NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Tak terasa waktu bergulir begitu cepat, malam yang panjang dan mencekam itu akhirnya berlalu juga. Perlahan langit timur mulai memutih, disertai suara kokok ayam yang bersahutan menandakan datangnya pagi.

Kukuruyuk....... Kukuruyuk.......

Belum lama itu, terdengar lantunan indah suara Adzan Subuh berkumandang memecah keheningan desa. Suara yang biasanya biasa saja, kini terdengar begitu menenangkan dan menjadi musik terindah bagi mereka yang baru saja melewati malam penuh teror.

Seketika itu juga, rasa lega luar biasa menyelimuti hati setiap orang yang ada di dalam rumah kecil itu. Bahaya sudah berlalu, kegelapan telah digantikan oleh cahaya, dan mereka semua masih diberi kesempatan untuk bernapas dan melihat mentari pagi.

Prediansyah dan Zaki memang masih terbaring diam, namun siapa sangka mereka sebenarnya sudah sadar sepenuhnya. Mereka hanya berpura-pura tak sadarkan diri! Alasannya simpel dan jelas: rasa kantuk yang luar biasa melanda tubuh mereka setelah tenaga habis terkuras habis semalam.

Santi yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut sambil menggelengkan kepala. "Yasudahlah, biarin aja mereka tidur, emang butuh istirahat sih," batinnya pasrah.

Berbeda dengan mereka, Alex justru langsung sigap bangun begitu mendengar suara Adzan Subuh berkumandang. Hatinya terasa begitu plong dan lega, malam ini adalah pengalaman horor terhebat yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya. Rasa takut yang luar biasa bercampur dengan rasa malu yang luar biasa karena kejadian memalukan semalam.

Tanpa buang waktu, Alex buru-buru menarik lengan Deden.

"Den! Ayo anterin Mas ke kamar mandi cepetan!" bisiknya panik.

Tujuannya cuma satu: buru-buru mau ganti celana! Dia gak mau tau apa-apa lagi, yang penting celana basah dan bau pesing itu segera dilepas dan diganti yang baru sebelum ada orang lain yang nyadar!

Santi sibuk membereskan rumah yang berantakan akibat keributan semalam. Tangannya bekerja cepat, namun pikirannya terus melayang menatap sosok pemuda yang masih terbaring lemah di ranjang.

"Anak muda... siapa sebenarnya dirimu?" bisiknya pelan dalam hati.

"Hingga membuat Ayah dan Ibuku rela pergi ke puncak gunung bermeditasi demi keselamatanmu. Lalu kenapa para siluman begitu ingin mengambil nyawamu? Aku yakin... sangat yakin roh yang tadi masuk ke tubuh Abang Predi, itu adalah leluhurmu kan?"

Santi menghela napas panjang, mencoba menenangkan perasaannya. Tiba-tiba, matanya menangkap gerakan halus. Jari-jemari pemuda itu terlihat bergerak-gerak pelan!

Dengan penuh keyakinan, Santi mendekat dan berbicara lembut namun tegas:

"Bangunlah Nak... Bangunlah. Kedua orang tuaku percaya padamu, kau adalah kunci untuk menguak tabir kejahatan dan misteri di gunung ini, di mana begitu banyak mayat tak bersalah dibuang."

"Bangunlah... Keluargaku, Abang Predi, dan kekuatan yang kami miliki, semua akan siap membantumu. Kami akan bersamamu."

Tak ada respon lagi dari pemuda itu, seolah kata-kata Santi hanya hilang terbawa angin. Namun jauh di dalam sanubarinya, kata-kata itu tertanam kuat.

Matahari mulai perlahan menampakkan sinarnya yang hangat, menyinari sudut-sudut ruangan. Melihat suasana sudah mulai tenang, Santi memutuskan untuk pergi ke kebun.

Tujuannya jelas: mengambil sayur-mayur dan lalapan segar. Biar nanti saat Abang Predi, Zaki, dan Alex bangun tidur, masakan sudah siap tersaji hangat di meja.

Santi pun melangkah keluar, meninggalkan pemuda itu sendirian di dalam kamar.

NAMUN...

TANPA DISADARI OLEH SANTI...

Begitu punggung gadis itu menghilang di balik pintu, perlahan kelopak mata pemuda itu mulai terbuka. Perlahan... sangat perlahan.

