NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan sosok lain

Langkah mereka terlibat sangat hati-hati, sebab menuju ke goa istana sudah hampir tiba.

Sepanjang perjalanan, mereka berpapasan dengan orang yang menuju pulang, dan juga mereka yang sudah berada dibagian depan dengan tujuan yang sama.

"Lihat, gapuranya sudah didepan sana," Nathan menunjuk ke arah depan, dimana gapura yang hanya sebuah saja fan terletak disisi bagian kiri sudah hampir menyambut mereka.

Sena terlihat bersemangat dalam menyambutnya, tetapi tidak untuk Alessa dan yang lainnya, mereka terlihat biasa saja.

"Sepertinya ramai pengunjung?" ucap Kenny, ia mengamati orang-orang yang ada disekitarnya.

"Malam nanti malam satu Suro, mereka sepertinya mau melakukan tapa," jawab Sena dengan nada berbisik.

"Oh, iya--ya. Baru ingat kalau malam nanti malam 1 Suro, pasti aura mistisnya kuat banget," Kael ikut menyahut, dan tampaknya ia ikut mengamati orang-orang yang ada disekitar mereka.

Sesaat ia tersentak kaget, sebab melihat salah satu pejabat negeri yang menduduki jabatan penting sedang menuju ke dalam goa.

"Lha, bukannya itu Menteri Nganu, kenapa dia masuk ke Goa?" Kael keceplosan, saat melihat sosok yang dikenal orang penting dalam pemerintahan ikut juga ke dalam goa. Ditangannya ia membawa payung berwarna kuning dan berberapa perlengkapan ritual.

Dengan cepat Sena membekap mulut pemuda tersebut. "Diam, gak? Jangan berisik! Anggap saja gak lihat, gak kenal juga, biar aman," tekan Sena pada ucapannya.

Kael mengangguk patuh. "Dengar apapun yang kalian lihat disini jangan disebarkan dimedia sosial, apalagi tentang pejabat publik yang kalian lihat," pesan Nathan menimpali.

Kedelapan orang tersebut hanya mengangguk, meskipun hati mereka berisik ingin berbicara.

Kini mereka tiba didepan goa istana. Didepan mereka terdapat dua puluh anak tangga yang akan mereka tapaki.

Didepan gapura, terdapat sebuah patung Dewa Gupala.

Sosok itu dibangun oleh seniman yang cukup berprestasi. Didekat undakan tangga, dipasang sebuat spanduk dengan foto seorang tokoh proklamator atau Presiden pertama RI yaitu IR. Soekarno, yang mana pernah diyakini melakukan tapa digoa tersebut.

Disisi undakan tangga kanan, dipasang bendera merah putih, dan warnanya tampak baru, sepertinya sering diganti, sebab ada kuncen yang menjaganya.

Mereka mulai menapaki anak tangga, tetapi perasaan lain terasa begitu kuat dirasakan oleh Alessa, dimana ia merasa jika ada yang terus mengikutinya.

Tak hanya itu, tampaknya ia seperti gadis yang sangat agresif, dan tidak dapat mengontrol gejolak hasratnya yang membara.

Sedangkan Nathan, ia seperti sedang dilindungi oleh sosok tak kasat mata, sebab ada perasaan aman dan berani yang terus tertanam dihatinya.

Mereka menapaki anak tangga, dan saat tiba didepan pintu goa, aura mistis sudah begitu kuat terasa, dan membuat bulu kuduk meremang.

Alessa sedari tadi merasakan punggungnya menebal, seolah sosok tak kasat mata terus saja mengekorinya dari belakang.

Mereka melihat ada banyak wisatawan yang datang, bahkan para turis mancanegara.

Disetiap sudut goa istana, ada banyak petapa disana, payung kuning didirikan, kain bercorak kotak-kotak hitam putih sebagai ciri khas agama hindu menjadi persembahan bersama sesajian laiinya.

Asap dupa dan aroma kemenyan membuat ruangan terasa sangat sesak, dan didalam goa istana tidak terdapat stalagmit ataupun stalaktit, sebab minimnya zat kapur.

Didalamnya ada banyak bongkahan batu dan membuat pemandangan semakin kuat aura mistisnya.

Setiap langkah yang mereka tapaki, terasa seperti diawasi ribuan mata yang terua saja melihat setiap aktifitas yang mereka alami.

Sesaat Kael mengamati pria yang tadinya ia lihat sebagai salah satu menteri, bahkan anggota legislatif yang juga bertapa digoa yang sama, tujuan mereka untuk membuat jabatan mereka tetap utuh dan tak tersentuh, meskipun melakukan banyak kesalahan.

Ada yang bertapa menghadap dinding goa, ada yang sedang berkomat-kamit baca mantra, ada yang sedang tertidur, dan beragam tingkah para petapa, yang tujuannya adalah mencari kesenangan dunia.

Nathan membawa rekannya menuju ruangan lainnya menjauh dari para petapa dan tak ingin mengusik mereka, biarkan mereka dengan kesesatannya, dan bukan sebagai urusannya.

Mereka menuju ruangan yang katanya ada sebuah sendang didalamnya, dan sebelum tiba disendang, Axel menarik pergelangan tangan Alessa, menjauh dari rombongan mereka, sepertinya ia merencanakan sesuatu yang lain.

Batu-batu besar yang terdapat didalam goa, membuat fikiran kotornya datang. Sepertinya sosok genderuwo yang tadinya menggagahi Alessa mengajaknya bekerja sama untuk berbuat berbuat mesum didalam tempat yang dianggap sakral dan tidak boleh ada perzinahan.

