NovelToon NovelToon
Obsesi Gila Grayson

Obsesi Gila Grayson

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Jumarlin

Aurelia Calista seorang remaja anak satu-satunya dari keluarga sederhana Bayu dan Lila. Walaupun mereka hidup sederhana tapi Aurelia tidak kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Berbeda dengan pria bernama Grayson Balindra seorang anak broken home yang ditinggal bercerai oleh orang tuanya sehingga pemuda itu tidak mendapatkan peran apapun baru saja pindah ke sekolah aurelia. Pertemuan pertamanya dengan gadis itu membuat Grayson tertarik dan terobsesi. Dari situlah hidup Aurelia yang biasa tenang seketika berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya, yuk baca. Obsesi gila Grayson.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumarlin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Malam itu, beberapa jam sebelum suara dering telepon dari rumah sakit menghancurkan ketenangan Aurelia, suasana di dalam sebuah ruang kerja privat di lantai atas sebuah gedung penthouse mewah terasa begitu sunyi dan dingin.

Di hadapan meja kerja kayu mahoni berukuran besar, Grayson Balindra duduk bersandar dengan tenang di kursi kerjanya. Lampu meja berwarna tembaga memantulkan cahaya redup ke atas permukaannya, menyinari tumpukan dokumen rahasia dan foto-foto polaroid yang berserakan. Foto-foto itu bukanlah dokumen perusahaan atau catatan investasi bodong; semuanya memuat satu objek yang sama: Aurelia Calista. Ada foto Aurelia saat berjalan keluar gerbang sekolah bersama Aluna, foto gadis itu tersenyum malu-malu di dekat kedai es krim bersama Galang, hingga foto saat Aurelia turun dari sepedanya di depan rumah sederhana di Blok C.

Jari telunjuk Grayson mengetuk-ngetuk permukaan meja secara berirama. Irama lambat yang menandakan bahwa sebuah roda rencana jahat sedang berputar di dalam kepala pemuda itu.

Pintu ruang kerja itu terbuka perlahan, menampilkan sosok Satya—salah satu orang kepercayaan sekaligus tangan kanan Grayson di sekolah—yang melangkah masuk dengan gestur hormat namun kaku. Satya membawa sebuah map tebal berwarna hitam di tangannya.

"Semua informasi yang lu minta sudah lengkap, Gray," ujar Satya sambil meletakkan map hitam tersebut tepat di hadapan Grayson. "Data keuangan keluarga Aurelia, jadwal kegiatan sehari-hari ayahnya, rute perjalanan rutin... semuanya ada di dalam sini."

Grayson tidak langsung membuka map tersebut. Manik mata amber-nya menatap lurus ke arah Satya dengan sorot yang begitu tajam, dingin, dan kosong dari rasa kemanusiaan.

"Bagaimana dengan detail mobilitas ayahnya?" tanya Grayson dengan suara beratnya yang rendah.

Satya sedikit menelan ludah sebelum menjawab. "Tuan Bayu selalu menggunakan mobil sedan kantornya setiap hari kerja. Jam keberangkatannya dari rumah selalu konsisten pukul enam sore untuk shift malam atau pulang lembur melewati jalur jalan raya lingkar timur yang agak sepi di dekat simpang empat industrial. Jalur itu minim kamera pengawas dan jarang dipatroli setelah jam magrib."

Sudut bibir Grayson perlahan terangkat, membentuk sebuah seringai tipis yang mengerikan. Senyuman seorang dalang keji yang melihat seluruh bidak catur di atas papan berada tepat di tempat yang ia inginkan.

"Bagus," ucap Grayson dingin. Ia membuka map tersebut, memandangi selembar kertas yang berisi profil singkat tentang Bayu—kepala keluarga yang hangat, seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya, dan pilar utama yang menjaga Aurelia tetap merasa aman di dunianya.

Bagi orang lain, Bayu adalah sosok ayah yang baik. Namun bagi Grayson, pria paruh baya itu adalah sebuah dinding tebal yang menghalangi obsesinya untuk memiliki Aurelia seutuhnya. Selama Aurelia masih memiliki sandaran keluarga yang utuh, gadis itu akan selalu memiliki tempat untuk lari, selalu memiliki keberanian untuk menolak, dan tidak akan pernah sepenuhnya tunduk pada takdir yang Grayson rancang untuknya.

Cinta saja tidak cukup untuk meruntuhkan kepalanya, batin Grayson kelam. Dia butuh kehilangan pijakan. Dia butuh dunia di sekelilingnya runtuh, hingga yang tersisa di matanya hanya ada aku.

