NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:32
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Some adalah gadis SMA biasa, selain karena di seorang seleb sosial media. Dia dikenal cewek yang ceria dan anak OSIS, sampai suatu ketika dia mendapat kabar dari dokter kepercayaan ayahnya kalau ia ada gejala kanker. Ditengah air mata yang tak dapat terbendung, sang mama dan papa malah membuat sebuah kencan - kencang dengan anak - anak rekan kerja mereka. Agar Some dapat menikah dengan pria yang bertanggung jawab, dan diantara cowok - cowok kayak itu mengapa harus Dinner. Orang yang mengawali kencan pertama kali, dan anak baru di sekolah Some. Ternyata alasannya sangat klasik, itu pun berlaku untuk Dinner yang memiliki keluarga super fanatik. Ketika dia mau dijodohkan dan serius dengan Some, karena kencan itu, maka mereka merestui seolah kasta mereka sama.

🌷Judul Aslinya : Something
🌷Tidak ada unsur plagiat, setiap detail saya harap bisa memenuhi itu
🌷Tema : Fiksi Remaja, Cinta Paksaan, dan Percintaan Dewasa
🌷Detail Hubungan : Perjodohan Kencan, Kekayaan, Gengsi, Perusahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 33

Apapun Tentang Dirimu dan Kanker

**

"Good morning," sapa papa dengan ceria menyambut pagi dan juga anak - anaknya yang lengkap dengan seragam masing - masing. Sedang duduk di kursi meja makan, sambil berbincang menunggu mama menyiapkan makanan. Keduanya nampak berbicara dengan pertunangan rencana ini, sama - sama tidak tertarik sekalipun mama dan papa sempat begitu cerah menyambut hari ini.

"Morning pa," jawab Some ketika kepalanya yang telah dihiasi pita kecil biru itu, dicium oleh papanya dengan romantis. Membuat mama dan Ranu menatapnya iri.

"Terus aja begitu sampai nggak sadar punya anak cowok yang mengenaskan disini," ujar Ranu setengah kesal membuat papa dengan tertawa kecil menghampirinya dan mencium keningnya.

"Makasih papa," balas Ranu manja. Kemudian papa menghampiri mama dan mencium kepalanya juga, ia nampak sangat menikmati hidup dengan keluarga ini apalagi ada kehadiran mama. Setelah selesai papa dan mama langsung duduk di dekat anak - anaknya, dan masakannya telah beres.

"Mama masak apa aja, kok Ranu nggak kenal," ujar Ranu memerhatikan makanan sayuran yang di iris rapih.

"Ini cara hidup sehat dari google Ran, katanya makan sayur yang di olah dengan bahan dari dapur. Ada perpaduan tempe dan tahu juga kok," jawab mama membuat Ranu mengangguk paham. Sekalipun papa dan Some agak sedikit kurang suka, tapi mereka akan makan demi menghormati Some yang sedang sakit.

Keseriusan mereka pada makanan yang lumayan enak tak terasa akhirnya selesai juga. "Gimana kondisi kamu sekarang paska selesai operasi, kan papa udah bilang jangan sekolah dulu," ujar papa sambil menatap Some sambil menghembuskan nafas pasrah.

Some mengigit lidahnya yang terasa kelu, karena ia merasa bersalah. "Baik - baik aja pa, bahkan Some sempat lari - lari kecil di sekolah, saking fit," jawab Some lalu meminum air miliknya.

Mama mengerutkan kening, benar Some terlalu muda untuk mengerti maksud untuk menjaga diri. "Tuh kan baru aja selesai operasi, belum tentu juga di dalam udah pada kering sekarang udah lari - lari," kata papa sendiri menahan emosi. Membuat Some makin gemeteran, aduh kenapa ia nggak pernah sadar.

"Tapi mama udah mengijinkan Some buat date, dan pasti papa bakalan minta kalau Some belum memutuskan. Pa bukannya Some terlalu baik - baik saja," tekan Some tidak mau disalahkan. Mama dan papa saling melirik satu sama lain.

