NovelToon NovelToon
Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Terlarang
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di balik dinding suci sebuah pondok pesantren, tersembunyi seorang buronan. Reyshaka El Zhafran atau Shaka—tak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir di tempat yang paling ia hindari. Demi lolos dari kejaran polisi, pengedar narkoba itu nekat bersembunyi di pesantren milik Ustadz Haidar, seorang ulama yang dikenal bijak dan disegani.

Awalnya, Shaka hanya ingin selamat. Namun hari demi hari, ketenangan, nasihat, dan ketulusan Ustadz Haidar perlahan meruntuhkan tembok keras di hatinya. Untuk pertama kalinya, Shaka mulai mengenal arti penyesalan dan harapan untuk berubah. Semua menjadi semakin rumit saat ia bertemu Hanindya Daisha Ayu—putri sang ustadz yang berhati lembut dan shalihah. Tanpa disadari, perasaan itu tumbuh diam-diam, menyiksa shaka dalam keheningan.

Tapi bagaimana mungkin seorang mantan pengedar narkoba seperti dirinya pantas mencintai perempuan sebersih Hanindya?
Terlebih, Hanindya telah dijodohkan dengan Ustadz Ilyas—lelaki yang jauh lebih layak dibanding dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

“Mana Shaka?”

Ozy terdiam sementara pikirannya berputar cepat. Kalau ia bilang tidak tahu, Bram pasti bakal menghajarnya sampai babak belur. Kalau ia jujur bahwa Shaka sebenarnya pergi tanpa membawa apa-apa, Bram mungkin tetap akan melampiaskan amarahnya ke dirinya.

Sial!

Ozy menggigit bibirnya dengan gugup lalu perlahan sebuah ide licik muncul di kepalanya. Dan tanpa berpikir panjang lagi—

ia memilih mengorbankan Shaka. Ozy langsung menunduk pura-pura ketakutan.

“Bos... gue sebenernya mau bilang dari semalam...”

Bram menatapnya tajam.

“Apa?”

Ozy pura-pura ragu.

“Shaka... dia kabur bos.”

Suasana langsung terasa hening untuk beberapa detik. Tatapan Bram berubah dingin.

“Apa?”

Ozy menelan ludah lalu melanjutkan kebohongannya.

“Semalam Shaka datang ke gue, bos.” Ozy mulai memainkan ekspresi panik seolah ia benar-benar korban. “Dia bilang udah capek kerja buat bos.”

Deni dan beberapa anak buah lain saling pandang sementara Bram mulai mengepalkan tangannya perlahan. Ozy yang melihat itu semakin nekat meneruskan kebohongannya.

“Dia ambil tas isi duit sama barang terus pergi gitu aja bos!”

“Berapa duitnya?” tanya Bram pelan namun suaranya mengandung ancaman besar dan membuat Ozy pura-pura berpikir.

“Lumayan banyak bos...”

Padahal ozy tahu kalau ia sendiri yang menyerahkan tas itu kepada Shaka demi membuatnya aman dari kejaran polisi. Namun sekarang ia harus membuat semua kesalahan terlihat seperti ulah Shaka.

“Shaka bilang kalau dia mau kabur yang jauh.”

Bram langsung menendang kursi besi di dekatnya sampai terpental keras.

BRAANG!

Ozy gemetar.

“KURANG AJAR!” Suara bentakan Bram menggema memenuhi gudang. Wajah lelaki itu benar-benar dipenuhi kemarahan sekarang. Urat di lehernya sampai terlihat menegang. Selama bertahun-tahun menjalankan bisnis haramnya, Bram paling benci pengkhianatan. Dan sekarang salah satu anak buah yang paling ia percaya justru disebut telah mengkhianatinya. Ozy cepat-cepat menambahkan kebohongannya.

“Gue udah coba cegah dia bos, sumpah!”

“Terus kenapa lo diem aja?!”

“Gue takut bos!”

Bram berjalan mondar-mandir sambil mengacak rambutnya frustrasi.

“Sial... Sial...!”

Deni berdiri diam sambil memperhatikan bosnya itu. Suasana makin tegang. Bram lalu berhenti berjalan dan menatap Ozy lagi.

“Lo tau dia pergi ke mana?”

Ozy langsung menggeleng cepat.

“Enggak bos! Demi Allah gue enggak tau!”

Padahal sebenarnya ia memang tidak tahu di mana Shaka sekarang berada. Namun kebohongannya tadi sudah terlanjur keluar.

