Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Tokoh Utama Tidak Boleh Mati
Otaknya berputar cepat, mencoba mengingat-ingat apa yang harus dia lakukan sekarang berdasarkan cerita novelnya.
"Eh, tunggu... Tapi apa misinya?" batin Elly. "Apa aku harus menyelesaikan sesuai alur cerita novel aslinya? Mana mungkin aku mau menerima perundungan begitu saja tanpa melawan, kan? Lalu.... Kalau nanti kembali ke dunia nyata, apa aku masih bisa hidup? Jangan-jangan aku kena luka bakar akut atau menjadi vegetatif? Tidak!!!!"
Layarnya berkedip pelan, merespons kepanikan Elly.
[Tenang Host! Anda akan kembali ke titik waktu tepat sebelum kematian Anda di dunia nyata. Untuk target misi, silakan pilih di antara dua opsi ini.]
Dua kotak bercahaya muncul di layar.
Opsi A: Meningkatkan rasa suka keluarga Sinclair dan keluarga Parker hingga 100%
Opsi B: Meningkatkan rasa benci keluarga Sinclair dan keluarga Parker hingga 100%
Eleanor menatap kedua pilihan itu dengan saksama. "Oh berarti aku tidak harus mengikuti alur novel? Aku bisa bergerak bebas? Sepertinya bakal seru!", batinnya. "Hm... Opsi A terdengar seperti kerja paksa emosional. Ia harus tersenyum, selalu berbuat baik, tidak bisa membuat kesalahan dan memohon kasih sayang dari orang-orang yang di dalam novel aslinya memperlakukan Eleanor seperti sampah."
"B saja!!" seru Eleanor dalam hati. Sudut bibirnya terangkat membentuk seringai. "Aku bukan tipe penjilat. Aku tidak suka harus selalu berhati-hati dalam bersikap hanya agar disukai. Lebih mudah menjadi antagonis! Aku hanya perlu berulah, bersikap kasar, dan membuat kesal para tokoh ini sepuas-puasnya untuk membuat mereka membenciku!"
Ia menekan tombol B dengan mantap. Baginya, kebencian jauh lebih mudah dipicu daripada cinta yang tulus. Ia membayangkan betapa menyenangkannya melakukan segala hal yang ia inginkan tanpa beban moral.
[Baiklah, Host. Misi Dikonfirmasi: Menjadi Sosok Paling Dibenci. Setelah menyelesaikan misi, Host akan mendapatkan uang 100 juta dollar dan tiket kembali ke dunia nyata. Selamat mencoba, Host!]
"Ha?! Serius?! Seratus juta dollar?" Eleanor hampir saja tertawa terbahak-bahak. Ini bukan sekadar misi, ini adalah jackpot. "Misi ini benar-benar mudah! Aku akan menyelesaikan secepatnya!"
"Hei! Hei! Eleanor!!"
Suara melengking dan cempreng itu seketika memutus lamunan Eleanor. Ia tersentak, matanya fokus kembali pada sosok di depannya. Layar transparan telah menghilang dari hadapannya. Audrey tengah melambaikan tangan dengan kasar tepat di depan hidung Eleanor. Wajah cantik Audrey kini tampak merah padam karena merasa diabaikan.
"Apa kamu tidak mendengarkan aku?! Kenapa terus melamun seperti orang bodoh!" bentak Audrey. Ia berkacak pinggang, menatap Eleanor dengan pandangan merendahkan. "Cepat batalkan pertunanganmu dengan Liam! Liam dan aku adalah pasangan yang ditakdirkan! Jangan mempermalukan dirimu sendiri dengan menjadi orang ketiga. Aku dan Liam sudah saling mencintai sejak masih kecil, kami tumbuh bersama. Hmp!"
Eleanor merasakan telinganya berdenging karena suara cempreng Audrey. Tanpa berpikir panjang, ia bangkit berdiri. Gerakannya begitu cepat sehingga Audrey tersentak mundur. Eleanor menjulurkan tangannya, lalu dengan gerakan kilat, ia menjepit bibir Audrey menggunakan ibu jari dan telunjuknya.
"Diamlah, kau sangat berisik! Apa kau burung beo yang terlahir kembali?!" ketus Eleanor.
Audrey membelalak tak percaya. Ia menampik tangan Eleanor dengan kasar hingga bunyi tepukan terdengar keras. "Kau...!!"
Eleanor seketika teringat dirinya yang terduduk di rumput tadi karena Audrey menamparnya hingga terjatuh. Padahal Eleanor hanya sedang menyendiri di taman ini karena dikucilkan di pesta teh keluarga Kelidon. Saat Eleanor sedang melamun tiba-tiba Audrey muncul dan menamparnya. Karena tidak siap dengan serangan itu, Eleanor terjatuh ke rerumputan.
