NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Pengakuan Adrian

Pertanyaan tajam dari Aria menggantung di udara kabin helikopter yang bising. Suara deru baling-baling seolah meredam detak jantung Adrian yang sempat terhenti. Sang CEO menatap Aria dengan raut wajah yang hancur—campuran antara rasa bersalah yang teramat dalam dan ketakutan akan kehilangan wanita di hadapannya.

Adrian mengisyaratkan dokter medis untuk menghentikan proses penjahitan lukanya dan keluar dari kabin utama. Pintu geser tertutup rapat, menyisakan mereka berdua dalam ruang privat yang menyesakkan.

"Aria..." suara Adrian bergetar, sesuatu yang sangat langka keluar dari bibir pria yang dikenal sebagai raja bisnis bertangan dingin itu. "Aku tahu apa yang Dante katakan padamu di mansion itu. Dan aku tidak akan menyangkalnya lagi."

Aria mengepalkan tangannya di atas pangkuan, menatap Adrian dengan mata yang berkaca-kaca. "Jadi itu semua benar? Ayahmu yang merancang kebangkrutan keluarga Vance? Dan kau tahu semuanya sejak awal?"

Adrian menunduk perlahan, memejamkan matanya rapat-rapat sebelum menatap lurus ke dalam manik mata Aria. Ada kepedihan mendalam di balik matanya yang biasanya sedingin es.

"Ya. Semuanya benar," aku Adrian jujur, suaranya pecah oleh keharuan yang tertahan. "Ayahku adalah pria yang ambisius dan kejam. Dia menghancurkan Vance Enterprise untuk merebut monopoli pelabuhan. Saat itu usiaku baru dua belas tahun, Aria... Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana ayahku menandatangani surat-surat penyitaan itu tanpa rasa iba sedikit pun."

"Lalu kenapa kau melanjutkannya, Adrian?!" cetus Aria dengan suara bergetar. "Kau meneruskan kerajaan bisnis yang dibangun di atas penderitaan orang lain!"

"Karena aku tidak punya pilihan!" tegur Adrian pelan namun sarat akan penekanan. "Jika aku menolak meneruskan Mahardika Group, dewan direksi yang kotor akan menghancurkan perusahaan itu dan ribuan karyawan akan kehilangan mata pencaharian mereka. Aku mengambil alih perusahaan ini untuk membersihkan nama keluargaku dari dalam, Aria!"

Adrian bergerak perlahan melintasi kursi kabin, mengabaikan rasa sakit menusuk di bahunya, lalu berlutut di lantai helikopter tepat di hadapan Aria. Pria berkuasa itu mendongak, meraih kedua tangan Aria yang dingin dan menggenggamnya rapat-rapat.

"Aku mengakui dosa masa lalu keluargaku, Aria. Tapi perasaanku padamu... tidak ada hubungannya dengan dendam atau manipulasi," bisik Adrian dengan tulus, matanya memancarkan kehangatan dan komitmen yang murni. "Aku mencintaimu. Bukan sebagai perisai, bukan sebagai alat untuk melawan Dante. Aku mencintaimu karena kau adalah satu-satunya cahaya yang mampu menembus kegelapan di dalam hidupku."

Aria menahan napasnya. Genggaman tangan Adrian terasa begitu hangat dan protektif, sementara mata sang CEO memperlihatkan kepasrahan seorang pria yang siap menyerahkan segalanya demi diampuni.

"Berikan aku kesempatan untuk membuktikannya, Aria," pinta Adrian lirik, mendaratkan ciuman lembut di punggung tangan Aria. "Aku berjanji akan menyelesaikan seluruh urusan bisnis kotor masa lalu ini dan mundur dari Mahardika Group jika itu yang kau inginkan. Aku hanya ingin hidup tenang bersamamu."

Aria menatap Adrian dengan perasaan yang teramat berkecamuk. Di satu sisi, pengakuan tulus Adrian dan pengorbanan nyawanya menyentuh sudut terdalam hatinya. Namun di sisi lain, bayangan mata abu-abu Dante yang dipenuhi dendam dan rasa sakit di balik kepulan asap mansion terus membayangi pikirannya.

Siapakah yang sebenarnya menjadi korban dalam perang saudara tak berkesudahan ini? Dan apakah cinta yang lahir di tengah pertumpahan darah ini benar-benar bisa bertahan?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!