Dan sekarang ia hanya bisa berharap Bram mempercayainya. Beberapa detik suasana terasa hening lalu Bram tertawa kecil. Namun tawa itu sama sekali tidak terdengar normal.

Justru menyeramkan. Ia menatap kosong ke lantai sebelum akhirnya berkata pelan,

“Gue percaya sama dia.” Tatapannya perlahan berubah gelap. “Dan dia malah nusuk gue dari belakang.”

Ozy diam sambil menahan napas. Dalam hati ia sedikit lega karena kebohongannya tampaknya berhasil. Namun rasa takut masih memenuhi dadanya. Bram bukan orang yang mudah ditebak. Tiba-tiba lelaki itu menoleh ke arah anak buahnya.

“Deni.”

“Iya bang.”

“Sebarin orang.” Tatapan Bram terlihat tajam penuh kemarahan. “Cari Shaka.”

Deni langsung mengangguk.

“Siap bang.”

Namun Bram belum selesai. Ia melangkah mendekat lalu berkata dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk semua orang meremang.

“Gue enggak peduli dia sembunyi di mana.” Tatapan Bram mengeras penuh dendam. “Temuin dia.” Ia mengepalkan rahangnya kuat-kuat. “Dan bawa dia ke hadapan gue.” Suasana mendadak sangat sunyi. Lalu Bram menambahkan dengan nada dingin mematikan, “Hidup...” Ia berhenti sebentar.

“Atau mati.”

Ozy langsung menelan ludahnya karena ketakutan. Sementara beberapa anak buah Bram hanya diam dan tegang. Mereka tahu kalau itu bukan ancaman kosong. Kalau Bram sudah semarah ini, maka Shaka benar-benar dalam bahaya besar. Bram lalu menatap jauh ke depan dengan mata gelap penuh amarah.

Rahangnya mengeras. Dan dengan suara rendah penuh kebencian ia berkata,

“Kalau Shaka pikir dia bisa kabur setelah mengkhianati gue...” Bram menyeringai tipis dengan nada suaranya yang menyeramkan. “Dia salah besar.”

Sore itu langit mulai berubah warna. Cahaya matahari yang sejak siang terasa panas perlahan mulai meredup, menyisakan semburat jingga lembut di langit pesantren. Angin sore bertiup pelan melewati pepohonan rindang yang tumbuh di sekitar halaman. Suara beberapa santri mulai terdengar dari kejauhan. Ada yang berjalan menuju tempat wudhu sambil membawa peci, ada yang masih mengulang hafalan Al-Qur’an dengan suara lirih di teras asrama.

Suasana pondok terasa tenang, damai dan entah kenapa sampai sekarang Shaka masih belum benar-benar terbiasa dengan suasana seperti itu. Saat ini lelaki itu sedang berada di dalam musholla bersama Ustadz Ilyas. Mereka sedang merapikan sajadah panjang yang akan dipakai para santri dan santriwati untuk shalat Ashar berjamaah nanti. Shaka membungkuk pelan sambil menarik ujung sajadah agar terlihat lurus. Tangannya bergerak perlahan. Beberapa jam terakhir pikirannya terus dipenuhi ucapan Hanindya.

“Kak Shaka harus lebih sering tersenyum.”

Dan lebih parahnya lagi—

“Mungkin rambutnya dipotong sedikit.”

Shaka menghembuskan napas pelan.

Sial.

Kenapa ucapan perempuan itu terus terngiang di kepalanya? Padahal itu cuma kalimat sederhana. Namun entah kenapa setiap mengingatnya, dada Shaka terasa aneh. Ia menarik ujung sajadah sekali lagi lalu berdiri tegak. Matanya tanpa sadar melirik pantulan dirinya di jendela musholla yang sedikit terbuka. Rambutnya memang berantakan. Sudah cukup panjang sampai menutupi sebagian dahinya. Belum lagi tindikan di telinga kirinya dan beberapa cincin besi yang selama ini selalu ia pakai.

Kalau dipikir-pikir ia memang terlihat jauh dari kesan santri pesantren. Shaka terdiam beberapa detik lalu perlahan ia mengusap wajahnya dengan kasar.

"Mungkin Hanindya benar. Kalau dirinya memang ingin berubah, maka ia harus mulai dari dirinya sendiri." Batin Shaka dalam dirinya.

Ustadz Ilyas yang sejak tadi sedang melipat sajadah di sisi lain musholla akhirnya melirik ke arah Shaka.

“Kamu kenapa bengong begitu?”

Shaka sedikit tersadar.

“Eh... enggak ustadz.”

