NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:51.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Saya Perjuangkan

"Bu Dokter mau kan, jadi istri Komandan?" Tanya Nek Bay yang tampak tak sabar menunggu jawaban Sisil.

"Komandan bercanda, kan?" Sisil justru bertanya pada Komandan Kaivan.

"Apa wajah saya kurang serius?" Tanya Komandan Kaivan.

"Itu-" Sisil gelagapan. Ia bingung harus menjawab apa karena rasanya ia seperti musuh yang ditembak di tempat.

"Komandan baik sekali, Bu Dokter. Dia orang yang perhatian, penyayang, tapi dia galak dan sedikit bandel saja." Kata Nek Bay yang berusaha membujuk Sisil.

"Bu Dokter tenang saja. Kalau Komandan bandel, biar saya yang tarik dia punya telinga." Imbuh Nek Bay yang membuat Komandan Kaivan tersenyum tipis.

Sisil masih terdiam karena bingung harus menjawab apa. Sementara wajah Nek Bay terlihat sangat menanti jawaban Sisil.

"Maaf, Nek, Komandan..." Ucap Sisil yang membuat wajah Nek Bay dan Komandan Kaivan seketika langsung lesu. Mereka tentu tau jika kata maaf itu berarti penolakan.

"Saya tidak bisa kalau tiba-tiba menikah dengan Komandan. Saya harus mengenal lebih jauh bangaimana sosok Komandan. Barangkali nanti akan ada hal yang tidak Komandan sukai dari saya, begitu juga sebaliknya. Mungkin, saya dan Komandan bisa memulai dengan hubungan yang lebih ringan dulu." Jawab Sisil.

Ia berusaha tak mematahkan hati Komandan dan Nek Bay yang tiba-tiba melamarnya di momen yang sama sekali tak terduga.

"Maksudnya, Bu Dokter menolak Komandan? Bu Dokter tidak mau menikah dengan Komandan?" Tanya Nenek Bay dengan wajah sedih dan khawatir.

"Enggak-enggak. Bukan gitu, Nek." Sergah Dokter Sisil dengan panik. Ia berusaha menenangkan Nek Bay agar kondisi Nenek tetap stabil.

Dokter Sisil kemudian melirik ke arah Komandan Kaivan yang jusru sedikit tersenyum saat melihat kebingungan Dokter Sisil dan Kekecewaan Nenek Bay. Dokter Sisil memasang wajah yang mengisyaratkan permintaan tolong pada Komandan Kaivan.

"Nek. Dia bukan tidak mau menikah dengan saya. Dokter belum siap menikah sekarang, jadi kami pacaran dulu." Ujar Komandan Kaivan. Hatinya terasa berbunga-bunga ketika ia mengatakan jikan mereka akan berpacaran pada Nek Bay.

"Ko dan Dokter pacaran? Setelah itu baru menikah?" Tanya Nek Bay yang di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

"Ko pacaran dengan Bu Dokter? Ko tidak bohong, kan?" Tanya Nek Bay yang kembali memastikan.

"Kalo Nene tidak percaya, tanya saja pada Bu Dokter." Jawab Komandan Kaivan yang sejujurnya juga ingin mendengar jawaban dari Sisil.

"Benar itu, Bu Dokter?" Tanya Nek Bay sambil menghadap ke arah Sisil.

"I-iya, Nek." Jawab Sisil dengan sedikit ragu. Ia sendiri belum tau, apakah ini sungguhan atau Komandan Kaivan hanya berakting saja.

"Waa! Akhirnya cucuku punya kekasih juga." Girang Nek Bay sambil bertepuk tangan. Tingkahnya benar-benar seperti seorang anak kecil.

Setelah selesai memeriksa Nek Bay, Komandan Kaivan dan Dokter Sisil kemudian berpamitan untuk langsung kembali ke Markas Batalyon.

"Pegang yang erat." Komandan Kaivan kembali menarik tangan Sisil hingga kini tangan itu kembali melingkar di pinggangnya.

Silvana sendiri hanya bisa pasrah ketika Komandan Kaivan menarik tangannya. Namun, sejujurnya ia merasakan rasa aman dan nyaman ketika berada dekat dengan Komandan Kaivan.

Di perjalanan, Sisil mencoba untuk kembali menanyakan status mereka pada Komandan Kaivan. Tentu saja, ia takut salah paham dan mengira jika yang dilakukan Komandan Kaivan ini hanyalah akting untuk menyenangkan Nek Bay.

"Mau kemana, Ndan?" Tanya Sisil saat menyadari jika Komandan Kaivan berbelok ke arah lain.

"Makan siang." Jawab Komandan Kaivan.

"Ini sudah hampir pukul dua siang. Memangnya kamu tidak lapar?" Tanya Komandan Kaivan kemudian.

"Ya lapar, Ndan." Jawab Sisil dengan lirih.

Komandan Kaivan kemudian membawa Sisil ke salah satu warung makan terdekat yang ada di sana. Tak banyak makanan yang di jual disana hanya ada beberapa macam lauk dan dua jenis sayur yang di tawarkan.

