NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Pendaratan di Alam Dewa dan Penjagal Kuil Cahaya

Kegelapan di dalam terowongan dimensi Gerbang Transendensi terasa sangat berbeda dari sebelumnya. Jika saat terlempar ke Benua Pasir Merah ia merasakan tarikan yang kacau, kali ini **Wang Jian** merasakan tekanan yang teratur namun luar biasa padat. Ruang di sekelilingnya berderit, mencoba menghancurkan daging manusianya, namun **Fisik Naga Primordial** yang ia miliki merespons dengan mengeluarkan sisik hitam transparan yang memancarkan cahaya plasma.

Tiba-tiba, tekanan itu menghilang dan digantikan oleh cahaya yang begitu murni hingga terasa menyakitkan.

*BOOOOOM!*

Wang Jian mendarat di permukaan **Benua Mistis** dengan kekuatan sebuah komet. Tanah di bawahnya tidak hancur menjadi debu, melainkan bergetar seperti lonceng raksasa. Tanah ini tidak terbuat dari pasir atau tanah biasa, melainkan kristal-kristal halus yang mengandung densitas energi sepuluh kali lipat lebih tinggi dari apa pun yang pernah Jian rasakan.

Ia bangkit dari kawah pendaratannya, rambut putih peraknya berkibar di tengah atmosfer yang terasa begitu "berat". Di Benua Mistis, gravitasi bukan sekadar tarikan bumi, melainkan tekanan dari kehendak alam itu sendiri.

"Jadi... ini adalah tempat para dewa bersemayam?" gumam Jian.

Pemandangan di depannya luar biasa indah namun mencekam. Pohon-pohon raksasa dengan daun perak menjulang hingga menembus awan yang berpendar keemasan. Di cakrawala, melayang sebuah struktur raksasa yang tampak seperti mahkota matahari—**Kuil Cahaya Abadi**.

### **Penyambutan Berdarah: Para Malaikat Penjaga**

Kehadiran Jian yang membawa aura naga hitam dianggap sebagai noda di dunia yang serba putih ini. Dalam hitungan detik, sembilan sosok bersayap emas turun dari langit dengan kecepatan cahaya. Mereka bukan manusia, melainkan **Seraphim Buatan**, makhluk penjaga yang diciptakan dari energi cahaya murni oleh otoritas Kuil.

"Makhluk rendahan dari dimensi bawah," suara salah satu penjaga bergema dengan nada merendahkan. "Beraninya kau membawa aura naga yang terkutuk ke tanah suci ini? Mati dan murnikan dirimu!"

Sembilan pedang cahaya terhunus serentak, menciptakan jaring-jaring energi yang membelah ruang.

Jian menyeringai dingin. Pupil naga vertikalnya berkilat. "Tanah suci? Tempat yang menculik wanita untuk dijadikan wadah bukanlah tanah suci. Itu hanya kandang emas bagi para pencuri!"

Jian tidak lagi menggunakan teknik pemanasan. Ia langsung mengaktifkan **Domain Gravitasi Naga** yang digabungkan dengan **Badai Plasma**.

*DHUARRRR!*

Tekanan gravitasi Jian yang kini telah diperkuat oleh **Kristalisasi Inti Bintang 2** menghantam para Seraphim. Gerakan mereka yang secepat kilat mendadak menjadi lambat dan berat.

Jian melesat. Ia tidak menggunakan tombaknya, melainkan tangannya sendiri yang kini telah berubah menjadi cakar naga hitam yang mengerikan.

*KRAK!*

Cakar Jian menembus baju zirah emas salah satu penjaga, merobek inti cahaya di dadanya hingga hancur berkeping-keping. Delapan penjaga lainnya tertegun; mereka belum pernah melihat makhluk dari "bawah" yang mampu menghancurkan struktur Seraphim dalam satu serangan.

"Ini baru permulaan," raung Jian.

Ia berputar di udara, menciptakan **Pusaran Plasma Putih**. Serangan pedang cahaya para penjaga terserap ke dalam pusaran tersebut, lalu dilepaskan kembali sebagai ledakan radial yang menghanguskan sayap-sayap emas mereka. Dalam waktu kurang dari lima menit, padang rumput kristal itu dipenuhi oleh fragmen-fragmen emas dari para penjaga yang hancur.

### **Pertemuan dengan Sang Penjagal: Panglima Valerius**

Saat Jian hendak terbang menuju Kuil yang melayang, sebuah tekanan yang jauh lebih masif turun dari langit. Sebuah kapak raksasa yang panjangnya mencapai tiga meter jatuh dari awan, menancap tepat di depan Jian, menciptakan retakan sedalam sepuluh meter di tanah kristal.

Seorang pria raksasa dengan baju zirah putih yang dihiasi tengkorak naga turun perlahan. Namanya adalah **Panglima Valerius**, Sang Penjagal Kuil Cahaya. Ia adalah praktisi **Ranah Kristalisasi Inti Bintang 8**.

"Kau punya nyali, Bocah Naga," suara Valerius berat dan berwibawa. "Tapi kau terlambat. Gadis Star-Core itu sudah berada di dalam **Altar Transmutasi Jiwa**. Dalam tiga hari, jiwanya akan dihapus untuk memberi jalan bagi kembalinya Sang Permaisuri Cahaya."

Mendengar hal itu, darah naga di dalam tubuh Jian mendidih. Plasma di sekujur tubuhnya berubah warna dari putih menjadi merah pekat—tanda kemarahan yang meluap.

"Tiga hari?" Jian menatap Valerius dengan tatapan haus darah. "Aku tidak butuh tiga hari. Aku akan menghancurkan kepalamu dan meruntuhkan kuil itu dalam tiga jam!"

