NovelToon NovelToon
Upik Abu Jadi CEO

Upik Abu Jadi CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / CEO / Pembantu / Cinta Seiring Waktu / Istri ideal / Suami ideal / Tamat
Popularitas:767.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aricha Businnes

Anitha Putri, seorang wanita berusia 26 tahun adalah seorang sarjana manajemen bisnis, setelah menikah dia memutuskan hanya menjadi seorang ibu rumah tangga biasa.

Hidup rumah tangganya yang penuh kemelut mengantarkan dia yang seorang sarjana jadi seorang asiaten rumah tangga.

Dia bertolak ke Jakarta hanya untuk sebagai asisten rumah tangga pada salah satu keluarga berada.

Bagaimanakah perjalanan hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aricha Businnes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aura Yang Menggelap

Akhirnya, tidur yang terlalu larut membuat Anitha terlambat bangun pada pagi harinya. Namun tidak dengan tuan Nan. Tuan Nan tetap bangun di jam yang sama. Seperti ada alarm di otaknya untuk memperingatkan dia bangun di jam yang sama.

Melihat di atas meja tidak ada apapun, tuan Nan menyadari jika Anitha terlambat bangun. Tuan Nan pergi tanpa mengganggu tidur Anitha. Anitha tersentak ketika mendengar bel rumahnya berbunyi. Dia melihat jam dan betapa dia terkejut melihat hari sudah pukul delapan.

Anitha tanpa mengurus rambutnya langsung berlari membukakan pintu. Dia yakin bi Sum dan bi Rum yang datang.

"Nooon...." teriak bi Sum, melihat penampilan Anitha yang berantakan. Anitha hanya memberikan cengiran manis. Kedua bibi akhirnya terkikik.

"Non kenapa?" tanya bi Sum lagi. Mereka berdua mengikuti Anitha.

"Semalam tuan pulang larut Bi, dan makan di tengah malam. Hampir di jam 1. Aku jadi mengantuk."

"Ya sudah biar bibi yang buat sarapan. Mandi sana," ucap bi Rum. Mereka kini memperlakukan Anitha seperti anak sendiri.

"Iya Bi." Anitha mandi dan selesai mandi ponselnya berdering. Dia melihat nama tuan Sombong sebagai id pemanggil. Itu berati tuannya yang memanggil. Anitha sedikit was-was karena dia merasa bersalah, Anitha tetap menggeser icon hijau dan menjawab dengan santai.

"Maaf Tuan, aku terlambat bangun dan tidak membuatkan anda apapun." Anitha tetap meminta maaf dengan hormat.

"Tidak masalah bagiku, aku paham kau pasti mengantuk," ucap tuannya lembut. Jika hati Anitha tidak bermasalah, dia akan luluh dan jatuh pada pesona tuannya yang tidak bisa dipungkiri.

"Terima kasih Tuan. Ada apa?" tanya Anitha. Tidak mungkin tuannya menelepon hanya untuk berbasa-basi. Pasti ada yang lain ingin disampaikannya.

"Siang ini kau tidak perlu memasak, kau bersiap saja. Jeffy akan menjemputmu. Aku ingin kau mempersiapkan sesuatu untuk persiapan ke Singapura. Jeffy tahu apa yang harus dilakukannya. Aku tak bisa meninggalkan rapat siang ini."

"Baiklah, aku akan bersiap nanti." Anitha tidak membantah.

Anitha memberi tahu bibi, bahwa dia akan pergi siang ini atas permintaan tuan Nan, tapi Anitha tetap masak siang ini untuk para bibi. Anitha memasak yang sederhana dan simpel. Lalu dia bersiap mandi dan berendam sebentar biar fresh.

Siangnya, bel berbunyi dengan penuh etika dari tuan penekan. Jeffy tak ingin disindir Anitha lagi.

"Hai An," sapa Jeffy ramah.

"Hai juga Tuan," jawab Anitha santai.

