NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Billa Hamkah

Reyhan Ilham, cowok 19 tahun yang sekarang sedang sibuk bekerja menjadi pramuniaga minimarket, suka nongkrong di bengkel teman karena hobi mekanik, sayangnya gak lanjut kuliah karena tidak ada uang.

Suatu hari pergi liburan ke Bandung ke rumah temannya, tapi saat datang dengan status bujang tapi saat pulang malah berstatus menikah. Kok, bisa? Rey saja tidak mengerti kenapa? Kehidupan dia saja sebelumnya sudah pas-pasan, eh ditambah sekarang harus memberi makan satu orang lagi, semakin kekurangan uang dia.

Bagaimana sih, rasanya menjadi Reyhan, tiba-tiba mempunyai seorang istri saat masih muda dan melarat? Apakah pernikahan dia akan langgeng atau berhenti di tengah ja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billa Hamkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamanya

**

"Mau langsung pulang?"

"Eh?" Ayana menoleh ke belakang, dimana di sana ada Bagas yang tersenyum manis seperti biasanya. "Iya, Kak."

Beberapa waktu lalu, Bagas menyuruh Ayana untuk memanggilnya kakak saja, katanya dia bukan orang Jawa jadi merasa  kurang nyaman saat dipanggil mas, seperti sudah tua saja. Ayana setuju saja, yang penting tidak langsung pakai nama karena memang itu tidak sopan.

"Gak mau ikut makan-makan dulu sama anak-anak shift 1? Biasanya setelah gajian mereka suka makan-makan." Bagas sudah menyamai langkah Ayana.

Ayana menggeleng. "Enggak , aku mau traktir seseorang."

"Pacar?" tanya Bagas yang langsung diangguki Ayana, dia juga tahu bahwa Ayana itu merantau, jauh dari keluarga. Siapa lagi jika bukan pacar, bukan?

"Aku juga mau traktir Kak Bagas, tapi besok, tentuin mau makan di mana, tapi jangan tempat yang mahal-mahal." Ayana tersenyum tak enak. "Sebagai ungkapan terimakasih karena selama ini udah mau bantuin aku."

"Aku gak bantuin apa-apa." Bagas mengacak rambut Ayana. "Ok, ditunggu besok traktirannya. Aku duluan yah, bentar lagi ada kelas, mau langsung ke kampus."

Ayana mengangguk, melihat Bagas yang sudah setengah berlari menuju parkiran ke arah motornya. Dia tersenyum, sangat merasa iri melihat Bagas berkuliah. Entah kapan, tapi dia juga mau berkuliah suatu hari nanti setelah uangnya terkumpul.

Ayana menggeleng, hari ini dia tidak mau sedih. Dia mau bahagia karena hari ini gajian. Gaji pertamanya seumur hidup. Dia sudah tidak sabar bertemu Reyhan yang katanya sudah perjalanan akan ke sini, dia mau mentraktir lelaki itu makanan enak.

Langkahnya terasa ringan menjauh dari cafe. Ini rasanya bisa mempunyai uang hasil keringat sendiri.

"Ayana."

Deg

Sekujur tubuh Ayana rasanya merinding, tiba-tiba dia merasa takut. Suara itu mirip seseorang yang selama ini dia takuti, seseorang yang memberikan rasa trauma bertahun-tahun dan seseorang yang selalu berusaha akan melecehkan. Iya, lelaki pada hari kejadian dimana dia bisa menikah dengan Reyhan.

"Kamu beneran Ayana? Akhirnya, ketemu juga."

Langkah lelaki itu semakin mendekat, belum sempat Ayana berlari tapi tangannya sudah dipegang duluan.

"Lepas," lirih Ayana, entah kenapa suaranya bergetar. Dia semakin berusaha melepaskan tangannya.

"Sombong sekali Ayana, kamu gak mau nyapa saudaramu ini," ujar lelaki itu yang semakin mengeratkan pegangan tangannya ke Ayana.

"Saudara?" tanya Ayana untuk pertama kalinya berani melihat wajah orang itu lagi, walau dia masih takut. "Mana ada saudara yang mau melecehkan saudaranya sendiri. Lepas!"

Dia malah tertawa. "Lecehkan apaan sih, gak usah berlebihan. Cuman mau mengajak senang-senang aja."

