NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:76.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Cahaya biru di lantai Kelas Biasa 3 perlahan meredup. Guru Li menekan kembali tombol di remotnya, mematikan Formasi Pengumpul Qi.

"Hah..."

Terdengar suara helaan napas lega dari hampir seluruh siswa di kelas. Beberapa dari mereka langsung menyeka keringat di dahi. Lin Fan menjatuhkan kepalanya ke atas meja.

"Ugh... Akhirnya selesai," keluh Lin Fan dengan suara serak. "Dadaku rasanya seperti ditimpa batu bata selama setengah jam. Bagaimana denganmu, Xiao Yan?"

"Aku biasa saja," jawab Xiao Yan datar. Dia masih duduk bersandar dengan santai.

"Tentu saja kau biasa saja. Kau kan bahkan tidak ikut menyerap energinya karena meridianmu sempit," kata Lin Fan sambil mengangkat kepalanya sedikit. "Menjadi lemah ternyata ada untungnya juga ya."

"Ya, sangat menguntungkan," balas Xiao Yan jujur.

"Perhatian!" tegur Guru Li dari depan kelas. Dia mengambil sebatang kapur dan mengetukkannya ke papan tulis elektronik yang layarnya sedang mati.

Tuk! Tuk!

"Sesi latihan fisik selesai. Sekarang keluarkan buku catatan kalian. Kita masuk ke sesi Teori Dasar Qi," perintah Guru Li. "Kalian mungkin berpikir bahwa mengumpulkan Qi dengan formasi tadi sudah cukup. Kalian salah besar. Qi yang kalian serap itu ibarat air mentah. Jika kalian tidak memprosesnya, tubuh kalian akan membusuk dari dalam."

Lin Fan langsung buru-buru mengeluarkan buku tulis dan pena dari tasnya. Xiao Yan mengikuti gerakan itu dengan lambat.

Guru Li mulai menggambar sebuah diagram tubuh manusia di papan tulis menggunakan kapur. Dia menggambar garis-garis yang menghubungkan berbagai titik organ.

"Ada yang tahu apa nama metode sirkulasi dasar yang paling aman dan paling banyak digunakan oleh kultivator di seluruh dunia?" tanya Guru Li. Matanya menyapu seluruh kelas.

Seorang siswi berkacamata di barisan depan mengangkat tangannya ragu-ragu.

"Ya, kau. Jawab," tunjuk Guru Li.

"Uhm... Sirkulasi Awan Mengalir, Guru?" jawab siswi itu.

"Benar," kata Guru Li sambil mengangguk. "Sirkulasi Awan Mengalir. Ini adalah metode yang ditemukan oleh Tiga Tetua Suci ratusan tahun yang lalu. Perhatikan diagram ini."

Guru Li menunjuk ke arah titik di dada diagram tubuh.

"Langkah pertama, tarik Qi dari udara masuk melalui pori-pori dan kumpulkan di paru-paru. Langkah kedua, turunkan Qi itu ke titik pusar," jelas Guru Li sambil menarik garis lurus ke bawah. "Di pusar, kalian harus memutar Qi tersebut sebanyak tiga kali searah jarum jam untuk menyaring kotorannya."

"Ugh... Tiga kali putaran?" bisik Lin Fan pelan. "Itu terdengar sangat sulit."

"Diam dan dengarkan!" tegur Guru Li, menatap tajam ke arah Lin Fan. Lin Fan langsung menutup mulutnya rapat-rapat.

Guru Li kembali menghadap papan tulis.

"Setelah diputar tiga kali, Qi yang sudah bersih itu harus dipecah menjadi dua jalur. Satu mengalir ke ginjal kiri, satu ke ginjal kanan, lalu kembali naik ke jantung untuk dipompa ke seluruh pembuluh darah lengan dan kaki kalian. Ini akan memakan waktu sekitar sepuluh detik untuk satu siklus penuh. Paham?!"

"Paham, Guru!" jawab para siswa serempak.

Di kursi belakang, Xiao Yan menatap diagram di papan tulis itu dengan saksama. Otaknya yang memiliki Kecerdasan 9999 langsung memproses diagram sirkulasi tersebut.

"Sirkulasi macam apa itu? Itu sangat bodoh dan berbelit-belit," batin Xiao Yan dengan sedikit terkejut.

Bagi Xiao Yan, penjelasan Guru Li penuh dengan kesalahan fatal.

"Membawa energi mentah ke paru-paru lalu ke pusar itu masuk akal," analisis Xiao Yan di dalam kepalanya. "Tapi memutarnya tiga kali di pusar? Itu hanya akan menciptakan gesekan termal. Delapan puluh persen energi akan menguap menjadi panas tubuh dan terbuang sia-sia melalui keringat. Pantas saja anak-anak ini sangat berkeringat tadi."

Xiao Yan terus menganalisis.

"Lalu memecahnya ke ginjal sebelum ke jantung? Itu memperpanjang rute perjalanan energi tanpa alasan. Jalur yang benar adalah langsung memompa energi dari pusar ke tulang belakang, lalu menyebarkannya ke seluruh saraf pusat. Itu hanya memakan waktu nol koma satu detik, tanpa ada energi yang terbuang."

"Xiao Yan, kau mencatat tidak?" bisik Lin Fan dari sebelah. "Tulisan Guru Li sangat jelek sekali, aku tidak bisa membaca bagian ginjal itu."

"Aku ingat semuanya. Nanti kau boleh menyalin milikku," jawab Xiao Yan datar tanpa menoleh.

