NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Sora menatap ketiga orang di sekeliling meja operasi secara bergantian.

“Kalau kasino beroperasi normal, Jerry bisa membayar setoran itu dengan mudah dari likuiditas meja lantai dua. Tapi malam itu, aku yang bakal duduk di meja rolet nomor tiga sebagai pemain biasa.”

Maya menyipitkan mata. “Lu mau sedot uang meja lewat taruhan langsung?”

“Bukan cuma menyedot,” sahut Sora tegas. “Aku bakal menguras cadangan kas meja nomor tiga sampai ludes dalam delapan putaran beruntun. Di hadapan para pemain VIP dan cukong konsorsium yang menonton, Jerry gak bisa menolak membayar kemenangan pemain tanpa menghancurkan reputasi rumah judinya sendiri.”

“Dan pas modal kasir lantai dua habis…” sambung Maya, matanya membesar saat memahami alur rencana tersebut, “…Jerry bakal panik setengah mati. Dia terpaksa turun sendiri ke basement buat ambil uang brankas cadangan demi bayar kemenangan lu di meja!”

“Tepat,” kata Sora. “Saat Jerry membuka pintu brankas basement untuk mengambil uang cadangan itu, kasino berada di titik paling rapuh. Maya bakal mematikan sekring gardu listrik ruko lewat laptopnya. Begitu lantai satu gelap gulita dan para pemain panik menyerbu loket, kita ambil isi brankas Jerry dan keluar lewat saluran pembuangan air di belakang dapur.”

Gani mengusap lehernya yang berminyak. “Rencana ini rapi di atas kertas, Sor… tapi dinamo stator meja rolet itu… kalau alat pengacau denyut magnetik saya gagal membelokkan putaran bola gading, kamu bakal tekor di putaran pertama dan Jerry langsung tahu siapa yang main!”

“Makanya besok malam kita harus memasang modul pemancarmu langsung ke saluran ventilasi udara di atas plafon lantai dua,” kata Sora. “Sebelum malam audit dimulai, pemancar itu sudah harus tertanam di dekat jalur kabel dinamo meja nomor tiga.”

Gani menghela napas panjang. Jemarinya meraba papan sirkuit kecil yang baru saja selesai ia solder. “Tinggal colok ke adaptor baterai sembilan volt. Tapi saya gak mau naik ke atap ruko itu, Sor. Kaki saya kaku kalau disuruh merayap di talang seng tinggi-tinggi.”

“Kamu gak perlu memanjat,” kata Sora. “Biar aku yang naik ke ventilasi atap. Kamu cukup pantau frekuensinya lewat radio saku dari warung kopi di seberang jalan.”

Dok Han mematikan puntung rokoknya di kaleng biskuit. Dokter tua itu memandang Sora lurus-lurus.

“Dan kalau kamu tertangkap di atas plafon sebelum malam audit tiba?” tanya Dok Han. “Rusli gak bakal cuma memotong kelingkingmu lagi, Sor. Dia bakal mencincang tangan kananmu sampai ke siku.”

Sora merapatkan resleting jaket parkanya. Pangkal kelingking kirinya berdenyut ngilu, seirama dengan detak jantungnya. Di saku dalam jaket, rajutan benang wol biru milik Mila terasa menekan dadanya.

“Setiap taruhan selalu punya risiko kalah, Dok,” kata Sora datar. “Tapi mundur sekarang artinya peluang hidupku nol.”

Pendar aksara neon di sudut mata kiri Sora berkedip dengan kilatan amber tajam.

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Misi: Hitung Mundur Audit Tahunan]...

...[Waktu Tersisa: 04 Hari 00 Jam 00 Menit]...

...[Target: Kuras Likuiditas Meja Tiga & Brankas Basement]...

...[Status Sekutu: 3 Rekan Terhubung]...

...----------------...

Penghitung waktu digital sistem kasino berdetak mundur, mencatat setiap detik yang tersisa menuju malam audit Ruko Tiga Naga.

Maya melipat layar laptopnya dengan bunyi klik pelan, lalu berdiri seraya menyambar tas punggungnya.

“Gua butuh waktu dua puluh empat jam buat bikin program looping rekaman CCTV lantai dua,” kata Maya. “Besok malam jam tiga subuh, pas kasino tutup meja buat ganti giliran jaga, kamera pengawas ventilasi atap bakal gua bikin buta selama sepuluh menit. Lewat dari sepuluh menit, jangan salahkan gua kalau monitor satpam menyorot punggung lu lagi merayap di talang.”

“Sepuluh menit cukup,” sahut Sora pendek.

Ia menggulung kertas kalkir denah ruko di atas meja bedah, mengikatnya dengan karet gelang, lalu melangkah ke pintu keluar kontainer menyongsong angin malam pesisir yang asin dan dingin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!