"Apa lu yakin mau pakai cara ini, Gray?" tanya Satya ragu-ragu, mencoba menyuarakan sisa nuraninya. "Maksud gua... mencelakakan orang tua secara langsung itu risiko besar. Kalau sampai polisi atau anak buah ketua OSIS itu curiga—"

Grayson mengangkat tangan kanannya, memotong ucapan Satya secara mutlak. Suhu di dalam ruangan kerja itu mendadak terasa turun beberapa derajat.

"Siapa yang bilang kita yang akan turun tangan langsung?" potong Grayson tajam, menatap Satya dengan sorot mata yang membuat pemuda di depannya itu merinding seketika. "Di dunia ini, uang bisa membeli apa saja, Satya. Termasuk kecerobohan seseorang di jalan raya."

Satya tertegun. "Maksud lu...?"

"Gua udah atur semuanya sejak tiga hari lalu," jelas Grayson tenang, seolah ia sedang membicarakan rencana liburan akhir pekan, bukan rencana pembunuhan berencana terhadap ayah seorang gadis. "Ada seseorang di perusahaan logistik tempat Tuan Bayu bekerja—seseorang yang punya banyak utang judi dan berada di bawah kendali finansial gua. Malam ini, tepat pukul enam lewat lima belas menit, truk kargo milik perusahaan itu akan mengalami 'rem blong' di persimpangan jalan lingkar timur. Dan mobil kantor Tuan Bayu... akan berada tepat di jalur lintasan yang pas."

Mendengar penjelasan itu, Satya merasakan punggungnya dibasahi keringat dingin. Rencana itu begitu rapi, terstruktur, dingin, dan sama sekali tidak menyisakan ruang bagi kebetulan. Grayson tidak hanya menunggu takdir mempertemukan mereka; pemuda itu dengan sengaja memutarbalikkan takdir dan menumpas siapa saja yang berdiri di jalurnya.

"Lu... lu benar-benar sudah gila, Gray..." bisik Satya ngeri. "Kalau Aurelia sampai tahu kalau lu dalang di balik kecelakaan ayahnya... dia nggak akan pernah bisa maafin lu seumur hidupnya."

Mendengar kata-kata itu, tawa rendah yang renyah namun terdengar begitu kelam meluncur dari bibir Grayson. Pemuda itu menyandarkan punggungnya kembali ke kursi, menikmati ketakutan yang terpancar di wajah Satya.

"Dia tidak perlu tahu, Satya," ucap Grayson mutlak, manik mata amber-nya menyala dalam keremangan ruangan. "Yang dia tahu nanti bukanlah siapa yang membuat ayahnya celaka. Yang akan ada di dalam kepalanya hanyalah fakta bahwa ketika dunianya hancur, ketika keluarganya sekarat di atas lantai rumah sakit tanpa ada satu pun orang yang peduli... akulah satu-satunya malaikat penyelamat yang datang membawa pertolongan."

Grayson menutup map hitam itu dengan gerakan lambat. Ia bangkit dari kursi kerjanya, merapikan jas hitamnya, lalu berjalan menuju jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota di malam hari dari ketinggian.

"Ketakutan, keputusasaan, dan rasa berhutang budi adalah perekat terbaik di dunia ini," lanjut Grayson lirih, menatap pantulan bayangannya sendiri di kaca jendela. "Begitu dia menerima bantuanku dan masuk ke dalam kurunganku, tidak akan ada lagi jalan keluar untuknya. Aurelia akan menjadi milikku... selamanya."

Kembali ke masa sekarang, di bawah cahaya lampu putih koridor Rumah Sakit Medika Utama yang berbau disinfektan.

Aurelia duduk bersimpuh di samping ranjang dorong ayahnya yang baru saja keluar dari ruang operasi. Wajah Bayu tampak pucat tertutup masker oksigen, namun monitor detak jantung di samping ranjang berbunyi secara stabil—menandakan bahwa nyawa sang ayah berhasil diselamatkan dari ambang kematian.

Di ujung koridor, berdiri sosok Grayson Balindra. Pemuda itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel hitamnya, memperhatikan Aurelia dari kejauhan dengan sepasang bola mata amber yang memantulkan kemenangan mutlak.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu bahwa pria paruh baya yang kini bernapas selamat di atas ranjang rumah sakit itu hampir kehilangan nyawanya bukan karena kecelakaan biasa, melainkan karena harga dari obsesi gelap seorang pemuda yang berdiri di sana mengawasinya.

Aurelia, yang menggenggam erat tangan ayahnya yang dingin dengan air mata kelegaan di pipinya, sama sekali tidak menyadari bahwa malaikat penyelamat yang baru saja ia agung-agungkan dalam doanya... adalah iblis sejati yang sengaja meremukkan sayap ayahnya agar gadis itu tidak bisa terbang ke mana-mana lagi selain ke dalam pelukannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!