NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Rahasia Terbongkar

Hutan Kabut Berdarah bergetar hebat. Tekanan spiritual dari tiga ahli Pembentukan Fondasi Puncak memenuhi udara.

Ketiga pria berjubah putih bergerak serempak. Pedang pusaka di tangan mereka memancarkan cahaya perak yang saling bertaut hingga membentuk jaring raksasa di langit.

Formasi Bintang Pembelah Langit!

Formasi pembunuhan tingkat tinggi Sekte Bintang Jatuh itu langsung menekan seluruh wilayah. Tanah di bawah kaki Shen Luo dan Ji Ruyue amblas, sementara tekanan bintang dari langit membuat setiap gerakan terasa berat.

Ji Ruyue menggertakkan gigi. Lautan Darah di sekeliling tubuhnya terus dihancurkan cahaya perak.

"Sialan! Kalau aku tidak terkena racun, tiga anjing ini sudah menjadi makanan Lautan Darahku!"

Ia memaksa Dantian-nya berputar dan mencoba mengerahkan Teratai Darah. Namun setiap aliran Qi yang bergerak justru membuat meridiannya terasa seperti ditusuk ribuan jarum.

Di sisi lain, Shen Luo menahan tekanan formasi dengan tubuhnya yang kuat dan lapisan Qi Suci yang menyelimuti kulitnya. Belasan bilah cahaya perak datang bertubi-tubi, tetapi semuanya ditepis pedang kayunya.

Namun, menghadapi tiga ahli yang jauh lebih tinggi darinya sekaligus dengan formasi pembunuh tingkat tinggi bukanlah perkara mudah.

Pemimpin Pasukan Bintang segera menyadari ketahanan tubuh Shen Luo.

"Abaikan Iblis wanita itu! Arahkan formasi ke pemuda itu. Serang titik butanya!"

Ketiga pedang perak berdengung.

Cahaya dari langit tiba-tiba berbelok dan melesat dari tiga arah di belakang Shen Luo. Kecepatannya bahkan melampaui Langkah Hantu Darah yang selama ini ia sembunyikan.

Shen Luo merasakan bahaya di belakangnya. Ia mengencangkan tubuh dan bersiap menerima luka demi menemukan celah dalam formasi.

Namun sebelum cahaya itu menyentuh tubuhnya, bayangan merah melesat di hadapannya.

Sraaaak!

Ji Ruyue menerjang ke belakang Shen Luo dan mengangkat pedang darahnya. Ia mengabaikan pertahanannya sendiri untuk menahan tiga pilar cahaya yang datang bersamaan.

Booom!

Ledakan dahsyat mengguncang hutan.

Pertahanan Ruyue hancur. Tubuhnya terlempar dan menghantam dada Shen Luo.

"Uhuk!"

Ia memuntahkan darah hitam dalam jumlah besar.

Serangan itu tidak hanya melukainya. Paksaan Qi yang baru saja ia gunakan juga membangkitkan sisa racun peluruh tulang yang belum bersih di dalam tubuhnya. Racun itu kembali mengamuk dan menggerogoti meridian serta organ dalamnya.

Ruyue jatuh berlutut di hadapan Shen Luo. Tangannya gemetar hebat. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya dan menodai jubah abu-abu Shen Luo.

Shen Luo terdiam.

Angin malam menyingkap tudung kepalanya. Ia menunduk dan menatap gadis yang selama ini selalu angkuh dan kejam itu.

Namun kali ini, gadis itu baru saja mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkannya.

Bagi seorang Iblis Wanita yang terbiasa mengorbankan orang lain demi bertahan hidup, tindakan tersebut sungguh tak terduga.

Hati Dao Shen Luo yang selama ini sedingin es tiba-tiba beriak.

Riak itu kecil. Namun cukup untuk mengguncang hatinya.

"Bodoh."

Suara Shen Luo terdengar pelan.

Ji Ruyue mengangkat wajahnya. Meski bibirnya berlumuran darah, ia masih memaksakan senyum mengejek.

"Diam... Aku bertaruh nyawaku padamu. Kalau kau mati sekarang, aku sendiri yang akan membunuhmu di alam bawah."

