NovelToon NovelToon
Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Janda / One Night Stand
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Dinding kaca besarnya memperlihatkan pemandangan lanskap kota dari ketinggian.

"Silakan duduk, Bu Aira," Arum mempersilakan seraya mengambil tempat duduk di seberang meja kerjanya. Ia membuka map berisi berkas lamaran Aira.

"Terima kasih, Bu Arum." Aira duduk dengan anggun, menyatukan jemarinya di atas paha untuk meredakan sedikit desir gugup di dadanya.

"Baik, Bu Aira. Saya sudah membaca portofolio resep dan variasi hidangan yang Anda lampirkan,"

Arum membuka percakapan, menatap Aira dengan pandangan menguji sekaligus kagum.

"Jujur, kombinasi bumbu dan teknik memasak yang Anda tulis sangat detail dan memikat. Tapi, seperti yang Anda tahu, posisi head chef dapur utama di hotel bintang lima seperti Bintang Purnama menuntut tekanan yang sangat tinggi, konsistensi rasa, serta kepemimpinan yang tegas. Sebelum kita bicara teknis dapur, boleh saya tahu latar belakang Anda dan apa alasan terbesar Anda melamar di sini?"

Aira menarik napas dalam-dalam. Tatapan matanya yang tadi sempat dihinggapi keraguan kini berubah menjadi jernih dan penuh tekad.

"Terima kasih atas pertanyaannya, Bu Arum," ujar Aira lembut, namun suaranya terdengar begitu mantap.

"Selama tiga tahun terakhir, saya mendedikasikan seluruh hidup dan kemampuan memasak saya di dalam dapur rumah tangga. Saya memasak setiap hari dengan ketelitian penuh, meracik bumbu dari bahan segar, dan memastikan setiap hidangan tidak hanya lezat, tetapi punya 'jiwa'."

Aira menghela napas sejenak, mengenang masa lalunya tanpa ada lagi rasa minder.

"Namun, kemarin malam, hidup saya berubah total," lanjut Aira dengan nada jujur yang menyentuh.

"Suami saya menceraikan saya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang ketiga. Dia mengusir saya dari rumah, memilih wanita lain yang menurutnya bisa memberikan apa yang tidak bisa saya berikan. Saya keluar dari rumah itu hanya membawa koper pakaian dan rasa hancur."

Arum tertegun sejenak. Ia tidak menyangka wanita berpenampilan tenang di depannya ini baru saja melewati badai hidup yang begitu dahsyat.

"Maafkan saya jika ini terlalu pribadi, Bu Arum," Aira tersenyum tipis.

"Tapi, saya menceritakan ini bukan untuk meminta simpati. Saya menceritakan ini agar Ibu tahu seberapa besar tekad saya. Saat ini, saya tidak punya tempat bersandar selain kemampuan yang dianugerahkan Tuhan pada jemari saya. Memasak bukan lagi sekadar hobi atau kewajiban melayani orang lain bagi saya, memasak adalah jalan hidup saya untuk bangkit, berdiri di atas kaki sendiri, dan membuktikan nilai diri saya."

Arum menatap Aira dalam-dalam. Di balik kelembutan paras Aira, ia melihat keteguhan jiwa yang luar biasa, kualitas yang sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin di dapur utama.

"Lalu, bagaimana Anda menjamin bahwa menu kreasi Anda bisa bersaing dan memberikan keunikan tersendiri bagi hotel kami?" tanya Arum, menguji fokus Aira.

"Setiap chef berbakat bisa memasak hidangan mewah dengan bahan mahal, Bu Arum," jawab Aira percaya diri.

"Namun, keahlian saya terletak pada 'jiwa' masakan dan racikan bumbu rahasia, seperti spaghetti saus kombinasi atau olahan Nusantara moderen yang sanggup menciptakan rasa nostalgia sekaligus kemewahan yang tak terlupakan. Pimpinan hotel menginginkan menu khas agar tamu tidak bosan, bukan? Saya siap melakukan tes cooking demo kapan saja untuk membuktikannya pada Ibu dan jajaran manajemen."

Mendengar penjelasan yang begitu lugas, berani, dan berbobot dari Aira, Arum tersenyum lebar.

Ia menutup map di mejanya lalu bertepuk tangan pelan.

"Luar biasa, Bu Aira. Keteguhan Anda sangat mengagumkan," puji Arum tulus.

"Sebelum Pak Lucas berangkat ke Singapura tadi pesan kepada saya untuk mencari chef yang sanggup menciptakan menu khas yang unik. Dan, saya rasa, saya tidak perlu mencari lebih jauh lagi."

Mata Aira berbinar, dadanya berdesir hebat. "Maksud Ibu Arum?"

"Selamat, Bu Aira. Anda diterima untuk tahap uji coba sebagai Head Chef Dapur Utama Hotel Bintang Purnama," ujar Arum seraya mengulurkan tangannya.

