Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
"A-Alaska" ucap gugup Willa segera melepaskan parutan tangannya dengan Thomas, padahal Alaska sudah melihat Willa yang begitu manja kepada Thomas.
"ngapain lo di sini? masih ngarep Willa balikan sama lo, sampai ngintilin kita ke sini. cih, cemen!" ledek Thomas.
Alaska menghela nafas dan menggelengkan kepala merasa pertanyaan Thomas begitu menggelitik di perutnya. seharusnya Thomas lah yang Cemen meskipun sudah tahu kalau Alaska adalah selingkuhan dari Willa namun tetap saja Thomas masih mau dengan Willa, dengan cara seperti itu Thomas dirasa tidaklah gentlemen.
" cowok cupu ini memang nggak tahu diri, sudah tahu selama ini dia selingkuhan Willa, masih aja tetep mengejar-ngejar Willa" Thomas meledek Alaska sampai pintu lift itu terbuka di basement.
" hei ingat, yang elo suka pakai HS itu apartemen gue Jangan sampai tiba-tiba gue usir pas kalian lagi enak-enak" ucap Alaska merendahkan dan tersenyum miring sembari berjalan menuju mobilnya.
Alaska terlihat puas setelah berkata seperti itu apalagi saat melihat mereka berdua terdiam seribu bahasa.
" udah untung gue nggak usir mereka, dasar orang-orang nggak tahu diri!" kesal Alaska kemudian melajukan mobilnya keluar dari basement apartemen.
" nyari makan di mana ya kira-kira?" gumam Alaska Seraya melihat Sisi kiri dan kanan mencari tempat makan.
Ting.
ponsel Alaska berbunyi dan melihat ada satu pesan masuk dari seseorang yang kini telah jadi pacar dadakannya.
Sofia :
Selamat siang pacar barukuuu
*PIC*
Alaska tertawa melihat pesan itu karena dikirim bersamaan dengan foto selfie Sofia yang cukup abstrak tapi menggemaskan. Pantas saja banyak sekali fans yang mengidolakannya karena memang Sofia sangat cantik mau difoto dengan pose apapun.
Alaska tidak membalasnya karena tanggung sedang menyetir tapi Alaska langsung melakukan video call.
" Hai cantik, Sorry gue lagi di jalan jadi susah bales chat" ucap Alaska ketika Sofia mengangkat panggilan nya.
" mau ke mana?"
" mau nyari makan, gue baru bangun laper jadi gue keluar nyari makan"
" masak sendiri Makanya"
" Males ah, kalau dimasakin elo boleh sih, dengan senang hati" Alaska menggoda sambil tersenyum manis.
" Dih maunya tapi Iya deh boleh kapan-kapan gue masakin lo"
" serius loh? bisa masak Emang lo?" ledek Alaska.
" bisa dong, gue suka bantuin nyokap masak"
" bagus kalau gitu, lo harus masakin gue ntar"
" tapi kalau lo mau ke rumah sekarang juga boleh, nyokap masak banyak nih"
" nggak sekarang ya gue malu, kapan-kapan aja. Oh iya gue kayaknya mau makan di Cafe depan aja, nanti gue telepon lagi ya, bye"
Alaska mengakhiri panggilan itu dan memarkirkan Mobilnya di depan Cafe. sebelum keluar dari mobil Alaska memakai topi dan masker untuk menutupi identitasnya, sebenarnya hal ini membuat Alaska tidak nyaman.
Alaska masuk dan memilih tempat duduk yang cukup jauh dari meja lain dan beruntungnya kafe ini belum terlalu ramai. setelah memesan makanan selagi menunggu Alaska membuka ponsel dan memeriksa semua sosmednya Setiap hari sosmednya selalu ramai apalagi dengan tag dari para fansnya. beritanya dengan Sofia semakin ramai apalagi berita tentang mereka makan malam tadi malam, banyak sekali yang mendoakan Mereka sampai berjodoh.
" ada-ada aja mereka" gumam Alaska namun dia merasa bahagia bisa mendapatkan fans-fans seperti mereka.
saat matanya lepas dari ponsel Alaska melihat seseorang yang sangat dia kenali.
" Pak Mahesa tanda tanya ngapain dia di sini, apa lagi pacaran?" Alaska terkekeh dengan pria matang itu yang masih berstatus jomblo. dengan pedenya Alaska menghampiri Mahesa yang terlihat sedang duduk sendirian.
" Pak Mahesa" sapa Alaska.
" Alaska, Kamu ngapain Di Sini?"
" Makanlah Pak, masak kuliah. Bapak juga ngapain Di Sini?" katanya balik Alaska.
