Bagaimana jika dirimu dihadapkan diantara dua pilihan yang sulit?
Itulah yang dialami wanita cantik bernama Maya, terjebak cinta diantara dua bersaudara.
Aiden yang berjuang dan membantunya kembali bangkit pada trauma masa lalunya
Alden cinta pertama Maya dan ayah dari anaknya
Siapakah kira kira yang mendapatkan hatinya?
*Lanjutan cerita dari Story of Maya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Butuh Pertolongan
🌷🌷🌷
Aiden kembali dengan jus jeruk pesanan Maya dan beberapa makanan tapi dia heran saat melihat tempat Maya menunggu sebelumnya kosong.
Lalu Aiden bertanya pada petugas yang ada disana tapi tidak ada yang melihat.
Aiden mulai panik mencari calon istrinya itu, saat dia berkeliling mencari matanya menyipit melihat tas Maya tergeletak di dekat pintu toilet. Diraihnya tas itu dan memeriksa isinya masih utuh, berarti Maya tidak dicopet kan. Lalu kemana?
Beberapa jam Aiden menunggu berharap Maya akan kembali, tapi wanita itu tak kunjung datang juga.
"Dimana kau sayang," ucapnya sambil menundukkan wajahnya.
Sampai tak lama ponselnya berdering dan itu dari nomor asing. Aiden segera menerima panggilan itu.
"Aiden.. " suara lemah Maya di ujung telpon.
"Sayang kau kah ini? kau dimana? jangan membuatku khawatir."
"Aiden, tenanglah. Aku tidak apa-apa! Aku tidak ingin menikah denganmu dan maaf aku pergi membawa anak kita," ucap Maya.
"Apa?! kau bicara apa?! kau dimana sekarang?!"
"Lepaskan aku, Aiden!"
TUT!
Sambungan telpon terputus. Aiden mengusap wajahnya kasar rasanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar baru saja. Rasanya tidak beres mengingat senyum Maya sebelumnya.
Akhirnya Aiden memutuskan untuk kembali ke rumah orangtuanya, dia akan menyuruh David datang ke Jakarta sepertinya dia harus waspada dan Aiden curiga Alex dalang dari semua ini. Dia akan membuat perhitungan dengan Alex jika Maya dan calon anaknya kenapa-kenapa.
Disisi lain, Maya yang sudah sadar dari pingsannya dipaksa untuk berbicara dengan Aiden agar pria itu tidak mencari Maya, tentu saja awalnya Maya memberontak tapi karena mengingat takut mereka akan menyakiti bayinya akhirnya dia menurut.
Tapi ada hal yang Alex lupa jika Aiden mempunyai ikatan batin yang kuat dengan Maya dan juga anaknya pasti tidak akan begitu saja percaya dengan ucapan Maya sebelumnya.
"Tolong lepaskan ikatan di tubuhku, aku janji tidak akan kabur. Tapi ikatan ini sangat kuat membuat perutku sakit," rintih Maya.
Saat ini Maya tengah diikat di sebuah kursi dengan badan yang terikat.
Alex tertawa kemenangan," Itulah yang dirasakan adikku dulu, sakit!"
"Apa maksudmu?"
"Aiden itu tak lebih dari seorang pembunuh, kau tahu bukan pekerjaannya sebelumnya dan dia telah membunuh adikku," terang Alex.
Maya menggelengkan kepalanya," Aiden, tidak mungkin seorang pembunuh."
"Hahahaha.. Kau baru mengenalnya!"
"Tapi, aku percaya Aiden," ucap Maya mantap.
Lalu Alex melirik ke arah anak buahnya untuk melepas ikatan Maya.
Saat ikatan Maya sudah terlepas Alex mencengkram dagu Maya.
"Kau terlalu dibutakan cinta! Kau tahu di New York sudah berapa hati yang patahkan oleh Aiden? kau tidak berarti apa-apa untuknya!"
Seketika cairan bening merembes di pipi Maya.
"Jangan menangis, kalau Aiden mencampakkanmu masih ada aku," ucap Alex sembari menghapus air mata Maya.
Sontak Maya menatap Alex dengan tatapan tajam.
"Jangan menatapku begitu! Ternyata, selera Aiden boleh juga, apa kita bisa bersenang-senang?"
"Aku tidak sudi!" teriak Maya geram.
"Ck, mengingat tabiat Aiden tidak mungkin dia belum menyentuhmu bukan?"
Maya menggelengkan kepalanya.
"Jangan macam-macam!"
Maya mulai takut saat Alex mendekati dan menggendongnya dan membawanya ke sebuah kamar. Tubuhnya yang lemah tidak mampu untuk melawan.
"Akhh.. " Maya berteriak saat tubuhnya dihempas ke atas ranjang.
Tangannya mulai menggapai perutnya yang terasa keram, dia ingin melindungi bayinya.
"Tolong jangan lakukan! Aku mohon, aku tengah hamil. Setidaknya beri ampun bayi yang aku kandung dia tidak salah apa-apa!" Maya merintih dengan isak tangisnya.
"Oh, ternyata kau hamil! Anak Aiden? hahaha.. Sepertinya sekarang lebih seru!"
Maya tak berhenti menangis saat Alex sudah melucuti bajunya sendiri.
"Tolong... Aiden, tolong bayi kita!" Maya terus membatin dalam hatinya.
🌷🌷🌷
awalnya ngira Maya bakalan balikan lg ma Alden, secara ada pesan Aiden yg nyuruh buat jagain Maya dan anaknya ke Alden..
mungkin kakak author bingung jg nentuin mau ngilangin tokoh yg mana..
secara Aiden dari dulu selalu merasa dianaktirikan ma keluarganya, sedangkan Alden dah puas ngerasain cinta ortu dan Sinta pada awalnya..
jadinya kakak author mau ngasih keadilan jg buat Aiden biar sama2 bahagia..
jadi ceritanya turun ranjang ini mah ya..
tetep keren ceritanya walopun di puncak konflik bikin nyesek bacanya..
dan pada akhirnya jati diri author keluar di akhir2 cerita 😁😁😁🤭🤭🤭
g usah season 3 ya kak, kasian Aiden ma Maya biar happily ever after..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰😍🤩