NovelToon NovelToon
TEMPTATION

TEMPTATION

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:179.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Peony

Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.

Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.

Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.

Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.

Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.

Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.

Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?

Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAGI HARI DI KAMAR HOTEL

Pagi itu Agnetha membuka matanya bangun dari tidur malam nya yang sangat lelap, ia melihat pada sisi ranjangnya. Evander belum terjaga, saat tidur Evander terlihat seperti bayi yang tidak mengenal amarah maupun kata – kata dan tindakan kasar. Pria itu terlihat sangat manis meringkukkan tubuhnya diatas tempat tidur yang nyaman disebelah Agnetha.

Agnetha memandang lurus wajah tampan Evander, ia akan merasa sangat senang jika Evander setenang ini setiap waktu. Mungkin ia bisa jatuh cinta pada Evander jika laki – laki itu tidak pemarah dan tidak kasar terhadapnya.

Tangan Agnetha hampir menyentuh puncak kepala Evander, saat sadar akan kelakuannya baru saja Agnetha segera menarik tangannya dan beranjak dari tempat tidurnya berlari ke kamar mandi. Ia segera membersihkan dirinya dan bersiap – siap kembali pulang ke kediaman Evander.

Perempuan cantik itu masuk kedalam kamar mandi dan terlupa mengunci pintunya, ia sudah menanggalkan seluruh pakaiannya dan menyalakan shower. Air hangat mengucur deras dari pancuran membasahi seluruh tubuhnya mulai dari ujung kepalanya hinga jemari kakinya.

Klik!

Tanpa mengetuk pintu Evander mendorong dengan keras pintu kamar mandi, membuat Agnetha terkaget dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai agar Evander tidak melihat tubuh putihnya yang tidak mengenakan selembar kain pun.

“ Evander! “ Agnetha berteriak dengan keras sambil meloloskan tubuhnya ke lantai dengan lemas.

“ Bukan kah kamu sengaja tidak mengunci pintunya supaya aku masuk? “ Jawab Evander dengan datar.

Tanpa malu – malu lagi pria itu ikut membuka pakaiannya dan meloloskan seluruh kain yang membungkus tubuhnya membuat Agnetha semakin kelabakan. Agnetha sedikit gemetar melihat Evander yang tanpa busana berjalan menuju bilik kecil berdinding kaca tempat Agnetha menjatuhkan tubuhnya.

“ Kenapa? Kau tidak mau mandi bersama ku? “ Tukas Evander menatap tubuh polos istrinya yang sedang berusaha disembunyikan dari pandangan matanya.

“ Bukan, aku hanya tidak berpikir kau akan masuk kesini “ Agnetha tertunduk malu berusaha memalingkan wajah nya dari Evander yang tengah mandi.

“ Berdirilah, selesaikan mandi mu! “ Perintah Evander dengan tegas sambil meraih botol shampoo kemudian mengaplikasikan pada rambutnya yang hitam kecokelatan itu.

Agnetha masih saja duduk bersimpuh dilantai sambil berusaha menutupi lekuk – lekuk indah tubuhnya yang beberapa kali dilirik oleh Evander. Pria itu tidak menghiraukan Agnetha yang masih tampak gusar dengan posisinya saat ini, ia melanjutkan prosesi mandinya hingga hampir rampung.

“ Kau akan tetap begitu? “ Suara Evander kini terdengar tidak bersahabat.

“ Aku akan menunggu mu selesai Evander. “ Agnetha tertunduk lesu.

“ Bukan kah kau ini istriku? Kenapa tidak mendengarkan ucapanku, berdirilah! “ Semakin Evander tidak sabar dengan Agnetha.

“ Selesaikan dahulu mandi mu baru aku berdiri. “ Agnetha tetap bertahan dengan pendiriannya.

“ Jika kau seperti ini bagaimana aku bisa tidur dengan mu nanti malam? “ Kembali tanpa berbasa – basi Evander melontarkan kata – kata nya yang cukup terdengar vulgar bagi Agnetha.

“ Na.. na.. nanti malam? “ Agnetha menjadi semakin tergagap setelah mendengar perkataan Evander baru saja.

“ Iya nanti malam, aku tidak ingin menundanya lagi. Kita lakukan malam ini “ Suara Evander membuat Agnetha semakin kehilangan kekuatannya, Agnetha pikir Evander belum menginginkannya dalam waktu dekat tapi nyatanya Evander ingin segera tidur bersama Agnetha.

Lelaki itu sekelebat menarik handuk bersih yang tersusun dalam rak kabinet dikamar mandi lalu membungkus tubuhnya yang menarik itu. Dada bidang dan cetakan perut yang mirip dengan roti sobek tampak menghiasi tubuh Evander yang tinggi dan putih.

Agnetha segera menyelesaikan ritual mandi nya sekeluarnya Evander dari kamar mandi dengan sangat terburu – buru karena kegugupan yang melanda hati nya sekarang. Pikirannya berkecamuk lantaran rencana yang telah Evander susun malam ini untuk tidur bersamanya, ia belum siap tetapi harus melakukannya jika tidak ingin membuat lelaki itu murka terhadap dirinya.

