Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?
Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.
Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!
Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lanjut bab 29
... mengulurkan tangannya, mengusap lembut pipi mulus Anran seraya menatap sepasang matanya yang jernih.
"Kau telah mengubah seluruh takdir istana ini, Anran," ujar Kaisar Tian pelan, menyuarakan isi hatinya yang paling dalam. "Dulu, tempat ini hanyalah panggung intrik kotor dan racun yang membendung kesepianku. Namun sejak kau terbangun hari itu... kau membawa cahaya dan kebenaran yang tak sanggup dipadamkan oleh siapa pun."
Anran menatap sang kaisar, membiarkan kehangatan ucapan itu meresap ke dalam hatinya. Sebagai seorang wanita modern yang pernah melintasi batas kematian, ia sadar betul betapa berharganya posisi dan kedamaian yang berhasil ia perjuangkan dengan kecerdasan dan keberaniannya sendiri.
"Istana ini hanya akan tetap terang selama kita menjaga fondasinya bersama, Yang Mulia," sahut Anran dengan suara halus namun berwibawa. "Saya tidak hanya berjanji menjadi pendampingmu di atas tahta, tetapi juga menjadi benteng pertahanan terkuat yang memastikan Kerajaan Great Yan berdiri kokoh selamanya."
Kaisar Tian mendekatkan wajahnya, mengecup lembut bibir kemerahan Anran—sebuah stempel janji tak terucapkan yang mengikat jiwa dan cinta dua penguasa teragung Kerajaan Great Yan.
Beberapa bulan berlalu dalam kedamaian yang makmur. Di bawah bimbingan Permaisuri Anran, Balai Pengobatan Kerajaan bertransformasi menjadi pusat riset dan pelayanan kesehatan terbaik di seluruh dataran. Wabah penyakit di perbatasan berhasil diatasi, dan sistem penanganan medis dasar mulai diperkenalkan ke desa-desa di luar ibu kota.
Di sisi lain, Kaisar Tian memimpin pemerintahan dengan lebih bijaksana dan tegas. Tidak ada lagi faksi menteri yang berani bermain api atau mencoba memanipulasi sang kaisar, sebab mereka tahu bahwa di belakang Tahta Naga, berdiri sosok Permaisuri Agung yang sanggup membongkar kejahatan sekecil apa pun sebelum sempat tumbuh.
Suatu sore yang hangat di paviliun Istana Fengyi, Anran sedang memeriksa gulungan tanaman herbal baru ketika Kaisar Tian melangkah masuk tanpa pengawalan. Pria itu tersium lebar seraya membawa sebuah kotak beludru merah di tangannya.
"Anran, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu," ujar Kaisar Tian seraya mendudukkan tubuhnya di samping sang permaisuri.
Anran menaikkan sebelah alisnya, menghentikan penulisan resepnya. "Hadiah lagi, Yang Mulia? Bukankah minggu lalu Anda baru saja mengirimkan seratus kati ginseng salju langka ke Balai Pengobatan?"
Kaisar Tian terkekeh renyah. "Ini berbeda. Buka dan lihatlah."
Anran menerima kotak beludru itu dan membukanya perlahan. Di dalamnya terbaring sebuah stempel batu giok putih bersulam benang emas dengan ukiran feniks terbang melingkari naga—Stempel Otoritas Ganda yang memberikan Permaisuri hak penuh untuk membuat keputusan hukum dan politik setara dengan Kaisar.
Anran tertegun, menatap stempel tersebut lalu beralih menatap Kaisar Tian. "Stempel Otoritas Ganda? Ini kekuasaan yang sangat besar, Yang Mulia."
"Kau sangat pantas mendapatkannya, Anran," bisik Kaisar Tian seraya menggenggam erat jemari halus sang permaisuri. "Kerajaan Great Yan tidak hanya milikku, tetapi milik kita berdua. Bersamamu, aku tak lagi merasa sendiri di atas puncak tahta ini."
Anran mengulas senyum tipis yang amat memikat. Ia menyandarkan kepalanya di bahu tegap Kaisar Tian, menatap pendaran matahari terbenam yang memancarkan warna keemasan indah di atas langit istana.
Perjalanan panjang dari seorang ahli medis abad ke-21 hingga menjadi Ratu Agung yang paling dihormati sepanjang sejarah Kerajaan Great Yan telah mencapai puncaknya. Di balik tembok