### **Duel Epik: Kekuatan Fisik vs Energi Surgawi**

Valerius mencabut kapak raksasanya. "Ranah Kristalisasi Inti Bintang 2 mencoba menantang Bintang 8? Kau tidak tahu apa itu perbedaan antara manusia dan dewa!"

Valerius mengayunkan kapaknya, melepaskan gelombang energi suci yang mampu membelah lautan. Jian menangkisnya dengan tombak hitamnya yang kini diselimuti oleh api plasma hitam.

*BOOOOOOOMMM!*

Benturan itu menciptakan lubang vakum di atmosfer. Jian terdorong mundur seratus meter, kakinya meninggalkan parit di tanah kristal. Valerius sangat kuat; setiap serangannya membawa berat dari seluruh Benua Mistis.

"**Seni Orisinal: Sembilan Putaran Naga - Putaran Ketujuh: Pembalikan Kosmik!**"

Jian memanfaatkan tekanan dari serangan Valerius, menyerapnya menggunakan **Fisik Naga**, lalu membalikkannya melalui ujung tombaknya. Sebuah bor energi hitam-ungu melesat menuju jantung Valerius.

Valerius terkejut, ia mengangkat perisai cahayanya. *KRAK!* Perisai yang dianggap tak tertembus itu retak.

"Kau... bagaimana mungkin kau memiliki pemahaman tentang hukum pembalikan energi?" Valerius mulai panik.

"Karena aku belajar di neraka, bukan di istana sepertimu!" raung Jian.

Jian mengaktifkan **Langkah Naga Kilat**. Ia muncul di atas kepala Valerius, kakinya yang dilapisi sisik naga menghantam bahu sang panglima. Valerius tertekuk ke tanah, lututnya menghancurkan kristal di bawahnya.

Pertarungan berlanjut dengan brutal. Jian menerima beberapa luka sayatan kapak di dadanya, namun regenerasi dari **Sumsum Dewa** dan **Fisik Naga** membuatnya terus bangkit. Ia adalah mesin perang yang tidak mengenal rasa sakit.

### **Kebangkitan Terakhir: Menuju Puncak Kristalisasi**

Di tengah pertarungan yang melelahkan, Jian merasakan stimulasi dari energi murni Benua Mistis. Inti kristalnya di dalam Dantian mulai berputar dengan kecepatan yang gila, menghisap seluruh energi sisa dari pertarungan tersebut.

"Sekarang!"

Jian melepaskan seluruh belenggu energinya. Sebuah pilar cahaya hitam melesat ke langit, menembus awan keemasan Benua Mistis.

**[TEROBOSAN DI MEDAN PERANG]:**

* **Ranah:** Naik dari Kristalisasi Inti Bintang 2 menjadi **Kristalisasi Inti Bintang 5!**

Kenaikan tiga tingkat sekaligus menciptakan ledakan aura yang melemparkan Valerius hingga menabrak tebing kristal. Jian kini berdiri dengan aura yang jauh lebih padat. Sisik naganya kini memiliki guratan emas, tanda bahwa ia mulai menyerap esensi dari Benua Mistis.

Valerius bangkit dengan susah payah, wajahnya penuh darah. "Mustahil... tidak ada orang yang bisa melakukan terobosan sesingkat itu di tengah pertarungan..."

"Meiling adalah kekuatanku," ucap Jian dingin. "Dan kau hanyalah rintangan yang harus kuhapus."

Jian melayangkan satu pukulan lurus yang diperkuat oleh **Pusaran Plasma Naga**. Pukulan itu menembus pertahanan terakhir Valerius, menghancurkan baju zirah putihnya, dan mengirim sang panglima terbang melintasi cakrawala, menghilang di balik pegunungan perak.

### **Menuju Altar Transmutasi**

Jian mengatur napasnya. Luka-lukanya menutup perlahan, meninggalkan uap panas dari regenerasinya. Ia menatap ke arah Kuil Cahaya Abadi yang kini terasa lebih dekat.

Ia bisa merasakan detak jantung Meiling. Sangat lemah, sangat jauh, namun itu ada. Ia juga merasakan kehadiran lain di dalam kuil itu—sebuah kehadiran yang busuk dan familiar.

"Leluhur Wang Sui-Ren... aku tahu kau bersembunyi di sana, membisikkan racunmu ke telinga para penguasa tempat ini."

Jian mengepalkan tangannya. Ia tahu bahwa meskipun ia baru saja mengalahkan panglima terkuat, tantangan yang sebenarnya menanti di dalam kuil. Ia harus menghadapi otoritas tertinggi Benua Mistis dan bayangan masa lalunya yang paling mengerikan untuk merebut kembali Meiling.

"Meiling, bertahanlah. Badai ini tidak akan berhenti sebelum ia membawamu pulang."

Dengan satu kepakan tangan yang menciptakan ledakan udara, Wang Jian melesat naik ke langit, menuju kuil melayang untuk menghentikan upacara transmutasi dan memulai pembalasan dendam terakhirnya.

### **Status Kultivasi Akhir - Bab 25:**

* **Nama:** Wang Jian

* **Ranah Kultivasi:** **Kristalisasi Inti Bintang 5** (Hasil terobosan di medan perang).

* **Fisik:** **Tubuh Naga Primordial Bersisik Emas** (Evolusi tahap 3 - Mampu menyerap energi surgawi).

* **Kondisi:** Sangat Fokus, kemarahan yang terkendali, energi plasma di tingkat tertinggi.

* **Musuh Terdekat:** Para Imam Besar Kuil dan Bayangan Leluhur Wang.

* **Tujuan Utama:** Menghancurkan Altar Transmutasi Jiwa dan menyelamatkan Lin Meiling.

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!