Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
mereka akhir nya sampai di rumah sakit, hanya membutuhkan 20 menit perjalanan yang ditempuh oleh Damian karena jarak pesantren dan rumah sakit cukup jauh.
"ayoo sayang kita keluar" ajak Damian kepada sang istri yang masih berdiam duduk di kursi sebelah.
"iya mas, Khalisa pakek cadar dulu" kata ning Khalisa diangguki oleh Damian, Damian sendiri masih setia menemani sang istri
Damian menatap lembut wajah sang istri ia sangat beruntung karena dia satu satu nya yang bisa melihat wajah cantik milik Khalisa.
"ayo mas" ucapan Khalisa membubarkan lamunan Damian yang sedari tadi menatap istri nya.
"ehh iya sayang, ayo" kaget Damian langsung turun dan memutari mobil untuk membukakan pintu di sebelah nya
mereka berjalan masuk ke rumah sakit dengan Bergandengan tangan. Damian juga sudah membuat janji dengan dokter yang berada di sana, jadi mereka tidak perlu antri untuk memeriksa keadaan sang istri.
tok tok tok
"assalamu'alaikum" salam Khalisa dan Damian
"waalaikumsalam, mari bapak Damian dan ibu Khalisa" ucap sopan dokter yang bertugas.
Damian dan Khalisa duduk di hadopan dokter, dokter seperti biasa menanyakan keluhan dari pasien nya.
"keluhannya apa yaa bu bisa di beritahukan" tanya dokter
"ini dok, istri saya sedari pagi sering mual dan lemas " jawab Damian sambil menggenggam tangan sang istri dengan erat.
"baik, kalau begitu bu Khalisa coba berbaring di sana biar saya periksa dulu" ucap dokter.
Khalisa naik ke atas tempat tidur untuk berbaring di bantu oleh suami nya damian.
Dokter langsung memerika Khalisa dengan teliti sambil menganggukkan kepala nya pelan.
"sudah bu" kata dokter
"begini kalau menurut pemeriksaan dari saya dan ciri ciri yang dialami oleh bu Khalisa kemungkinan beliau sedang hamil muda" ujar dokter membuat kedua pasangan yang berada di depan nya mematung seketika.
"i.. istri saya ha.. mil" gugup Damian yang semakin erat menggenggam tangan istri dan tak kalah kaget dengan Khalisa ia juga membalas genggaman suami nya.
"menurut pemeriksaan saya 80 persen istri bapak sedang hamil, lebih akurat nya bapak dan ibu langsung menuju ke ruang poli kandungan untuk mendapat jawaban yang akurat" ucap dokter
"baik dok, kami akan ke sana" ucap Damian
"terimakasih dokter, kalau gitu kami Permisi assalamu'alaikum" ucap ning Khalisa
mereka berjalan menuju poli kandungan yang dekat dengan ruangan yang sebelum nya.
"mas.. " panggil ning Khalisa
"Kita lihat sama sama ya sayang" ucap Damian mengelus perut sang istri walaupun mereka harus memastikan terlebih dahulu.
mereka memasuki ruangan tersebut sama seperti sebelum nya, Khalisa di minta untuk berbaring berbeda dengan sekarang Khalisa di olesi gel di perut nya.
"bagaimana dok? " tanya Damian yang tidak sabar dengan jawaban sang dokter.
dokter tersebut hanya tersenyum.
"bapak ibu bisa lihat di monitor.. selamat ya pak bu, ibu Khalisa sedang hamil usia kandungan nya memasuki bulan 2 " ucap dokter dengan nada bahagia
"alhamdulillah sayang kamu hamil. aku akan jadi ayah. makasi makasi karena sudah mengandung anak mas" ucap syukur Damian , tak lupa air mata Damian juga menetes ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah yang paling spesial
"mas, Khalisa jadi ibu.. " lirih ning Khalisa
"kita juga bisa lihat anak ibu dan bapak masih kecil seperti kacang. " kata dokter mengarah ke arah monitor
Damian dan Khalisa melihat ke arah monitor tersebut ta lupa mereka selalu mengucapkan syukur dalam hati.
***
Setelah memeriksa ke dokter, Damian dan Khalisa pulang tapi mereka masih menempatkan untuk membeli susu hamil untuk Khalisa.
di supermarket yang cukup besar di kota tersebut, Damian mendorong troli dan tangan satu nya menggengam tangan sang istri.
Mereka berjalan menuju rak susu hamil. Damian memilih susu yang sangat mahal untuk istri dan calon anak nya yang masih berada di perut Khalisa.
"sayang mau rasa apa? apa kita beli semua rasa biar kamu gak bosen" tanya Damian yang sedang memilih susu hamil
di sini terlihat jika yang paling bersemangat adalah damian, sebenar nya Damian sedari dulu pengen punya anak namun takdir di menyetujui dengan memperlihatkan sifat mantan istri nya dulu.
"jangan mas, Khalisa suka susu vanila sama cokelat" kata ning Khalisa
"baiklah, kita beli vanila dan cokelat" ucap Damian dan langsung mengambil cukup banyak untuk rasa vanila dan rasa cokelat.
"ya allah mas cukup itu terlalu banyak lohh, kita bisa beli lagi kalau sudah habis" kata ning Khalisa yang melihat suami nya mengambil banyak stok susu
"hehehe maaf sayang, mas terlalu bersemangat. yaudah segini cukup. kamu ada yang mau di beli hm? mumpung kita masih di sini" ujar Damian
"Khalisa ingin beli stok cemilan saja mas, stok cemilan di kamar sudah habis" ucap ning Khalisa.
Setelah puas berbelanja mereka akhir nya pulang ke pesantren membawa kabar bahagia.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamu'alaikum para readers mohon dukungannya ya🙏.. semoga kalian suka baca novel yang aku buat.. jangan lupa di like ya kawan biar aku semangat up nya🙏☺😙😘