Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14 Hari pertama di kos
Kami Sampai di kos, Mita kasihan padaku dan dia mau membantu aku,
" Mas, pulang dulu nanti siang mas jemput aku ya, aku bantu mbak Erina dulu" kata Mita pada bayu.
" Iya dek aku mau lihat barang yang tadi di angkut, takutnya nya saat menurunkan barang, kurang hati hati" kata Bayu kepada Mita.
Bayu pun pulang lebih dahulu, sedangkan Mita membantu menata bajuku, dan Zidan kedalam lemari, kasur Zidan ku taruh di atasnya kasur tipis jadi kasurnya double, tarus aku tutup dengan sprei motif bunga, lantai ku pel agar bersih, dalam kamar sudah bersih sekarang tinggal di depannya, kos ini lumayan lah, ada ranjang, lemari dan meja, televisi aku taruh di tembok ,saja nanti Zidan kalau Lihat tv, bisa sambil tiduran di kasur,
" Ayo tidur dulu Mit, capek ngantuk tadi aku bangun jam tiga" kataku
" Ayo mbak tapi ini tidak cukup buat bertiga, kita ambil kasur tipis ini buat tidur di bawah" kata Mita
" kami pun berusaha mengambil lagi kasur tersebut biar bisa buat tidur kami pun tidur, tapi sholat dhuhur dulu
Mita tidur di bawah, sedangkan aku tidur di ranjang sama Zidan, karena capek kami bertiga pun terlelap.
Kami bangun ada yang mengetuk pintu, dan Mita yang membukakan ternyata mas Pram
" kenapa kamu ke sini mas" tanya ku
" Dek kamu bawa kipas angin berapa" tanya mas pram, bawa dua ini aku pakai satu yang itu ada di depan kamu ambil buat istri sirimu" jawabku
" Dek aku lapar, kamu punya sedikit makanan" tanya dia lagi
" Itu sebelah sana ada warung nasi, kamu beli sendiri ya aku nggak masak" kataku
Mas Pram pun pergi ke warung yang aku tunjuk, mungkin istrinya lagi lapar biar saja lah dan Mita telephon Bayu minta di jemput.
Dia beli nasi di bungkus sepertinya dua bungkus, kemudian dia ambil kipas angin yang masih di depan kos dengan wajah cemberut.
" Kamu dan Zidan beli nasi sendiri, kan kamu sudah dapat uang penjualan perabot" kata mas Pram dengan sewot.
Aku dan Mita tersenyum melihat tingkah mas Pram, biar saja lah, aku memasang kompor di depan kamar, ada tempatnya, beserta tabung gas nya, besok kalau isinya habis, ku jual saja dan aku ganti saja yang warna melon, kan untuk masyarakat miskin.
" Aku bikin kopi dua cangkir untuk Mita dan aku, Zidan bermain di dalam kos sambil nonton TV, aku duduk di kursi panjang yang ada di sebelah kamar bersama Mita minum kopi sambil menunggu Bayu datang menjemput.
Bayu datang bawa makanan, ada pizza dan roti isi abon kesukakan Zidan, sama Bayu di berikan ke Zidan yang ada kamar, kemudian Bayu duduk di bangku panjang bersama Mita jadi aku buatkan kopi untuk Bayu.
" Bayu dapat berapa uang penjualan perabotan aku minta dong" kata mas Pram kepada Bayu.
" Belum laku mas, masih aku on line kan, tapi itu semua kan punya Mbak Erina" jawab Bayu
" Dek aku buatkan kopi juga dong" pinta mas Pram.
Aku pun membuat kopi untuk mas Pram " Jangan coba ambil uang hasil jual perabotan ya awas kamu sudah nggak kasih uang belanja" kata ku kepada mas Pram.
" Mas pinjam dek nanti, kalau mas punya uang mas kembalikan" jawab mas Pram.
" jangan di pinjam mas, kan mas sudah miskin, nanti itu buat semua kebutuhan ku dan Zidan sebelum aku dapat kerja" kata ku merendah.
Mita tertawa mendengar alasan ku, dia tahu sebenarnya aku nggak miskin, biarlah
" kamu mau kerja di mana mbak, nanti kalau mbak kerja titipkan Zidan padaku" kata Mita
" Ya lihat situasi, aku kan masih melamar pekerjaan" jawabku santai.
" kamu nggak usah kerja dek biar mas saja yang kerja" kata mas Pram.