"Jangan panggil tuan, panggil Jeffy saja."

"Ohhh, ok," jawab Anitha singkat.

Jeffy melihat Anitha memakai long dress selutut dan menggunakan make-up yang begitu natural. Bibirnya hanya dipoles lipstik merah muda begitu tipis.

"Kita mau ke mana?" tanya Anitha saat Jeffy mengajaknya pergi. Kini Anitha sudah di dalam mobil dan duduk manis di samping Jeffy.

"Tuan ingin kau membeli beberapa steel pakaian yang pantas untuk dibawa ke Singapura. Apa kau menolak?" tanya Jeffy ingin tahu apa yang akan dijawab oleh Anitha.

"Bagaimana bisa saya menolak Jeff, saya tahu lingkungan yang bagaimana dia. Asal kau tahu Jeff, dalam bersosialisasi bakat hanya diperlukan satu persen saja, namun 99 persennya dilihat dari penampilan. Kamu tahu apa artinya Jeff?" Anitha balik bertanya.

Jeff mengumpat di dalam hati, "Ditanya malah tanya balik!" Tak urung dia menjawab juga ingin tahu apa maksud Anitha. "Tahu apa?"

"Kamu benar tidak tahu maksudnya atau ingin tahu pendapatku?" Door ... Anitha langsung menembak pikiran Jeff.

"Keduanya!" ucap Jeffy penuh tekanan. Baru beberapa waktu berlalu dia sudah diserang balik oleh Anitha.

"Artinya, manusia ini suka menipu diri sendiri dan suka ditipu Jeff!" tegasnya.

"Seperti kamu?" Jeffy mencoba menyudutkan Anitha.

"Seperti kamu juga!" Olok Anitha.

"Aku? Siapa menipu siapa rupanya?" tanya Jeffy lagi.

"Ya kau Jeff, kau menipu diri kau sendiri."

"Maksudmu?"

"Aku tak punya maksud." Anitha tertawa.

"Apa yang kau tertawakan?" selidik Jeffy. Jeffy merasa Anitha susah ditebak.

"Aku tertawa melihat kau penasaran!" kata Anitha dengan puas.

Jeffy hanya mendengus kesal. Ternyata Anitha hanya bermain dengan kata saja, tanpa ada maksud lain. Jeffy semakin tahu apa yang membuat seorang Nansen menyukai janda cantik ini. Ternyata bersama dia hidup tidak monoton seperti yang dikatakan tuan Nan di kantor beberapa hari lalu.

"Maaf Jeff, aku tahu kau pasti kesal denganku karena kejadian malam itu."

"Kau tahu?"

"Jika prediksiku tidak salah melihat sikapmu, selama ini tidak ada yang berani berdebat denganmu, kecuali orang-orang tertentu dan aku tidak termasuk orang tertentu itu. Aku benar bukan?"

Sambil fokus menyetir, Jeffy mau tidak mau melirik kaca spion tengah yang memang di arahkan bisa melihat penumpang di sampingnya. Sepintas Anitha hanya terlihat biasa saja. Namun kata-kata yang dikeluarkan harus diperhitungkan.

"Kau melirikku, apa kau penasaran padaku Jeff?" Anitha sekali lagi memukul Jeffy dengan telak melalui kata-katanya.

"Apa kau seorang cenayang!" sentak Jeffy kesal. Hanya dia dari tadi yang kena oleh Anitha.

"Aku bukan cenayang tapi cendaku. Di kampung halamanku, cendaku itu makhluknya cantik-cantik tapi mereka tidak punya parit di bawah hidungnya. Tangan mereka jika dijuntaikan, panjang melewati lutut," ucap Anitha horor. Dia masih mengerjai Jeffy. Sebenarnya di kampung Anitha orang mengatakan cindaku. Dia hanya mempelesetkan sedikit.

