"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"
Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.
Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Akan cari dukun
"Kakak dengar sendiri kan, mereka itu takut kalau melihat wajah mu yang terlihat begitu angkuh." Arya melirik kepada Purnama.
"Lah ya itu terserah mereka kalau mau takut kepada aku, salah siapa punya mental tidak kuat." Purnama berkata tanpa dosa.
"Aku dia tidak menyalahkan kakak cuman maksud ku itu jangan terlalu angkuh saja, kan bisa sedikit lebih ramah ketika menyapa orang lain." tutur Arya.
"Itu kau kan, kalau aku tidak mau harus beramah tamah kepada orang lain karena itu bukan tipe ku." tolak Purnama secara langsung.
"Astaga, dari dulu sampai sekarang dia tidak pernah bisa menurunkan ego walau hanya sekali saja." keluh Arya.
Purnama sama sekali tidak merasa bersalah dan dia menganggap bahwa manusia yang takut dengan wajah aku dia ini hanya manusia yang bermental lemah, salah sendiri karena tidak bisa menjaga sikap dan kadang memang Purnama bisa ramah bila orang tersebut menunjukkan sopan santun yang begitu tinggi saat sedang berbicara dengan dia.
Namun bila dari kesan pertama saja orang tersebut sudah menunjukkan gelagat yang tidak beres maka Purnama akan menunjukkan sifat angkuh juga, pada dasarnya Purnama memang tidak bisa bersikap ramah terhadap orang lain, jadi ketika orang itu memberikan kesan yang tidak baik juga maka sudah pasti akan berbalas kencang.
Setiap manusia yang berhadapan dengan Purnama pasti mereka memilih untuk bungkam saja terlebih dahulu, sama seperti rombongan orang yang ada di desa ini karena mereka tidak punya nyali untuk banyak berbicara kepada Purnama, oleh sebab itu mereka memutuskan untuk mencari dukun lain saja yang mampu untuk mengusir arwah Mirasih dari desa Bondowoso.
Sebab mereka merasa tidak mampu ketika berbicara banyak dengan Purnama yang memiliki sifat angkuh luar biasa itu, terlebih lagi kabar yang beredar memang terkadang melebih-lebihkan sangat banyak sehingga orang yang tidak pernah bertemu Purnama secara langsung pasti akan merasakan ketakutan yang sangat besar di dalam diri saat akan meminta tolong.
Padahal Purnama bila orang tersebut bersikap ramah dan memiliki sopan santun maka dia juga pasti akan menerima dengan sangat baik, tapi bila tamu yang datang memiliki sifat kurang ajar maka sudah pasti dia akan menolak mentah-mentah karena ratu ular ini juga memiliki sifat yang begitu arogan.
Arya terkadang yang selalu menasehati agar Purnama membuang sifat arogan itu dari dalam diri dia, namun apa daya karena sekarang sudah terbawa sampai tua begini sehingga tidak mungkin juga Purnama akan berubah dan dia beranggapan apa yang dia lakukan itu bukan kesalahan, sebab Dia merasa hanya membalas saja sikap orang lain kepada dirinya.
Tadi mereka mendengar sendiri bagaimana bu RT itu mengatakan kepada Nur dan juga Maimunah bahwa mereka memang tidak akan meminta tolong kepada Purnama, bukan karena meragukan kekuatan Purnama saja tapi karena mereka juga tidak memiliki nyali untuk berbicara kepada Ratu ular itu sehingga memutuskan untuk mencari dukun lain.
Padahal dukun lain belum tentu bisa mengatasi ini semua karena Purnama sendiri merasakan bahwa pohon kapuk itu menyimpan sesuatu hal yang begitu besar, ada sosok lain yang mendukung Mirasih untuk melakukan pembalasan itu sehingga tidak akan mudah untuk para dukun menghentikan dendam yang telah tersulut di dalam diri gadis tersebut.
"Aku menunggu nanti dukun yang mereka cari akan datang di desa ini." Purnama juga penasaran dengan dukun tersebut.
"Ah kalau sudah menunggu seperti ini maka aku juga akan sangat senang." Arya berkata dengan penuh antusias.
"Nanti saat dukun itu sudah tiba maka kita bisa datang ke sini untuk menyaksikan sendiri bagaimana kemampuan yang dia miliki." ujar Purnama.
"Kalau menurut ku mungkin saja mereka akan mencari dukun yang ada di desa mati, sejauh ini hanya dia yang bisa sedikit mengurus tentang arwah yang mati gentayangan." Arya sudah bisa menebak ke arah sana.
"Oh si Rejo itu, kalau menurut dari pandangan ku maka Dukun itu juga tidak akan pernah bisa." ucap Purnama dengan penuh keyakinan.
"Lah kita saja bila mengurus ini pasti tentang panting karena arwah itu begitu kuat, lalu bagaimana dengan dia yang sudah tua dan kemampuan yang dia miliki tidak ada berapa." Arya juga meragukan kemampuan dari Mbah Rejo.
Kedua ular ini jadi tertawa membayangkan bagaimana nanti bila dukun tua itu sudah datang ke desa ini, emang belum pasti bahwa Mbah Rejo yang akan datang kemari untuk memberikan bantuan tapi menurut Arya dukun yang paling top saat ini hanya ada Mbah Rejo saja, jadi kemungkinan besar pasti dia yang akan datang untuk membantu warga desa Bondowoso.
...****************...
Desa Bondowoso ketika malam hari mulai terasa sepi kembali karena memang sama sekali tidak ada orang yang keluar dari rumah, dengan kematian orang yang bertambah satu lagi maka mereka semakin yakin bahwa memang keluar di malam hari terasa begitu berbahaya untuk nyawa mereka.
Untuk menghindari itu semua maka lebih baik bila menutup pintu dan tidak pernah ada manusia yang keluar, bahkan mungkin saja saat ini walau mereka mendengar bagaimana suara kambing yang berisik dari kandang maka tidak akan pernah keluar juga, sebab mereka lebih menyayangi nyawa bila di bandingkan dengan kambing tersebut.
"Jadi gimana usul yang sudah aku rancang sejak tadi?" bu RT bertanya kepada sang suami.
"Ya tidak masalah bila memang itu yang terbaik, karena tidak mungkin juga kita terus bertahan di desa yang terasa begitu gelap ini." Pak RT setuju dengan sang istri.
"Nanti aku akan mengajak Maimunah untuk mendatangi Mbah Rejo yang ada di desa mati, menurut dari kabar yang aku dengar dia adalah dukun yang cukup handal." bu RT memang akan mendatangi dukun tua tersebut.
"Kenapa tidak minta tolong kepada Purnama saja? kalau menurut dari yang aku dengar dia justru lebih baik." Pak RT karena dia juga sudah mendengar kabar tentang Purnama itu.
"Ah dia begitu angkuh dan arogan jadi aku agak malas berbicara dengan orang seperti itu." tolak bu RT secara langsung.
"Tapi selama ini hasil yang dia dapatkan selalu bagus, jadi lebih baik kepada dia saja kita minta tolong." Pak RT berusaha untuk membujuk sang istri agar mau menerima Purnama saja.
Namun bu RT tetap saja kekeh menggeleng karena dia tidak mau berurusan dengan Purnama yang begitu angkuh dan juga arogan, dia tidak ingin masalah itu nanti justru akan membuat mereka semua yang ada di sini tertekan sehingga lebih baik untuk memutuskan mencari dukun yang lebih humble kepada mereka.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya.
anak nya slah masih ja di bela
kasihan bgt
nanti pas setan datang mau di ajak nya masak kali ya