Shen Luo perlahan mengangkat kepala.

Tatapannya berubah.

Tak ada lagi ketenangan yang menyembunyikan kekuatannya. Tak ada lagi pertimbangan tentang masa depannya di sekte.

Jika ia harus terus menyembunyikan kekuatan dan membiarkan seseorang yang rela melindungi punggungnya mati di hadapan mata, lalu apa arti mengejar puncak kultivasi?

"Kalian memaksa Hati Dao-ku memilih."

Suara Shen Luo menggema di seluruh hutan.

Di dalam Dantian-nya, Sembilan Akar Spiritual yang selama ini dipisahkan oleh segel kesadaran akhirnya dilepaskan.

Akar Penyeimbang di tengah berputar liar. Empat akar suci di sisi kanan dan empat akar iblis di sisi kiri ikut bergerak dalam irama yang sama.

Kraaaak!

Langit Hutan Kabut Berdarah seakan terbelah.

Formasi Bintang Pembelah Langit bergetar hebat lalu retak. Energi dahsyat yang meledak dari tubuh Shen Luo membuat formasi itu tak mampu bertahan.

Tiga pembunuh di udara membelalak.

Mereka melihat sosok yang berdiri di bawah sana dengan wajah penuh ketidakpercayaan.

Shen Luo melangkah maju melewati Ji Ruyue.

Mata kanannya memancarkan cahaya emas murni yang suci dan agung.

Mata kirinya menyala merah darah dengan aura kegelapan yang mengerikan.

Sisi kanan tubuhnya diselimuti Qi Suci. Pedang kayu di tangannya memancarkan Niat Pedang Bintang Jatuh yang begitu tajam hingga udara di sekitarnya bergetar.

Sementara itu, sisi kirinya dibungkus Qi Darah Iblis yang mendidih. Tangan kirinya membentuk Cakar Bayangan Darah, tanpa lagi menyembunyikan sedikit pun aura iblisnya.

Dua kekuatan yang seharusnya saling bertentangan kini hidup berdampingan dalam satu tubuh.

"A-Apa itu?!"

Salah satu pembunuh berteriak ketakutan.

"Qi Suci dan Qi Iblis... dalam satu tubuh?! Ini mustahil!"

"Monster! Bunuh dia sekarang! Hancurkan inti formasi!"

Pemimpin mereka meraung panik. Namun semuanya sudah terlambat.

Shen Luo menghilang.

Kecepatannya bukan lagi sekadar Langkah Hantu Darah. Perpaduan Qi Suci dan Qi Iblis membuat gerakannya begitu cepat hingga hanya meninggalkan jejak cahaya emas dan merah di udara.

Dalam sekejap, ia muncul di hadapan pembunuh pertama.

Pembunuh itu mengayunkan pedangnya.

Shen Luo mengangkat tangan kanannya.

Niat Pedang Bintang Jatuh melesat.

Boom!

Pedang baja lawannya hancur menjadi serpihan.

Cahaya emas membelah tubuhnya dari bahu hingga pinggang. Tubuh pembunuh itu terbelah dua dan terbakar oleh Niat Pedang sebelum sempat jatuh ke tanah.

Pembunuh kedua berbalik dan melarikan diri.

Shen Luo tidak mengejarnya.

Ia hanya mengangkat tangan kiri.

"Cakar Bayangan Darah!"

Cakar merah raksasa menembus udara dan langsung mencengkeram punggung lawannya.

Krak!

Tulang belakang pembunuh itu hancur dalam sekali remasan.

Qi Darah Iblis menyedot esensi dan Dantian-nya hingga tubuh ahli Pembentukan Fondasi itu mengering seperti mayat tua sebelum jatuh ke tanah.

Kini hanya pemimpin Pasukan Bintang yang tersisa.

Wajahnya pucat.

Dua bawahannya tewas dalam sekejap. Dua teknik yang sama sekali berbeda telah digunakan bersamaan untuk membunuh mereka.

Ia menggigit lidahnya dan membakar esensi darah. Tubuhnya melesat ke langit.

"Ke mana kau pergi?"

Suara Shen Luo terdengar di telinganya.

Pemimpin itu menoleh. Shen Luo sudah berada tepat di hadapannya.

