NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 Dia Terlalu memaksa.

Ayana seperti biasa disibukkan dengan pekerjaannya duduk di mejanya. Kepalanya terangkat saat menyadari seseorang berdiri di depannya namun ternyata benar, sesuai dugaannya orang tersebut tak lain adalah Lastri Sekretaris Andhika.

"Selamat pagi!" sapa Lastri tersenyum dengan mengangkat tangannya.

"Selamat pagi!" Ayana menyapa kembali dengan berdiri dan menundukkan kepala.

"Maaf, kenapa kamu berada di sini?" tanya Ayana heran melihat keberadaan wanita tersebut.

"Saya ingin bertemu dengan tuan Emir," jawab Lastri.

"Apa ada janji sebelumnya?" Ayana mencoba untuk memeriksa jadwal pimpinannya itu siapa tahu saja ada kesalahan yang tidak dia ketahui.

"Memang belum ada janji, tetapi ada hal penting yang harus saya bicarakan mewakili dari tuan Andhika. Maka, dari itu ingin bertemu dengan beliau secara langsung," jawab Lastri.

"Maaf, Mbak Lastri, untuk bertemu dengan pak Emir harus ada janji sebelumnya dan paling tidak 1 jam sebelum pertemuan," ucap Ayana sudah pasti akan tetap pada pendirian peraturan yang sudah ditentukan.

"Ayana, ini penting sekali dan ini masalah pekerjaan," sahut Lastri.

"Bisa langsung sampaikan kepada saya atau ada hal yang ingin diberikan. Maka, nanti saya akan menyampaikan sendiri kepada beliau dan bukankah selama ini kita berdua juga selalu perwakilan komunikasi dalam kerjasama ini," sahut Ayana.

Lastri sampai menghela nafas, sepertinya dia sangat kesal, karena Ayana tidak mengijinkannya untuk bertemu dengan Emir.

"Lalu apa benar saya tidak bisa bertemu dengan tuan Emir?" tanyanya memastikan sekali lagi.

Ayana tidak langsung menjawab, ada keraguan dalam mengambil keputusan.

"Saya akan menghubungi beliau!" Ayana memilih untuk menanyakan secara langsung.

"Ribet sekali," ucap Lastri hampir tidak terdengar mengumpat kesal dengan Ayana.

"Baik. Pak," sahut Ayana menutup telepon tersebut.

"Bagaimana?" tanya Lastri.

Ayana keluar dari area tempat duduknya dan mendekati pintu ruangan tersebut dengan membuka pintu.

"Silahkan masuk!" ucap Ayana dengan sopan mempersilakan.

"Kamu benar-benar sekretaris ribet, membuang-buang waktu dan ujung-ujungnya saya juga masuk," ucap Lastri dengan menghela nafas dan kemudian memasuki ruangan tersebut dengan pintu yang kembali ditutup Ayana.

"Padahal aku hanya menerapkan peraturan yang sudah ada dan lagi pula jika ingin bertemu apa salahnya menghubungi terlebih dahulu," gumam Ayana sedikit tidak terima jika disalahkan.

"Siapa itu Ayana?" tiba-tiba saja Diva sudah berada di sebelahnya bertanya secara langsung pada Ayana.

"Sekretaris dari klien," jawab Ayana datar.

"Aku pikir pelayan dari karaoke, lihatlah penampilannya begitu sangat terbuka sekali. Untuk apa ada kancing baju jika dibuka, rok juga terlalu pendek," ucap Diva tiba-tiba saja mengomentari penampilan Lastri yang memang sangat seksi.

Kemeja putih yang dia gunakan sangat ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya dan belum lagi kancing kemeja di bagian atas itu dibuka, mungkin karena kegerahan.

"Shuttt, kamu ini kebiasaan, terlalu suka mengomentari penampilan orang lain, biarlah dia berpenampilan seperti itu, jika dia nyaman maka tidak ada yang salah," ucap Ayana

"Tetapi mataku yang tidak nyaman dan apalagi aku juga melihat kalian berdua sedikit berdebat?" ucap Diva.

"Tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan, biasalah hanya terjadi miskomunikasi saja," sahut Ayana.

"Begitu," sahut Diva

"Sudah kamu kembali ke tempat duduk kamu, lanjutkan pekerjaan dan jangan banyak mengobrol!" tegas Ayana.

"Iya ketua," sahut Diva membuat Ayana tersenyum dan juga kembali ke tempat duduknya.

*****

Emir menandatangani berkas-berkas yang baru saja diantarkan Ayana yang saat ini masih berdiri di hadapannya.

"Kamu sudah mempersiapkan tiket tempat tinggal dan lain sebagainya di Paris?" tanya Emir.

"Sudah. Pak! .... tetapi ada satu yang ingin saya tanyakan kepada bapak," ucap Ayana sedikit gugup.

"Apa kendalanya?" tanya Emir tanpa melihat ke arah Ayana dan tetap menandatangani berkas-berkas tersebut.

"Untuk kamar Hotel, jadi pesan satu apa dua?" tanya Ayana.

Emir mengangkat kepala, lagi-lagi sekretarisnya itu mempertanyakan hal yang tidak perlu dan justru membuatmu terjebak untuk menjawabnya.

"Hmmm. Saya bingung Pak dan soalnya ini pertama kali kita melakukan perjalanan bisnis setelah menikah dan saya tidak tahu harus memesan satu apa dua," jawab Ayana.

"Kamu pesan satu kamar dengan 2 bad," jawab Emir.

"Baik. Pak!" sahut Ayana.

Emir membuang nafas panjang, jawaban itu sangat cepat dia keluarkan. Jadi ternyata dia juga menginginkan untuk satu kamar dengan istrinya. Tidak ada yang salah karena mereka berdua sudah menikah dan bahkan memiliki buku nikah secara resmi.

****

Ayana berada di kamar menyiapkan barang-barang untuk kepergian melakukan perjalanan bisnis, memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper karena mereka juga akan langsung terbang ke Dubai.

Koper Ayana cukup besar, dia tidak ingin membawa printilan lain yang harus berbeda tempat dan lebih baik dimasukkan ke dalam satu koper.

Ayana ternyata bukan hanya menyiapkan pakaiannya saja, tetapi juga menyiapkan pakaian Emir. Ayana tidak perlu bertanya pakaian apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam koper tersebut, sudah begitu lama menjadi sekretaris dan pasti sudah tahu pakaian yang biasa digunakan atasannya itu.

Selama menjadi istri Emir dan bahkan secara spontan Ayana juga sering menyiapkan pakaian Emir ke kantor.

Padahal saat pertama kali Ayana menginjakkan kaki di kamar itu diperintahkan untuk tidak menyentuh apapun yang ada di kamar itu dan siapa sangka lemari Emir saja bolak-balik sudah dia buka dan mungkin tidak ada lagi rahasia atau yang tidak diperbolehkan disentuh di kamar itu.

Siapa suruh Emir ketergantungan dengan sekretarisnya dan hasilnya dia tidak bisa melakukan apapun.

******

Bandara.

Ayana dan Emir berangkat cukup pagi dari rumah karena penerbangan mereka pukul 06.00 pagi.

Keduanya sudah tiba di Bandara dan ternyata bersamaan berangkat dengan Andhika dan Lastri sekretarisnya.

Andhika bersama dengan Emir duduk di salah satu bangku dengan meja bulat berada di tengah keduanya menikmati kopi dan sarapan. Keduanya juga sembari membicarakan bisnis.

Meja kedua pria tersebut berbeda Ayana dan Lastri. Ayana dan Lastri juga duduk di salah satu bangku yang tidak jauh dari mereka. Jika Lastri juga menikmati sarapannya dan berbeda dengan Ayana yang lagi sibuk memeriksa kembali berkas-berkas yang diperlukan.

"Sudah berapa lama kamu menjadi sekretaris tuan Emir?" tanya Lastri membuka obrolan.

"Kurang lebih sudah 5 tahun dan sebelumnya saya hanya karyawan magang di kantor," jawab Ayana.

"Benarkah, berarti kamu sudah sering dipakai dong," sahut Lastri.

Ayana sampai mengangkat kepala mendengar celetukan yang dikeluarkan Lastri.

"Maksud kamu bagaimana?" tanya Ayana.

"Menjadi sekretaris itu tidak mudah dan kecuali ada jembatan yang membuat kita menjadi sekretaris dan apalagi kamu mengatakan yang awalnya hanya karyawan magang dan aneh sekali jika karyawan magang tiba-tiba menjadi sekretaris dari pimpinan perusahaan besar, sudah pasti ada pemberian yang diberikan bukan," jawab Lastri

Bersambung...

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!