NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cthulhu / Dunia Lain / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Laut Primordial

Cia tidak langsung meminta Rostav untuk menyalakan kompornya, melainkan dia memilih untuk meletakkan panci itu di meja dan mengambil bahan-bahan dan alat-alat yang ada di lemari. Dia mengambil wadah yang berisi daging ikan, dan mengambil wadah kaca yang berisi bumbu seperti garam dan merica. Serta empat wadah kayu yang berisi bawang putih, bawang merah, mentega, dan daging ikan. Serta sebuah pisau, dan centong logam.

Dia membuka wadahnya dan mengambil beberapa siung bawang putih dan bawang merah, lalu mencincangnya.

Rostav hanya melihat dengan santai sambil bersandar di kusen pintu. Dia melihat bagaimana Cia mencincang bawang putih dan bawang merah, gerakan tangannya seperti seorang koki profesional. Tidak, membandingkannya dengan koki profesional sepertinya terlalu jauh. Yang pasti, gerakan tangannya dalam mencincang bawang putih dan merah sangat halus. Sepertinya dia sudah terbiasa melakukannya.

Setelah itu, dia menatap ke arah Rostav dan berkata, "bagaimana cara menyalakan kompornya?"

Rostav hanya terkekeh kecil lalu melangkah mendekat. Dia pun menjelaskan bagaimana cara menyalakannya dan juga menunjukkan caranya secara langsung. Setelah memahaminya, Cia mengangguk lalu meletakkan panci di atas kompor. Dia mengambil sedikit mentega dan meletakkannya ke dalam panci. Dia memasaknya dengan api sedang. Dilanjutkan dengan memasukkan bawang putih dan merah yang sudah dia cincang, lalu menumisnya hingga mengeluarkan aroma harum dan warnanya mulai berubah menjadi sedikit keemasan.

Cia kemudian mengangkat panci tembaga itu dan mengisinya dengan air di wastafel. Air berwarna bening segera mengucur dan mengisi panci.

Rostav yang melihat hal itu tidak merasa terkejut. Selama ini dia sudah memikirkan kenapa bisa ada air bening yang keluar dari wastafel. Juga, selama ini dia minum di wastafel ini. Dia sempat berpikir bahwa alasannya mungkin karena filter air. Wastafel ini terhubung dengan sebuah pipa kuningan, dan dia menyimpulkan bahwa di dalam pipa kuningan ini terdapat beberapa filter yang menyaring air dari Laut Mayat. Hal itu diperkuat karena di luar, dekat dengan lokasi dapur, terdapat sebuah pipa yang masuk ke dalam air laut. Siapa pun yang merancang alat ini adalah seorang jenius, Rostav mengakuinya.

Setelah itu Cia menutupnya dan kembali meletakkan panci ke atas kompor. Menunggu air mendidih, Cia memotong roti keras yang telah dia ambil, dia mengambil cukup banyak karena akan dimakan oleh dua orang. Dia mematahkannya menggunakan tangan menjadi beberapa bagian. Sebagai seorang Master Q, walaupun perempuan, kekuatan fisiknya jauh di atas manusia biasa. Memotong roti keras seperti ini adalah hal yang sangat mudah baginya.

Setelah air mendidih, dia memasukkan roti keras yang telah dia patahkan ke dalam panci. Delapan hingga sepuluh menit kemudian, pati dari biskuit keras tersebut mulai terlepas ke dalam air, sehingga secara bertahap mengentalkan kuah sup dan membuat tekstur biskuitnya sendiri menjadi lembut dan kenyal.

Setelah roti kerasnya mulai melunak, Cia memasukkan potongan daging ikan ke dalam panci. Dan menambahkan merica serta garam hingga rasanya pas. Dia memasak sup dengan api sedang selama sekitar lima sampai tujuh menit, sambil mengadukannya menggunakan centong logam.

Pada momen itu, Rostav dapat mencium aroma harum dari masakan Cia, hal itu membuat perutnya semakin liar dan meronta-ronta, meminta untuk dimasukkan makanan.

Setelah matang, Cia mematikan kompornya dan mengambil dua piring dan dua sendok kayu. Dia mengambil sup di dalam panci menggunakan centong dan meletakkannya ke dalam kedua piring sampai penuh.

Rostav mendekat dan aroma harum dari sup itu semakin kuat. Membuat air liurnya seolah-olah ingin keluar.