Tatapan matanya memang masih tampak kosong dan sayu, namun seketika terbentuk senyum tipis yang penuh arti di bibirnya. Seolah-olah dia mendengar dan mengerti semua perkataan Santi tadi.

'Terima kasih...' batinnya berucap.

Namun keajaiban itu hanya berlangsung singkat. Hanya sekitar satu menit, matanya kembali terasa berat, dan perlahan kelopak itu menutup kembali, terlelap dalam tidur panjang untuk memulihkan tenaga yang habis terkuras.

Waktu terus berjalan, jarum jam berputar begitu cepat. Matahari sudah mulai meninggi dan menancap tepat di atas kepala, menandakan waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang.

Prediansyah, Zaki, dan Alex ternyata masih terlelap pulas. Tenaga mereka habis terkuras habis semalam, jadi tidur pagi ini terasa begitu nikmat sampai tak sadarkan diri. Keempat adiknya pun sudah pergi ke sekolah dan belum pulang.

Tiba-tiba...

"TRING... TRING... TRING...!!"

"DRAT... DRAT... DRAT...!!"

Suara notifikasi dan dering ponsel Alex berbunyi bertalu-talu dengan keras dan berisik, memecah keheningan pagi itu!

"Hah?! Apa?!"

"Ya ampun...!!"

Mereka bertiga langsung terlonjak bangun serentak, mata masih melongo dan rambut acak-acakan, kaget setengah mati karena terbangun secara mendadak.

Mereka bertiga serentak mengucek-ucek mata yang masih sayu, namun tiba-tiba pandangan mereka saling bertemu. Ingatan tentang kejadian seram sekaligus konyol semalam langsung meledak di kepala.

"WAKAKAKAKAKAKA!!"

"HUAAAAAAHAHAHAHA!!"

Mereka tertawa terbahak-bahak tanpa bisa ditahan! Rasa takut, rasa malu, dan rasa aneh bercampur jadi satu, meledak jadi tawa lepas.

Mendengar keributan itu, Santi yang sedang di dapur langsung bergegas masuk dengan wajah bingung.

"Kalian sudah bangun... tapi terus kenapa jadi pada gila sih teriak-teriak?!" tanyanya heran.

Mendengar suara Santi, tawa mereka mendadak terhenti. Wajah mereka langsung berubah kaget dan panik setengah mati.

"HAH?! SANIII...!!"

"Aduh San...!!" serempak mereka bertiga, mukanya langsung memerah padam karena malu ingat kelakuan memalukan semalam.

"Ayo kalian cepat basuh muka dan cuci tangan, terus kita makan bareng-bareng..." titah Santi tegas namun lembut, layaknya istri rumah tangga yang mengatur suami-suaminya

Sebelum berbalik, matanya tak sengaja menatap sekilas ke arah pemuda yang terbaring. Santi sontak sedikit terkejut dan terpana.

Wajah yang tadi pucat pasi dan lesu, kini terlihat bercahaya dan bersih seolah disinari cahaya matahari. Kulitnya tampak bersinar, tanda bahwa kekuatan hidup dan darahnya sudah mulai lancar kembali, serta gangguan makhluk halus sudah pergi sepenuhnya.

Dengan perasaan lega dan senyum tipis, Santi membalikkan badan dan berjalan keluar menuju dapur untuk menyiapkan hidangan makan siang yang sudah matang.

Kini Prediansyah, Zaki, dan Alex sudah terlihat segar kembali setelah membasuh muka dan membersihkan diri. Wajah kusut dan pucat mereka kini sudah berubah ceria, siap menyantap hidangan.

Mereka duduk berkeliling di teras rumah yang sederhana, menikmati menu makan siang yang sederhana namun terlihat sangat nikmat di mata mereka yang kelaparan.

Belum lama mereka mulai menyendok, terdengar suara riuh anak-anak.

"Assalamualaikum...!!"

Ternyata keempat adiknya Santi sudah pulang dari sekolah. Wajah mereka ceria, langsung mendekat dan menyalim satu per satu pada Prediansyah, Zaki, dan Alex dengan sopan.

Setelah salim, mereka pun ikut duduk melingkar, siap menyantap makan siang bersama-sama dengan perasaan bahagia.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!