Ustadz Ilyas tersenyum kecil namun beberapa detik kemudian Shaka terlihat ragu-ragu seperti ingin mengatakan sesuatu dan Ustadz Ilyas memperhatikannya.

“Ada yang mau kamu bilang?”

Shaka diam sebentar. Jujur saja, ia tidak terbiasa meminta bantuan orang lain. Selama hidupnya, ia selalu menyelesaikan semuanya sendiri. Namun akhirnya lelaki itu menarik napas pelan lalu berkata,

“Ustadz...”

“Iya?”

“Bisa minta tolong sesuatu?” pinta Shaka yang langsung membuat Ustadz Ilyas mengangguk santai.

“Tentu.”

Shaka tampak sedikit kikuk sekarang. Tangannya masuk ke saku celana longgarnya sementara matanya menatap lantai.

“Saya...” ia berhenti sebentar. “Saya mau potong rambut.” Ustadz Ilyas langsung terdiam beberapa detik sementara Shaka buru-buru melanjutkan perkataannya, “Dan mungkin... saya juga pengen sedikit memperbaiki penampilan saya.”

Kalimat itu membuat wajah Ustadz Ilyas perlahan berubah senang. Ada sesuatu dalam ucapan Shaka tadi yang membuat hatinya tersentuh. Karena ia tahu, permintaan sederhana itu bukan sekadar soal rambut. Itu tanda kalau lelaki muda di depannya mulai benar-benar ingin berubah.

1
Putri_a_s
pake acara sumpah sumpahan lagi/Drowsy/
Yuni Avita
ozy ibarat musuh dalam selimut.
Yuni Avita
moga aja kamu cepat sadar dengan apa yang kamu lakukan, Ozy.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Biar ganteng Shaka 😁
Suhadi Mulyo
jangan bawa nama tuhan dengan mulut kotormu itu Ozy, nggak usah sok suci lho/Panic/
Suhadi Mulyo
tega banget kamu ozy/Smug/
Suhadi Mulyo
punya salah apa Shaka sama kamu Ozy? sampai kamu tega banget fitnah dia /Scowl/
Khumaira Nur Rahma
jahat banget kamu ozy, udah lempar batu sembunyi tangan, sekarang malah fitnah Shaka /Panic/
Suhadi Mulyo
bagus banget, ada cuplikan ayat Al-Qur'an nya juga, jadi tambah ilmu.
Suhadi Mulyo
ustadz Ilyas beruntung bisa dicintai oleh perempuan seperti Hanin😍
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus Shaka harus move on dong.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Selagi mau berubah, Allah selalu dekatkan dgn org yg baik bukan. Good morning aku sempetin baca sebelum kerja💙
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Jodoh adalah bagian dari takdir Allah, namun ikhtiar menjemputnya tetap menjadi bentuk ketaatan.
Dengan ikhtiar, tawakal dan kesabaran, setiap langkah menuju jodoh bisa menjadi jalan ibadah yang diridhai Allah.
Kondisi dalam hubungan percintaan barangkali tidak akan semulus kelihatannya.
Tentu saja setiap orang akan selalu berharap mendapatkan pasangan yang ia cintai dan mencintai dirinya. Akan tetapi, dalam hidup tentu harus realistis.
Tidak semua yang kita inginkan itu bisa terwujud.
Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui".
Percayakan kepada Allah yang Maha Mengetahui, Allah Sang Pemilik Hati Manusia. Jodohmu sudah diatur oleh-Nya...🤭
sakura
..
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
oh apakah Hanindiya itu anak ustadz Haidar.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Thor harusnya di tulis jga bawahnya surah mana atau hadis doa mana biar tahu para pembaca gitu.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: bukan doa kak, tapi sholawat.
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
tanda hati Shaka mulai terenyuh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
lagi dakwah kaya gini terus di bawahnya ada iklas dramashot mana tokohnya Hb lagi nggak etis banget ih 🤦
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
apakah ustadz Ilyas tau soal ini🤭
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
"Maula ya sholli wasallim daiman abada" adalah adalah sholawat yang termasuk bagian dari Qasidah Burdah.
Sholawat ini diciptakan oleh Imam Bushiri, penyair sekaligus ulama yang tersohor di kalangan umat Muslim.
Kata burdah secara bahasa diartikan sebagai mantel.
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa burdah berasal dari kata bur’ah yang berarti shifa (kesembuhan).
Sholawat Burdah sendiri merupakan sajak-sajak pujian kepada nabi Muhammad SAW, pesan moral, nilai-nilai spiritual, semangat perjuangan, dan sebagainya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!