NovelToon NovelToon
Cegil Merajut Luka Hatinya

Cegil Merajut Luka Hatinya

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Aku mengejarmu karena mengira kamu adalah malaikat penyelamatku. Ternyata, kamu hanyalah luka paling berdarah yang sengaja aku pelihara."

Selama dua tahun di SMA Taruna Bakti, Rian Pratama rela menjadi budak cinta demi Keysha Mariela, sang kapten cheerleader. Rian tulus, ia hanya ingin membalas budak kebaikan gadis yang ia kira telah menolongnya di malam ibunya meninggal dunia. Namun, ketulusan Rian dibanting hancur di pesta ulang tahun Keysha. Di depan ratusan mata, Keysha menolaknya mentah-mentah demi Marvel, cowok idaman sekolah, sambil menertawakan kemiskinan Rian.

Di titik terendah saat Rian ingin mengakhiri segalanya, Ziva Zakiyah datang membawa satu rahasia terbesar. Cewek genius, manipulatif, dan terkenal 'cegil' (cewek gila) ini membawa satu misi: balas dendam untuk menghancurkan Keysha dan Marvel.

Saat Rahasia Ziva mulai terkuak, memicu antara benci dan cinta. Apakah Ziva akan benar-benar merajut luka hatinya Rian, atau justru hancur bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran Hebat Pertama 29.

Ketegangan di ruang tamu itu mendadak bisa dipotong dengan pisau.

Suara dentingan sendok teh yang beradu dengan cangkir di dapur terdengar samar, kontras dengan keheningan mematikan antara Rian dan Ziva.

Rian menatap ponselnya yang tergeletak di sofa, lalu beralih menatap Ziva. Rahangnya mengeras. Selama ini, dia mengagumi Ziva karena sifatnya yang rasional dan blak-blakan. Tapi tindakan barusan? Itu sudah melewati batas.

"Lo nggak berhak, Ziv," suara Rian rendah, tapi sarat akan penekanan. "Itu HP gue. Masalah gue. Siapa yang ngasih lo izin buat ikut campur urusan pribadi gue sampai sejauh ini?"

Ziva tidak mundur selangkah pun. Dia melipat dadanya, menatap Rian dengan tatapan menantang yang biasanya membuat lawan bicaranya ciut. "Izin? Gue nggak butuh izin buat nyelametin orang tolol yang hampir masuk ke lubang yang sama dua kali."

"Gue nggak tolol!" nada suara Rian meninggi satu oktav. Dada cowok itu naik turun. "Gue cuma kaget! Gue bahkan belum sempat mikir mau balas apa, dan lo tiba-tiba datang bertingkah seolah lo pemilik hidup gue. Kita cuma partner belajar, Ziv. Ingat itu."

Kata-kata terakhir Rian telak menghantam atmosfer ruangan. Partner belajar. Sebuah label yang dingin, profesional, dan berjarak.

Ziva terkekeh hambar, tapi ada binar terluka yang sempat melintas cepat di matanya sebelum kembali berganti menjadi dingin. "Oh, partner belajar? Jadi waktu lo curhat sambil nangis-nangis soal Keysha, itu tugas kelompok? Waktu gue nemenin lo begadang buat ngejar ketertinggalan nilai lo, itu bagian dari kurikulum?"

Rian bungkam. Wajahnya memerah antara rasa bersalah dan ego yang terusik.

"Gue peduli sama lo, Rian! Tapi lo... lo malah ngelihat tindakan gue sebagai invasi?" Ziva melangkah mendekat, jarinya menunjuk tepat ke dada Rian. "Asal lo tahu, cewek kayak Keysha itu nggak kangen sama lo. Dia cuma kangen sama perhatian lo yang murahan itu. Dia kangen punya pelayan setia setelah Marvel nyuekin dia. Dan lo? Lo malah kelihatan plin-plan begitu dapat chat sebaris!"

"Gue nggak plin-plan!" Rian membalas bentakan Ziva. Dia frustrasi karena Ziva bisa membaca ketakutan terdalalamnya dengan begitu akurat. "Gue cuma butuh waktu buat memproses semuanya! Gue butuh menutup lembaran itu dengan cara gue sendiri, bukan dipaksa dengan cara kasar lo!"

"Cara lo itu lambat dan bikin lo kelihatan kayak cowok gampangan, Yan!"

"Ziva, cukup!" Rian membentak, suaranya menggelegar di ruangan yang sempit itu. "Stop bertingkah kayak lo tahu segalanya tentang gue. Stop bersikap posesif seolah-olah lo punya hak atas gue. Lo bukan pacar gue, Ziv. Jangan kelewatan!"

Deg.

Kata-kata itu terucap begitu saja dari mulut Rian. Begitu kalimat itu lepas ke udara, Rian langsung merutuki dirinya sendiri. Dia tahu dia sudah bicara terlalu jauh.

Ziva mematung. Tangan yang tadi menunjuk dada Rian perlahan turun, lemas di sisi badannya. Seluruh benteng pertahanan yang tadi dia bangun dengan keangkuhan dan ketegasan mendadak runtuh. Wajahnya memucat.

Rian bisa melihat bibir Ziva sedikit bergetar. "Ziv... bukan gitu maksud gue—" Rian mencoba melangkah maju, tangannya terulur hendak meraih pundak Ziva.

"Jangan sentuh gue," bisik Ziva. Suaranya tidak lagi meledak-ledak. Justru suara lirih itu yang terdengar jauh lebih mengerikan bagi Rian.