"Ada juga yang buka warung makan di sini, Ndan?" Lirih Sisil.

"Hanya ini, karena dekat dengan beberapa kantor jadi masih ada harapan untuk mendapatkan pelanggan." Jawab Komandan Kaivan.

Saat mengambil makanan pun, pemilik warung menyapa Komandan Kaivan dengan ramah. Sisil pun kembali berpikir jika tampaknya Komandan Kaivan ini cukup terkenal di tanah rantau ini.

Setelah mengambil makanan, mereka kemudian duduk di salah satu bangku yang tersedia. Karena sudah lewat jam makan siang, tak banyak pembeli yang datang. Hanya ada tiga meja yang terisi, termasuk dengan mejanya.

Komandan Kaivan menuangkan air minum ke gelas dan menggesernya ke dekat Sisil. Mendapatkan act of service dari Komandannya, membuat Sisil kembali mempertanyakan hal yang sedari tadi berputar di benaknya.

"Ndan..." Panggil Sisil.

"Ya?" Jawab Komandan Kaivan. Mereka saling memandang manik mata milik satu sama lain.

"Yang tadi itu, apa hanya untuk menghibur Nek Bay?" Tanya Sisil.

"Tidak." Jawab Komandan Kaivan yang kemudian dengan santai menyuapkan makanan ke mulutnya.

"Maksud Komandan?" Tanya Sisil yang masih butuh kejelasan.

"Ya seperti apa yang kamu minta. Kita pacaran lebih dulu untuk lebih mengenal satu sama lain." Jawab Komandan Kaivan setelah menelan makanannya.

Sisil kembali terdiam. Dia tampak berpikir sambil mengaduk-aduk makanan yang ada di piringnya. Ia bahkan belum memakan satu sendok pun makanannya.

"Mau saya suapin?" Tanya Komandan Kaivan tiba-tiba.

"Enggak, Ndan." Jawab Sisil yang kemudian menyendok makanannya dan mulai makan.

"Kenapa masih berpikir?" Tanya Komandan Kaivan.

"Apa saya kelihatan bercanda tadi?" Imbuhnya lagi.

"Saya masih bingung aja, Ndan. Kenapa saya? Kenapa tiba-tiba Komandan meminta saya untu menjadi istri Komandan?" Tanya Sisil yang akhirnya bisa menyampaikan pertanyaan yang sedari tadi berputar-putar di benaknya.

"Tidak tiba-tiba. Saya memang tertarik sama kamu sejak pertama kita bertemu." Jawab Komandan Kaivan. Ucapannya terdengar santai, namun wajahnya tampak serius ketika berbicara mengenai hal itu pada Sisil.

"Baru ada kesempatan hari ini untuk saya menyampaikan hal itu." Imbuhnya lagi.

"Apa kamu keberatan? Apa kamu sudah punya pasangan? Yang saya tau, kamu sedang lajang." Ujar Komandan Kaivan yang memberondong pertanyaan pada Sisil.

"Komandan tau dari mana kalau saya lajang?" Tanya Sisil.

"Dari CV yang kamu masukkan, sebelum kamu bertugas di sini." Jawab Komandan Kaivan.

Sisil kembali termenung. Sudah jelas bukan ia yang memberikan CV itu pasti Dokter Wira yang sudah mengirimkan CV itu.

"Apa kamu sudah menikah?" Tanya Komandan Kaivan yang di jawab gelengan oleh Silvana.

"Atau sudah punya kekasih di tempat tinggalmu?" Tanya Komandan Kaivan lagi.

"Kalau misalnya ada, bagaimana?" Silvana justru balik bertanya setelah sempat bertanya beberapa saat.

"Selama janur kuning belum berdiri dan bendera kuning belum berkibar, pasti kamu akan saya perjuangkan." Jawab Komandan Kaivan.

"Ya Allah. Kalo kayak gini, bisa-bisa kena serangan jantung." Batin Sisil yang kini jantungnya berdebar keras.

1
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
This Is Me
Pintet banget potomg ceritanya disini, jadi bikin makin penasaran
pendekar angin barat
seru....semoga pak komandan yg dtg ya
lia juliati
bukannya seorang dokter untk turun k medan konflik hrs ada pelatihan dasar dlu ya.... baik fisik atau perlindungan diri....
Faqisa Sakila
Waduh.. Dosil dlm bhaya,,
Ayo komandan cpet datang...
jgn smpae ad prtumpahan darah y thor 😡😡😡
Tosari Agung
thor komandan kaivan punya sisi lain gak thor
Munas Tuti
bakalan seru ni mbak Fre 👍👍
Rahmawati
komandan gentle bgt, sudah minta ijin dulu sama ayah dosil
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
hadir kak.....
semangat untuk terus berkarya kak, selalu keren untuk ceritamu, semoga selalu diberi kesehatan agar selalu bisa berkarya 🫰
Murti Puji Lestari
pak komandan satu ini garcep juga, langsung nembung ke ayah doksil, romantisnya emang beda mereka tuh
ika
mamas aka ma Nty cim udah tamat aja, nungguin dokter Sisil ma komandan aja dl, sambil ngebut ryuga
semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!