NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Sebuah ancaman

Esok harinya Mobil yang di kendarai Nova menjadi pusat perhatian saat memasuki gerbang, meskipun bukan sebuah mobil sport mewah, tapi semua orang tahu logo yang tertera di mobil itu.

Semua siswa mulai menebak-nebak siapa yang ada di dalam mobil tersebut. Dan begitu terparkir, semua orang fokus memperhatikan untuk mengetahui siapa yang mengendarai mobil jeep yang berpenampilan garang itu.

“Wahh, ternyata si culun, dia beneran berubah,” ujar seorang siswa sambil celingukan karena pandangannya terhalang siswa lain.

Semua orang terkejut, begitu Nova yang keluar dari mobil itu, bagaimana tidak, Nova di kenal sebagai siswa beasiswa yang tak mungkin membeli sebuah mobil mewah. Dan hal itu langsung menjadi buah bibir di seluruh penjuru sekolah Nusantara, terlebih Aruna keluar dari mobil itu bersama dengan Nova, membuat semua siswa menjadi iri.

Vanesha yang melihat itu semakin kesal.

“Sial! Awas aja kalian!” umpatnya sambil menghentakkan kaki dan beranjak pergi dari area parkiran itu bersama dua temannya yang diam-diam mulai memperhatikan Nova.

Nova melangkah dengan percaya diri, auranya semakin membuat dirinya di segani oleh para siswa lain. Berbeda dengan Dion, karena ia sangat menantikan pertarungan dengan Nova di dalam Arena yang sudah di sepakati oleh dirinya dan Nova.

Kabar tentang pertarungan itu langsung di sebarkan oleh Alex teman dari Dion, dan tentu saja semua orang lebih percaya kepada Dion, bagaimana tidak ia adalah seorang juara bertahan di ajang beladiri antar sekolah dan bahkan nasional.

Tapi, yang tak di ketahui banyak orang, Nova bukan lagi manusia biasa yang bisa mereka remehkan begitu saja.

“Nova, Papa menawarkan mu sebuah Vila di ujung bukit, apa kamu tertarik?” ucap Aruna sambil berjalan di sampingnya.

Nova menoleh sekilas, ia memang berencana untuk membeli rumah atau sekedar merenovasi rumah yang ia tempati saat ini.

“Baiklah, kita lihat saja dulu kesana,” jawabnya.

Aruna mengangguk, kemudian keduanya mempercepat langkah untuk segera masuk ke kelas mereka.

Sementara itu di gedung aula serba guna, Dion sedang berlatih untuk persiapan pertarungan dengan Nova yang hanya tinggal menghitung hari saja.

Alex menemaninya, dan dijadikan samsak hidup oleh temannya sendiri, bahkan Alex sudah terlihat kewalahan meladeni Dion.

“Bocah tengik itu harus terima akibatnya!”

Bukkk...

Alex terhempas ke atas matras dan langsung merintih kesakitan. Sementara Dion tak mempedulikannya sama sekali.

***

Sementara itu di dalam kelas Nova yang sedang melaksanakan ujian singkat dari gurunya, hanya butuh waktu kurang dari lima menit untuk menyelesaikan lembaran soal. Hal itu membuat teman-temannya yang baru mulai mengerjakan ternganga, bahkan menyentuh pena saja mereka belum sempat dan Nova sudah selesai mengerjakannya.

“Apa! Dia udah beres? Mustahil,” ucap salah satu siswa yang bangkunya tak jauh dari tempat Nova duduk.

Aruna hanya bisa mengagumi kejeniusan Nova, bahkan gurunya Bu Riska menatap tak percaya ke arah Nova, namun saat ia memeriksa lembar soal, semua jawabannya tak ada yang salah sedikitpun.

“Nova... kamu boleh istirahat lebih dulu, silahkan,” ucap Bu Riska sambil memeriksa kembali lembar soal milik Nova.

Nova mengangguk, kemudian ia keluar kelas. Dan saat keluar kelas, ia melihat Calista yang sedang duduk tak jauh di depannya. Ia pun menghampirinya.

Calista yang mendengar suara langkah mendekat ke arahnya menoleh, ia menyunggingkan senyumnya saat tahu siapa yang mendekat.

“Apa kau baru selesai mengerjakan ujianmu?” tanyanya sambil memperhatikan ke arah pintu kelas Nova.

Nova mengangguk pelan seraya duduk di sebelahnya.