Ziva mundur dua langkah. Dia menatap Rian seolah-olah cowok di depannya ini adalah orang asing yang sama sekali tidak dia kenal. "Lo benar," kata Ziva, suaranya serak. "Gue yang kelewatan. Gue yang terlalu murah hati sampai lupa kalau di mata lo, gue cuma tempat singgah sementara sampai pemilik aslinya datang manggil lagi."

"Ziv, demi Tuhan, nggak kayak gitu—"

Ziva tidak mendengarkan. Dengan gerakan cepat yang berantakan, dia menyambar tas ranselnya di atas karpet. Beberapa lembar kertas latihan soal kalkulus yang mereka kerjakan tadi tergelincir keluar dan berserakan di lantai, tapi Ziva tidak peduli lagi.

Dia berbalik dan berjalan cepat menuju pintu depan.

Rian panik. Dia mengejar Ziva sampai ke teras rumah. "Ziva, tunggu! Kita omongin baik-baik. Gue tadi cuma emosi!"

Saat Ziva membuka pagar rumah dan berbalik untuk terakhir kalinya, Rian terpaku di tempatnya. Setitik air mata lolos menjalar di pipi Ziva yang memerah. Mata gadis yang biasanya memancarkan kecerdasan dan kekuatan itu kini benar-benar basah dan hancur.

Ziva menyeka air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangan, lalu menatap Rian dengan tatapan yang akan menghantui cowok itu sepanjang malam. "Jangan cari gue lagi, Rian. Silakan buka blokirannya, dan selamat kembali jadi badutnya Keysha."

Ziva berbalik, melangkah setengah berlari meninggalkan pekarangan rumah Rian, membiarkan gerbang besi itu menutup dengan dentuman keras yang memekakkan telinga.

Rian berdiri mematung di bawah terik matahari pagi yang mendadak terasa sangat dingin. Dia menatap lembaran kertas kalkulus yang berserakan di teras karena tertiup angin—kertas yang di sudutnya penuh dengan coretan tulisan tangan Ziva yang rapi.

Rian melihat ponsel di genggamannya. Layarnya masih menampilkan menu daftar blokir. Dia hanya perlu satu ketukan untuk mengembalikan Keysha ke hidupnya. Tapi entah kenapa, dadanya justru terasa kosong melongpong, dan rasa bersalah yang teramat sangat mulai merayap naik, mencekik lehernya hingga dia kesulitan bernapas.

......................

...****************...

Tbc,

1
Luna
timy ,,, akhirnya wujudmu muncul juga setelah sekian purnama🤣🤣🤣🤣,pantes aku feeling kok ada nama Jihan berarti ada timy 🤭🤭🤭🤭
Luna
jadi ingat dulu setelah SMA pingin kuliah tapi GK bisa GK ada biaya ,,, setelah bertahun tahun mempunyai 2 anak baru bisa kuliah lagi,,,😌
falea sezi
plin plan amat Riyan ini🤣 lu doyan kesya balik aja sana biar Ziva dpet cowok lain yg ganteng kaya lebih dr eluuu😒
Luna
penerus ziva dah nongol🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
good job sya👍
Luna
semangat sya💪,berubah jadi baik itu emang sulit . keberanian kamu ngomong ke guru tua keren loh,
Luna
akhirnya si Keysa waras juga,,, siapa tau nanti muncul jodoh mu sya🤭,
Rofiwan: akan kukabulkan jodoh untuk keysha yang... setara🤭
total 1 replies
falea sezi
bagus
falea sezi
uda ziva jauhin pindah sekolah😕 laki. oon. g ba nrima takdir ya😓
falea sezi
jangan ampe nyesel lu rian kehilangan ziva😓 buat ziva pergi aja thor rian bego malah nyalahin ziva
Luna
udah ziva menjauh aja dari cowok yang GK bisa terima takdir , siapa juga yg mau nabrak orang ,,,egois sekali ,,jadi GK respect sama Rian ,
falea sezi
malah nyalahin Ziva🤣 oon bgt ini Riyan plin plan
falea sezi
🤣🤣 si plin plan mending pergi aja ziv laki! gk tau diri cocok sama sampah kayak. keysa
Luna
GK respect sama Rian ,,, ujung ujungnya nanti marahan lagi sama ziva,,,,apa GK ada cowok lain yg bantu Keysa ,atau emang sengaja citra pengen ngerusak hubungan orang,
Luna
makin bodoh yg seharusnya minta tolong om nya dong buat klarifikasi,,,😑
falea sezi
😒 gila ini keysa
Luna
kan itu sudah jadi pilihan kamu sya dari awal ,,, jangan menyesal,cowok idaman mu ternyata tak sempurna seperti halusinasi mu🤣🤣🤣🤣🤣 terima takdir,Marvel memang kaya tapi sifatnya kek psikopat dan kamu sendiri yg membangkitkan nya keysa🤣🤣🤣🤣🤣
Queen Aisyah
🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 Riyan ttep. bego uda lah ziv g usa dket cowok plin plan kayak riyan🤭 gk tau diri
Luna
GK salah sih marven dapat cewek lain dia kaya duit banyak,,,kalo ada yg lebih baik dari kamu yh GK mungkin lah di lewat kan , sedangkan Rian dia udah capek banget di PHP in terus ada cewek yg ngasih dia perhatian yh GK mungkin dilewatkan Rian ,,, sekarang elu sendiri GK dapat dua duanya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!