NovelToon NovelToon
Memilih Terbawa Arus

Memilih Terbawa Arus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Mengubah Takdir
Popularitas:414
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Selama tujuh malam, dia memimpikan hal buruk tentang pria yang selama ini dicintainya. Ketika hari lamaran tiba, dia memilih membatalkan perjodohan dan menjadikan Arus, pria berandal yang dibenci warga desa, sebagai alasannya.

Namun, semakin dekat dengan Arus, semakin dia menyadari bahwa pria itu tidak seperti yang orang-orang katakan. Di balik luka dan reputasinya, tersimpan kehidupan yang tak pernah dia bayangkan.

Awalnya hanya pelarian. Tapi bagaimana jika arus yang dia ikuti justru membawanya menemukan cinta yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Aaaa....

Teriakan ini membuat arus terbangun, ia menoleh ke samping melihat Alya yang masih mendekapnya.

Saat melihat arus membuka mata, Alya langsung melepaskan sembari sedikit mundur.

"apa yang kakak lakuin.... Kenapa bisa Deket banget.."

arus melihat tempat tidurnya, Alya juga mengikuti arah tatapan arus.

Terlihat arus yang masih tidur di tempat awal ia terbaring, namun berbeda dengan Alya yang sudah bergeser cukup jauh sampai memeluk arus.

"sama aja, pasti ada yang aneh. Ini pasti gara gara mandi air panas tadi malam makanya waktu tidur aku kedinginan, jadi aku tiba tiba memeluk kakak"

arus bingung dengan pemikiran istrinya ini, namun apalah daya, arus yang irit berbicara mana bisa menyaingi Alya dalam berdebat.

Setelah cukup mengomel, Alya mengambil berlari ke kamar mandi.

Sedangkan arus hanya duduk di atas kasurnya sambil bermain ponsel.

"tuan, ada kabar baru tentang nona muda putri..." pesan dari seseorang.

Membaca pesan itu arus langsung membalas.

"kabar...? Menyangkut Alya...?"

"tak menyangkut secara langsung, tapi nona putri tiba tiba mengadakan acara amal di yayasan orang tua anda, aku merasa ini ada sangkut pautnya dengan kasus belakangan ini.. Apa aku perlu menghentikan mereka...?"

"tidak... Terus Awasi saja.."

mendengar suara pintu kamar mandi, arus menutup ponselnya.

Ia melihat Alya yang terlihat sedikit pucat.

"kenapa...?" tanya arus.

"kak, apa gak ada WC jongkok... Aku gak bisa buang hajat di tempat kayak gini."

"gak ada, kamu harus biasa. Katanya mau ikut bepergian bersamaku.

"tapi kak, apa gak bisa cari tempat nginep yang ada WC jongkoknya."

arus menggeleng, ia lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Saat keluar arus kasihan juga melihat wajah Alya yang di tekuk.

Akhirnya mereka pulang saat itu, yang awalnya akan menginap 3 hari akhirnya mereka hanya menginap 1 malam.

mobil arus akhirnya berhenti di rumah orang tuanya.

"loh kenapa cepet banget, bukannya mau bulan madu 3 hari" tanya Juita.

namun Juita malah menatap bingung ke arah Alya yang tiba tiba berlari.

"rus, ada apa sama mantu mama."

"perutnya sakit" jawab arus sambil berjalan naik ke lantai dua.

"kamu apain mantu mama." ucap Juita sedikit berteriak.

Namun arus tak menjawab, ia hanya berjalan ke kamarnya.

Sedangkan Alya yang terburu buru sampai ia tak sengaja menapak ke tempat yang salah.

"aduh...." ungkapnya sambil memegang kaki.

namun karena sudah tak tahan lagi dengan apa yang harus di buang. Alya tak terlalu lama kesakitan, ia lebih memilih tetap masuk ke kamar mandi.

di luar Juita dan Lia menunggu dengan panik...

"aduh, arus gimana si... Masak baru nikah satu hari udah buat istrinya kayak gini" gumam Juita.

"udah ma, jangan panik. Semua sudah terjadi" Lia mencoba menenangkan ibu mertuanya itu.

setelah menunggu hampir lima belas menit akhirnya yang di tunggu keluar juga.

Saat melihat Alya yang tepincang, Juita dan Lia semakin yakin dengan apa yang mereka pikirkan.

sedangkan sang pelaku malah bingung di hampiri sang mertua, dan sang kakak sepupu yang kini telah merangkap menjadi kakak iparnya itu.