Dengan sekuat tenaga, Ayana masih berusaha melepaskan tangannya tapi tetap tidak bisa. Dia melirik sekitar, di sini lumayan sepi. Saat ini, dia sedang berada di pinggir taman, dia berniat berjalan santai sambil menunggu Reyhan tapi malah bertemu lelaki ini.

Seharusnya, tadi dia menunggu di depan cafe saja!

Lelaki ini kenapa bisa ada di sini? Kenapa paman tidak pernah memberitahunya jika dia ada di sini? Kenapa paman yang baik bisa mempunyai anak yang seperti setan seperti ini?

"Sekarang, udah gak perawan, kan? Sayang banget sebenernya aku gak bisa jadi nyicipin pertama, tapi gak papa deh nyicipin sekarang juga!" Lelaki itu berkata dengan wajah penuh nafsunya.

Cuihhhh

Akhirnya, Alana meludahi lelaki itu. Dia sungguh merasa jijik melihat wajahnya dan bahkan sudah merasa jijik kepada dirinya sendiri. Tubuhnya masih gemetar, bayang-bayang semua kejadian masa lalu makin terbayang. Dia pikir sudah sembuh, tapi ternyata selama ini hanya belum ada penyebab kambuhnya saja. Padahal, dia sudah merasa benar-benar sudah lepas dari trauma saat Reyhan yang berkali-kali menciumnya, tapi dia tidak pernah merasa takut dan jijik. Ternyata trauma dia hanya untuk satu orang itu saja.

"Cewek jalang!" Tangan Ayana kembali digenggam kencang. "Setidaknya, tahu diri! Bertahun-tahun keluargaku kasih kamu makan dan tempat tinggal. Setidaknya, kamu bisa bayar dengan tubuhmu semua utang itu!"

"Lepas!" Ayana melihat sekitar, kenapa sepi? "Aku emang akan bayar hutang jasa sama keluarga paman, bukan kamu. Kewajibanku bayar ke paman, bukan kamu!"

"Sama aja, aku anaknya!"

Lelaki itu menyeringai, satu tangannya meraih dagu Ayana, memperhatikan wajahnya. "Masih cantik dan menggoda."

"Brengsek!" Ayana sudah menangis. "Lepas!"

"Kangen juga lihat kamu nangis gini, jadi makin bersemangat. Ayo kita ke kosan aku!"

Gila! Dia lelaki gila! Psikopat!

"Awas woi, remnya blong!"

Suara teriakan seseorang yang Ayana kenal bersama dengan suara motornya yang tidak asing, membuat dua orang itu melihat ke arahnya. Di sana ada Reyhan yang seperti akan mengendara motor ke arah mereka.

"Minggir, remnya blong!" teriak Reyhan lagi yang entah kenapa membuat Ayana merasa lega melihat lelaki itu.

Lelaki yang mencekal tangan Ayana  terkejut, dia bergeser sembari masih menarik Ayana karena takut tertabrak. Anehnya, Reyhan malah mengikuti pergerakan lelaki itu seperti sengaja.

"Woi, berhenti!" teriak lelaki itu panik, tanpa sadar tangan Ayana terlepas.

"Gak bisa, ini remnya blong!" teriak Reyhan lagi yang semakin mendekat ke arah lelaki itu.

"Rey, awas!" Tiba-tiba, Ayana menjadi merasa panik saat jarak kedua lelaki itu semakin dekat.

"Woi!"

"Awas!"

"Rey!"

Ckittttt

Suara motor yang mengerem, tepat di depan lelaki itu hanya berjarak sejengkal. Lelaki itu panik jatuh terduduk, Ayana juga panik tapi anehnya Reyhan malah terkekeh.

"Eh, tiba-tiba ada remnya," ujar Reyhan cengengesan. Bisa-bisanya, setelah membuat jantung orang akan copot dia bersikap seperti itu.

"Kalau bawa motor pakai mata! Hampir  aja aku celaka!" teriak lelaki itu terlihat syok berat.

Reyhan melihat kebawah, terlihat terkejut melihat seseorang yang sudah jatuh terduduk di depannya. Lelaki itu mengangguk seolah baru tahu. "Oh ... ada orang toh, aku kira gak ada orang."

"Heh ... kamu--"

"Ay, kamu gak papa?" Reyhan bertanya khawatir, raut wajahnya berubah seketika dari saat berbicara dengan lelaki itu.

