" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
jam istirahat pun telah tiba, saka dan asisten Dika pun berjalan beriringan menuju sebuah restoran untuk bertemu dengan tuan Steven, membahas kerja sama, meskipun saka tahu di balik kerja sama itu tuan Steven punya niat terselubung yaitu ingin mendekatkan asisten sekaligus putrinya itu dengan saka.
sedang kan di sisih lain sarline dan Alea kini sedang dalam perjalanan menuju kantor Aditama grub saat pulang sekolah,di antar oleh pak Nanang supir pribadi sarline.
"line ,ini yakin kantor kakak mu"! tanya Alea menatap takjub pada bangunan di hadapanya yang menjulang tinggi itu.
"iya ,ayo masuk"! sahut sarline sambil keluar dari mobil setelah mobil tersebut berhenti tepat di depan kantor Aditama grub.
"pak pulanglah, nanti saya dan Alea pulang bareng kak saka"! kata sarline sebelum masuk kedalam kantor tersebut kepada pak Nanang.
"baik ,nona"? jawab pak Nanang sambil menganggukan kepala nya singkat.
kedua gadis tersebut pun masuk kedalam kantor tanpa harus menuju resepsionis terlebih dahulu,karena semua karyawan sudah tahu siapa sarline sebenarnya.
tring "!!
pintu lif terbuka tepat di lantai 15.sarline menggandeng tangan Alea sejak tadi,gadis itu masih sibuk mengagumi indahnya pemandangan gedung dari kaca lif yang bisa menghadap langsung ke arah luar.
"lah dimana kak saka, " kata sarline saat sudah mengetuk pintu beberapa kali saat sarline membuka nya ternyata tidak ada penghuninya.,sarline pun berjalan menuju ruang asisten Dika, namun disana juga tidak ada orang.
"apa kak saka dan asisten Dika sedang keluar kantor ya"! kata sarline lirih.
"apa kamu tadi tidak memberitahu nya terlebih dahulu Kalau mau kesini "! tanya Alea yang melihat kepanikan sahabatnya.
"hehee,tidak ,jika Aku beri tahu ,pasti kak saka tidak akan mengijinkannya "! lanjut sarline.
"sudah kita tunggu saja diruangan kak saka"! kata sarline keluar lagi dari ruangan asisten Dika dan berjalan menuju ruang CEO.
hampir satu jam menunggu keduanya Pasih terlihat enjoy saja apalgi keduanya sedang sibuk main game online saat ini.
"Al, tunggu disini dulu, aku mau ambil minum "! kata Alea sambil bangkit dari duduknya.
"ambil minum dimana"! tanya Alea bingung.
"di patri ,di samping lif tadi tempatnya"! kata sarline sambil berjalan keluar begitu saja dari ruang CEO.
saat sarline melintas didepan ruangan asisten Dika tiba tiba terdengar pintu lif terbuka dan suara dua laki laki yang tak asing pada indra pendengaran nya, namun bodohnya sarline malah langsung saja masuk ke ruangan asisten Dika untuk bersembunyi.
"baik boss"! kata asisten Dika lalu masuk kedalam ruangan nya. sedangkan saka pun berjalan menuju raung CEO.
ceklek "!!
pintu ruang CEO dibuka dari luar ,Alea pun masih fokus dengan game online di tangannya, sedang kan saka sudah mematung di ambang pintu.
"saka,saka kau memang sudah gila, bahkan kau sudah di butakan cinta, bisa bisanya kau menganggap Alea ada di sini,"! gumam saka sambil menatap ke arah Alea tanpa berkedip.
alea pun mengangkat kepalanya dan menatap ke arah sosok yang sejak tadi berdiri di ambang pintu.
deg"!!
mata Alea membulat sempurna saat melihat saka yang berdiri bukan sarline.
"ya tuhan, ini mimpi atau serius itu dia"! gumam Alea lirih.
"you lose"!! suara game online yang terdengar pun membuat Alea kembali menatap layar ponselnya.
"anjir,kalahkan. ini gara gara otak ku mikirin saka saka itu terus, jadinya malah kalah,sial"! umpat Alea pada game online yang sejak tadi di manisnya.
"ini pasti hanya mimpi dan halusinasi saja"! gumam saka lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangan nya.
melihat saka melangkah masuk ,Alea pun sontak berdiri dengan tatapan kaget. barulah dia sadar jika di dalam ruangan tersebut adalah saka. begitupun dengan saka yang ikut kaget lalu berlari keluar dari ruang CEO begitu saja.
sama halnya di ruangan asisten Dika , asisten Dika yang sedang mendudukan bokongnya di sofa ruang kerjanya pun memejamkan matanya sambil memijat keningnya yang berdenyut denyut,pekerjaan kali ini sangat menguras tenaga dan pikiran, ditambah lagi otaknya sejak tadi tidak konsen ,bayangan ciuman tadi padi masih menari nari di otaknya, membuatnya susah untuk konsentrasi hari ini.