“Yaa, terlalu mudah,” jawab Nova dengan pongahnya.

Calista hanya berdecak pelan sambil tertawa renyah.

“Sombong sekali kamu,” timpalnya.

Nova hanya tersenyum menanggapi kalimat dari Calista itu. Saat keduanya sedang duduk bersantai, aura gelap di sekitar sekolah membuat keduanya saling bertukar pandang.

“Apa kau merasakannya? Aura ini sama dengan aura yang ada di manor,” ujar Nova sambil berdiri dan memperhatikan setiap sudut sekolah.

Calista ikut berdiri dan mengangguk, auranya dan aura milik Nova meningkat dan kewaspadaan keduanya semakin tajam.

“Disana!”

Dengan satu hentakan kaki, Nova dan Calista melesat ke arah dimana aura itu berada. Tak ada yang melihat itu, dan hanya Ethan yang menyadari itu dan melihatnya lewat jendela.

“Sepertinya mereka merasakan hal yang sama denganku,” gumamnya.

Di atap sekolah, Nova dan Calista menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang berdiri di ujung tembok pembatas, jubah hitamnya berkibar tertiup angin, aura kegelapan menyelimutinya.

“Siapa kau?!” tanya Nova seraya bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi begitupun dengan Calista.

Namun, bukannya jawaban yang mereka terima, hanya suara tawa yang seakan mengejek keduanya. Perlahan sosok misterius itu membalikan tubuhnya, wajahnya di penuhi luka goresan, kulitnya pucat dan matanya hitam legam, tak ada sedikitpun jejak kehidupan yang terlihat di matanya.

“Aku datang bukan untuk membuat kerusuhan, tapi aku hanya memberi peringatan kepada kalian, jangan mengganggu, aktifitas kami. Jika tidak, aku akan mengincar semua orang-orang yang kalian sayangi,” ucapnya datar nyaris tanpa nada.

Nova mengepalkan tangannya, namun sebelum ia dan Calista merespon, sosok itu berubah menjadi kepulan asap hitam yang terbang bersama angin.

“Siapa dia?” tanya Nova.

Calista hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia pun tidak tahu siapa sosok misterius itu. Dan saat mereka hendak kembali, Ethan, Darius dan Eve datang dan langsung menanyakan apa yang baru saja terjadi.

Calista menjelaskan semuanya, dan membuat mereka geram. “Kita harus mengejarnya!” ucap Darius.

Namun, Nova segera angkat bicara.

“Tidak bisa, dia terlalu kuat bahkan jika kita bersatu melawannya, kita semua tetap akan kalah dan kemungkinan terparahnya, kita semua akan mati.”

Ethan dan yang lainnya hanya bisa menahan kesal, lalu mereka pun segera kembali ke lantai bawah dan menuju kantin, tepat saat bel istirahat berbunyi.

Aruna yang baru saja keluar dari kelas, langsung mencari keberadaan Nova bersama Kinan. Keduanya berjalan menuju kantin, namun saat melewati koridor menuju gudang, lengan Aruna di tarik oleh Dion, yang langsung mendorong tubuh Aruna ke arah dinding.

Kinan yang melihat itu, langsung melayangkan tangannya untuk menampar Dion, tapi Alex langsung menahannya.

“Brengsek! Apa yang mau kalian lakukan!” bentak Kinan.

Sementara Aruna sedang ketakutan saat Dion mendekatkan wajahnya.

“Aruna... bilang sama kekasihmu itu, sebaiknya berlatih dan bersiap untuk pertarungan nanti, karena aku akan mematahkan kakinya!” setelah mengucapkan itu Dion melepaskan cengkraman tangannya dari lengan Aruna.

Aruna meringis kesakitan, bekas merah di lengannya membuat Kinan marah. Namun, karena ia perempuan Kinan tak bisa melawan Alex maupun Dion.

“Aruna kamu baik-baik aja kan?” tanyanya dengan wajah yang terlihat khawatir.

Aruna mengangguk, namun wajahnya tak bisa menutupi ekspresinya yang menahan rasa sakit.

“Aku harus memberitahu Nova!” kata Kinan sambil beranjak pergi, namun Aruna langsung menarik tangan Kinan dan menggeleng pelan.

“Sebaiknya jangan,” ucapnya lirih.

Kinan mengkerutkan keningnya dan menatap heran ke arah Aruna. Keduanya tidak tahu saja jika Nova tetap akan tahu kejadian ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!