"Apaan, Xel?" Alessa merasa jika pemuda itu menginginkan sesuatu darinya.

"Udah, diem aja, kita disini, sepi, gak ada yang lihat," bisik Axel ditelinga sang gadis.

"Kamu gak lihat tempatnya, serem--tau!" balas Alessa, mencoba menepis tangan pemuda tersebut yang sudah mendarat dibokongnya.

"Udah, gak usah berisik, aku lihat kamu tadi ngapain dibalik pohon bambu, daripada main solo, mending aku bantuin." Axel menekan tubuh Alessa ke dinding batu yang berukuran besar, dan terlindung dari penglihatan manusia.

Wuuuuuss

Sosok gendruwo yang sedari tadi mengintili Alessa, kini merasuki tubuh Axel, lalu dengan sikap yang tak biasa, membuat gadis itu seolah patuh dengan apa yang dilakukan oleh rekannya.

Axel dengan rakus mencumbu sang gadis, membuat Alessa yang tadi menolak perlahan pasrah, dan setiap cumbuan, membuat ribuan makhluk yang ada didalam goa merasa terusik dan berisik, suara-suara menggema seperti ribuan manusia yang sedang berkumpul terdengar riuh, bersama suara desah dari dua insan yang sudah melanggar pantangan.

Keduanya terus berpacu dalam hasrat dan gelora yang menggebu, hingga akhirnya mencapai puncak kenikmatannya.

Saat bersamaan, dinding goa terasa bergetar, dan membuat para pengunjung mendadak panik, tetapi tidak untuk dua insan ceroboh yang sedang membenahi pakaiannya.

Setelah selesai bercocok tanam, keduanya kembali seperti biasanya, tak ada merasa bersalah telah melakukan dosa yang mana sudah membuka gerbang petaka bagi yang lainnya.

Mereka mencari rekan yang tadi menuju ke arah sendang, danbtak ingin membuat rasa curiga.

Awalnya terlihat biasa saja, tetapi Alessa seperti merasakan gatal dibagian organ intinya, dan itu sangat anu sekali.

Ia mencoba menahan rasa gatalnya, tetapi semakin lama, semakin tak dapat dicegah, sehingga membuatnya terpaksa menggaruk.

Semakin ia menggaruk, maka gatalnya tak mau berhenti, dan ia sudah terkena teguran pertama dari para penghuni goa. Sedangkan teguran pertama di hutan Alas Purwo, karena melanggar dengan berpakaian tidak sopan.

"Lihat, itu sendangnya, mereka disana." Axel menunjuk ke arah sendang, tempat dimana melihat Nathan dan tujuh orang lainnya sedang beristirahat duduk diatas batu.

Suasana didalam goa, tempat para petapa yang mencari kedigdayaan dalam karir, dan goa ini menjadi tempat Presiden pertama RI bertapa.

Patung Gupala (atau Dwarapala) bermakna sebagai penjaga gerbang suci yang melambangkan perlindungan, kewaspadaan, kekuatan, serta penjaga kesucian tempat-tempat keramat seperti candi atau pura, mencegah roh jahat, dan mengingatkan akan tata spiritual. Sosoknya yang gagah sering digambarkan dengan gada, melambangkan kekuatan, dan bisa jadi representasi tokoh seperti Bhairawa atau Ganesha, atau bahkan manifestasi antara kebaikan dan keburukan (seperti Balaupata dan Cingkarabala).  

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
welah ngeyelan iki wong ben dadi panaganan e si kalo mongo /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
edann 40 hari 40 malam gendeng yo
Tini Nurhenti
ha
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
tetap semangat
rajes salam lubis
ok
rajes salam lubis
lanjut lanjut
rajes salam lubis
lanjut
V3
si Gemet mpe Emosi menghadapi Sena ,,, tp ttp ja gak bisa kasar sama Sena ,, Sena itu lain dari pada yg lain kata si Gemet ,,, Wanita Istimewa 🤣
kasihan yaa para keluarga nya yg kebingungan mencari keberadaan mereka semuanya 😔
Ai Emy Ningrum: krn wanita ingin dimengerti 😽😽
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Kasihan keluarganya yah... Pasti mereka sedih dan khawatir karena anak-anak mereka belum pulang ke rumah.. 😢

Semoga Naura dan Kael serta Nathan bisa menemukan kitab kuno itu, sehingga mereka bisa bebas dari hutan Alas Purwo.. 🙏
Ai Emy Ningrum: semoga aja yah..itu mah gmn author nya ajah
total 1 replies
neni nuraeni
semoga mereka bebas,,,
kinoy
kpn klrnya ya ALLAH
V3
semoga Axel mampoes lah biar musuhnya berkurang satu 🤣
V3
aiiiiiihh ..... aku bacanya deg degan bgt loch 😱😱😱
V3
ruangan bawah tanah itu psti ruangan dmna para wanita yg HBS di tunggangi oleh si gemet 🤣🤣
V3
gsah berharap pingsan ja lah ,, si Alessa Mati jg gpa² ,,,, kn penyebab nya adalah Dia 🤬😡
neni nuraeni
ayo sena bebaskn mereka dan berhati" lah
V3
yaaa ... Naura trnyata sdh minum dn makan makanan nya ,,, apa yg terjadi PD Naura yaaa selanjutnya ❓
V3
berarti kalau di pukul kepalanya bakalan sadar donk yaaa spt Kael ,, walaupun bentuk tubuh nya belum berubah mjd manusia seutuhnya 🤔
V3: getok nya pke palu yaa kak terutama buat si Alessa dan Axel 🤣
total 2 replies
Nurr Tika
hati hati sena,lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!