Hanan Arsman, Laki-laki baik yang telah menikahiku, membuatku nyaman dan aman, namun hatiku masih mencintai yang lain.
Seorang pria bernama Izqian Abraham.
Ia cinta pertamaku yang telah membuat sejuta kenangan dalam hidupku.
Butuh waktu bertahun-tahun aku melepaskan semua perasaanku padanya, namun gagal. Padahal aku telah terikat dengan sebuah tali pernikahan.
Aku mencintainya dan nyaman bersamamu. Maaf, aku tak bisa menahan hati dari rasa.
Apakah ini yang disebut Karma? Setelah aku berikrar sumpah janji cinta, ujian pernikahanku pun datang...
Bertahun-tahun, Kami berusaha agar memiliki buah hati. Apakah kami akan memilikinya? Ataukah kekandasan pernikahan yang ku dapat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah 2
Sekolah Star School Internasional adalah salah satu sekolah kelas atas terbaik di dunia. Hanya ada dua kondisi bagi yang bisa masuk ke sekolah ini, yang pertama adalah keluarga kaya raya, konglomerat. Yang kedua adalah murid miskin namun pintar. Bisa masuk di sekolah ini, tidak akan ada murid yang memiliki masa depan suram, sehingga banyak orang yang berlomba-lomba ingin bersekolah di sini.
Sekolah ini terletak dipusat kota, sangat strategis dan luas, tes lulus untuk masuk ke sekolah ini diseleksi dengan sangat ketat, jika bukan orang kaya raya, terpandang dengan banyak uang, maka harus lulus seleksi kepintaran yang sangat-sangat ketat. Banyak yang menggantung harapan disini, juga banyak yang bersedih karena tidak lulus seleksi disekolah impian mereka.
Bangunannya bertingkat, elit dan mewah, pakaian murid ada dua golongan, satu untuk murid miskin nan pintar dan satu untuk anak konglomerat, kelas mereka juga dibedakan.
Tempat parkir untuk anak konglomerat pun juga berbeda, lebiah luas dan besar sehingga berjajar kendaraan-kendaraan mewah, sedangkan untuk murid miskin nan pintar hanya sedikit kendaraan yang terparkir.
Di dalam ruangan kelas 2 A Star School Internasional.
Suasana belajar mengajar sedang berlangsung di dalam kelas ini, guru asik menjelaskan pelajaran hingga memberikan tugas latihan. Cherly mengerjakan tugas latihan itu, kemudian memilih tiduran di bangkunya, ia merebahkan kepalanya di atas meja belajar sambil menunggu yang lainnya selesai.
“Ssst, hei! Cherly!” Seorang gadis disampingnya menyenggol lengannya sambil berbisik. “Cherly, bantu aku, aku tidak paham dengan soal ini, soal nomor 3, tolong bantu aku ya.” Gadis itu memohon, menggeser bukunya dan menunjukkan soal yang tak ia mengerti pada Cherly.
“Hm,” Cherly mengangkat kepalanya, melihat soal yang dianggap teman sebangkunya itu sulit sekilas, lalu mencoret-coret buku itu dan menunjukkan jawaban serta menerangkannya sekilas pada gadis itu.
“Ya ampuuun, kau memang dewi penolongku Cher, cantik, pintar dan baik hati!” ujar gadis itu dengan mata berbinar. Ia bernama Chloe, orangtuanya berharap ia akan menjadi bunga mekar yang segar, selalu dicintai dan disayangi oleh orang-orang sekitarnya, mengharumkan nama keluarga. Begitulah ia memperkenalkan dirinya pada Cherly saat pertama bertemu.
“Hm.” gumam Cherly, kemudian memilih merebahkan kepalanya kembali ke atas meja, memejamkan matanya.
“Cherly, jangan tidur lagi! Kenapa kau selalu memilih tidur, apakah kau kekurangan gizi, sehingga tubuhmu selalu lemah? Atau kau begadang? Heh, Cherly!” Chloe masih saja ribut mencoba membangunkan Cherly, namun gadis itu malas meladeni, ia terus saja memejamkan matanya hingga ia benar-benar tertidur.
Cherly memang terlihat malas, namun jangan salah, saat ia berusia 9 tahun, dirinya sudah mendapatkan gelar doktor, setiap ujian Cherly juga akan menjadi juara satu di seluruh angkatan.
Karena terlalu bosan berada dikerajaan, akhirnya dirinya mengajak sang kakak untuk kabur dari istana dan masuk ke sekolah Star School Internasional ini untuk menghabiskan waktu, mereka berdua masuk ke sekolah ini bukan dengan uang ataupun membawa nama kerajaan, tetapi dengan kepintaran yang mereka miliki, bahkan mereka harus berpura-pura miskin di depan kepala sekolah, sehingga dimasukkan ke kelas murid kurang mampu.
