NovelToon NovelToon
Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Posesif
Popularitas:707
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰

Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.

Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.

5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu

*****

*****

*****

    Dengan heningnya di jam 10 pagi menjelang siang suasana nyaman dan terasa hangat, Tampak Eli memeluk tubuh Cherly di atasnya, begitu nyaman tidak menyadari sudah lewat jam telat masuk kerja hanya tertidur dengan tenang setelah melakukan adegan panas

Berdering

     Suara nada dering di ponsel Cherly bergeming membuat Cherly terbangun tangan kanan meraih ponsel di atas meja dengan berusaha mendapatkannya, ia dapat dengan mata yang masih melek mencoba melihat di layar ponsel, tidak terlalu lama, Cherly menjawab teleponnya.

"Hallo, ah... iya. iya aku segera kesana" Ucapnya panik setelah dapat telepon dari rekan kerja di rumah sakit ada pasien darurat harus ia tanganin

    Cherly bergegas beranjak berdiri tidak berbusana melangkah jalan ke kamar meninggalkan Eli yang masih tertidur dengan tenang.

    Suasana menjadi lebih jauh tenang setelah beberapa jam tertidur di atas sofa, terasa aneh dan bingung kemana Cherly perginya. dengan keadaan tidak berbusana melihat sekitar tidak ada Cherly di mana pun. Pikir Eli mungkin saja Cherly pergi kerja ke rumah sakit, pasti ada darurat yang harus dia lakukan. Tidak ingin overthinking Eli melangkah jalan ke kamar untuk membersihkan badan lebih dulu.

    Beberapa jam kemudian, kini Eli mengambil baju berserakan di bawah lantai bekas tadi pagi saat melakukan adegan panas dirinya dan Cherly, dengan sudah memakai baju kaos putih polos tampak Eli begitu segar setelah mandi tadi, satu persatu ia ambil hingga baju dalam milik Cherly ia ambil. Sudah di kumpulkan Eli membawa pakaian ke kamar.

    Kemudian tidak lama Eli kembali melangkah duduk di sofa dengan santai. Ia terdiam berfikir menatap atas langit, terlintas teringat kejadian tadi pagi, tidak menyangkan akan melakukan itu dengan Cherly, rasanya seperti mimpi, senyum tipis terasa bahagia bisa memiliki Cherly walaupun hanya sebentar. Eli beranjak menatap kedepan sambil terdiam berfikir sesuatu. Eli memutuskan berdiri melangkah jalan keluar apartemen.

*******

       Beberapa menit, Eli berniat akan mengunjungi Cherly di rumah sakit, melangkah jalan di lorong rumah sakit sambil mencari keberadaan Cherly. Seharusnya hari ini Eli berkerja di kantor. tapi sayang sudah telat masuk kerja dan sangat tidak mungkin bisa masuk kerja, paling besok akan kena SP 1 dan tidak terlalu di pusingin bagi Eli. Isi pikiran Eli saat ini adalah Cherly rasa rindu ingin sekali melihat wajah cantiknya Cherly adalah salah satu obat dari benaknya pikiran yang sudah ribut.

     Berjalan di lorong menyusuri setiap tempat di rumah sakit ini, tak kunjung ketemu di mana keberadaan Cherly sekarang ini. Rasa bingung tidak tahu harus mencari kemana lagi. Eli sejenak terdiam melihat sekeliling hingga halaman rumah, Di halaman sana hanya ada pasien anak perempuan berumur 10 tahun sendirian di kursi panjang, rasa penasaran Eli ingin menghampirinya. Ia melangkah jalan untuk mendekatinya.

    Jari-jari tangan yang ia pegang sebuah kertas melipat untuk bikin bentuk pesawat begitu fokus.

"Boleh aku duduk!? ". Tanya Eli di samping

     Dia menoleh menggangguk sambil tersenyum manis pada Eli.

    Eli pun duduk di sampingnya dengan suasana cerah di siang hari yang indah.

    Angin tertiup ringan terasa nyaman dan sejuk melihat awan biru yang begitu indah membuat Eli tersenyum manis.

    Tampak anak yang di samping Eli masih sibuk bikin pesawat terbuat dari kertas, dia bingung gimana caranya bikin pesawat melipat kemana lagi.

    Eli menoleh melihat gelagat anak ini terdiam bingung.

"Kenapa?? ". Tanya Eli

" Aku lupa gimana selanjutnya melipat kertas ini!"