"Iya itu hanya sebatas date bukan sekolah, pokoknya hari ini kamu istirahat di rumah aja," tawar mama namun Some menggeleng karena dirinya juga sudah siap berangkat.

"Nggak bisa udah di pake segala seragamnya," tolak Some yang membuat mama dan papa hanya menghembuskan nafas pasrah.

"Ingat kalau kamu kayak gini yang ada calon tunangan kamu risih, dia mau lho sama cewek yang juga bisa jaga dirinya kayak dia berusaha menjaga dirinya juga," ujar mama entah spontan atau terlalu kesal karena Some yang terkadang susah dibantah.

Some terdiam beberapa saat berpikir, benarkah apakah semua yang menimpanya adalah kesalahannya. "Kenapa dibahas cowok itu, dia orangnya yang terlalu nuntut  apa - apa dari Some," ujar Some merasa kalau everything well be all right.

"Ya sudah padahal mama tahu lho kamu sedang kebingungan buat ngadepin penyakit sama pertunangan ini secara langsung, Some ingat kamu harus lebih peduli sama dia, makannya berhenti susah diatur kayak tadi," ujar mama membuat Some makin ruwet pagi - lagi sudah dijamu dengan kesalahannya tentang menyikapi. Padahal belum tentu orang lain sanggup menanggapinya, Some tahu semua yang ia lakukan adalah hal yang benar.

"Iya kak sayang nggak sama Ranu, aku kepengen lihat kakak cepat sembuh, jangan egois," tambah Ranu. Some menelan air minumnya dengan kesal.

"Iya aku nggak bakalan main - main di sekolah, cuma duduk aja di kelas," ujar Some dengan senyum dipaksakan.

"Kenapa nggak di rumah aja?" tanya papa heran.

"Nggak aku mau ketemu sama temen - temen dan juga cowok itu," ujar Some semoga membuat hati mama dan papa luluh. Dan ternyata mereka nampak tersenyum meski samar, setidaknya rencananya gak seburuk yang mereka pikir.

"Ngak usah dipaksa kalau lagi sakit, lagian nanti sore sepulang sekolah kami harus ikut ke rumahnya, okey?" tanya papa membuat Some terdiam dengan hati yang tidak tantrum. Selama ini dia baru tahu rasanya di kejar deadline nikah di usia kelas dua SMA.

"Iya pa," jawab Some pasrah. Toh dia bertekad untuk banyak istrahat agar selalu siap sedia untuk mengobrol detak jantungnya ketika nama Dinner disangkut pautkan.

"Ya sudah kamu berangkat gih, udah hampir siang," ujar mama sambil berdiri dan menghampiri Some, untuk membantu anak itu berdiri. Setelah itu ia mengajak Some menemui pak Supratman yang telah menunggu Some untuk pergi ke sekolah.

"Hati - hati pak, jaga anak ini baik - baik," ujar mama ketika  Some sudah memasuki mobil dengan tenang. Yang di angguk pak Supratman dan berangkat ke sekolah.

**

Ternyata dugaan Some salah, dia berhasil menerima ajaran guru yang dagang ke kelasnya dengan normal. Namun setelah dia Maya pelajaran tadi, kepalanya mendadak berputar seperti Tidka makan nasi, dan yang membuat makin kesal karena riu terjadi ketika ia sedang istirahat. Sehingga dirinya hanya bisa duduk di kursinya, dan teman - temannya bersekongkol untuk memintanya lebih banyak duduk. Mereka terlalu takut membuat kondisi Some jadi nggak baik.

Jadi akhirnya ia hanya melihat sekitar kelas yang sepi, sambil memainkan buku dan bolpoin karena sehabis menulis puisi cinta. Seperti kisah cintanya, yang jelas ia terlalu sadar diri kalau suatu saat tak pernah sanggup menepati janjinya.

"Sorry ada yang nama Some? Biasanya dia lagi di kantin jam segini," ujar seseorang tiba - tiba mengganggu konsentrasi Some. Ia menoleh kepada Aldo yang punya suara itu.

Samar ia melihat cowok stylish yang pernah Some perhatikan dalam jarak seperti ini. Selalu bingung, tapi Some tahu dia adalah murid baru itu. "Gue tadi nggak lihat dia di kantin habis lewat," jawabnya samar.

"Iya bentar gue lihat dulu," jawab Aldo sambil melihat ke penjuru kelas. Dan dia nampak kaget melihat orang yang biasanya menghabiskan waktu di kantin itu sedang duduk manis.

"Some?" tanyanya bingung.

"Iya," jawab Some menatapnya tidak peduli. 

"Loe dicariin anak kelas IPA 6, kok nggak bisanya diam begitu, lagi datang bulan," goda Aldo membuat Some menatapnya keki. Tapi ia menghampiri cowok itu sambil mengangguk mengiyakan padahal kepalanya yang pening, tapi dari pada anak kelasnya pada tahu.

"Iya ada apa anak kelas IPA 6?" tanya Some tanpa basa - basi pada Dinner yang merasa minder karena datang ke kelas IPA 2.

"Ada yang perlu dibahas, tapi nggak terlalu penting, gue kepengen kenal loe," ujar Dinner nampak gugup dibuatnya. Some tahu Dinner seperti orang yang tengah dihadapkan dengan orang yang ia suka, dan Some tak pernah berpikir akan begitu jadinya.

"Boleh, lagian gue lagi sendirian, butuh seseorang," jawab Some lolos lalu tersenyum kecil. Dia dengan tenang mengikuti langkah Dinner.

Keduanya berjalan di belantara sekolah yang agak sepi. Mungkin tujuan mereka adalah ruang ketua OSIS, tempat yang tenang yang suka dijadikan tempat sasaran untuk mengobrol serius.

"Loe mau ngobrol apa?" heran Some. "Tapi gue pengen tahu alasan loe menerima gue, loe nggak takut gue ninggalin loe dalam langkah baru ini?" lanjut Some pesimis.

"Kenapa memangnya penyakit loe seserius itu, memang loe nggak takut perjodohan ini malah gagal," kata Dinner bingung.

"Lumayan selama loe anggap ini penyakit beneran," ujar Some.

Dinner menyergirkan kening, "Jika pun penyakit ini serius banget, gue tahu sih itu apa sempat lihat. Gue jadi khawatir sama diri loe Some," ujar Dinner sambil menunduk ragu.

"Nggak perlu gue selalu baik - baik saja dan lo tahu masih ada harapan baru di setiap lembaran baru hidup loe," ujar Some dengan senyum tulus.

"Jangan bilang begitu makannya gue perlu tahu, jadi apa? Bisa loe jelaskan?" tanya Dinner menatap mata Some dengan dalam. Perlahan ia deskripsikan kalau pada dasarnya pria itu tak pernah berdusta menyukai gadis ini pas pertama kali melihatnya. Dan dramanya terlalu panjang, untuk disebutkan kalau harapannya terhadap gadis ini ternyata salah.

"Gue udah lama sering sakit paru - paru dari gue mulai masuk SMA, namun itu hanya sebuah gejala biasa. Sampai ada yang menyebut gue akan terkena kanker paru," ujar Some dan air matanya terjun. Dinner terlalu kaget untuk menghapus air mata itu.

"Gue nggak masalah kok, maksudnya loe mungkin ngira gue bakalan mundur ketika tahu, tapi itu nggak akan terjadi," ujar Dinner membuat Some tersenyum lagi. Padahal Dinner merasakan betapa sedihnya seseorang mengetahui fakta itu.

"Ya gapapa juga," ujar Some.

"Terus apa yang nggak boleh gue lakuin?" tanya Dinner penuh perhatian.

Some tertawa kecil, "Jangan bikin gue kecapean. Dan jangan bikin gue selalu aktif ketika sama loe," jawab Some ragu.

"Lain waktu kita ketemu lagi ya," jawab Dinner lalu bel berdentang memaksakan keduanya untuk berpisah di penghujung ruang OSIS.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!