Eleanor sangat kesal karena mengingat hal itu. Sebagai tokoh antagonis tentu saja ia merasa harus membalas semua perlakuan Audrey. Semakin memancing kemarahan banyak orang, semakin cepat rasa kebencian keluarga Sinclair dan keluarga Parker untuk meningkat. Eleanor langsung menampar pipi kanan Audrey tanpa aba-aba dengan sangat keras.
"Kau!!!" teriak Audrey.
"Hm... Kok wajahmu jadi terlihat aneh?" setelah berkata begitu, Eleanor menampar lagi dan mendarat di pipi kiri Audrey. "Nah sekarang sudah simetris. Betapa pintarnya aku..."
Audrey merasa ingin muntah darah karena sangat marah. Tamparan Eleanor sangat keras. Kedua pipinya terasa sangat panas. Matanya mulai berkaca-kaca tapi tatapan kebencian di matanya tidak padam. Audrey menatap tidak percaya, Eleanor menamparnya dengan raut sangat bahagia seolah sedang bermain-main bukan marah membabi buta seperti biasanya.
"Lagipula siapa juga yang jadi orang ketiga?" Eleanor melipat tangan di dada, menatap Audrey dari atas ke bawah dengan tatapan jijik yang sangat natural. "Pertunanganku dan Liam sudah diputuskan sejak kami masih dalam bentuk zigot! Semua keluarga kalangan atas juga tahu itu. Kamu yang masuk tiba-tiba beberapa tahun lalu, tiba-tiba tinggal di rumah keluarga Parker tanpa tahu malu. Lalu sekarang apa? Merasa jadi pemeran utama? Kalau memang Liam sebegitunya menganggap kamu berharga, seharusnya dia sudah membatalkan pertunangan kami sejak dulu. Tapi nyatanya... Dia diam saja. Bukankah itu artinya dia setuju dengan perjodohan kami?"
"Kau..!!" Wajah Audrey semakin memerah, ia tampak gagap karena tidak menyangka Eleanor yang biasanya hanya bisa menangis histeris atau berteriak memaki kasar kini bisa bicara setajam itu dengan tenang dan terkontrol.
"Kau..! kau..! kau..?! Apa kamu tidak bisa mengeluarkan suara lain? Ditambah suara cemprengmu itu, mulutmu seperti kaset rusak saja!" Eleanor melangkah maju, membuat Audrey terdesak hingga ke bibir kolam ikan yang licin.
Audrey melirik ke sekeliling. Taman itu sepi. Pelayan sedang berada di paviliun belakang. Merasa tidak ada saksi, Audrey bermaksud menarik tangan Eleanor lalu mendorongnya ke kolam ikan.
Namun, Elly bukan Eleanor yang asli. Ia sudah tahu semua gerakan Audrey di novel, ia juga sudah sering membaca trik-trik semacam ini di novel-novel lain yang pernah dibacanya. Sebelum tangan itu menyentuh kulitnya, Eleanor menangkap kedua pergelangan tangan Audrey lalu memberikan tendangan telak pada bagian perut Audrey.
Byur!
Air kolam ikan koi yang dingin memuncrat ke segala arah saat tubuh Audrey terjatuh ke dalamnya. Gadis itu terengah-engah, tangannya berusaha menggapai-gapai permukaan air karena terkejut dan panik.
Eleanor berdiri di tepi kolam, memandangi Audrey yang kesusahan berenang dengan senyuman tipis dan tatapan santai. Di novel aslinya, Eleanor akan berteriak histeris dan memukul Audrey secara membabi buta setelah ditampar hanya karena kalimat provokasi Audrey, yang justru membuat orang-orang mengasihani Audrey dan membuat Eleanor tampak tidak berkelas. Tidak ada yang percaya kalau Audrey itu bermuka dua termasuk Liam dan seluruh keluarga Sinclair. Tapi sekarang, Eleanor hanya berdiri diam, menikmati pemandangan "tokoh utama wanita" yang basah kuyup seperti tikus tercebur got. Ia tidak peduli apa nanti orang-orang akan percaya dengan penjelasannya atau tidak. Toh dia di sini memang untuk jadi tokoh antagonis.
Tiba-tiba, layar sistem kembali muncul dengan warna merah yang berkedip-kedip. Sebuah simbol peringatan besar menutupi pandangannya.
[Peringatan! Host, Anda tidak bisa membunuh tokoh utama! Bagaimana Anda akan menyelesaikan misi Anda jika tokoh utamanya mati!]