"Mau bentuk seperti apa?? "

"Pesawat".

" ohhh.. sini, aku ajarin ". Minta Eli mengambil kertas di tangan anak ini.

    Eli pun melipat dengan pelan mencontohkan padanya. Dia memperhatikan gerakan tangan Eli saat melihat kertas dengan fokus.

    Tidak jauh dari pantauan, Tampak Eli tidak menyadari, Ternyata Cherly memperhatikannya dari jauh melihat mereka berdua lagi duduk bersama membuat Cherly tersenyum tipis.

"Jadi deh...!! ".

" Horehh... makasih kak.. " Senyum bahagia anak ini

"Nih" Eli menyodorkan kertas yang sudah jadi pesawat pada anak ini sambil tersenyum bahagia.

"Wahh... bagus.. asyik.. jadi pesawat".

" hm!! " Senyum Eli melihat tingkahnya begitu bahagia. Eli merasa senang bisa bikin anak ini terhibur

    Dia bermain-main dengan kertas pesawatnya melayang-layang sambil pegang kertas.

    Kemudian setelah bermain-main di halaman rumah sakit, kini eli mengantarkan anak ini ke ruang rawat, Tiba seorang suster menghampiri mereka.

"Suster liat sudah jadi pesawat". Ucapnya menujukan kertas berbentuk pesawat pada suster

" Wahh... hebat, tapi untuk sekarang kamu harus istirahat dulu iya. sebentar lagi dokter akan memeriksa keadaan kamu". Ucap suster

"Kakak... terimakasih iya" Ucapnya pada eli

    Eli menoleh tersenyum manis sambil menggangguk kepala.

"Iya sama-sama".

    Dia melangkah bersama suster memasuki ruang rawat, setelah mereka pergi eli melihat sekitar, rasa bingung mencari keberadaan Cherly tidak dapat bertemu, dengan menghela nafas panjang ingin mengeluh bete. Eli akan mencari lagi melangkah jalan di lorong menyusuri setiap tempat.

    Berjalan cepat melihat setiap ruang rawat melewati setiap orang yang datang

     Bersamaan itu, tampak para dokter magang dan direktur dokter berkumpul di ruang meeting duduk di sofa berhadapan dengan pemimpin rumah sakit yaitu, Viktor seorang pria dewasa berusia 47 tahun dengan jabatan direktur kaki tangannya ayah Cherly yaitu, Leonor. Tampak Viktor melihat data seorang dokter perempuan tidak lain Selly yang suka merendahkan, menghina dan berani bertindak kasar. Rasa penasaran Viktor ingin mengetahui masalalu kehidupan Selly, entah bagaimana dia bisa masuk daftar di rumah sakit ini, dengan kemampuan ilmiahnya.

Tiga pria dokter melihat dan menunggu jawaban Viktor, begitu juga dengan dua wanita dokter di samping Cherly sama hal menunggu terdiam. Cherly hanya duduk menatap kedepan tidak melihat Viktor.

"Dia.... hanya orang biasa, bukan kalangan berada". Ujar Viktor meletakkan kertas yang ia pegang di atas mejanya

" Maksudnya, hanya orang biasa, kalangan rendah ". Ucap pria di sampingnya.

"Jangan bicara seperti itu, menghina orang yang lebih, akan menjadi buruk kehidupan masa depan mu nanti". Ujar Viktor menegaskan dengan tenang.

" Apa sebaiknya, kamu tidak pecat saja. kemarin saja, tanpa persetujuan tiba-tiba saja masuk ke ruang operasi, dan ambil ahli tugas operasi orang lain, itu tindakan kasar, Anda tidak boleh diam saja".

"Iya.. aku tahu itu, tapi operasi yang dia lakukan pasien selamat dan tetap hidup, di tambah sembuh dari kanker, aku rasa Selly ini, Spesialis organ dalam, kemampuannya juga di atas rata-rata".

" Sungguh, ahhh.... tidak habis pikir aku".

"Sudah... kalian kembali ke tempat masing-masing, kecuali Cherly, ada sesuatu yang aku ingin bicarakan" Ujar Viktor pada mereka semua

Semua dokter membubarkan diri beranjak melangkah keluar, kini hanya Cherly dan dokter Viktor berhadapan.

1
Renjana
awalnya mulai berteman, tapi siapa sangka...
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!