***

Setelah beres dengan mandi dan berganti pakaian, Agnetha segera menyusul Evander yang sudah duduk dimeja makan yang tepat mengahadap sebuah jendela kaca. Dari sana Agnetha bisa memandang seluruh kota dari ketinggan, dari dalam kamar mewah yang baru bisa ia rasakan setelah menikah dengan pria kaya raya.

“ Makan! “ Dengan nada khas Evander yang memerintah laki laki itu mengulurkan sepiring sandwich dari roti gandum kedepan Agnetha. Pria itu juga menuangkan satu gelas penuh susu tanpa rasa dan menyodorkan kembali pada istrinya itu.

Tanpa bersuara Agnetha meraih makanan yang ada didepannya dan memasukkan perlahan kedalam mulutnya. Agnetha yang biasanya suka sekali pada kopi hanya bisa mencium aromanya yang menguar dari dalam cangkir didepan Evander. Ia dengan sangat terpaksa menyeruput susu hangat yang baru saja dikirimkan oleh petugas room service.

“ Aku hari ini ada jadwal bertemu dosen pukul tiga sore Evander. “ Ucap Agnetha memecah kebisuan diantara keduanya.

Sekerjap Evander menaruh makanannya kembali keatas piring lalu menenguk air putih yang ada pada gelas didekatnya. Ia menatap kewajah Agnetha yang tertunduk lesu siap menerima kemarahan Evander.

“ Apakah tidak dapat ditunda? “ Jawaban Evander membuat gadis itu mendongakkan kepalanya memandang wajah tampan pria yang duduk didepannya itu.

“ Lusa Pak Has harus berangkat ke luar negeri untuk seminar Evander, jadi hari ini aku harus bertemu dengannya untuk konsultasi penulisan ku. “ Jawab Agnetha dengan jujur.

“ Baiklah nanti ku temani “ Ucapan Evander cukup melegakan bagi Agenetha meski sebenarnya ia berharap Evander tidak sungguh - sungguh akan pergi bersamanya.

“ Atau jika hari ini kau sibuk aku bisa meminta Jason yang menjemput. “ Ujar Agnetha kemudian.

Tetapi lelaki didepannya kini berubah menatapnya dengan sangat tajam seolah tidak meluluskan permintaan Agnetha baru saja. Sehingga Agnetha kembali menundukkan kepalanya tidak berani menolak lagi perkataan Evander.

“ Kemarilah. “ Panggil Evander kemudian meminta Agnetha agar mendekatinya.

Lelaki itu menarik tangan Agentha yang sudah berdiri disampingnya dan membuat gadis belia itu duduk tepat diatas pangkuannya. Wajah Agnetha memerah, ia salah tingkah dengan apa yang dilakukan Evander baru saja.

“ Apakah aku semenakutkan itu menurut mu Agnetha? Kenapa wajah mu selalu tertunduk saat bicara denganku? “ Evander menatap lurus mata Agnetha dan memegang pinggang Agnetha dengan kedua tangannya.

“ Maafkan aku Evander, aku hanya takut kau melukaiku seperti malam itu “ Lagi – lagi Agnetha menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap wajah tampan Evander.

“ Lihatlah aku Agnetha, meski aku berkata kasar, aku berteriak, aku membentakmu tapi aku sudah berjanji tidak akan melukaimu lagi. Jadi mulai sekarang jangan pernah takut padaku Agnetha “ Sambung Evander lagi.

Tentu saja pria itu tidak akan pernah melukai Agnetha lagi karena ia tahu betul betapa berharganya gadis itu. Agnetha seharga dengan seluruh isi dunia ini, dunia yang akan diberikan Astaroth padanya. Sehingga Evander akan benar – benar menjaga Agnetha karena dia adalah persembahan sucinya bagi Astaroth, dewi yang akan memberikan dunia beserta segala isinya kepada Evander.

1
Ucy (ig. ucynovel)
baru mampir di sini kak

keren 👍
dyve
agnetha*
dyve
pingsan*
R_armylove ❤❤❤❤
lanjut.... masih penasaran 🤭🥰
Sis Fauzi
Evander ge er tuh
Sis Fauzi
banyak aturan untuk hal yg baik, ya tdk masalah Agnetha 😀
Sis Fauzi
semangat Agnetha
Sis Fauzi
Agnetha sdh jadi isteri Evander, kok masih dibilang gadis tersebut Thor?
A_young
Takdir cinta CEO hadir thor
A_young
takdir cinta CEO hadir
A_young
takdir cinta CEO hadir thor


suka banget sama ceritanya thor ❤️
Sis Fauzi
jangan menyesali pernikahan mu Agnetha 🔥
Sis Fauzi
super protektif Evander, tapi gayanya sok abai sama Agnetha 🔥
Sis Fauzi
udah nyesek, eh gak jadi 😂🔥
Sis Fauzi
cemburu tuh Evander 😂
Sis Fauzi
Evan jangan nakutin ya🔥
Sis Fauzi
mantap Agnetha
Imas Aisha Raya
iih ngeri, thor keidean dari mana py cerita seperti ini, kaya kembali ke jaman film Suzana hihihi
Imas Aisha Raya
ini emang pesugihan ada siluman ular minta wadal( korban), bahaya ini ke syirikan auzubillah
Imas Aisha Raya
visual Jason lebih pas buat jadi Evander thor ....itu mah pendapat ku ☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!