NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Bryan

Pukul sebelas tepat, mobil Max melaju perlahan meninggalkan area resor. Max duduk di kursi belakang dengan laptop terbuka di pangkuannya.

Pria itu tidak menoleh ke jendela. Ia tidak melihat Clarissa yang berdiri di tepi jalan, menatap mobilnya pergi.

Sopir membawanya melewati jalan pantai yang berkelok-kelok. Pemandangan laut di sebelah kiri begitu indah, tapi Max tidak peduli.

Pikirannya sudah melayang ke tumpukan pekerjaan yang tertunda. Ia menggesek layar ponselnya dan menemukan beberapa notifikasi dari Cassia semalam.

[Tuan, aku sudah di lokasi. Tuan di mana?]

[Tuan Max? Aku menunggu di lobi hotel.]

[Tuan, aku pulang dulu. Sudah larut]

Max membaca pesan-pesan itu dengan ekspresi datar. Tidak ada penjelasan, tapi dia tetap mengucapkan permintaan maaf meskipun singkat dan tak bermakna.

[Maaf, aku lupa. Besok kita bicara.]

Lalu dia mematikan ponselnya dan menatap keluar jendela.

*

*

Keesokan paginya, Cassia bangun seperti biasa. Alarm di ponselnya berdering pukul setengah enam, dan dia segera bangun meskipun tubuhnya masih terasa berat.

Pagi ini dia kembali ke rutinitas. Cassia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dan blazer abu-abu, rok pensil hitam pekat dan stoking tebal berwarna nude.

Ia mengikat rambutnya ke belakang dengan karet hitam biasa, tanpa gel, tanpa jepit, tanpa bentuk apa pun.

Kacamata dengan bingkai hitam kembali bertengger di pangkal hidung mancungnya.

Ia melihat bayangannya di cermin kecil dekat pintu. ‘Ini aku. Yang asli. Yang membosankan.’

Cassia menghela napas, mengambil tas kerjanya yang sudah usang, lalu membuka pintu rumah kecilnya.

Dan dia terkejut ketika di depan pagar rumahnya, ada pria yamh bersandar pada sebuah mobil mewah berwarna perak dengan senyum lebar.

“Bryan?”

Mata Cassia membulat di balik kacamatanya. Ia berkedip beberapa kali, memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi.

Tapi Bryan tetap ada di sana, dengan setelan jas formalnya yang jelas mahal.

"Pagi, Cassia!" sapa Bryan dengan semangat. Suaranya ceria.

Cassia terdiam beberapa detik, mulutnya setengah terbuka. "Bryan? Kau ... kenapa kau di sini?"

"Menjemputmu. Akan aku antar ke kantor." Bryan tersenyum ramah, matanya yang coklat menatap Cassia dengan hangat meskipun wanita di depannya sekarang sangat berbeda dari wanita dalam gaun hitam dua malam lalu.

Tapi Bryan tidak menunjukkan reaksi negatif apa pun. Ia tetap tersenyum, bahkan terlihat tulus.

"Jemput aku? Kenapa?" Cassia mengerutkan keningnya heran.

"Kita berteman, bukan? Jadi ini hal yang wajar."

Cassia menghela napas. "Kau bisa meneleponku dulu."

"Kalau aku telepon, pasti kau menolak.” Bryan mengangkat bahu. "Aku tahu tipe orang sepertimu, Cassia. Terlalu sopan hingga kadang sulit menerima bantuan. Makanya aku datang langsung."

Cassia tidak bisa membantah. Karena itulah yang sebenarnya akan dia lakukan.

"Ayo," Bryan membuka pintu mobil penumpang. "Aku janji akan cepat. Tidak akan membuatmu telat."

Cassia ragu. Ia menatap pintu mobil yang terbuka, lalu menatap rumah kecilnya di belakang, lalu kembali menatap wajah Bryan yang sabar menunggu.

Di dalam hati kecilnya, dia tahu seharusnya dia menolak. Tapi Bryan terlalu baik.

"Baiklah, antarkan aku sampai ke kantor dengan selamat." Cassia akhirnya mengalah.

Bryan tersenyum. "Aku tak akan menculikmu.”

Cassia tersenyum mendengar candaan Bryan dan masuk ke dalam mobil. Ia duduk dengan kaku, tas kerjanya dia letakkan di pangkuannya.

Bryan menutup pintu untuknya, lalu berjalan ke sisi pengemudi. Mesin mobil menyala dengan suara halus hampir tak terdengar.

"Sebelum ke kantor, sarapan dulu, ya," kata Bryan sambil memasang sabuk pengaman.

"Bryan, aku tidak punya waktu—"

"Percayalah, tidak akan makan waktu lama. Ada restoran di sebelah kantormu. Kita bisa selesai dalam dua puluh menit."

Cassia ingin menolak lagi, tapi perutnya tiba-tiba keroncongan. Ia tidak sempat sarapan pagi ini dan dia hanya minum segelas air putih sebelum keluar.

"Baiklah."

1
AmmiMZA
cerita sat set tidak banyak drama. sayang konflik yang dimunculkan terlalu aman. banyak tokoh yang berpotensi menjadi konflik agar seru. tp hilang tanpa ada kelanjutannya..
tapi secara keseluruhan sudah baik ceritanya
jumirah slavina
ganti istri saja Kamu.
dia bukan Ibu tapi Nenek Sihir
jumirah slavina
ya ampunnnnnn...
mo jambak bibir nih Nenek Sihir
jumirah slavina
kau saja yang belajar sana smp pagi., gak usah tidur²
jumirah slavina
baca sendiri sonoh.,
dasar Ibu durjana...
Sakdiah Sakdiah
wow..tau² udah empat aja nih
Sakdiah Sakdiah
kami gak di undang thor
Sakdiah Sakdiah
duuh...kenapa dibikin jadi kacau gini sih Thor
Sakdiah Sakdiah
nunggu di tikung orang nih bang max
Sakdiah Sakdiah
belum jumpa samacalon adek ipar ni si cass
Sakdiah Sakdiah
jumpa Mak mertua...panas dingin
say't
perfecto thor ☕️
say't
modus lo lorenzo 🤣
Sakdiah Sakdiah
si cass ini terlalu berhati² tapi juga terlalu ceroboh
Sakdiah Sakdiah
bucin parah ne bang max
Sakdiah Sakdiah
iya,apa Cass masih berpenampilan seperti Bety lla fea?
say't
jngn2 hale ni anakx clarissa cz isi otaknya sama 🤣
say't
aneh marc yg nolak tp mira yg jd pelampiasan 🤣 dungu n tolol ni haely guk guk guk..
Paw_chan🐾
bagus
Sakdiah Sakdiah
hh .. entahlah...tak sanggup berkata-kata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!