NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Beda Usia / Tamat
Popularitas:154.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Asni J Kasim

Info!!!! Ini lanjutan dari Novel Istri Nakal Dokter Aziz.

🍁Fadila & Farhan🍁👫

Fadila Annisa Zakri, di hari ulang tahunnya yang ke 18 tahun, dia mendapatkan kado istimewa. Fadila tiba-tiba di lamar oleh pria yang bernama Farhan Aqmora Ahman. Farhan adalah Dosen sekaligus asisten di Laboratorium tempat di mana Fadila kuliah.

Farhan sudah cukup umur, tapi umurnya tidak menjamin kedewasaannya. Pria itu menjadi tegas setelah mendapatkan nasehat dari orang terdekatnya.


Apakah Farhan bisa terus tegas? Atau dia akan kembali menjadi pria yang dibimbing oleh istrinya.

Mari simak kisah romantis mereka 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uang jajan dipotong

Pemandangan malam di Kota Makassar cukup indah dan menyejukkan mata. Terlebih lagi keindahan itu disaksikan dari gedung yang menjulang tinggi. Farhan, Fadila, Helena, Irwan dan Nikollas. Mereka berlima makan malam di salah satu restoran yang ada di Kota Makassar. Farhan mengajak Nikollas karena pria itu tidak mau membuat sepupu kecilnya duduk sendirian di rumah. Setelah makan, mereka menyempatkan waktu untuk bercanda gurau.

"Tante, aku curiga ni" Fadila tersenyum menyelidik.

Helena tersenyum simpul. "Apa yang kamu pikirkan maka itulah kebenarannya" ujar Helena.

"Benarkah? Jadi Tante dan Pa Irwan berpacaran" Fadila membulatkan mata. Wanita itu terlihat bahagia. Jika benar Helena berpacaran dengan Irwan maka Fadila tidak perlu merasa takut suaminya akan direbut oleh Helena.

"Apa!" Farhan dan Nikollas menatap Irwan. "Kamu dan Helena" Farhan menyatukan kedua jari telunjuknya. "Kalian berpacaran?" tanya Farhan memastikan.

Irwan tersenyum. "Iya. Kamu baru jadian kemarin" jelas Irwan.

"Selamat ya Irwan, Helena. Oh ya, lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Farhan.

"Aku sih mau secepatnya tapi sahabatmu itu masih meragukan kesetiaan ku" ungkap Irwan menghela napas pelan.

"Tante jangan takut. Pa Irwan orangnya sangat setia. Berdasarkan informasi yang aku dengar di kampus, katanya Pa Irwan nggak pernah pacaran. Tapi nggak tahu benar apa nggak" ujar Fadila.

"Aku sih yes kalau mau nikah. Hanya saja aku takut malam pertama" ungkap Helena.

Farhan, Fadila, Irwan dan Nikollas menepuk jidat mereka masing-masing. "Bu, dimana-mana orang mengimpikan untuk bisa malam pertama dengan suami atau istri mereka. Kok Ibu malah takut sih. Nikmat loh, Bu. Kalau nggak percaya Ibu bisa tanya Om Farhan dan Fadila" ujar Nikollas.

Helena dan yang lainnya membulatkan mata dengan mulut terbuka. "Nikollas, jangan bilang kamu dan Fitri sudah--" Helena tidak melanjutkan kalimatnya.

"Enak saja kalau ngomong. Ya nggak lah, Bu. Fitri aman saat bersamaku. Aku sangat menghargai wanita. Melakukan hal senonoh pada wanita sama halnya dengan aku menodai Mamaku" sergah Nikollas.

"Alhamdulilah" Helena, Irwan, Farhan dan Fadila merasa lega mendengar penjelasan dari Nikollas.

Setelah bercanda gurau. Mereka semua memilih pulang. Farhan, Fadila dan Nikollas kembali ke perumahan. Sementara Irwan dan Helena memilih berpacaran di tempat lain.

...---...

