NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BADAI YANG BEREVOLUSI

​Gemuruh penonton di Stadion Utama Akademi Astra Nusantara terasa berbeda pada pagi Hari ke-4 ini. Tidak ada lagi sorak-sorai meremehkan yang terdengar dari tribun penonton maupun jajaran murid elit. Turnamen telah memasuki Babak Perempat Final untuk kategori Solo 1vs1, menyisakan 8 petarung individu terbaik di masing-masing blok. Sesuai dengan hasil undian digital semalam, Blok B dijadwalkan berjalan terlebih dahulu pada paruh pagi, menempatkan Sky di bawah lampu sorot arena utama.

​Arkan duduk di tribun peserta dengan tangan kiri yang kini telah terbebas dari perban. Matanya fokus menatap ke tengah arena pasir, di mana Sky sudah berdiri dengan anggun, memegang kipas perak pusakanya yang terkembang setengah. Di seberang Sky, berdiri seorang murid perempuan tingkat akhir bernama siska, perwakilan dari faksi lokal Keluarga Tideweaver—penguasa elemen Air murni.

​"Keluarga Skyborn mungkin menguasai langit Asia Tenggara, Sky," Siska berucap dingin, memicu 30% elemen air manusianya hingga pusaran air jernih setinggi 2 meter mulai mengalir mengitari tubuhnya seperti naga pelindung. Di depannya, seekor Astra berbentuk Paus Biru Mini seukuran mobil sedan bernama Leviathan melayang di udara dengan status digital melayang: [ LEVEL 13 ]. "Tapi air yang masif mampu meredam dan membiaskan tajamnya angin. Di kategori Solo ini, aku akan menenggelamkan kesombonganmu!"

​Sky tidak membalas dengan kata-kata. Dia hanya melirik Zephyr yang melayang di atasnya, lalu memicu 30% elemen angin manusianya.

​PRIIIT!

​Begitu peluit pertandingan dimulai berbunyi, Siska langsung menghentakkan tangannya ke depan. "Leviathan, Tidal Wave!" Paus mini tersebut mengeluarkan suara dengungan berat, memicu gelombang air spiritual setinggi 4 meter yang bergerak masif meratakan permukaan arena pasir, berniat menenggelamkan Sky dalam sekali serang.

​"Zephyr, ubah sirkulasi! Aero Blade Rain!" Sky mengibas kipasnya. Ratusan bilah angin vakum setajam silet melesat turun dari langit, memotong gelombang air tersebut. Namun, sesuai ucapan Siska, air yang terlalu masif dan elastis justru meredam daya potong angin Sky, membuat bilahan anginnya bias dan lenyap di dalam air.

​Melihat serangan anginnya diredam, Sky tidak panik. Aliran gelombang air kini sudah berada tepat 3 meter di depan wajahnya. Dalam kondisi terdesak itulah, Sky memeras seluruh pasokan energi spiritual di saku jiwanya, meningkatkan sinkronisasi jiwanya dengan Zephyr hingga ke batas mutlak. Tekanan maut dari elemen air superior memaksa inti energi Zephyr mendobrak dinding pembatas levelnya di tengah laga.

​SHIIING!

​Lingkaran sihir hijau di bawah kaki Zephyr berputar gila-gilaan, memancarkan cahaya giok yang menyilaukan. Angka digital di atas kepalanya bertransformasi instan:

​[ LEVEL 10 -> LEVEL 11 ]

​Kenaikan level tersebut memberikan lonjakan energi angin yang berkali-kali lipat lebih padat. "Sekarang, Zephyr! Vacuum Vortex!" Sky berseru.

​Zephyr yang telah menyentuh Level 11 mengepakkan sayap kristalnya, menciptakan mata badai hampa udara tepat di tengah gelombang air milik Siska. Prinsip fisika spiritual bekerja; hampa udara yang ekstrem menyedot dan memisahkan molekul air tersebut, mengubah gelombang masif itu menjadi partikel uap air yang meledak buyar di udara. Sebelum Siska sempat menyadari apa yang terjadi, Sky sudah melesat maju di balik kabut uap air, mengayunkan kipas peraknya yang telah dilapisi tekanan angin padat tepat ke arah leher Siska. Kecepatan angin yang mutlak memaksa Siska menjatuhkan diri dan langsung mengangkat tangan tinggi-tinggi.

​"A-Aku menyerah!" Siska berteriak dengan wajah pucat, menyadari bilah angin Sky sudah berada 1 milimeter dari kulitnya.

​[ Pemenang Perempat Final Blok B: Sky. Durasi: 42 Detik. ]

​Sorak-sorai riuh penonton mengiringi langkah Sky yang berjalan kembali ke lorong dengan senyuman tipis ke arah Arkan. Kenaikan level Zephyr menjadi pembuka yang sangat manis di Hari 4 ini.

​Paruh siang hari tiba, dan kini giliran Blok A yang mengambil alih panggung arena. Nama Arkan berkedip di layar raksasa untuk Match 4 Perempat Final.

​[ Match 4 - Blok A: Arkan & Volt (Kelas 1-A) VS Baskoro & Golem (Kelas 2-S) ]

​Baskoro adalah murid senior bertubuh raksasa dari faksi militer Kelas 2-S yang memiliki spesialisasi elemen Tanah murni. Begitu memasuki arena, Baskoro langsung memanggil Astranya, sebuah Golem Batu Raksasa setinggi 4 meter berbobot 2 ton dengan status melayang: [ LEVEL 13 ]. Baskoro sendiri melapisi seluruh tubuh manusianya dengan 30% elemen tanah, mengubah dirinya menjadi manusia batu yang kebal terhadap segala bentuk serangan tajam.

