NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Tepuk tangan pelan memecah keheningan yang menyelimuti arena, berasal dari kursi tertinggi tempat Kaisar Dirgantara duduk sedari tadi. Ia bangkit perlahan, melangkah turun dari podiumnya dengan langkah santai, seolah tidak terpengaruh sedikit pun dengan hasil pertarungan yang baru saja disaksikannya, meski matanya menyimpan sesuatu yang jauh lebih tajam dari sekadar kekaguman.

"Tidak buruk," ucapnya, tepuk tangannya berhenti tepat di depan Juna yang masih berdiri terengah-engah di tengah arena. "Aku sudah lama nggak lihat orang bisa bikin Ben tumbang kayak gitu. Bahkan anak buahku sendiri yang badannya dua kali lipat dari dirimu, nggak ada yang pernah berani coba-coba sampe sejauh ini."

Juna tidak menjawab, hanya menatapnya dengan tatapan waspada, tubuhnya masih siaga meski setiap ototnya berteriak minta istirahat. Ia bisa merasakan darah mengalir pelan dari sudut bibirnya, menetes ke lantai berpasir yang sudah kotor oleh keringat dan debu pertarungan.

"Sebagai raja di sini," Kaisar Dirgantara melanjutkan, suaranya kini lebih tenang, hampir terdengar seperti ucapan resmi yang sudah ia siapkan sebelumnya, "Gue bebasin kalian berdua. Tapi cuma buat hari ini."

Ia berbalik, melambaikan tangannya ke arah dua orang yang masih mencengkeram Gery di pinggir arena. Cengkeraman itu terlepas seketika, dan Gery hampir terjatuh sebelum berhasil menahan dirinya sendiri dengan kedua tangan bertumpu di lantai.

"Jangan seneng dulu," Kaisar Dirgantara menoleh sekilas, seringai tipis terukir di sudut bibirnya sebelum ia benar-benar berbalik pergi menuju tirai gelap tempat ia muncul tadi. "Permainan baru aja dimulai, Blacky."

Tribun mulai kembali riuh setelah kepergian sang raja, meski nadanya kini terasa berbeda, campuran antara bisik-bisik terkejut dan sisa-sisa sorakan yang mulai mereda satu per satu.

Gery segera berlari mendekat begitu langkah Kaisar Dirgantara menghilang di balik tirai, wajahnya masih basah oleh air mata yang belum sepenuhnya kering.

"Juna! Kamu nggak apa-apa?" Gery menopang lengan Juna yang sempoyongan, matanya penuh kekhawatiran memeriksa setiap luka di wajah dan tubuh sahabatnya itu, jarinya bergetar saat menyentuh memar besar di pipi Juna.

"Aku baik-baik aja," Juna menjawab pelan, meski suaranya sendiri terdengar serak dan lelah. Ia tersenyum tipis ke arah Gery, sebuah senyuman kecil yang menyiratkan rasa lega karena sahabatnya itu akhirnya aman.

"Yeay, akhirnya si mas pacar berhasil menyelamatkan kekasihnya!" sebuah suara meledek dari tribun, disambut gelak tawa serempak dari puluhan anak berjaket hitam yang masih duduk menonton.

"Cieee, so sweet banget," yang lain menambahkan, membuat tawa semakin membahana memenuhi ruangan bawah tanah itu.

"Udah nyium belom tuh, biar makin greget," suara lain menimpali, disambut siulan-siulan iseng yang menggema di seluruh tribun.

Juna hanya mendengus pelan, terlalu lelah untuk membalas ejekan itu dengan kata-kata tajam seperti biasanya. Ia membiarkan Gery menopang sebagian berat tubuhnya, melangkah pelan menuju pintu keluar yang kini sudah terbuka, dibiarkan begitu saja oleh dua penjaga yang tadi mengunci mereka di dalam.

'Menang tetap aja dihina,' batinnya, sudut bibirnya yang berdarah sedikit terangkat membentuk seringai getir. 'Sekolah macam apa ini sebenarnya.'

Mereka berjalan menyusuri lorong bawah tanah yang gelap dengan langkah pelan, Juna bersandar sepenuhnya pada bahu Gery yang berusaha sekuat tenaga menopang tubuhnya yang jauh lebih besar. Setiap langkah terasa berat, namun ada kelegaan yang mengalir di antara keduanya, sebuah kelegaan yang tidak perlu diucapkan lewat kata-kata.

"Maafin aku," Gery akhirnya bersuara lagi setelah beberapa saat diam, suaranya masih sedikit bergetar. "Kalau bukan karena aku, kamu nggak bakal sampai babak belur kayak gini."

"Udah aku bilang," Juna menjawab tanpa menoleh, "yang salah bukan kamu. Yang salah itu orang-orang yang seenaknya ngancem kamu."

Gery terdiam, namun genggamannya pada lengan Juna terasa sedikit lebih erat, seolah kata-kata sederhana itu cukup untuk meringankan sebagian beban yang ia pikul sejak tadi.

Mereka akhirnya keluar dari mulut saluran bawah tanah, disambut udara malam yang dingin dan segar, jauh berbeda dari udara pengap arena bawah tanah yang baru saja mereka tinggalkan. Bintang-bintang bertaburan di langit gelap, seolah dunia di atas sana tidak pernah tahu apa yang baru saja terjadi di bawah kaki mereka.

'Ini baru permulaan,' batin Juna, menatap langit malam dengan mata setengah terpejam menahan rasa sakit. 'Kalau Kaisar Dirgantara pikir ini sudah selesai, dia salah besar. Aku nggak akan biarin dia atau siapa pun di sekolah ini seenaknya lagi.'

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!