******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. TCA 2
Di sekolah Eko menjelaskan apa yang terjadi pada saudara nya itu dan membuat ayah Bella begitu marah.
"Kamu tau Bella mereka itu donatur terbesar di sekolah ini, tanpa mereka sekolah ini tak mungkin bisa sebagus sekarang ini paham kamu." ucap Eko.
"Tapi om Alana yang mulai duluan." jawab Bella yang tak ingin di salah kan.
"Diam kamu, masalah kecil kamu besarkan, kamu tau pak Chandra adalah bos ayah yang paling dingin, jika dia merasa tak terima keponakan nya kamu sakiti ayah bisa di pecat Bella harus nya kamu mikir Bella dalam melakukan apa pun." kesal Norman ayah Bella.
Bella hanya terdiam dengan kepala menunduk dia tak terima jika dia yang di salahkan atas apa yang menimpa Alana. Karena Alana yang mulai mengusik diri nya.
Sedangkan di rumah sakit Adit yang baru sampai langsung di sambut oleh sang istri dengan senyum manis dan memberikan apa yang dia bawa untuk istrinya dan langsung memeriksa kondisi putri nya.
"Hm, semua baik - baik saja nanti sore kalau gak pusing kamu sudah bisa pulang nak." ucap Adit kearah putri nya.
"Alan gak pusing ayah, malah dari kemarin Alan sudah sembuh." jawab Alana yang menang tak suka bau rumah sakit.
"Alan kamu putri tinggal ayah, ayah harap kamu mau mengurus rumah sakit ini suatu saat." ucap Adit.
Alana diam dia tak mau menjadi dokter dia lebih suka dengan balap sepeda atau motor yang lebih menantang.
"InsyaAllah ayah." jawab Alan.
Adit hanya menatap saja mata indah sang putri yang bisa dia lihat ada keterpaksaan di dalam mata itu. Tak lama Vina keluar dari kamar mandi setelah dia berganti pakaian.
Saat sore tiba Alana sudah di perbolehkan untuk pulang setelah kondisi nya benar - benar pulih, Chan yang tadi nya ingin kerumah sakit mengurungkan niat nya saat tau jika Alana akan pulang.
Di rumah saat tau Alana akan pulang Aisyah dan yang lain nya bersiap menyambut kepulangan putri tinggal Vina dan Aditya tanpa memberi tahu Vina siapa yang datang berkunjung. Saat mereka sampai Vina mengerutkan dahi saat melihat di depan teras rumah nya semua keluarga nya berkumpul.
"Bunda...... Mami Kiaaaaa.....!" teriak Vina kaget saat tau siapa yang datang.
Mereka semua merentangkan tangan untuk memeluk Vina bersama - sama. Alan yang masih di dalam mobil menatap heran bukan karena iri tapi sebal melihat kejutan untuk bunda nya, dia yang pulang dari rumah sakit tapi bunda nya yang di sambut.
"Ayah sebenarnya mereka sambut bunda apa Alan sih, kan Alan yang pulang dari rumah sakit kenapa bunda yang dapat kejutan nya?" tanya Alana.
Adit tersenyum kearah putrinya dan mengacak sedikit rambut putri nya yang terlihat sedikit kesal.
"Kamu gak lihat yang sambut kamu itu mami Ais sama mama Jesika dan yang lain, kalau kakek nenek kan sudah lama gak ketemu bunda jadi jangan marah." ucap Adit.
"Oh iya yaah...! Hehe... Alan lupa suka iri sama bunda." jawab Alan.
"Ayo turun." ajak Adit kesang putri.
Melihat Alana turun Aisyah dan jesica serta Saga dan Ken langsung mendekat kearah Alana mereka memberi kan coklat dan eskrim sebagai ucapan selamat datang.
"Selamat datang kembali kerumah adik abang yang cantik dan jahil." ucap Saga dan Ken. bersamaan.
Sedangkan di tempat Vina dia memeluk dengan erat bunda nya dan juga mami Kia kakak dari bunda nya.
"Vina rindu banget sama kalian semua, Vina rencana mau ngajak semua orang ke Singapore." ucap Vina.