"dia manis Sekali sih"! kata sarline sambil memandangi wajah asisten Dika yang terpejam itu, sarline yang semula sembunyi di belakang sofa kini keluar dan menatap asisten Dika yang sedang duduk dengan menyandarkan kepalanya pada dinding sofa.
mendengar ucapan lirih tersebut asisten Dika langsung saja membuka matanya, dan wajah cantik sarline sudah terpampang jelas di depanya dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.
"Allohu Akbar"!! pekik asisten Dika sambil berdiri dari duduknya karena terlonjak kaget.
"asisten Dika,ada apa"? seru sarline membuat asisten semakin ketakutan dan lari begitu saja keluar dari ruangannya.
dua laki laki tampan tersebut pun menyandarkan tubuhnya pada pintu dengan nafas yang memburu.
"kenapa dia jadi menghantui diriku disiang bolong begini hanya gara gara ciuman yang tidak aku sengaja"! kata asisten Dika sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
"siapa yang kau cium "! tanya saka yang mendengar ucapan asisten nya barusan.
"nona Sarline "! jawab asisten Dika dengan bodohnya.
"apa kau bilang"; pekik saka ,dengan wajah terkejutnya.
glek"!!
Asisten Dika sontak menoleh ke sumber suara sambil menelan ludahnya yang sudah terasa sangat pahit.
"b-boss"!! kata asisten Dika dengan bibir yang sudah bergetar hebat dan wajah yang sudah pucat pasif.
"jadi kau beneran sudah mencium adikku"! tanya saka dengan suara yang sedikit meninggi.
"tidak,, "! jawab asisten Dika secepat kilat.
"jangan bohong"! seru saka lagi.
"tidak,sengaja maksud nya ,boss"! jawab asisten Dika dengan nada terbata.
"jadi benar"!!
mendengar kegaduhan di luar ruangan pun sarline dan Alea pun keluar .
ceklek"!!
bruk"!!
asisten Dika pun terjatuh saat pintu yang dia sadari tiba tiba di buka dari dalam oleh sarline.
"auuu"!! pekik asisten Dika sambil memegangi pinggangnya yang terasa nyeri.
"sabar Dika ini hanya cobaan hidup"! gumam asisten Dika.
"sarline"!! pekik saka saat melihat adiknya keluar dari ruangan asisten Dika .
"hehee"!! sahut sarline sambil terkekeh tanpa dosa.
"jadi yang didalam tadi benar Alea"? gumam saka sambil membalikan badan yang melihat Alea yang sudah berada di belakang nya dengan senyum manis yang mampu membuat seorang saka meleleh hatinya.
"ke ruangan ku ,cepat"! kata saka membuat semua yang mendengarnya pun ikut menyusul langkah saka yang sudah masuk kedalam ruangannya.
saka mendudukan bokongnya di atas sofa di ikuti Alea,sarline dan juga asisten Dika. tatapan saka berubah datar menatap satu persatu wajah yang membuatnya semakin mumet hari ini.
"sarline katakan apa benar Dika sudah mencium mu"!
deg "!!
sarline spontan menatap ke arah sang kakak dengan tatapan syok.bingung dari mana kakanya tahu tentang ciumannya tadi pagi padahal itu didalam mobil dan tidak ada yang melihatnya selain dirinya dan Asisten Dika ,sarline menatap kearah asisten Dika,laki laki itu dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"sarline"!!
"i-itu ,itu tidak sengaja kak"! jawab sarline dengan kedua tangan yang sudah meremas rok nya sendiri saat ini.
"apanya"! hanya saja sekali lagi, sarline mengigit bibir bawahnya haruskan dia berkata jujur kepada sang kakak.
tatapan saka semakin horor ke arah sarline dan asisten Dika.
"b-bibir, kak"! jawab sarline lirih.
"apaa"!! pekik saka tidak percaya.
"sialan bisa bisanya aku kalah dengan mereka berdua ,Alea saja hanya mencium pipiku ,tapi sarline dan Dika sudah ciuman bibir, ini tidak bisa di biarkan" gumam saka dalam hati sambil melirik ke arah Alea yang sejak tadi hanya menyimak rapat tentang perciuman di ruang CEO tersebut .
"kenapa dia melirik ku,jangan bilang dia juga mau berciuman bibir denganku, anjir,, bagaimana rasanya di cium laki laki tampan seperti saka, ya tuhan rasanya aku sudah tidak sabar dan ingin di cium bibirku,,aduh, Abang cium aku dong,"! kata Alea dalam hati dengan otak yang sudah membayangkan berciuman dengan saka.