Bukan novel yang update harian yah.
Silahkan baca dan jangan lupa kasih komentar dan likenya biar author semangat buat nulis episode selanjutnya.
Novel apakah ini?
Ini adalah novel yang pemeran utamanya seorang laki-laki kaya raya yang pekerjaannya seorang CEO di perusahaan terbesar di ASIA. Memiliki saham dimana-mana dan perusahaan nya menyebar diseluruh negeri juga. Sementara pemeran wanitanya adalah gadis muda yang lahir dari keluarga kurang mampu, sekaligus dia harus menjadi tulang punggung orang tuanya karena memang ayahnya telah meninggal sejak dia berumur 15 tahun . Dia sekarang harus kuliah sambil bekerja.
Mungkin ada kemiripan dengan novel lainnya. Tapi memang aku ingin pemeran laki-lakinya seorang laki-laki terkaya dan bersifat dingin, cuek sekaligus arogan.
Jika kalian tertarik baca bagian prolog kalau masih tertarik lanjut sampai end yah.
Jangan lupa author menunggu komentar
Positifnya yah. Buat memotivasi author biar tambah semangat lagi .
Salam kenal dariku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JBlack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Quality Time with Best Friends
Di kantor..
Setelah mobil Kevin berhenti didepan gedung perusahaan miliknya, ia kemudian turun dan mobilnya diserahkan pada satpam disana untuk diparkirkan. Tetapi didepan gedungnya ia sudah disambut oleh asisten pribadinya yaitu Rudi. Keduanya pun akhirnya masuk ke gedung tersebut dengan Kevin berjalan didepan Rudi.
Ketika keduanya mulai berjalan hendak ke arah pintu lift khusus CEO, semua pandangan karyawan pun hanya menatap kedua pria yang sedang berjalan itu. Tak bisa dipungkiri dan dielak bahwa memang benar ketampanan keduanya sangat sangat tampan. Meski Rudi hanya seorang asisten pribadi Kevin, tapi wajahnya juga tak kalah tampan dengan Kevin.
Kehidupan Rudi meski tak sekaya Kevin, tapi dia juga termasuk seorang lelaki mapan dan tampan. Sayangnya sikapnya juga tak kalah dingin dengan Kevin. Rudi hanya berkata seperlunya saja dan ia pun jarang menampakkan senyumnya. Dan juga ia sangat sulit berinteraksi dengan seorang wanita. Hampir beda tipis 1 2 lah yah dengan Kevin.
Setelah sampai di lift Rudi menekan tombol untuk ke lantai tempat ruangan Kevin.
Ting
Pintu lift terbuka lalu keduanya berjalan keluar dari Lift. Didepan ruangan sudah ada Eva sekretaris Kevin yang siap menyambut mereka dari mejanya.
“Selamat datang pak.” Sambut Eva dengan membungkukkan badannya sedikit.
Kevin tidak menjawab ia terus berjalan memasuki ruangannya diikuti Rudi. Ia langsung menuju ke kursi kebesarannya dan mendudukkan dirinya.
“Tolong siapkan semua jadwal dan perlengkapanku untuk besok ya rud.”
“Siap tuan.” Jawab tegas Rudi
Kevin melepas jasnya dan menyampirkan ke kursinya ,lalu ia segera berkutat dengan berkas-berkas diatas mejanya karena memang pekerjaannya sudah mulai menumpuk mengingat kemarin ia sudah ijin tidak bekerja untuk menemani istrinya dirumah.
~ ~ ~
Dikampus
“Hai.” Sapa Adel pada kedua sahabatnya Meli dan Tyo
“Hai.” Sapa balik keduanya secara bersamaan
“Lu darimana aja del?” tanya Meli.
“Sorry gue lagi ngurusin nyokap dirumah. Kan kalian tau sendiri nyokap gue habis sakit.” Kilah Adel
Adel tidak mungkin menceritakan bahwa ia ijin karena menikah karena memang pernikahan mereka sangat ditutupi dari publik.
“Terus gimana sekarang keadaan nya nyokap lu?” tanya Tyo
“Alhamdulillah udah baikan kok mangkanya gue sekarang masuk.” Jawab adel sambil tersenyum
“Kalian baik-baik aja kan selama gue gak ada?” tanya Adel pada kedua sahabatnya.
“Gak baik banget, lu tau sendiri kita kemana-kemana selalu bertiga. Kalau gak ada lu kek ada yang kurang tau.” Jawab Meli sinis
“Hahahhaha udah gak usah sewot gitu, nih kan sekarang udah ada gue.” Jawab Adel sambil pasang muka so cute.
“Najis amat muka lu del asli.” Teriak tyo
Dan kemudian disusul tawa ketiganya.
“Yuk masuk kelas udah waktunya nih.” Ajak Tyo karena ia melihat jam ditangannya sudah menunjukkan waktu kampus mereka.
“Yuk.” Jawab serempak Adel dan Meli
Ketiganya pun mengikuti pelajaran kampus hingga mata kuliah mereka berakhir. Lalu sebelum pulang Meli dan Tyo mengajak Adel untuk keluar main terlebih dulu.