"Kita makan di mana?" Cia mengambil piringnya sambil menatap ke arah Rostav. Di dapur tidak ada meja makan, juga tidak ada kursi. Juga, walaupun kapal ini mempunyai aula makan, tapi bahkan di sana tidak ada meja dan kursi sama sekali. Mungkin alasan terbesar kenapa disebut aula makan adalah karena, para bajak laut yang sebelumnya menghuni kapal ini makan bersama di aula makan, duduk di lantai.

"Kapal ini sebenarnya tidak punya ruang makan, tapi kita bisa makan di aula makan, walaupun harus duduk di lantai," Rostav pun menjelaskan sambil berpura-pura mengingat sesuatu. Dia menatap Cia dan melanjutkan, "apa kau tidak keberatan? Atau... kita bisa makan di dek kapal, sambil menikmati langit malam."

Cia memikirkannya sejenak, setelah beberapa saat dia akhirnya memutuskan dan berkata, "kurasa... lebih baik kita makan di dek kapal. Aku sebenarnya ingin melihat bagaimana kondisi di Laut Mayat saat malam hari."

Rostav pun mengangguk dan berinisiatif membantu. "Sini, biarkan aku membawa piringmu."

"Kenapa kau melakukannya? Apa kau ingin memakan makananku?" Cia segera menyembunyikan piringnya di samping pinggangnya, sambil menyipitkan mata ke arah Rostav.

"Tidak, aku hanya ingin membantumu. Aku tahu kau masih belum terbiasa berjalan dengan kaki manusia. Jika di tengah perjalanan kau jatuh, apa yang akan terjadi dengan makanannya?"

Cia memikirkan hal itu kembali dan menganggap itu masuk akal. Lalu tanpa rasa curiga sedikit pun dia menyerahkan piringnya kepada Rostav.

Rostav mengambilnya dengan santai lalu melangkah pergi ke dek, diikuti oleh Cia di belakang.

Ketika tiba di dek kapal, mereka duduk dan bersandar di dinding. Cia memandang ke arah langit luas yang berwarna merah gelap, dengan awan gelap tebal, yang ditutupi oleh kabut tebal. Angin berhembus dengab cukup kencang, membuat tubuhnya menggigil. Tapi dia tidak mempermasalahkannya, dapat melihat Laut Mayat di malam hari adalah hadiah yang luar biasa.

Mereka memakan makanan mereka sambil menikmati malam.

Saat Rostav memasukkan sendok berisi sup ke dalam mulutnya, tubuhnya seperti meleleh. Sup yang kental dengan daging ikan yang lembut, dan rasa bumbu yang terasa pas di lidah membuatnya seolah-olah ingin terbang. Akhirnya, setelah waktu yang cukup lama, dia dapat memakan makanan yang lebih layak. Memakan sup ini mengingatkannya dengan Bumi.

Rostav yang sebelumnya memikirkan akhirnya bertanya kepada Cia, "ngomong-ngomong, aku ingin bertanya sesuatu padamu."

Cia menelan makanannya sebelum akhirnya menatap Rostav sambil memiringkan kepalanya, penasaran dengan apa yang akan dia tanyakan.

"Bagaimana cara mengeluarkan kemampuan Q? Kau bilang Laut Primordial adalah sumber energi agar dapat mengeluarkan kemampuan Q. Bagaimana sistemnya? Lalu, apa yang akan terjadi dengan Master Q jika Laut Primordial habis?" Rostav bertanya sambil menatap langit luas di cakrawala.

Cia menghembuskan napas dan menatap langit. Setelah beberapa saat dia akhirnya menjelaskan, "benar. Untuk mengaktifkan kemampuan Q, dibutuhkan energi yang berasal dari Laut Primordial. Cara kerjanya sederhana. Misalnya kau memiliki Q Tingkat 1. Untuk menggunakannya, kau hanya perlu menyalurkan sebagian kecil energi Laut Primordial ke dalam Q tersebut.

"Setiap Q memiliki kebutuhan energi yang berbeda-beda. Ada yang hanya membutuhkan 1% energi Laut Primordial, ada pula yang memerlukan hingga 10% atau bahkan lebih. Semakin tinggi penguasaanmu terhadap suatu Q, semakin efisien pula penggunaan energinya. Singkatnya, kau bisa melatih penguasaanmu terhadap suatu Q agar penggunaan energinya menjadi efisien.