Jeffy terpancing dan melihat ke spion lalu melirik tangan Anitha. Sewaktu bertemu kemarin dia tidak terlalu memperhatikan karena telanjur merasa kesal hati di sindir Anitha. Jangan-jangan benar kata wanita di sampingnya. Jeffy malah terbawa pada aura horor Anitha.

Anitha ingin tertawa besar melihat Jeffy berhasil dia kerjain namun dia menahan. Anitha belum puas melihat reaksi orang kepercayaan tuan Nansen ini.

"Percuma kau menelisik aku Jeff, aku sudah bermutasi, artinya aku sudah bukan keturunan aslinya," ucap Anitha semakin mengada-ada dengan wajah serius.

"Kau serius?" Jeffy akhirnya tidak tahan untuk bertanya.

"Hahaha ya tidaklah Jeff, aku ini manusia biasa!" tawa Anitha pecah dan berhasil membuat Jeffy kesal.

"Puas kau Anitha?" tanya Jeffy kesal.

"Aku puas Jeff, kau boleh membalaskan suatu hari nanti atau kini aku terima," tantang Anitha.

"Apa kau juga sering mengerjai Nansen?" tanya Jeffy.

"Jika ada momen tepat, maka aku akan mengerjai makhluk tampan itu. Seperti tadi malam."

"Apa yang kau lakukan padanya?" Jeffy terlihat antusias ingin mengetahui.

"Aku pura-pura tegak jadi hantu di ruang tamu dan tuan Nan cukup manis jika berteriak terkejut," kekehan Anitha kembali lolos mengingat kejadian semalam. Jeff juga tak bisa tidak untuk tertawa.

"Kau tidak takut dia marah?"

"Aku justru lebih takut dengan diriku sendiri, Jeff!" kata Anitha langsung nelangsa.

Jeffy sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran Anitha. Baru kali ini dia mendengar orang lebih takut pada dirinya ketimbang orang lain.

"Apa yang kau takutkan kalau aku boleh tahu?" tanya Jeff melunakkan intonasinya. Dia mencoba mengajak Anitha berteman.

Anitha hanya diam membisu. Pandangannya jauh, Jeffy yang melihat sekilas pun bisa melihat aura yang menggelap. "Ada apa dengan wanita ini? Aku tak pernah melihat reaksi ini pada Nan sekuat dirinya. Benar kata Nan ada sisi lain dibalik sifat cerianya," batin Jeffy.

"Kita makan dulu?" Jeffy mencoba mengalihkan perhatian Anitha. Entah mengapa melihat kelamnya aura yang dipancarkan Anitha mengikis rasa kesalnya dan hanya menyisakan rasa penasaran.

"Hmmm?" Anitha tidak begitu mendengar pertanyaan Jeffy.

Jeffy paham dan mengulangi pertanyaannya, "Kita makan dulu?"

"Ohh boleh juga Jeff, Terima kasih." Jeffy hanya mengangguk kecil.

Jeffy memasuki kawasan di sebuah mall. Jeffy memarkirkan mobil. Mereka menuju ke dalam bangunan mall lalu mencari tempat makan. Setelah itu baru mereka ke toko pakaian ternama.

"Jeff, apakah ini cocok untukku?" Anitha keluar dari kamar pas dan melihatkan ke Jeffy yang menanti di luar kamar pas. Baju dengan mode gaun semata kaki dengan kera lebar yang menjuntai di lehernya. Baju tersebut hanya berlengan sebahu. yang dihiasi tali pinggang kecil. Begitu cantik melilit di pinggang Anitha. Jeffy sempat terpana karena terpesona melihat keanggunan Anitha. Benar kata Anitha, penampilan merubah segalanya, namun bakat belum tentu bisa merubah segalanya.

"Apa aku terlihat cantik Jeff, sehingga kau terpesona?" Suara dan wajah Anitha sudah kembali ceria, seperti tak ada aura gelap yang melingkupi wajah putihnya.