​"Aku tahu teorimu, Arkan! Kamu menggunakan petir untuk mempercepat fisik manusiamu!" Baskoro tertawa menggelegar, suaranya seberat runtuhan batu. "Tapi di hadapan berat absolut 2 ton pertahanan Golem-ku, kecepatanmu tidak ada gunanya! Begitu kamu menyentuh pertahanan kami, petirmu akan langsung dialirkan ke dalam tanah pasir ini dan dinetralisir!"

​Arkan berdiri di tengah arena dengan tatapan tenang yang menghanyutkan. Di sampingnya, Volt yang telah berada di Level 12 menggeram rendah, memancarkan percikan listrik biru tua. Arkan mengingat kembali wejangan dari Grandmaster Joshua semalam di rumah sakit akademi: Jangan biarkan energinya mengendap, melainkan alirkan keluar melalui pori-pori kulit secara konstan dalam bentuk aura statis.

​Arkan menarik napas panjang, lalu mengepalkan tangan kanannya.

​BZZZZZZZZZT—BOOM!

​60% resonansi elemen petir kembali meledak dari saku jiwa Arkan. Namun kali ini, tidak ada rasa sakit atau kedutan saraf di lengan kirinya. Sesuai petunjuk sang Kontraktor Nirwana, Arkan melepaskan sisa tekanan listriknya keluar menembus pori-pori kulitnya. Seketika itu juga, sebuah medan pelindung berbentuk aura statis berdiameter 2 meter membungkus tubuh manusia Arkan. Udara di sekitar Arkan mendesis gila, dan tanah pasir di bawah kakinya mendadak hangus menghitam akibat pelepasan katup tekanan yang sempurna.

​PRIIIT!

​"Golem, Earthquake Slam!" Baskoro berteriak. Golem batu raksasa itu mengangkat kedua tangan besarnya, menghantam lantai arena hingga memicu gelombang retakan tanah yang masif ke arah Arkan.

​Namun, kecepatan fisik Arkan yang kini ditopang oleh sistem Aura Statis baru berada di tingkat yang jauh lebih mengerikan.

​BOOM!

​Arkan melesat maju seperti kilat sejati, meninggalkan jejak tanah yang hangus. Gerakannya begitu cepat hingga menciptakan ilusi 3 bayangan petir yang mengepung Golem dari berbagai arah.

​Baskoro panik, mencoba menggerakkan tangannya untuk meninju, namun dengan sistem saraf manusia yang telah dipercepat secara optimal tanpa beban rasa sakit, Arkan dengan mudah menghindari hantaman Golem raksasa tersebut. Arkan bermanifestasi tepat di depan dada Golem, mengalirkan seluruh energi kinetik kecepatannya ke dalam kepalan tangannya.

​CRACKLE—POW!

​Pukulan fisik Arkan yang dilapisi aura statis petir menghantam dada Golem seberat 2 ton itu. Tekanan listrik murni yang dilepaskan melalui pori-porinya bertindak seperti bor hidrolik, menembus isolasi tanah alami Golem dan meledakkan karapas batu raksasa tersebut dari dalam hingga retak parah.

​Melihat golemnya retak, Baskoro mencoba maju untuk membantu. Namun, Volt yang bergerak dalam sinkronisasi jiwa yang tinggi tidak memberikan kesempatan. Benturan energi tanah berskala besar ini memicu insting bertarung Volt hingga ke titik puncak. Menyerap sisa-sisa energi spiritual dari retakan Golem, inti energi Volt kembali meledak dan mendobrak batasnya!

​CRACK-BOOM!

​Angka digital di atas kepala Volt kembali pecah dalam kilatan cahaya yang menyilaukan seisi stadion:

​[ LEVEL 12 -> LEVEL 13 ]

​Volt mengeluarkan lolongan dominasi yang luar biasa keras saat tubuhnya membesar hingga panjang 3,5 meter. Dengan kekuatan Level 13 yang baru, Volt mengaktifkan jurus Thunderbolt Shredder. Seberkas cahaya petir putih raksasa melesat membutakan mata, mencabik Golem Batu milik Baskoro hingga hancur berkeping-keping menjadi puing-puing pasir dalam waktu 1 detik.

​Serangan balik spiritual yang masif akibat hancurnya Golem langsung menghantam saku jiwa Baskoro. Tubuh manusianya yang dilapisi batu langsung luruh kembali menjadi kulit biasa, wajahnya memuntahkan darah segar, dan senior raksasa itu langsung ambruk pingsan telentang di atas pasir arena.

​[ Pemenang Perempat Final Blok A: Arkan. Durasi: 18 Detik. ]

​Keheningan mutlak kembali melanda stadion sebelum akhirnya gemuruh histeris penonton meledak lebih dahsyat dari sesi pagi. Di tribun VIP, Grandmaster Joshua tampak menyunggingkan senyuman puas yang sangat lebar, melihat bagaimana anak muda itu mampu menyerap teorinya dengan sempurna hanya dalam waktu semalam. Sementara di tribun faksi Flamewing, wajah Ignis kini telah sepenuhnya memucat, menyadari bahwa anomali petir dan angin ini telah berevolusi menjadi monster sejati yang siap menelan mereka di babak Semifinal lusa nanti.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!