"Gak papa, kamu gak nabrak aku kok."

Reyhan menggeleng. "Bukan itu. Aku emang tadi sengaja menghindari nabrak manusia, selain manusia aku tabrak soalnya."

Ayana terkekeh, dia mulai paham maksud Reyhan. "Sekarang, gak papa. Untung kamu datang."

"Tadi berarti kenapa-kenapa?" tanya Reyhan yang langsung diangguki Ayana, dia menatap tajam lelaki yang masih terduduk. "Hei ... sialan! Sekali lagi lo berani sentuh istri gue, ini ban motor bakal ngelindes badan lo!"

Awalnya terlihat bingung, kemudian lelaki itu tertawa. Dia berdiri, menatap remeh Reyhan. "Aku saudaranya, kamu itu cuma suami karena kepergok aja."

Reyhan mengangguk-angguk seolah paham, tersenyum sinis. "Saudara yang mau melecehkan saudaranya sendiri. Lo lupa tonjokan gue waktu itu? Mau gue tonjok lagi sampai gak bisa bangun?"

"Rey udah!" Ayana menahan Reyhan yang akan turun dari motornya, ini pertama kalinya dia melihat Reyhan semarah ini.

"Dasar cewek murahan. Dikasih suami apa aja mau. Barang murahan, mudah disentuh siapa saja."

Ayana marah, melihat lelaki itu yang tersenyum meremehkan. Tapi kalau dia marah, siapa yang akan menahan Reyhan yang sekarang terlihat semakin emosi. Dia tidak mau terjadi apa-apa dengan Reyhan.

"Sialan, Anj*ng! Seharusnya, waktu itu gue bunuh lo! Sini lo, bangsat!"

"Rey!" Ayana sekuat tenaga menahan Reyhan yang akan maju untuk menghajar.

"Lepas, Ay! Anj*ng ini udah ngomong kurang ajar! Gue mau hajar!"

"Gak usah diladenin. Omongan Anj*ng buat apa diladenin. Kita cukup meladeni omongan manusia."

Lama-lama, Reyhan terlihat makin tenang. Kemudian lelaki itu tertawa. "Iya juga, yah. Hei bangsat! Sekali lagi gue lihat lo deketin Ayana, mati lo!"

"Udah Rey, yuk jalan!" Ayana menepuk pundak Reyhan, kemudian naik ke boncengannya. "Kita makan enak, aku gajian."

Reyhan menarik napas berulang, berusaha meredakan amarahnya. "Ya udah, ayo! Bangsat, ini peringatan satu-satunya dan terakhir!"

"Awas kamu, yah! Saya akan balas!" teriak lelaki itu menantang.

"Lo--!"

"Rey, udah yuk!" Ayana kembali menahan Reyhan yang akan bangun  dari motornya. Emosi lelaki ini on off sekali.

"Ya udah!"

Reyhan menjalankan motornya, sebelum benar-benar menjauh dia memberikan jari tengah ke arah lelaki itu.

Setelah menjauh, akhirnya Ayana bisa  menghela napas lega. Tadi rasanya sangat takut karena lelaki itu adalah trauma dari kecil yang sangat ingin dia lupakan.

Ayana memeluk Reyhan, entah kenapa kehadiran cowok ini membuatnya merasa aman seolah sekarang dia tidak selalu sendiri karena sekarang ada seseorang disisinya.

Dulu, dunia berasa tak adil. Semua orang meninggalkan dia, pergi tanpa membawa dia. Apakah Reyhan juga akan termasuk dalam seseorang yang suatu saat nanti juga akan pergi? Entahlah, Ayana hanya sedang berusaha menikmati momen ini.

"Rey?" teriak Ayana seperti biasa.

"Apa?"

"Makasih, yah."

"Buat?"

"Semuanya. Kamu udah nolong aku yang kedua kalinya dari cowok tadi."

Ayana mengeratkan pelukannya, kemudian dia merasakan tangannya digenggam. Dia tersenyum, semakin merasa aman.

"Aku akan selalu melindungi kamu, selalu."

"Kamu gak akan pergi?"

"Kemana?"

"Kemana aja. Suatu hari nanti, mungkin."

Reyhan terlihat menghela napas. "Gak akan, selamanya sama kamu."

Deg

Selamanya?

##

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!