"nak, apa sudah baikan...?" tanya Juita.

Alya yang mendengar ini hanya mengangguk, karena kini ia memang sudah merasa lega.

"anak itu, bener bener gak tau batasan. Tau istrinya baru pertama kali, malah hak mikir lagi. apa dia gak tau hal kasar di malam pertama bisa buat trauma."

"malam pertama...? Malam pertama apa...?" bingung Alya.

"udah nak, kamu sekarang berendam 30 menit makek air hangat. Itu bisa meredakan pegel pegel sama nyerinya" saran Juita.

Di sini Alya baru mengerti apa maksud sang mertua.

"tapi ma..."

"udah dek, dengerin kata mama. Walau kakak gak Sampek kayak kamu tapi percaya aja ini normal" saran Lia.

"tapi kak...." protes Alya.

namun ia tak bisa apa apa karena ia sudah di dorong pergi oleh Lia.

alhasil Alya hanya bisa berjalan ke kamarnya dengan rasa malu.

Sampai di dalam entah mengapa setelah mengingat kejadian tadi, membuatnya merasa kesal saat melihat arus.

" kak, tadi kakak ngomong apa sama mama" tanya Alya.

"ngomong apa...? Aku gak ngomong apa apa...?"

"tentang aku...!"

"tadi aku cuma ngomong kalau perut kamu sakit.. Emang salah..?"

"kakak gak bilang kalok aku mau buang hajat..."

"buat apa...?"

dengan entengnya satu bantal langsung melayang ke arah arus.

"kenapa..?" bingung arus yang tak tau kenapa istrinya tiba tiba marah.

"gak tau..." jawab Alya berdiri dan mengambil beberapa pakaian hendak mandi.

"kakimu kenapa ly.." tanya arus melihat Alya yang terpincang.

"gak tau..." lagi dan lagi ini yang menjadi jawaban Alya.

"Dia kenapa...?" bingung arus.

Karena tak bisa mengerti pemikiran sang istri, arus memilih mengambil ponsel, ia menulis pesan ke salah satu temannya.

"Jun, kau pernah punya istri kan..."

"ia bos, walau sudah pisah tapi terhitung pernah punya." jawab rekannya lewat pesan.

"kau tau gak kenapa istri tiba tiba marah itu kenapa"

"aduh bos, kami bercerai sebelum aku bertobat. Jadi aku kurang tau perasaan istriku, tapi mungkin dia lagi ada tamu bos."

"ada tamu..." bingung arus.

"itu loh bos, maksudku datang bulan. Biasanya cewek kalok lagi datang bulan akan ada nyeri di bagian privasi-nya jadi emosinya gak stabil"

"terus cara biar enakkan gimana..?"

"aku gak tau bos, coba tanya ke google."

arus benar benar mencari saran di google, arus langsung pergi ke dapur yang memang dia sediakan di balkon kamarnya.

Ia membuat air jahe hangat, sekaligus menyiapkan kompres untuk Alya.

Bahkan setelah itu, arus mengambil jaketnya dan pergi ke minimarket.

Sedangkan Alya bingung saat ke luar kamar mandi, ia sudah tak melihat suaminya.

"kemana dia" bingung Alya.

Saat akan duduk, ia melihat gelas yang ada di tempat riasnya.

"wedang jahe...? Apa arus sering minum ini...? Tapi kenapa di taruh di sini..." bingung Alya.

Tak lama arus masuk sambil membawa keresek hitam.

"udah di minum" tanya arus.

"ini untuk aku....?"

arus mengangguk...

"kata temanku, itu bisa ngeredain nyeri. Sama tadi aku beli ini"

arus menyodorkan plastik yang ia pegang.

"ini apa" tanya Alya.

Walau begitu Alya tetap membukanya, saat melihat isi di dalam plastik itu, rasanya Alya ingin tertawa.

Bukan karena kresek atau roti sobek yang ada di dalam.

Tapi dia langsung membayangkan ekspresi kasir saat arus yang terkesan dingin membeli benda ini.

"ada apa....? Apa ini salah" tanya arus.

Walau ia sedang tak datang bulan, tapi Alya tetap menerima pemberian arus ini. Bahkan dia senang bisa menerima perhatian sang suami.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!