Cherly dan Jefry melakukan beberapa rangkaian tes dan ujian saat hendak masuk ke sekolah ini, menguji kelayakan dan kepintaran mereka. Lalu, mereka juga menggunakan pakaian yang paling sederhana agar meyakinkan bahwa mereka benar-benar miskin. Beberapa data mereka palsukan, agar mereka menjadi rakyat biasa nan miskin, bukanlah pangeran dan putri dari kerajaan Palala.
Sudah setahun mereka menjalani kehidupan disekolah ini, awalnya Cherly dan Jefry senang, hari-hari yang mereka lalui terasa indah dan berwarna, Cherly bisa berkenalan dengan Chloe yang apa adanya, dia bukanlah orang kaya juga bukan terlalu miskin, ia dengan senang hati membagi makanannya, menawarkan ini dan itu, mengajak Cherly jalan-jalan bahkan memetik buah liar dijalanan, sesuatu yang tak pernah ditemukan Cherly di kerajaan Palala.
Cherly dan Jefry bisa berbicara dan berprilaku semaunya tanpa aturan tertentu, pergi kemanapun yang mereka mau, orang-orang akan bersikap biasa saja, tak ada yang tunduk dan berpura-pura baik bahkan sampai menjilat pada mereka karena mereka putri dan pangeran dari kerajaan.
Sayangnya perasaan bosan itu kembali ada, mereka tetap merasakan rasa bosan. Perbandingan orang-orang kaya dan miskin terlihat jelas, Jefry dan Cherly bosan melihat mereka lemah saat ditindas, tidak berani mengeluarkan pendapat, membiarkan kejahatan dan ketidakadilan didepan mereka.
Yang utama membuat Cherly bosan adalah manusianya, ia tak pernah melihat pria tampan dan keren selain kakak laki-lakinya, ia juga ingin melihat pria tampan.
Cherly terbangun dari tidurnya, melihat teman-teman seperti biasa, tak ada hal yang menarik. Ia benar-benar bosan! Murid-murid mulai mengumpulkan tugas ke depan.
“Cher, mana punyamu? Sini aku kumpulkan!” ucap Chloe dengan senyum semerkahnya, menunjukkan deretan gigi putihnya serta gigi gingsul di kanan atasnya.
“Nih!” Cherly memberikan buku itu dengan malas, masih dengan posisi tiduran.
Awalnya guru memang menegurnya yang suka tiduran, sekarang tidak lagi, karena terasa sia-sia jika menegurnya, anak itu bahkan paling tercepat menyelesaikan tugasnya, saat ditanya ia mampu menjawab semua soal. Jadi, banyak guru memilih mengabaikan Cherly jika ia terlihat tidur dikelas.
Saat dalam posisi muka masih ditekuk dimeja belajar, tanpa sengaja terbayang olehnya wajah tampan pria yang semalam ia mimpikan, hingga ide baru muncul dipikirannya, ia ingin pindah sekolah ke sekolah Mafia yang bernama Stronger Man School.
Ia ingin menemukan pria-pria tampan, yang bisa mengalahkan ketampanan kakak laki-lakinya, hanya satu orang yang bisa mengalahkan keren dan ketampanan Kakak laki-lakinya yaitu pria di dalam mimpinya itu, pria yang penuh darah dan luka malam itu.
“Ah, aku harus menemukan Kakak saat jam istirahat nanti!” gumam Cherly. “Aku akan mengajak Kakak pindah ke sekolah itu.”
Teng! Teng! Terdengar lonceng jam istirahat berbunyi.
Cherly kemudian bangkit dari malas-malasannya, hendak mencari Kakak laki-lakinya, Jefry dengan penuh semangat.
“Hei, mau ke kantin, ya? Bareng yuk!” ucap Chloe.
“Hm.” Cherly bergumam sembari mengetuk-ngetuk telunjuknya didagu dan berpikir.
“Aku ingin makan bersama Jefry, kau tahu 'kan dia seperti apa, dia tidak suka ada orang lain saat kami makan bersama.” tutur Cherly menakut-nakuti.
Tampak Chloe mendesah, “Ya sudah deh, aku cari teman lain saja.”
“Ok, aku pergi duluan ya, Chloe. Bye!” Cherly mendadah Chloe yang menunjukkan wajah sedihnya.
Cherly berjalan dengan riang, menyusuri koridor sekolah, sedikit meloncat-loncat dan berlari kecil sambil bersenandung, menyanyikan lagu-lagu dengan suara pelan.
pada saat aku menikah, sudah tidak ada Abak disampingku, sanak..., hiks hiks 😰😰😰
mingkem ngomong Minang nyo apo yo sanak, hehehe 🤭🤭
ondee mande... dunia saleba telapak tangan, he-he-he 😆
singgah di sini kitah ❤️
Al-fatihah untuk Amak dan Abak
kampuang nan jauah di mato
salken author 👍🙏