"Besok pagi jam delapan, Anda sudah bisa mulai masuk untuk pengenalan tim dapur dan persiapan cooking demo pertama Anda."

Air mata haru tak terbendung menyusup di sudut mata Aira.

Ia menjabat tangan Arum dengan erat dan gemetar.

"Terima kasih banyak, Bu Arum. Terima kasih atas kepercayaannya. Saya janji tidak akan mengecewakan Ibu dan hotel ini."

Arum menganggukkan kepalanya dengan senyum hangat, lalu meraih sebuah kotak elegan berisi dua setel seragam koki putih lengkap dengan celemek dan topi khas Head Chef Hotel Bintang Purnama.

"Ini seragam untukmu, Aira. Selamat bergabung di tim kami," ujar Arum tulus seraya menyerahkan kotak tersebut.

"Terima kasih banyak, Bu Arum," jawab Aira dengan mata berbinar. Ia menerima kotak itu seperti memegang harapan terbesarnya yang baru saja terwujud.

Setelah menyelesaikan urusan administrasi dan mengucapkan terima kasih sekali lagi, Aira melangkah keluar dari hotel megah itu. Langkah kakinya terasa jauh lebih ringan dari tadi pagi.

Di perjalanan pulang, Aira mampir ke pasar dekat kompleks kontrakannya.

Ia membeli beras ketan, kunyit segar, santan, serta beberapa bahan pelengkap seperti ayam, telur, dan tempe.

Malam ini, ia ingin membuat nasi kuning dimana hidangan spesial yang selalu dibuat almarhumah ibunya setiap kali ada kabar bahagia di keluarga mereka.

Sesampainya di kontrakan, Aira langsung menuju dapur.

Tangan lincahnya mengolah bumbu, menanak beras dengan perasan kunyit dan santan harum, serta menggoreng lauk-pauk pelengkapnya.

Aroma wangi gurih dari serai, daun salam, dan santan segera memenuhi seluruh sudut rumah kecil itu.

Setelah semuanya siap, Aira mencetak nasi kuning tumpeng kecil di atas piring, menata ayam goreng, irisan telur dadar, dan sambal goreng tempe di sekelilingnya dengan begitu rapi.

Ia membawa piring sajian itu ke meja tamu, lalu meletakkannya persis di samping bingkai foto kedua orang tuanya.

Aira duduk perlahan di kursi, menatap lekat-lekat wajah Ayah dan Ibunya yang tersenyum dari dalam foto.

"Ayah, Ibu, Aira diterima," gumam Aira lirik.

Air mata bahagia yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes membasahi pipinya.

Aira mengusap air mata itu dengan ujung jemarinya, namun senyum tulus mengembang lebar di bibirnya. Perjuangan barunya resmi dimulai malam ini.

Keesokan paginya, tepat saat jarum jam menunjuk angka tujuh pagi, Aira sudah berdiri tegak di lobi Hotel Bintang Purnama.

Dengan seragam Head Chef yang terlipat rapi di dalam tasnya dan rambut yang terikat rapi, wajahnya memancarkan keteguhan yang tak tergoyahkan.

Arum yang baru saja turun dari lift langsung tersenyum lebar melihat kehadiran Aira.

"Selamat pagi, Bu Aira! Wah, rajin sekali jam tujuh sudah sampai," puji Arum.

"Selamat pagi, Bu Arum. Saya ingin bersiap lebih awal agar tidak terburu-buru," balas Aira dengan senyum ramah.

"Sikap yang sangat bagus. Mari, saya antar langsung ke dapur utama," ajak Arum seraya melangkah memandu jalan menuju area dapur hotel di lantai bawah.

Begitu pintu ganda dapur berbahan stainless steel itu terbuka, riuh suara pisau yang beradu dengan papan pemotong dan desis minyak panas seketika menyambut mereka.

Puluhan staf dapur sedang sibuk dengan tugas masing-masing.

"Perhatian semuanya!" seru Arum menepuk tangan, membuat seluruh aktivitas di dapur terhenti seketika.

"Hari ini kita kedatangan Head Chef baru kita, Bu Aira. Saya harap kalian semua bisa bekerja sama dengan baik."

Para staf dapur saling berbisik heran. Di antara mereka, seorang koki bertubuh kekar bernama Rizal melangkah maju dengan mengusap dadanya, menatap Aira dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan.

"Bu Arum bercanda?" cetus Rizal bersedekap dada, menyunggingkan senyum sinis.

"Dapur bintang lima ini butuh fisik kuat dan mental baja, bukan tempat main rumah-rumahan untuk perempuan halus kayak begini. Paling-paling tidak sampai jam pulang nanti sore, dia sudah menangis dan minta keluar!"