"Kau memang teman yang baik!" balas Lin Fan senang.

Di depan kelas, Guru Li masih menjelaskan panjang lebar tentang manfaat Sirkulasi Awan Mengalir.

Xiao Yan merasa sedikit bosan. Kebosanan itu memicu sesuatu yang jarang dia rasakan... rasa penasaran. Dia ingin membuktikan apakah perhitungan matematis di kepalanya benar, atau apakah memang ada rahasia tersembunyi di balik metode lambat yang diajarkan Guru Li.

"Aku akan mencobanya sedikit. Sangat sedikit," batin Xiao Yan.

Xiao Yan menaruh tangannya di bawah meja, tersembunyi dari pandangan siapa pun. Dia mengumpulkan setitik energi Qi di ujung jari telunjuk kirinya. Ukurannya hanya sebesar butiran pasir.

"Uji coba pertama. Metode Guru Li. Tiga putaran di pusar, pecah ke ginjal," batin Xiao Yan mengarahkan butiran energi itu.

Energi itu bergerak sesuai dengan rute yang digambar di papan tulis. Benar saja, saat memutar energi itu di titik pusat, Xiao Yan merasakan suhu di ujung jarinya naik sepersekian derajat. Energinya memudar secara drastis, dan butuh waktu lama untuk sampai kembali ke telapak tangannya. Efisiensinya sangat buruk.

"Sudah kuduga. Teori dari sekolah ini menyesatkan," batin Xiao Yan.

Dia menghapus energi itu.

"Sekarang, uji coba kedua. Metode langsungku," batinnya lagi.

Xiao Yan kembali mengumpulkan setitik energi sebesar butiran pasir di ujung jarinya. Kali ini, dia melewatkan putaran pusar dan ginjal. Dia langsung menembakkan energi itu masuk ke jalur simulasi tulang belakang di jarinya.

Wusss!

Kejadiannya sangat cepat. Begitu energi itu masuk ke jalur langsung tanpa hambatan, kecepatannya meningkat ribuan kali lipat dalam hitungan milidetik. Energi sebesar butiran pasir itu langsung memadat menjadi sebuah pusaran energi sekecil kelereng yang memiliki kepadatan massa yang sangat ekstrem.

Suhu udara di sekitar laci meja Xiao Yan langsung turun drastis menjadi titik beku.

1
Ahmad Supri Aji
kebanyakan analisis tak berguna, baru ini aku kecewa ama novelmu thor. yang lain bagus² loh. keliatan bet kalau malas mikir.😭
Budi Purdan
masak SMA masalah gtu nangis yg bener thoor,punya kekuatan GK buat nolongin teman ,mala sembunyi dasar pengecut
Budi Purdan
pura pura lemah,pengecut
hbb
baru ini ketemu mc yg menyesal punya kekuatan
hbb
maksud nya apa pura" lemah apa ingin spy selalu di hina
Eko Riyanto
koq mc bodoh dri awal.tolol.gk seru.selalu diam.gk seru HAPUS terlalu bodoh.gk sesuai maximal
Fariz Naufal Al Jawas
bjirrr ngeri x, nikmat bgt gua bacanya lanjut thor semangat
Fariz Naufal Al Jawas
bjir komennya bah, pdahal nikmat" aja gw bacanya, biasakan pandangan netral biar menikmati alur, yah kecuali emg keterlaluan
Upi Umanailo
kurang memuaskan,tp saya tetap do'akan yg terbaik buat, penulis cerita semogah lelahmu hari ini, insyaallah kedepannya, menjadi buah dr perjuangan mu,dan semogah sekuses...
tetap 💪💪💪💪...
klo kita ada kemauan pasti ada jalan/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/

mungkin itu sja yg saya bisa sampaikan..
mungkin hanya di'a yg bs sya persembahkan
untuk karya"anda../Smile/
Upi Umanailo
Thor" sya jd kasian Sama kamu Thor..
udah cape"nulis cerita,eh ngk ada yg tertarik baca cerita kamu,..
mungkin mereka bosan,dng cerita mu Thor
karena sya yg baca cerita mu sja..
sya jd bosan karena ngk ada seruhnya..
mc nya terlalu tolol
Devourer_2021: slow bro/Frown/
total 2 replies
Upi Umanailo
pantas ngk ada yg mau baca cerita mu Thor,..
cerita mu
Upi Umanailo
dr awal baca hanya bab pertama sja yg sedikit seru,tp makin kesini cerita nya makin menyebalkan..
ngk ada seruh seriunya
Upi Umanailo
memang tolol percuma punya kekuatan tp ngk guna
Ryukia
MC tolol
abyman😊😊😊
Hahahahah ketahuan
Aldrianto M. Lasut
cerita parah MC naif dgn kekuatan akibat nya ibu jadi terluka,, aneh ya cerita ini bisa diloloskan 😌
Sebut Saja Chikal
bener" lu thor ngomong novel santai bikin MC kek jembooot 🤣

bertolak belakang banget sama novel"mu yg lain yg MC nya ga mau diem.
Yui: heehehe, gak usah dibaca kak, ini mah emang buat othor sendiri/Facepalm/
total 1 replies
Sebut Saja Chikal
Luar biasa
???
Cerita ini mengingatkan Saya pada donghua Immortal Emperor.
Jacky Hong
pertarungan tapi kek sekolah cok pake kimia fisika
konsepnya belajar mulu
orang mau baca novel berantem biar ad serunya lah nih kocak tiap bertarung malah bahas pelajaran
gila bener
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!