" kamu punya istri dua, sekarang nafkah saja sudah tersendat, nggak usah naif, kami pernah kamu ajak kelaparan, setelah banyak uang kamu ajak orang lain makan di meja yang sama, makanya lebih baik aku mundur dan mau cari uang sendiri" kataku
" alah paling paling juga jadi cleaning service atau pembantu gitu saja sombong kamu bisa apa tanpa aku dek" kata Pram meremehkan ku
" ya bisa lah Alloh maha kaya dan menjamin rejeki umatnya apalagi yang di dzalimi" jawabku
" Mbak kamu nggak butuh kulkas buat disini, mungkin yang kecil, aku ada second sih tapi masih normal kok " tanya Bayu
" Boleh Bay besok antarkan saja kesini masih bisa di letakkan didekat meja, buat simpan makanan Zidan" jawabku
" Ok kalau gitu, aku dan Mita pulang dulu ya, Zidan om Bayu pulang dulu ya" kata Bayu
" Iya om terima kasih kirimannya enak banget " kata Zidan
Mas pram nyelonong masuk kamar dan dia minta makanan yang sedang di makan Zidan.
" Zidan bagi untuk ayah dong, ayah pingin nih" kata mas Pram
Zidan mengambil irisan kecil kemudian di kasihkan,
" Ini buat ayah, di makan sekarang, jangan di kasihkan bibi Dewi" jawab Zidan sarkas.
" Zidan kok pelit sih siapa yang mengajari?" tanya mas Pram.
" Kan ayah yang ngajari, ayah nggak pernah belikan makanan Zidan, sekali dibelikan malah ayah makan dengan bibi Dewi" jawab Zidan sarkas
Mas Pram melotot seperti akan marah " nggak usah marah kan anakmu jujur, masak nggak boleh" kata ku
" Mbak aku mau bikin susu di dapurmu ya, kan aku nggak punya kompor" kata Dewi.
" Makanya minta di beliin kompor sama suamimu, masak numpang di tetangga" jawabku
" Kamu bukan tetangga mbak, tapi kakak madu dan kamu kakak madu yang ketus" kata Dewi.
" ya iyalah, ketus kan aku nggak mau punya adek madu, apalagi adek madu yang alay dan suka mencuri" jawabku
" Zidan kamu makan apa bagi dong ke mama Dewi" kata Dewi nggak punya malu.
" nggak ah ini di belikan om Bayu jangan di minta, sana kembali ke kamarmu jangan di sini, kalau kamu maksa aku akan nangis" ancam Zidan.
" Sudah kan, bikin susunya, ayo kembali ke kamar jangan ganggu Zidan" kata mas Pram pada istrinya.
Mereka kembali ke kamarnya, aku masuk kamar dan makan pizza bersama Zidan, sore, Zidan ku suruh mandi aku juga mandi dan kos ini kamar mandi nya ada di luar, jadi kami mandi bergantian.
Selesai mandi kami sholat ashar Zidan pamit ke mushola bersama temannya, dia belajar ngaji katanya dan masih awal awal, karena Zidan ke mushola aku ikut saja sekalian nanti sholat jamaah di sana,
Selesai sholat magrib Zidan ngajak jalan jalan sehingga ku turuti dia dengan naik sepeda motor.
" Zidan kemana? jangan jajan terus nanti uang bunda mu habis" kata mas Pram
" Yah, bukan donatur dilarang ngatur, bundaku selalu banyak duwit" jawab Zidan asbun.
" Awas ya kalian, selalu saja mengoda dan bikin ayah marah " kata mas Pram menahan marah .
" Ih takut da da ayah,Zidan jalan dulu ya" kata Zidan melambikan tangan pada ayah nya.
Aku membonceng Zidan, Kami mampir ke pak RT dulu, dan di kasih foto kopi surat nikah siri mas Pram dan Dewi, ku simpan di dalam tasku yang selalu ku bawa kemana mana,
Aku melanjutkan perjalanan, katanya Zidan kenyang, dia nggak minta makan berat, dia hanya minta dimsum sama cilok dan es cream saja kemudian di bawa pulang.
" Pulang saja Bund besok Zidan sekolah" kata dia, ketika ku tanya mau apa lagi.Ya sudah, motorku pun ku arahkan ke kos, sampai di kos, mas Pram sama Dewi duduk di kursi panjang sambil minum kopi dan berbincang dengan penghuni lain.
Aku cuek saja yang di sapa Zidan, sebentar kemudian aku masuk kamar dan Zidan ikut masuk kamar.
" Ada apa Zidan" tanyaku
" Bunda tutup dan kunci pintunya takut bibi Dewi minta" kata Zidan
Pizza sama roti abon masih ada, kata Zidan buat besok sarapan, sekarang makan cilok sama dimsum, kami pun makan berdua.
Bersambung
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut