NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:129.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kulakukan Sesuai Tuduhanmu 15

"Kamu kan yang nyuruh-nyuruh orang buat ngatain Farrah sama Afira!"

Jeng jeeeeng

"Apa? Gila ya kamu Amar. Bisa-bisanya nuduh aku kayak gini?"

Niat hati ingin istirahat karena seharian ini sangat lelah dan juga tubuh terasa sakit, akan tetapi dirinya harus menghadapi tuduhan yang sama sekali tidak pernah dilakukannya.

Kening Arimbi berkerut, rahangnya mengeras karena saking marahnya dan matanya merah menyala. Ingin sekali dia memukul pria di depannya ini tapi Arimbi tak ingin menyakiti tangannya dengan hal semacam itu.

"Terus kalau bukan kamu siapa? Yang tahu hal ini kan kamu dan kamu adalah satu-satunya orang yang punya potensi untuk ngelakuin itu,"ucap Amar dengan nada suara keras.

"Dasar pria gila brengsek. Bisa-bisanya kamu ngomong sama wanita yang udah tujuh tahun kamu nikahi. Apa kamu sebodoh itu sampai sama sekali nggak paham akan sifat ku hah! Atau kamu emang nggak tahu apa-apa soal aku hmm?" cibir Arimbi sebagai balasan atas apa yang baru saja Amar katakan kepadanya.

Amar hanya diam, namun ekspresi wajahnya jelas masih sangat kesal. Beberapa waktu yang lalu, ketika ia dan Farrah terbangun dari tidur karena Afira menangis, Farrah iseng membuka ponselnya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat akun media sosialnya dipenuhi banyak komentar.

Awalnya Farrah senang, namun ketika ia membaca komenan dari netizen satru persatu, seketika air matanya luruh tanpa permisi.

"Ini nih masuk grub pelakor alim, bisa ya nyakitin sesama perempuan. Gila!!"

"Waaah atas tutup bawah warung. pasti nih cewek gatel banget minta digaruk jadi nyari laki orang."

"Btw, lakinya pasti juga brengsek. Gila, wanita sebaik dan sepinter itu diselingkuhi sama modelan kayak gini."

"Apa gunanya itu kudung besar baju longgar Mbak kalau kelakuanmu nggak jauh beda sama penjaja malam."

"Inget Mbak, karma its real. Kamu bakalan kena karma yang bener-bener menyakitkan karena menjadi perusak hubungan rumah tangga dan nyakiti hati wanita yang baik."

Kata-kata hinaan dan juga sumpah serapah ditujukan kepada Farrah. Sehingga mau tidak mau dia membatasi kolom komentar di media sosialnya.

Akan tetapi Netizen tidak kehilangan cara dan juga akal. Tidak bisa berkomentar di akun pribadi Farrah, mereka lari ke akun jualan Farrah. Di sana benar-benar mereka berkata sepuas hati bahkan sampai menyerukan boikot untuk tidak membeli brand jilbab yang dijual oleh Farrah.

Amar yang ikut melihat dan membaca komentar para netizen itu pun geram. Nama Arimbi langsung terngiang dalam pikirannya.

"Siapa lagi kalau nggak dia,"ucap Amar sambil menggenggam ponsel itu erat. Ia lalu mengenakan jaket dan meraih kunci mobil yang ada di atas nakas.

"Mau kemana, Mas?" tanya Farrah kebingungan melihat suaminya yang terburu-buru hendak pergi.

"Nyamperin Arimbi, aku yakin ini ulah dia,"jawab Amar.

Farrah hanya diam, dia tidak menahan Amar dan juga tidak berkata apa-apa. Seolah dirinya pun setuju dengan dugaan yang Amar berikan kepada Arimbi.

Dan disinilah Amar berada. Berdiri di depan Arimbi dengan amarah yang masih meluap-luap. Dia langsung menemui Arimbi di kantor karena mendapat informasi dari anak buahnya kalau Arimbi tidak pulang ke rumah.

"Kamu bener-bener nuduh aku hmm?"

"Ya kalau bukan kamu lalu siapa?"

Arimbi benar-benar geram. Dia sangat benci dituduh seperti ini bahkan tanpa adanya bukti.

Dengan cepat, Arimbi bergerak. Dia masuk ke ruangan, mengambil ponselnya dengan wajah yang sangat dingin.

Amar sama sekali tidak tahu apa yang dilakukan oleh wanita yang masih berstatus istrinya tersebut. Dia hanya diam dan masih beranggapan kalau Arimbi yang salah.

Beberapa menit kemudian, Arimbi menyeringai dengan sangat mencurigakan. Dia lalu berjalan mendekati Amar dan memperlihatkan unggahan yang baru saja dia unggah di akun media sosial miliknya.

"Nah kalau sekarang baru aku yang ngelakuin. Tahu nggak, aku udah sabar lho sama kamu dan gundikmu itu. Tapi kamu malah kayak gini, so nikmati aja semuanya."

