NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Jas Putih: Mempelai Terbuang Dan Skandal Malam Terlarang

Dosa Di Balik Jas Putih: Mempelai Terbuang Dan Skandal Malam Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Romansa Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Briella hanyalah "sampah" di kediaman megah keluarganya—anak haram yang lahir dari perselingkuhan ibunya. Saat ia nyaris tewas disiksa oleh saudari tirinya, Prilly, sebuah pelarian berdarah membawanya ke pelukan pria asing di sebuah hotel remang-remang. Satu malam panas mengubah segalanya. Pria itu adalah Geovani, dokter bedah jenius berdarah dingin yang ternyata merupakan tunangan Prilly. Kini, Briella kembali bukan sebagai korban, melainkan sebagai wanita yang membawa benih sang dokter. Di bawah bayang-bayang balas dendam, Briella memulai permainan berbahaya: Merebut pria milik musuhnya, meski ia harus mempertaruhkan nyawa di atas meja operasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demam di Tengah Malam

​Kegelapan yang pekat akhirnya terkoyak oleh suara desis pintu baja yang terbuka. Geovani berdiri di ambang pintu, menatap siluet Briella yang meringkuk tak berdaya di lantai beton yang dingin. Aroma parfum maskulin yang semula mendominasi ruangan kini bercampur dengan bau pengap dan hawa kecemasan yang membeku.

​Pria itu melangkah masuk, namun tidak ada reaksi apa pun yang mencurigakan dari sang tawanan. Briella tetap diam dengan napas yang terdengar pendek dan berat, seolah setiap tarikan udara adalah beban yang sangat menyakitkan.

Geovani berjongkok, menyentuh dahi Briella dan seketika menarik tangannya kembali karena rasa panas yang membakar kulit telapak tangannya.

​"Briella, bangun. Hukumanmu sudah selesai," ujar Geovani dengan nada yang berusaha tetap datar, meski ada sedikit getaran ketegangan di sana.

Tentu saja ​Briella tidak menjawab, ia hanya merintih pelan dalam ketidaksadarannya. Wajahnya terlihat kuyu dengan keringat yang sudah membanjiri dahinya. Melihat pemandangan itu, ada sedikit rasa kasihan di hati Geovani.

"Apa aku terlalu keras padanya?" batinnya yang mulai iba.

Tanpa menunggu lama, Geovani segera mengangkat tubuh mungil itu ke dalam dekapannya, merasakan tubuh Briella yang bergetar hebat karena menggigil. Ia membawa Briella kembali ke kamar utama, melewati lorong-lorong sunyi mansion yang kini terasa seperti labirin yang mencekam.

"Dahimu ... panas sekali," gumam Geovani yang sudah mulai merasa panik.

​"Jangan tinggalkan aku di tempat gelap itu lagi, Mas," gumam Briella dengan suara parau yang nyaris tidak terdengar.

​Geovani membaringkan Briella di atas ranjang sutranya, lalu segera melepas jas putihnya dengan gerakan cepat. Ia mengambil termometer digital dari laci medis dan menyematkannya di telinga Briella. Angka yang muncul di layar kecil itu membuat rahang Geovani mengeras; empat puluh derajat Celsius.

​"Kau jatuh sakit karena kebodohanmu sendiri, Briella. Stres yang kau ciptakan telah merusak sistem imunmu," ucap Geovani sambil menyiapkan baskom berisi air hangat dan handuk kecil.

​"Aku membencimu, Geovani. Sangat membencimu," rintih Briella sambil memejamkan mata erat-redat, air mata mengalir dari sudut matanya yang tertutup.

​Geovani tidak membantah, ia justru duduk di tepi ranjang dan mulai memeras handuk hangat tersebut. Dengan gerakan yang sangat lembut, ia menyeka dahi Briella, lalu beralih ke leher dan lengan gadis itu. Ketegasan seorang dokter yang biasanya kaku kini melunak menjadi sebuah perhatian yang sulit dijelaskan.

​"Bencilah aku sesukamu, tapi tubuhmu sedang membutuhkan bantuanku saat ini. Kau harus bertahan demi benih di rahimmu," balas Geovani sambil terus mengompres tubuh Briella.

​"Kau hanya peduli pada bayi ini, bukan padaku. Aku hanyalah wadah eksperimen bejat bagimu," suara Briella terdengar sangat rapuh, bercampur dengan isakan kecil yang memilukan.

​Geovani menghentikan gerakannya sejenak, menatap wajah Briella yang memerah karena demam tinggi. Ia menyisipkan jemarinya ke sela-sela rambut Briella yang basah oleh keringat, lalu mengusapnya dengan perlahan. Rasa benci dan cinta seolah berperang di dalam dada Briella saat merasakan sentuhan lembut pria itu.