“Del yuk kita keluar dulu ,lama tau kita gak keluar bareng.” Ajak Meli
“Hmm ..” Adel masih berpikir karena memang sekarang ia bukan seorang single yang seenaknya bisa keluar.
“Ayo lah del, masak lu gak mau sih.” Sinis Tyo
“Tapi sebentar yah aku pamit orang rumah dulu.” Jawab Adel dan diangguki kedua sahabatnya.
Adel agak menjauh dari mereka karena ia ingin berpamitan langsung dengan Kevin melalui telfon.
Tut tut
“Assalamu’alaykum mas.” Ucap Adel
“Wa’alaykumsalam iya sayang ada apa? Kau sudah pulang? Sebentar lagi aku akan menjemputmu tunggulah disana.” Ucap Kevin dengan beruntun lewat suara telfon seberang
“Emmm mas bukan itu, aku mau meminta ijin keluar bersama sahabat-sahabatku mas apa boleh?.” Tanya Adel
“Mau keluar kemana sayang?” tanya Kevin dari seberang telfon
“ Entah mas, aku hanya diajak Meli dan Tyo. Tapi biasanya mereka mengajakku jalan-jalan ke mall dan makan.” Jawab Adel
“Ohh ya sudah sayang pergilah, tapi ingat hati-hati. Terus nanti pulangnya gimana? Dijemput apa bagaimana?” tanya Kevin
“Kan sebentar lagi aku naik mobil Tyo mas, kalau dulu sebelum menikah biasanya Tyo dan Meli anter pulang kerumah. Tapi kan mereka gaktau aku sudah menikah. Paling nanti aku suruh mereka tinggal aja di restaurant tempat makan atau mall jika nanti aku disana. Mas tunggu kabar ku aja yah.” Ucap Adel menjelaskan
“Yasudah mas tunggu telfon kamu sayang, hati-hati yah. Kalau ingin apa-apa pakailah kartu kemarin yang mas kasih. Jangan malu ataupun jangan takut uang mas habis.” Ujar Kevin
“Iya iya mas, ya sudah yah aku berangkat. Mas pulangnya hati-hati semangat ya sayang.” Ucap Adel
“Iya makasih sayang, cium jauh dulu lah.” Rengek Kevin
“Mas malu aku diparkiran Kampus loh.” Ucap Adel
“Gak mau tau pokok cium.” Rengek Kevin
“Muahh ya sudah ya mas byebye.”
Akhirnya keduanya pun mematikan telfonnya. Dan Adel menghampiri kedua temannya.
“Gimana?” tanya Meli
“Yuk aku sudah diijinin.” Ucap Adel
Akhirnya mereka bertiga pun berjalan menuju Mobil Tyo. Tyo langsung melajukan mobilnya dengan santai.
“Kita kemana dulu ini?” tanya Adel antusias
“Bagaimana kalau kita ke toko ice cream dulu.” Ajak Tyo
Karena memang mereka bertiga adalah pecinta Ice cream. Mereka tidak pernah absen jika mereka bersama selalu membeli ice cream. Setelah sampai di kedai Ice crem dan memesan akhirnya mereka menikmati ice cream tersebut. Tidak perlu waktu lama ice cream mereka pun habis.
“Selanjutnya kemana nih?” tanya Tyo
“Biasa dong ke mall, liat liat aja cuci mata.” Jawab Meli lalu mendapat anggukan dari kedua sahabatnya itu.
Akhirnya mereka melajukan mobil yang mereka tumpangi ke mall terbesar disana. Seketika mobil mereka pun sudah sampai dan terparkir ditempat parkir mall.
Mereka pun berjalan beriringan bersama memasuki Mall tersebut. Ketiganya mulai memasuki satu persatu toko disana. Meli dan Tyo antusias ketika memasuki salah satu toko yang menjual pakaian, tas dan sepatu.
Berbeda dengan Adel, Adel memang bukan tipikal wanita yang suka belanja. Jadinya ketika melihat kedua sahabatnya antusias memilih pakaian, ia hanya duduk dikursi yang disediakan oleh tokonya untuk pengunjung yang menunggu didalam toko.
“Del lu gak mau beli apa?” tanya Meli
“Nggak deh, kalian aja.” Jawab Adel
“Kayak gaktau Adel aja lu mel.” Saut Tyo
“Hahah iya gue lupa, dia kan paling males kalau disuruh belanja.” Ejek Meli
“Udah sana kalian belanja.” Usir halus Adel sambil mengibas-ngibas tangannya tanda menyuruh mereka pergi memilih-milih.
“Yaelah iya ini gue milih.” Ujar Meli
Setelah selesai ditoko tersebut, lalu mereka bertiga keluar dan melanjutkan melihat-lihat pakaian disana. Tak sengaja manik mata Adel melihat salah satu baju yang dipakai di patung depan toko salah satu mall.
“Baju itu sepertinya cocok kalau untuk menggoda Kevin.” Ujar Adel dalam hati
“Hy guys kesana yuk!” ajak Adel
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hayoo tebak baju apa yang dipajang dipatung itu🤣🤣
-Jangan Lupa Vote ya Readers biar Author makin semangat buat update episode baru-
.
.
.
Klik Like dan jangan lupa favorite biar gak ketinggalan episode selanjutnya