Mata Amar membulat sempurna ketika melihat apa yang dilakukan oleh Arimbi. Ternyata Arimbi mengunggah tentang Amar dan Farrah. Tak hanya chat tapi foto-foto mereka lengkap dengan tanggal dan tahun kapan foto itu diambil.

Tak hanya terkejut dengan apa yang dilakukan Arimbi, ponsel Amar pun seketika sangat brisik dengan notifikasi dari media sosial maupun pesan. Tak hanya itu beberapa panggilan pun masuk membuatnya kelabakan.

"Apa yang kamu lakukan hah! Kamu nggak tahu apa efek dari apa yang kamu lakuin ini!" pekik Amar sambil sibuk melihat ponselnya.

"Bodo amat. Kamu udah nuduh aku tadi, ya udah aku lakuin aja sekalian tuduhan kamu. Biar semakin banyak netizen yang ngehujat kamu sama gundikmu itu. Kalau Netizen bijak mereka nggak bakalan hujan anakmu sih. Tapi aku nggak yakin netizen aka sebijak itu buat nggak skip hujat anakmu juga. Dan soal efek yang lain, aku nggak peduli. Perusahaan ini mau bangkrut pun aku nggak peduli. Asal kamu tahu ya, aku nggak mau hancur sendiri. Aku udah mencoba sabar dan rela dengan apa yang kamu perbuat ke aku, tapi ternyata kamu nggak gitu. Jadi hancurlah juga kalian berdua."

Arimbi yang sudah mengambil kunci mobil, langsung melenggang pergi meninggalkan Amar. Pria itu masih berdiri terpaku di sana sambil memijit keningnya. Terlihat sekali sekarang Amar sedang sangat pusing dengan kejadian yang hanya beberapa menit itu.

Berbeda dengan Arimbi, wanita itu tersenyum dengan sangat cerah. Sesampainya di halaman FAE, dia menatap langit gelap yang begitu luasnya.

"Ternyata orang yang sudah menerima pun tetap diusik ya. Kalau kayak gitu, lebih baik aku usik aja sekalian. Ini belum apa-apa, kira-kira apa yang harus aku lakuin setelah ini biar mereka bener-bener kelabakan. Hahahah, asik juga begini. Rasanya sedikit plong di dada. Selamat menikmati kerusuhan Amar. Apa yang kamu tanam ya harus kamu panen lah, iya kamu, masa aku hahahah."

Klak

Bruuuummm

Arimbi melajukan mobilnya. Dia yang awalnya berniat menyelesaikan semua pekerjaan besok pagi-pagi sekali, akhirnya enggan. Bahkan besok dia tidak ngin berangkat ke perusahaan.

Wanita itu yakin, besok halaman FAE akan penuh karena banyaknya wartawan yang datang.

TBC

1
Yuningsih Nining
arimbi emang dewasa, tapi klu nghadapin utk soal rasa tetp wae kayk nya Umum ya, Rimbi slrimbi wuoooyy rilek, telaah rasa² itu, Bhumi itu di km udah kayk dikit ada bagian hari2:mu.......
Yuningsih Nining
arimbi blom nyadar sepenuh nya utk rasa dia ke bhumi, dia baru mrsa nyaman tenang adem mungkin baru itu ktnya 🤣🤭
I Love you,
ups🤣😁🤣🤣🤣
nunik rahyuni
aaaaa....mbak mbi dapat brondooong
rejeki nomplok
bibuk Hannan & Afnan
buat kamu Amar ✓
bukan buat kami Amar typo
bibuk Hannan & Afnan
semaki=semakin
bibuk Hannan & Afnan
lebih duli typo thor
lebih dulu ✓
bibuk Hannan & Afnan
kok kami? typo thor harusnya kamu, kan itu Bhumi yg bicara terhadap Ibnu
bibuk Hannan & Afnan
akan sehatnya typo kak IAS

akal sehatnya ✓
bibuk Hannan & Afnan
Diaman Amar maksudnya gimana ini kak IAS? Diamnya/apa?
dewi rofiqoh
Arimbi, habis ini kamu harus koreksi hatimu! Adakah rasa untuk bhumi? Meski masih ragu karena trauma pengkhianatan
Shee_👚
faktanya emang ada rasa tapi belum sadar🤭
Shee_👚
akhirnya bhumi sadar juga dah terpikat sama janda kembang🤭🤗
Shee_👚
tepat sekali apa yang kamu bilang, bhumi denger semua🤭
Shee_👚: Alhamdulillah banget punya paksu begitu🤭
total 4 replies
Shee_👚
gak tau aja arimbi orang nya denger apa yang dia dumelin🤣🤣🤣
partini
nanggung itu gandengan cipiki dikit dong bhum
Ariany Sudjana
sudah amar, kamu urus saja jalang murahan kamu itu, kan memang pilihan kamu untuk bercerai dengan Arimbi
dewi rofiqoh
Kamu gk bisa jauhan dari bhumi mbiii! Karena keadaan selalu membuat kalian harus bersama
Heni Mulyani
lanjut
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
amar kenalin m si selina ajh dah cocok nih ber2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!