Di waktu subuh, Farhan ke kamar Nikollas karena tidak biasanya Nikollas tidak memanggilnya ke masjid. Dan kenyataan yang ia dapati, Nikollas masih hanyut dalam mimpi. Farhan pun membangunkan Nikollas setelah mendengar tarhim di masjid mulai bergema. Namun Nikollas enggan membuka mata. Dan saat kembali ke kamarnya, pria itu mendapati istrinya kembali tidur. Bagaimana tidak, Fadila mengerjakan laporan hingga jam tiga lewat dua puluh menit.

"By bangun, ini sudah subuh" Farhan menepuk pipi istrinya.

"Ya Allah. Nikollas dan Fadila memang harus diberi hukuman. Bisa-bisanya mereka nggak mau bangun shalat. Kalian lihat saja nanti" gumam Farhan.

...---...

Pagi hari. Setelah sarapan pagi. Fadila dan Nikollas berdiri di depan Farhan. Keduanya berdiri sambil menunduk menatap lantai. Kesalahan yang mereka buat membuat Farhan ingin menjewer kuping keduanya. Namun pria itu tidak melakukannya.

"Hari ini uang jajan kalian di potong lima belas ribu. Kalian tahu kan apa kesalahan kalian?" jelas Farhan. Pria itu duduk di sofa sambil menyilangkan kaki.

"Iya" balas Fadila begitu juga Nikollas.

"Lain kali jangan tidur dilarut malam" Farhan mengingatkan sambil menyerahkan uang lima ribu pada Nikollas dan lima ribu pada Fadila.

"Kalian boleh pergi sekarang" kata Farhan. Pria itu tidak memiliki jadwal mengajar di pagi hari. Sehingga dia tetap stay di rumah hingga siang nanti.

Fadila mencium tangan suaminya. Begitu juga Nikollas yang ikut mencium tangan Farhan. "Kami pergi dulu Om" pamit Nikollas.

Nikollas dan Fadila keluar dari rumah. Kali ini Fadila pergi ke kampus mengendarai sepeda motor bersama Nikollas. Tentu saja Nikollas yang mengendarai motor dan Fadila yang membonceng. Dalam perjalanan, Fadila terus menggerutu. Wanita tidak habis pikir akan mendapatkan uang jajan sebanyak lima ribu. Uang lima ribu hanya bisa beli aqua.

Fakultas Mipa

"Dila, ada kabar baik" kata Ummu yang sejak tadi menunggu Fadila di parkiran.

Fadila turun dari motor lalu duduk di samping Ummu. "Kabar apa?" tanya Fadila penasaran.

"Katanya Kak Fitri dipecat menjadi asisten di semua Laboratorium. Dan laporan yang kemarin dialihkan di Kak Niko" jelas Ummu tersenyum lebar.

"Apa..." Nikollas membulatkan mata. "Apa aku nggak salah dengar?" tanya Nikollas memastikan.

"Nggak. Kakak nggak salah dengar" balas Ummu.

"Alhamdulilah" Fadila mengucap syukur atas kabar baik yang baru saja dia dengar.

Nikollas meninggalkan Ummu dan Fadila. Pria itu mencari mantan kekasihnya, Fitri. Bukan untuk mengajaknya balikan tapi ada satu dan lain hal yang mau dia pastikan. Nikollas bertanya pada teman seangkatannya tapi temannya juga tidak tahu di mana Fitri.

"Apa dia nggak ke kampus" batin Nikollas. Nikollas berdiri di depan ruangan C101.

"Kakak, kami ke kelas dulu. Ada jadwal pagi ini" kata Fadila sebelum masuk ke ruangan C102.

"Iya, Dek. Semangat belajarnya" balas Nikollas tersenyum dan menyemangati namun pria itu sendiri nampak tidak semangat.

"Apa Kak Niko masih mencintai Kak Fitri?" batin Ummu.

...----...

Waktunya makan siang. Nikollas dan Fadila duduk di kursi depan kelas bersama Ummu, Ukma dan Rahmat. Baik Fadila maupun Nikollad menatap uang lima ribu yang diberikan Farhan pada mereka.