Beberapa koki lain yang terpengaruh Rizal tertawa kecil mengiyakan perkataan Rizal

Arum hendak membuka suara untuk menegur, namun Aira memegang pelan lengan Arum, memberi isyarat bahwa ia bisa menghadapinya sendiri.

Aira melangkah satu sudut lebih dekat, menatap langsung ke mata Rizal tanpa ada rasa gentar sedikit pun.

"Oke, kalau begitu kita buat taruhan," ujar Aira tenang namun begitu tajam.

"Kalau saya tidak sanggup bertahan dan memimpin dapur ini sampai jam pulang nanti sore, saya sendiri yang akan langsung mengundurkan diri detik itu juga."

Rizal menaikkan sebelah alisnya saat mendengar perkataan dari Aira.

"Lalu, kalau kamu bisa bertahan?"

"Kalau saya bertahan dan masakan saya terbukti lebih unggul dari kalian," Aira tersenyum tipis,

"Kalian harus memasak ikan kerapu asam manis, tapi sama sekali tidak boleh memakai saus tomat, saus cabai, ataupun cuka."

Rizal dan para staf dapur seketika saling pandang dengan wajah melongo.

Memasak ikan kerapu asam manis tanpa saus dan cuka? Itu mustahil! Dari mana rasa asam dan manisnya bisa tercipta tanpa bahan utama tersebut? batin Rizal.

"Deal! Jangan menyesal ya, Chef!" tantang Rizal penuh percaya diri.

"Deal," jawab Aira mantap seraya menyingsingkan lengan bajunya. Perang dingin di dapur resmi dimulai.

Aira langsung melangkah ke loker staf, mengenakan seragam koki putih lengkap dengan celemek dan topi Head Chef.

1
Ariany Sudjana
skak mat Radit, ternyata bayi dalam kandungan si pelacur murahan itu, anak laki-laki lain 🤣🤣😄😄 dan dengan jahatnya kamu bilang Aira mandul? ternyata kamu yang mandul 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
bisa semakin maju ini hotel Lucas, karena chef Aira kan luar biasa cerdas
Ariany Sudjana
wah berarti pasangan berikutnya Rizal dan Arum yah 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
skak mat, ternyata si pelacur murahan itu hanya omong besar, ga bisa kan menghabiskan dua puluh ekor ikan kerapu asam manis
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, ternyata bodohnya kebangetan 🤣🤣 dan gimana ceritanya Lucas yang pemilik hotel tersebut, kamu ejek dan kamu rendahkan, dasar bodohnya kamu, sama dengan Radit dan juga ibu kamu
Ariany Sudjana
ini si pelacur murahan itu yang bodoh, preman yang kamu bayar cerdas sekali
Ariany Sudjana
puji Tuhan, chef Aira benar-benar sudah membuktikan kejeniusan nya dan kelihatan kan si pelacur murahan itu bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣

niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Ariany Sudjana
tetap waspada ya chef dan Lukas, karena si pelacur murahan itu ga terima kalau Aira hidup dengan baik
Ariany Sudjana
wah chef Aira ngidam ceri 😄🙏
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, yang ada kamu yang akan dikerjai sama preman itu dan kamu salah cari lawan
Iffanaya 😽
lanjut Thor 💪
Iffanaya 😽
kamu salah cari lawan Mila 😏 liat aja apa yg dilakukan Lucas kalo tau apa yg kamu lakukan ke aira
Dew666
💜
my name is pho: Terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu harus waspada, jangan biarkan si pelacur murahan dan Mak Lampir itu berbuat kerusuhan di hotel kamu, dan jangan sampai mereka membuat celaka ke Aira
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska dna Mila, silakan kalian balas dendam, kalian siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
puji Tuhan, calon ibu mertua Aira itu baik hati, dan meskipun konglomerat, tidak sombong seperti mantan mertuanya
Ariany Sudjana
skak mat kamu merin, kamu hanya pelacur murahan 😂😂🤣🤣 mama Lucas benar-benar wise, tidak termakan dengan omongan si pelacur murahan itu, kacian deh loe Merin 🤣🤣😂😂
mama kandung yang waras pasti ga akan mau punya menantu pelacur murahan seperti kamu, jadi jelas sekali chef Aira kelasnya jauh di atas kamu
Ariany Sudjana
dasar laki-laki pengecut kamu Radit, kamu sudah menghina Aira. dan kamu pelacur murahan, kamu bilang Aira mandul 🤣🤣🤣😂 dasar bodoh, buktinya Aira mengandung bayi kembar 3, jangan-jangan Radit yang mandul 🤣🤣😂😂 kalau Radit mandul, berarti yang dikandung Mila, anak siapa?
Ariany Sudjana
harusnya jangan hanya diusir pelacur murahan itu, tapi juga dibinasakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!