Ia menyerang dengan kedua tangan sekaligus.

Pedang kayu di tangan kanan menusuk ulu hati dan menghancurkan jalur Qi lawannya. Tangan kiri mencengkeram tenggorokannya dengan Cakar Bayangan Darah.

"T-Tuan Muda... akan..."

Kraaash!

Jari-jari Shen Luo mengencang.

Pedang kayu berputar.

Kepala sang pemimpin terlepas dari tubuhnya. Ulu hatinya juga hancur oleh Niat Pedang.

Tubuh tanpa kepala itu jatuh ke dasar danau yang telah mengering dan hancur berkeping-keping.

Tiga ahli Pembentukan Fondasi Puncak.

Semuanya tewas dalam kurang dari lima tarikan napas di tangan seorang pemuda Pengumpulan Qi Tingkat 7.

Keheningan kembali menyelimuti Hutan Kabut Berdarah.

Hujan darah turun perlahan dan membasahi tanah yang kering.

Shen Luo mendarat.

Cahaya emas di mata kanannya memudar. Cahaya merah di mata kirinya juga perlahan menghilang.

Segel kesadarannya kembali menutup kedua kekuatan tersebut. Aura tubuhnya kembali tenang seperti semula.

Ia mengibaskan darah dari pedang kayunya lalu menyarungkannya.

Di belakangnya, Ji Ruyue masih duduk terpaku.

Sang Bidadari Iblis menatap punggung Shen Luo dengan mata membelalak.

Ia bahkan lupa pada luka di tubuhnya.

Cakar merah tadi bukan tiruan.

Itu bukan teknik yang dipelajari dari sebuah peninggalan.

Aura Qi Darah Iblis dan niat membunuh yang terkandung di dalamnya...

Itu adalah Cakar Bayangan Darah sejati!

Warisan mutlak yang hanya diwariskan oleh pendiri sektenya, Yan Wusheng.

Namun yang lebih mengejutkan adalah Niat Pedang emas itu.

Ruyue pernah mendengar legenda tentang Dewa Pedang dari aliran lurus.

Pemuda berjubah tambalan ini ternyata memiliki warisan dari dua sosok yang begitu mengerikan.

Tubuh Ji Ruyue masih gemetar karena racun dan keterkejutan. Ia memaksa diri berdiri.

"Siapa... sebenarnya kau?"

Suaranya bergetar.

"Teknik pedang suci itu... dan Qi Iblis tersebut... Apakah kau pewaris rahasia Leluhur Dewa Iblis Yan Wusheng?"

Ia menatap Shen Luo tanpa berkedip.

"Jawab aku!"

Angin malam menyibak rambut hitam Shen Luo.

Wajahnya tetap tenang.

Tidak ada kebanggaan. Tidak ada kesombongan. Ia juga tidak berniat menjelaskan apa pun.

Shen Luo berjalan melewati Ruyue dan hanya meliriknya sekilas.

"Kau terluka. Simpan tenagamu. Kita masih harus mencari inti monster malam ini."

Ia pergi begitu saja.

Penolakan itu justru membuat Hati Dao Ji Ruyue bergetar.

Alih-alih marah, sebuah hasrat aneh perlahan tumbuh di dasar jiwanya.

Pemuda ini menyimpan rahasia terbesar sektenya.

Ia menolak pesonanya. Ia membantai musuh tanpa ragu.

Dan ia memiliki kekuatan yang mampu mengguncang langit.

Ruyue menatap punggung Shen Luo yang semakin jauh ditelan kabut malam.

Keterkejutan di matanya perlahan berubah menjadi senyum tipis yang penuh niat buruk.

Kau pikir bisa melarikan diri setelah menunjukkan kekuatanmu di hadapanku, Shen Luo?

1
kute
keren abis enak d bacanya
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
Neng Surya
jangan ada percintaan atau asmara thor... klo udah knl cinta ujungnya" ga fokus...kan MC nya jadi serba salah... oke thor jauhi yg namanya wanita ga seru jadinya klo sudah ada wadon😄😄😄😄
Neng Surya: ditunggu slalu cerita" nya
total 2 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
harta rampasan kok tidak diambil Thor
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!