"Kakak, apa ini cukup untuk beli makanan?" tanya Fadila. Baru kali itu dia diberi uang jajan lima ribu.

"Kalau ayam lalap tentu nggak cukup. Ayam geprek juga juga nggak bisa. Kita hanya bisa beli pentolan atau tahu isi" kata Nikollas.

"Fadila, aku punya ide. Bagaimana kalau kita beli tahu isi tiga ribu, bakwan tiga ribu, pisang goreng dua ribu, dan dan air dua ribu" jelas Nikollas bersemangat.

"Kalian kenapa?" tanya Ummu dengan bingung. Bukan hanya Ummu, Rahmat dan Ukma pun bingung melihat Fadila dan Nikollas yang nampak sedih memegang uang masing-masing lima ribu.

"Jangan bilang-bilang. Ini demi harkat dan martabat suamiku" bisik Fadila ditelinga Nikollas. Wanita itu tidak mau orang lain ataupun sahabatnya tahu, kalau suaminya memberinya uang jajan hanya lima ribu.

1
Redmi Lima
suka ceritanya lucu
Charisya Amelia Adhinata
sangat bagus benget semoga author sehat selalu ya bisa bikin novel yang sangat menarik
Rosmi Yanti Yanti
lanjut
Sery
kapok lu surlin
Sery
Mpok netizen+62
Elisabeth Ratna Susanti
like plus 🌹
Be___Mei
sesal kemudian tiada berguna surlin 🥲🥲🥲🥲 sering-seringlah berkirim doa agar hima tenang di alam sana
Be___Mei
😭😭😭😭 kau menaruh bawang di sini kak asni!!
Be___Mei
😭😭😭 ya Allah niko, yang sabar ya,

Farhan oh Farhan,kau suami idaman.kalo suamiku......jangankan masak, rebus air aja bisa di hitung dengan jari lima 🤣
Satriya Bagus
buat surlin dan aini hidup dalam penyesalan yang mendalam thorrr
dan buatlah niko tuk tinggal bersama dengan pak asiana thorr 🙏✌
faridah ida
sediih yaa kalo percintaan seperti pak Surlin...
semoga Niko dan Ummu tidak seperti ke dua orang tua nya ...
semangaatt Niko ....💪💪💪
Satriya Bagus: lebih kasian niko karna keegoisan surlin dan juga aini
total 1 replies
faridah ida
sabar yaa Niko .. apa yang kamu alami Fadila juga , beda nya Niko lebih beruntung bisa merasakan ada nya seorang ibu ,..
kalo Fadilah dari bayi ,ibu Amrita sudah tidak ada ...
Satriya Bagus
kasian niko thorrr
berharap surlin segra tau kebenarannya tentang isi hatinya ibunya niko 🙏✌
Asni J Kasim
5 episode baru aku baca 😆😆. Mau tunggu Adila tobat 😂😂
Be___Mei
beruntungnya fadila, dia punya suami yang sangat baik seperti farhan, dan satu lagi keberuntungan fadila, saat hamil selera makannya begitu bagus 🥰🥰🥰 tidak seperti aku 🤣 saat hamil cerewetnya sampe mau di tendang ke planet Pluto 😅😅
Be___Mei: kwkwkwk di tabung ada dulu bab jena nya kak 😂😂😂 mungkin 2/3 bab lagi akan ada jalan untuk jena bertemu pria pujaanya.entah itu dewa, rio atau agam 🤭
total 6 replies
Be___Mei
cintanya di charger dong 🤣🤣🤣 kalo sudah 100% kalian mau ngapain???? 🤭🤭🤭
Be___Mei: jan lupa undangan buat jena yak 🤣🤣
total 2 replies
Be___Mei
idih!!! cowok kok mau kasar sama cewek 😖😖😖😖
faridah ida
duuuhh jarang jarang ini suami seperti Farhan di suruh beli apa aja sama istri mauu... suami idaman ..👍👍🤗🤭
faridah ida: 😄😄😄 bisa aja athorr ini ...😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍👍👍👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!