"saya-"
" Sorry aku lama ya Kak" ucap seseorang di belakang Alaska dan tentu saja Alaska mengenali pemilik suara itu kemudian dia berbalik arah.
" Kak Jessy"
" Alaska"
mereka saling pandang sesaat tanpa Peduli orang sekitarnya Tatapan yang sulit dimengerti.
"jessy Ayo duduk lagi dan kamu Alaska boleh bergabung bersama kita" ajak Mahesa.
" Ah, saya di sana aja Pak. pesanannya juga udah datang tuh" tolak Alaska.
" nggak apa-apa tinggal dipindahin ke sini, kita ngobrol bareng di sini, saya masih nggak nyangka kamu sepupu Jesslyn" ucap Mahesa dan membuat Jeslin mengerutkan kedua alisnya tidak mengerti kenapa Mahesa berkata seperti itu? dan siapa yang bilang bahwa Alaska adalah sepupunya?
" saya di sana aja Pak, kalian lanjutin aja"
Alaska Kembali ke tempat duduknya kemudian sedikit melihat ke arah Jesslyn dan tidak disangka jas Line pun sedang menatap ke arahnya dan setelahnya mereka saling mengalihkan pandangannya secara bersamaan.
Entah kenapa ada rasa tidak suka melihat Jesslyn bersama laki-laki lain tapi Alaska berkilah bahwa perasaan itu tidak benar. Mungkin memang moodnya sedang tidak baik-baik saja setelah bertemu kembali dengan Willa dan juga Thomas.
Alaska memakan makanan di hadapannya dan sesekali melirik ke arah Jesslyn, Dia terlihat begitu akrab dan tertawa bersama Mahesa. harusnya Alaska merasa senang karena kemungkinan untuk menjodohkan Mahesa dan juga Jesslyn nyaris 80% jika melihat mereka seperti ini . namun entahlah, Mut Alaska semakin buruk saat ini Bahkan makanan yang ia makan begitu terasa hambar.
Jelaskan memutuskan untuk pergi sebelum mood-nya semakin rusak, hari ini pun memang Alaska harus pergi ke kampus walaupun sudah ketinggalan satu mata kuliah
" Pak, saya duluan" pamit Alaska.
" ngampus kamu?"
" Iya Pak" sahutnya tanpa melihat ke arah Jesslyn dan Mahesa. sungguh tidak sopan bagi seorang mahasiswa kepada dosennya namun dia memang enggan untuk melihat kembali ke arah Mahesa dan juga Jesslyn karena Alaska mendapatkan perasaan aneh yang tidak membuatnya nyaman.
' kenapa dia? apa gara-gara semalam? ah gue tahu mungkin Alaska merasa jijik melihat gue Setelah dia sadar semalam gue ciuman sama dia" batin Jesslyn.
hari ini Alaska menghabiskan waktunya seharian di kampus, sayangnya sahabatnya tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali.
" Kenapa tuh anak?"
Alaska pun mengetikkan pesan singkat kepada Galang
Alaska:
Kenapa lo gak ngampus?
pesan itu terkirim namun tidak langsung mendapatkan balasan, entah sedang apa laki-laki itu di luar sana jujur Alaska merasa kesepian berada di kampus itu jika tidak ada Galang.
Ting.
Galang:
Gue lagi nyari duit, lumayan ada yang bayar gue mahal.
" Sialan nih anak, masih aja ngelayanin tante-tante. Duh amit-amit jauh-jauh deh dari gue para tante-tante" Jelaskan membayangkan dirinya jika melayani tante-tante. dia bergidik ngeri kembali jika bayangan itu melintas di otaknya pasalnya Alaska sempat akan melakukan itu demi uang dan sialnya itu semua gara-gara Willa, Untung saja ada Jesslyn sebagai penyelamatnya.
ngomong-ngomong soal Jesslyn, Alaska jadi teringat kembali kejadian semalam dan juga kejadian tadi siang di cafe.
" Kak Jessy juga tante-tante kan, Kenapa gue malah ciuman sama dia? Itu menji-" Alaska terdiam ketika akan mengobati dan berkata menciuman itu menjijikan, karena memang rasanya tidak menjijikan seperti apa yang ia keluarkan dari mulutnya.
bibir Jesslyn seperti tidak pernah tersentuh, tapi rasanya itu tidak mungkin. apalagi Jesslyn mantan dari kakaknya. Apa mungkin dia dan Arbian sudah-- Alaska tidak sanggup lagi memikirkan hal yang semakin membuatnya gila.
"JANGAN PERNAH JATUH CINTA SAMA KAK JESSY! DIA SUDAH TUA DAN SEORANG ALASKA TIDAK PERNAH MENCINTAI CEWEK YANG USIANYA JAUH LEBIH TUA!!"
.
.
.