mari kita makan bubur ini sebelum dingin. Dan ceritakan padaku, apa lagi yang kau pahami dari pesan Tianmu? Kata kata terakhirnya... tentang pelangi yang bisa disentuh... masih membuatku penasaran."

Mereka duduk di meja batu, menikmati bubur sederhana dalam keheningan pagi yang damai. Setelah beberapa suap, Xu Hao berbicara lagi.

"Pesan terakhirnya... 'Di bawah laut ada dunia. Tempat di mana pelangi bisa disentuh secara fisik.' Aku sudah memikirkan kata kata itu berulang ulang. Awalnya kupikir itu metafora puitis. Tapi setelah mempelajari diagram formasi, aku mulai berpikir... mungkin itu deskripsi literal."

"Bagaimana bisa?" Tetua Hong tercekat.

"Pelangi biasa terbentuk dari pembiasan cahaya di tetesan air. Tapi di dunia yang memiliki hukum alam berbeda, atau di tempat dengan konsentrasi energi spiritual tertentu yang sangat aneh... cahaya bisa memadat. Bisa menjadi substansi fisik. Dan jika ada beberapa sumber cahaya ajaib, atau mineral yang memancarkan cahaya warna warni..." Xu Hao menggeleng. "Aku tidak yakin. Tapi dalam proyeksi dari batu ingatan, aku melihat pemandangan dengan pelangi yang tampak padat, dan bahkan ada makhluk meluncur di atasnya. Itu bukan ilusi. Itu adalah rekaman nyata."

"Jadi dunia itu... indah?"

"Mungkin. Tapi keindahan sering kali menyembunyikan bahaya terbesar." Xu Hao meneguk tehnya. "Paman memperingatkan untuk tidak mencarinya. Itu berarti, tempat itu berbahaya. Entah karena lingkungannya, atau karena penghuninya. Atau... karena sesuatu yang lain."

Mereka makan dalam keheningan lagi, masing masing tenggelam dalam pikiran.

Setelah makan, Xu Hao membersihkan nampan dan mengembalikannya ke Tetua Hong. "Tetua, terima kasih untuk segalanya. Untuk perlindungan, untuk informasi, untuk... persahabatan yang kau berikan pada pamanku dan sekarang padaku."

"Jangan sungkan, nak. Kembalilah dengan selamat. Itu yang kuharapkan."

"Ia aku akan berusaha tetua."

Sepanjang hari itu, Xu Hao menyelesaikan persiapannya. Dia memeriksa setiap barang di cincin penyimpanannya: seribu kristal hukum tingkat tinggi dalam lempengan jade, ratusan kristal menengah dan rendah, pil pil penyembuhan dan pemulihan Qi, bahan bahan formasi darurat, senjata dan baju pelindung hasil rampasan. Dia juga memastikan lukisan warisan itu aman, dilindungi oleh beberapa lapis segel sederhana.

Malam harinya, dia tidak bermeditasi. Dia hanya duduk di puncak bukit, memandangi bintang bintang yang bertaburan di langit gelap. Pikirannya melayang pada orang orang yang ditinggalkannya. Bingwan dan Xue Bing di Istana Naga Langit, Nanming. Apakah mereka baik baik saja? Xue Mo pasti menjaga mereka dengan baik. Haoran, entah di mana, mungkin masih berkelana di Dongxu(Xu Hao tidak terhubung lagi dengan klon nya sejak awal pertama menginjakkan kaki di dataran tengah). Han Feng dan Siyue yang bahagia di Klan Wang. Lianxue... di mana pun dia berada, ia akan berusaha menemukannya nanti.

Dan orang orang di sekte ini. Tetua Hong yang keras kepala namun baik hati. Murid murid yang bersemangat membangun kembali rumah mereka. Dia telah menjadi hantu bagi mereka, sosok tak dikenal yang diam diam membantu memperkuat formasi pertahanan sekte dengan keahliannya, tanpa mereka sadari.

"Dunia ini penuh dengan ikatan," gumamnya pada angin malam. "Ikatan yang memberatkan, tapi juga memberi kekuatan. Aku berjanji akan kembali. Untuk semua orang."

Fajar menyingsing dengan warna merah muda lembut. Xu Hao sudah berdiri di halaman depan bangunan utama yang baru setengah jadi. Tetua Hong sudah menunggu di sana, sendirian. Udara pagi yang dingin membuat napas mereka mengembun.

"Sudah siap?" tanya Tetua Hong.

"Sudah."

"Kau akan pergi ke mana pertama? Langsung ke Lautan Tanpa Nama?"

"Tidak. Aku akan pergi ke Kota Pelabuhan Timur terlebih dahulu. Aku butuh informasi terkini tentang kondisi lautan, peta navigasi yang lebih detail, dan mungkin mempekerjakan seorang pemandu yang tahu perairan berbahaya itu. Juga... aku ingin mendengar kabar terbaru tentang Klan Xu, apakah ada aktivitas tidak biasa."

"Bijaksana. Jangan terburu buru masuk ke tempat yang tidak kau kenal." Tetua Hong mengangguk setuju. Dia lalu mengeluarkan sebuah kantong kecil dari jubahnya. "Ini. Beberapa kristal menengah dan rendah untuk biaya di kota. Juga surat pengenal dari Sekte Gunung Jati, walau tidak terlalu bergengsi, tapi bisa membantumu menyewa kapal atau mendapatkan informasi."

Xu Hao menerima kantong itu. "Terima kasih lagi, Tetua."