"Sebelum kamu datang bunda dan mami Kia yang datang. Bunda juga kangen banget sama kamu nak." ucap Keyla bunda nya Vina.
"Vina juga kangen sama bunda." ucap Vina.
"Sama mami Kia gak kangen?" tanya Kiara.
"Kangen juga ayah sama papi Daniel mana?" tanya Vina.
"Tuh...!" tunjuk Keyla kearah Abi yang bersama dengan Daniel menemani Aditya.
Saat semua orang melepas rindu Maharani datang bersama dengan Raka Shaquille sang suami dan putri nya Kanaya.
"Bunda.... Mami....!" teriak Mahar saat dia turun dari dari mobil.
Semua orang menatap kearah suara yang mereka dengar dengan sangat jelas dan tersenyum saat tau siapa yang datang.
Kanaya yang melihat Alana mendekat dan memeluknya dengan erat.
"Naya rindu kakak." ucap Naya kearah Alana.
"Sama aku juga rindu sama kamu kak Azam mana?" tanya Alana yang mencari kakak dari Kanaya.
"Kak Azam di asrama." jawab Naya.
Tak lama Helen datang bersama dengan ayahnya, Mahendra yang melihat semua keluarga hadir menatap sedih dia teringat bayangan istrinya saat berkumpul bersama dengan keluarga nya. Adit yang melihat ipar nya suami dari almarhum adik nya sedih mendekat dan tersenyum.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan, jangan sedih walau Nita tak ada di dekat kamu tapi yakin lah dia melihat kebahagiaan mu begitu juga dengan Indah dan kedua orang tua mu, mereka akan bahagia saat kamu dan Helen bahagia." ucap Adit.
"Iya kamu benar Dit, walau mereka tak ada di dekat ku tapi mereka ada di hati ku, terutama. Nita, aku gak akan mencari pengganti dia karena aku punya putrinya Helen Anita Mahardika dia lah satu - satu buah cinta kami." ucap Mahendra.
"Kamu benar Hendra yang pergi akan tetap tinggal di hati kita semua, kita tak akan pernah melupakan orang - orang yang kita sayangi." jawab Daniel dengan merangkul pundak anak dari adik nya Andre Admaja.
Saat mereka semua akan masuk kedalam rumah Adit, Chan dan Vino datang mereka terkejut saat melihat kedatangan orang tua mereka yang tak memberi kabar terlebih dahulu.
"Mami.... Bunda.....!" teriak kedua nya.
Mereka berdua berlari setelah turun dari mobil, Vina yang melihat kedua abang nya berlari menuju kearah rumah nya langsung berlari untuk menghadang kedua abang nya bertemu dengan ayah dan bunda nya dan juga mami dan papi nya.
"Vina minggir.....!" ucap Chan dan juga Vino.
"Gak boleh..." ucap Vina merentangkan kedua tangan nya.
Vino saudara kembar Vina langsung menyingkirkan Vina dari hadapan nya dan langsung memeluk bunda nya. Begitu juga dengan Chan dia langsung menoyor kepala adik nya yang menghalangi nya untuk bertemu mami nya.
"Vina minggir abang mau ketemu mami." ucap Chan.
"Gak boleh." cegah Vina dengan menarik tangan Chan.
Abi dan Daniel yang melihat ulah Vina hanya bisa menggeleng kepala saja, kejahilan Vina terhadap saudara nya tak akan pernah berubah.
"Vino kangen bunda. Vina jahat bunda tiap hari gangguin Vino dan bang Chan apalagi titisan nya, uhhhhh bikin rusuh terus." bisik Vino.
"Bunda juga kangen sama kamu nak, maka nya bunda datang kangen sama kalian semua anak dan menantu serta cucu - cucu." ucap Keyla dengan memeluk semua cucunya setelah memeluk putra nya.
Begitu juga dengan Chan, dia pun memeluk mami nya dengan erat dan adik nya yang jarang sekali bertemu karena kesibukan Chan di kantor hingga membuat mereka jarang berkumpul.
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
doakan saja agar semuanya lancar ya
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