"Ambil contoh Q Tingkat 1 Sumpah Segel Teratai milikku. Pada Tahap Awal, aku perlu mengerahkan 10% energi Laut Primordial untuk mengaktifkannya. Setelah mencapai Tahap Tengah, kebutuhannya turun menjadi 8%. Di Tahap Atas menjadi 6%, dan pada Tahap Puncak hanya membutuhkan sekitar 4%. Tapi, jika aku berhasil melatih penguasaanku terhadap Q ini, maka aku hanya perlu menyalurkan energi sebesar 5% walaupun aku baru berada di Tingkat 1 Tahap Awal. Itu hanya contoh saja.

Cia menyendok sup dan memasukkannya ke dalam mulutnya, setelah menelannya dia melanjutkan, "tapi, ketika aku berhasil menembus Tingkat 2, efisiensi itu meningkat drastis. Penggunaan energi untuk Q Tingkat 1 dapat berkurang hingga sekitar 1% saja. Tentu saja, hal tersebut hanya berlaku untuk Q Tingkat 1. Jika kau ingin menggunakan Q Tingkat 2, ceritanya berbeda. Q Tingkat 2 memiliki kekuatan yang jauh lebih besar, sehingga membutuhkan energi Laut Primordial yang lebih banyak untuk diaktifkan.

"Aku saat ini berada di Tingkat 1 Tahap Awal, aku hanya bisa menggunakan Q Tingkat 1. Menjinakkan Q Tingkat 2 dapat membuat bahaya pada diri sendiri dan dapat melukai Laut Primordial karena belum cukup kuat untuk menahan auranya.

"Prinsip yang sama berlaku pada tingkat-tingkat berikutnya. Semakin tinggi tingkat Q yang digunakan, semakin besar energi yang diperlukan. Tapi seiring meningkatnya penguasaan dan tingkat kekuatanmu, penggunaan energi untuk Q tingkat yang sama atau lebih rendah akan menjadi semakin kecil dan efisien."

Cia memakan makanannya kembali, setelah menelannya dia melanjutkan, "mengenai Laut Primordial yang habis... di dunia para Master Q, kondisi itu tidak disebut habis, melainkan kering. Jika kau terus memaksakan penggunaan energi hingga Laut Primordial mengering, konsekuensinya cukup serius. Tubuhmu akan menjadi sangat lemah, bahkan kau bisa kehilangan kesadaran.

"Tapi, kau tidak perlu khawatir. Mengeringnya Laut Primordial tidak akan menyebabkan kematian. Laut Primordial memiliki kemampuan untuk memulihkan dirinya sendiri, hanya saja prosesnya memerlukan waktu yang tidak singkat. Kecepatan pemulihan tersebut sangat dipengaruhi oleh Tingkat Bakat yang dimiliki seorang Master Q. Bakat juga menentukan seberapa cepat seseorang dapat meningkatkan kekuatannya.

"Sebagai contoh, seorang Master Q dengan Bakat Tingkat E mungkin membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk menembus Tingkat 2 dari Tingkat 1. Bakat Tingkat D biasanya memerlukan tiga hingga empat tahun. Bakat Tingkat C sekitar satu hingga dua tahun. Bakat Tingkat B rata-rata hanya membutuhkan satu tahun. Sedangkan mereka yang memiliki Bakat Tingkat A umumnya dapat mencapainya dalam waktu setengah tahun saja. Jika didukung sumber daya yang melimpah serta bakat yang luar biasa, proses tersebut bahkan bisa berlangsung lebih cepat.

"Tentu saja, tidak semua orang harus bergantung sepenuhnya pada pemulihan alami Laut Primordial. Ada cara lain untuk mempercepat proses tersebut, yaitu dengan menggunakan Batu Primordial. Batu Primordial dapat membantu mengisi kembali energi Laut Primordial sekaligus mempercepat penyerapan dan pencernaan Ramuan, sehingga peningkatan kekuatan menjadi jauh lebih efisien.

"Karena manfaatnya yang luar biasa, Batu Primordial telah diakui sebagai mata uang utama yang digunakan di seluruh dunia. Selain mempermudah transaksi, batu ini juga merupakan sumber daya penting bagi para Master Q. Dengan kata lain, semakin banyak Batu Primordial yang kau miliki, semakin besar pula keuntungan yang kau peroleh dalam perjalanan meningkatkan kekuatan."

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!