"Haosu... maksudku, Xu Hao." Tetua Hong menatapnya langsung, matanya serius. "Ingat pesanku. Hati hati. Klan Xu bukan lawan main main. Dan Lautan Tanpa Nama... itu adalah pemakan kultivator. Banyak yang masuk, sedikit yang keluar."

"Aku akan ingat."

"Dan... jika kau bertemu Tianmu..." suara Tetua Hong tiba tiba menjadi lemah, "katakan padanya... sekte ini akan menunggunya. Aku akan menunggunya. Untuk minum teh dan mengingat masa muda kita."

"Pesan itu akan kusampaikan," janji Xu Hao lagi.

Dia membungkuk dalam dalam kepada Tetua Hong, sebuah penghormatan murid kepada guru, atau seorang pemuda kepada orang tua. Tetua Hong membalas dengan anggukan, matanya berkaca kaca.

Kemudian, tanpa kata kata lagi, Xu Hao berbalik. Dia tidak berjalan menuju jalan setapak turun gunung. Sebagai gantinya, dia melangkah ke udara. Langkah pertamanya, tubuhnya sudah sepuluh meter di atas tanah. Langkah keduanya, dia sudah seperti titik kecil di langit pagi. Langkah ketiga, dia menghilang dari pandangan, menggunakan teknik terbang tingkat tinggi yang hanya dimiliki kultivator Dao Awakening.

Tetua Hong berdiri sendirian di halaman, memandangi langit kosong di mana Xu Hao menghilang. Angin pagi menerpa jubahnya, membuatnya terlihat renta dan kesepian.

"Selamat jalan, nak," bisiknya. "Semoga langit dan bumi melindungimu."

Dia berdiri di sana untuk waktu yang lama, sampai matahari sepenuhnya terbit dan suara suara murid yang mulai beraktivitas memecah kesunyian. Barulah dia berbalik, kembali ke rutinitasnya sebagai pemimpin sekte yang terluka, membawa sebuah harapan baru dan kekhawatiran yang lebih dalam di hatinya.

Sementara itu, Xu Hao melesat di atas awan, menuju timur. Di bawahnya, hamparan pegunungan, hutan, dan sungai berlalu dengan cepat. Pikirannya sudah fokus pada tujuan berikutnya: Kota Pelabuhan Timur, gerbang menuju Lautan Tanpa Nama yang berbahaya.

Perjalanan untuk menemukan dunia di bawah laut, pedang hitam, dan pamannya yang hilang telah dimulai. Dan kali ini, dia sendirian, tanpa klon, tanpa sekutu dekat, hanya dengan tekad dan warisan darahnya.

Di kejauhan, di atas lautan yang belum terlihat, awan awan hitam mulai berkumpul, menjanjikan badai.

1
Sarip Hidayat
waaah jadi gitu
Dragon🐉 gate🐉
Mayan... dpt 2 jiwa lg...lanjuuuttt panen
Dragon🐉 gate🐉
lah, pantas paket gw gak Dateng",sejak kapan si Arif jd prajurit, ikut perang pula ?? 🤔 rif.. paket gw loe sangkutin di mana ?.. 😂
Dragon🐉 gate🐉: waduh... si Arif kang paket side jobnya ngeri,jd asasin🤣
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Qingtian gege~/Kiss/🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
woooaaaahhh..... 😎 Kereeennn.... mana nasi tumpeng sm bubur merah putihnya 🍚🎂
Dragon🐉 gate🐉: sipp, jangan lupa sambel goreng ati,sm kering ikan teri,krupuk udang 1 toples gede😂
total 2 replies
Agus Rose
ok.
up up up
YAKARO: Terimakasih bro🙏
total 3 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor... kl boleh gw ada saran nama buat si kadal biru.. Lan Long( naga biru) / Lan se shandian long (naga petir biru) itu versi serius kl versi lawaknya Aoman de xiyi( kadal sombong)🤣
Dragon🐉 gate🐉: manttaaafff👍
total 2 replies
qwenqen
mantap👍👍👍💪💪💪💪💪
OldMan
neng ratu calon bini juga kahh🤣🤣🤣
Agus Rose
Di tunggu up nya lagi,seperti kemarin yg banyak.
OldMan
mantapp bangetttt ..daratan tengah ini apakah pulau jawa🤣🤣🤣
YAKARO: Mungkin🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
terjawab sudah ..👍
YAKARO: Mantap👍
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
loh... neng Sari nyasar kesini ternyata,pantesan di cariin di kios angkringan kok gak ada... Balik Neng, bahaya disini bukan tempatmu🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: aaiih... ngeri🤣
total 6 replies
OldMan
mantaap thorrr 💪💪💪💪
Dragon🐉 gate🐉
sekilas.. knp Xu Hao gak bunuh Bai Feng pdhl mampu, tp mungkin ada bbrp alasan, 1 biar gak ngebuka samaran di dpn anbu ratu Du Yan, 2 setiap anggota Klan pasti punya 'GpS' kl mereka mati biasanya bakal ketahuan siapa yg membunuh mereka🤔
YAKARO: itu bener banget, malah kalau keliatan semuanya jadi agak hambar/Hammer/
total 3 replies
OldMan
mataappp Thor ..mulai banteiii
Dragon🐉 gate🐉
sial!! mari kita mulai Pestanya....
Dragon🐉 gate🐉: /Toasted/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
yeeaayy... panen lagi kita,kali ini panen besar...😈
YAKARO: Gass srudukkk💪💪
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aroma Rivalitas yg kental dr Mo Xin...🤔
YAKARO: Mungkin saja🧐
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau pun sama woy😂
Dragon🐉 gate🐉: anti dia🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!