"Besar kepala sekali anda Nona!" ucap Jeffy pura-pura formal. Anitha tergelak dan Jeffy juga tersenyum. Andai tuan Nan melihatnya, Jeffy bisa mendapatkan surat peringatan.

"Tapi aku benarkan Jeff? Aku cantik dan tidak akan memalukan tuan Nan nanti?" katanya percaya diri.

"Benar kata Nansen, kau itu tidak ada malu-malunya!"

"Setidaknya aku tidak akan malu-maluin kalian di negara orang!"

"Tenang Nona, aku akan bersedia membantu jika kau kesulitan di negara orang," kata Jeffy dengan nada bercanda namun tulus.

Akhirnya Anitha telah selesai membeli beberapa steel pakaiannya. Setiap dia melihatkan pada Jeffy setiap itu juga Jeffy terpesona. Seakan memakai apa saja akan cocok dalam membalut tubuh Anitha.

"Ahhh Anitha semoga kau bisa menerima Nansen," doa Jeffy dalam hati dengan tulus.

***

Terima kasih jika pembaca meninggalkan like and komen. Semoga tidak lupa memberikan aku hadiah 🤭✌️🤣🙏🙏🙏.

1
Kaneti Neng
maaf ya ceritanya buat aku bosan sih awal awal seru tapi makin kesini kurang Manarik ...maaf sekali ini hanya pendapat aku
Penyalur Tenaga Kerja
Luar biasa
Penyalur Tenaga Kerja
Biasa
Adin Da
crtny mnglir enk mdh d selmi
Adin Da
Luar biasa
Adin Da
ini bru nmny tmn
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
Suka
Lestari Upin
kuserahkan seluruh hatiku padamuh tuan nan ..erh kak author hahah
Aricha: Hahahahah 🙏🥰
total 1 replies
Lestari Upin
MasyaAllah ngekek AQ kak😃😆😆
Lestari Upin
nah gitu ceritanya das Des sat set ... kwereeeen bgt 👍👍👍
Aricha: 🤭 tengkiyu say 🥰🥰🙏
total 1 replies
Lestari Upin
xixi 👍👍👍👍
Lestari Upin
asyik cerita nya ...🥰
Aricha: 🙏🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Farhah Ali basebe
CERITA MU BAGUS THOR , PERCAYA DIRILAH DWNGAN KARYAMU, SEMOGA MAKIN BANYAK YG MEMBACA KARYAMU, SEMANGAT MENULIS YAH THOR KARYA MU SEPERTI roller coaster BIKIN JANTUNG SAYA MAU COPOT DAN GAK BISA DI TEBAK KERENNNNNN👍👍👍
Aricha: Aamiin semoga. Makasihhhh Kak 😍🥰🥰
total 1 replies
Farhah Ali basebe
jangan jangan suami Anitha yg jadi selingkuhan Ibu Bos nya????
Farhah Ali basebe
😭😭kenapa baru mulai udah bikin Nangis😭😭
Aricha: Karena menjadi manis itu harus nangis dulu kita 🤣🙏🥰🥰
total 1 replies
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
knapa ya, sebel dg tokoh anita ini🤣🤣🤣
Aricha: iya kak hajar dia, sok-sok kali mentang dijadikan tokoh wanita kuat ma author nya 🤭🤣🙏
total 1 replies
Nina Hani Anissa
bagus ceritanya
Aricha: Makasih banyak kak atas dukungannya 🥰🥰🙏
total 1 replies
Yati Yati
awas anita klo udah sukses si jeng buang ke laut
Aricha: Hahaa, bagaimana kalau kita bawa jalan jalan melihat laut aja kak 🤭🤭
total 1 replies
Nana Bati
sehat selalu thor.... tetap semangat
Aricha: Aamiin, selalu sehat selalu juga ya and terimakasih 🥰
total 1 replies
Nana Bati
semangat thor.... lanjut deh semoga endingnya membahagiakan 👍👍👍
Aricha: Makasihhhh yaaa atas dukungannya kak 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!