​"Tidur dan diamlah. Aku tidak akan membiarkan suhu tubuhmu naik lebih tinggi lagi. Aku akan merawatmu dan memastikan semuanya baik-baik saja." Geovani berkata dengan suara bariton yang dalam, memberikan rasa aman yang aneh di tengah rasa sakit.

​Sepanjang malam, Geovani tidak beranjak sedikit pun dari sisi ranjang Briella. Ia mengganti kompres setiap lima belas menit, memastikan suhu tubuh Briella perlahan menurun. Sesekali ia membisikkan kata-kata medis yang tenang, seolah-olah sedang menghipnotis Briella agar tetap berada di alam bawah sadarnya yang damai.

​"Kenapa kau melakukan ini? Harusnya kau biarkan saja aku membusuk di sana," tanya Briella saat ia terbangun sejenak di tengah malam.

​"Karena aku tidak mengizinkanmu mati sebelum kau melunasi semua hutangmu padaku, Little One. Tidurlah kembali," jawab Geovani sambil mengusap pipi Briella dengan punggung tangannya.

​Briella menatap punggung tegap Geovani yang sedang merapikan perlengkapan medis di atas meja nakas. Di balik rasa benci yang mendarah daging, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa keberadaan Geovani malam ini memberikan ketenangan. Perasaan campur aduk itu membuatnya merasa semakin terasing dari logikanya sendiri.

​"Kau adalah iblis yang merawatku dengan tangan malaikat. Itu sangat menjijikkan," gumam Briella sebelum rasa kantuk akibat demam kembali menyerangnya.

​Geovani hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mengandung ejekan melainkan kesedihan yang tersembunyi. Ia kembali memeras handuk dan meletakkannya di leher Briella, memastikan kenyamanan tawanannya tetap terjaga di tengah badai kesehatan yang melanda.

​"Mungkin aku memang menjijikkan, tapi aku adalah satu-satunya orang yang akan tetap di sini saat seluruh dunia membuangmu," bisik Geovani pada kesunyian malam yang dingin.

​Menjelang fajar, napas Briella mulai terdengar lebih teratur dan suhu tubuhnya perlahan kembali normal. Geovani masih setia berjaga, meski matanya tampak merah karena kurang tidur. Ia menyelimuti Briella dengan lebih rapat, memastikan tidak ada hawa dingin yang bisa masuk menembus kulit tipis gadis itu.

​"Mas ... terima kasih," igau Briella dalam tidurnya yang mulai nyenyak.

​Geovani tertegun mendengar panggilan itu, sebuah panggilan yang sudah lama tidak ia dengar dari bibir Briella. Ia mengepalkan tangannya di bawah meja, mencoba menahan emosi yang mulai meluap dan mengancam objektivitasnya sebagai seorang dokter sekaligus penculik.

​"Istirahatlah. Besok kita akan memulai hari yang baru, tanpa ada lagi rahasia di antara kita," Geovani mematikan lampu nakas, membiarkan cahaya fajar yang remang mulai masuk melalui celah tirai.

​Briella akhirnya tertidur lelap, merasa bahwa di dalam sangkar emas ini, ia telah menemukan sebuah paradoks yang menyakitkan. Ia mencintai perhatian yang diberikan pria ini, namun ia membenci belenggu yang mengikatnya. Perasaan "benci tapi cinta" itu kini telah berakar semakin dalam, seiring dengan setiap tetesan air hangat yang digunakan Geovani untuk merawatnya semalam penuh.

​Di puncak bukit Etheria yang tertutup salju, dua jiwa itu terlelap dalam keheningan yang penuh dengan konflik batin. Geovani menyadari bahwa ia mulai kehilangan kendali atas perasaannya sendiri, sementara Briella menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa benar-benar membenci pria yang menyelamatkan nyawanya berulang kali.

​"Malam ini kau menang lagi, Briella. Kau membuatku melanggar semua aturanku sendiri," batin Geovani sambil menyandarkan kepalanya di tepi ranjang.

​Mansion mewah itu tetap berdiri kokoh, menyembunyikan drama emosional yang terjadi di dalamnya dari mata dunia. Namun, di dalam kamar itu, benih-benih perasaan yang berbahaya telah mulai berkecambah, mengancam untuk menghancurkan tembok pertahanan yang telah dibangun dengan susah payah oleh sang dokter dan tawanannya.

1
𝐀⃝🥀Weny
secangkir kopi untuk mu thor
𝐀⃝🥀Weny: sama²🤗
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
kutunggu next episodenya thor
𝐀⃝🥀Weny
waah... kebetulan yang sangat bagus😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!