NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

Segera tanpa menimbulkan kehebohan yang berlebih, semua anggota rombongan naik ke atas bukit yang memiliki ketinggian cukup .

Beberapa orang tua tidak tahu bahwa di dekat mereka ada mayat dan patok kayu jahat , mereka dengan tenang mendirikan tenda dan langsung beristirahat tanpa bertanya lebih lanjut.

Para prajurit memasang pagar pembatas antara tenda dan bagian luar , mereka berdiri dengan panah di tangan, siap menjaga setiap saat , para penjaga itu memiliki siklus tidur yang sangat berantakan, di mana kadang pagi , siang atau sore mereka tertidur, dan malamnya mereka dengan semangat tinggi menjaga perkemahan atau rombongan.

Para penjaga itu adalah veteran dari kavaleri hitam dan juga prajurit bawahan Yan Qin, mereka secara langsung menjadi akrab dan saling jaga satu sama lain.

Chen Guiya yang sedang menatap ke arah sawah di kejauhan terlihat tegang saat melihat sesuatu yang mencurigakan.

Segera ia berdiri dan datang ke hadapan Yan Qin serta yang lainnya di atas batu besar .

" hei saudara Guiya ada apa ?"

Chen Guiya tidak menjawab namun langsung melaporkan hal yang mencurigakan di area persawahan.

" jenderal, saya melihat bahwa ada sekitar empat puluh orang berpakaian hitam menggotong sesuatu, mereka berjalan begitu pelan dan takut ketahuan " katanya dengan cepat.

Yan Qin berdiri, ia berjalan ke arah pagar pembatas yang memperlihatkan semua hal yang ada di bawah .

Matanya sedikit menyipit saat melihat betapa cepat dan tangkasnya orang berpakaian hitam mendirikan tiang kayu besar .

" apakah jumlahnya empat puluh orang berpakaian hitam ?"

" benar jenderal... !"

Yan Qin sedikit mengangguk , ia kemudian mengatur perang penyergapan, di mana ia menempatkan sekitar dua puluh penembak jitu di barisan belakang orang orang berpakaian hitam .

" kita tidak perlu menggunakan kuda , pasukan kavaleri mudah untuk di sadari oleh orang orang yang ada di bawah, jadi kita secara pelan pelan berjalan mendekat dan saat aba aba tiba kita menyerang !"

" siap ...!"

Empat puluh orang yang berpakaian hitam tidak menyadari bahwa nyawa mereka telah ada di ujung tanduk , mata mereka terlihat tenang saat menatap ke arah patok patok kayu yang di mana penuh dengan mayat yang diikat dengan kejam.

" hehehe ..betapa senangnya melihat kakak sendiri begitu mengenaskan di ikat dengan tali tebal , kakak Yu karena kamu menolak untuk bergabung dengan kelompok tuan Ming , maka ini akibatnya " suara seorang pria muda sedikit serak , kakinya menendang ke arah tiang kayu yang di mana seorang pria berwajah rusak diikat begitu kuat , di kaki dan seluruh tubuhnya penuh dengan darah segar ,begitu mengenaskan.

" Lin Janyu apakah kamu tidak merasa kasihan dengan kakakmu sendiri ?" Seorang pria dewasa berwajah datar bertanya tidak percaya.

" hehehe kakak Cao , aku mengabdi kepada tuan Ming , tentang kakakku yang sombong itu, aku tidak merasa kasihan sama sekali , tapi aku gembira karena sekarang kakak ipar tidak akan ada yang melindunginya " jawabnya dengan semangat disertai hawa nafsu yang begitu kentara.

" kakak Cao , jangan pedulikan anggota kejam ini , itu juga baik bagi kelompok Mingshan kita , dan bisa menakuti semua orang di kota jalan Jushan !" Ucap yang lainnya menimpali.

Pria dewasa yang di panggil Cao itu sedikit menggelengkan kepala " tapi ketua tidak akan membiarkan itu terjadi, karena ketua memiliki aturan bahwa atasan dahulu yang menikmati hal pertama itu !"

Lin Janyu paham dengan kalimat yang dilontarkan oleh pria dewasa di sampingnya .

" tenang saja kakak Cao , di rumah selain kakak ipar masih ada istriku yang tidak berguna, aku bersedia memberikan untuk kesenangan kakak Cao !"

Ji Cao tersenyum tipis saat mendengar hal tersebut, tangannya yang kekar menepuk bahu pemuda berusia enam belas tahun di hadapannya.

" tidak sia sia kamu mendengarkan ajaran tuan Ming , baiklah, aku tidak akan bersikap kasar pada keluargamu, mungkin satu hari aku akan kembalikan secara utuh .." ucapnya dengan mata minat.

" terimakasih kakak Cao !"

Ji Cao menoleh ke arah beberapa tiang kayu yang ada di dekatnya , matanya sedikit melankolis saat melihat puluhan mayat yang diikat dengan tali dan di gantung diatas tiang.

" keluarga Yan ada , Yan Shi Xiong telah dibersihkan, hakim jujur yang ada di kota jalan Jushan begitu mengenaskan " gumamnya dengan badan membungkuk.

" ayo kita kembali dan cari beberapa tokoh masyarakat yang tidak mengikuti aturan tuan Ming !"

Namun saat keempat puluh pria berpakaian hitam itu akan meninggalkan area sawah kematian , dari atas langit bayangan gelap datang .

Ji Cao merasakan bulu kuduknya berdiri , wajahnya secara refleks menengadah ke atas langit, seketika langsung pucat .

" sialan... berlindung ... !"

Namun itu semua sudah terlambat, puluhan anak panah datang begitu deras dari atas langit, menembus begitu saja ke arah empat puluh pria berpakaian hitam .

Jleb

Jleb

Jleb

Teriakan keras ketakutan bergema di seluruh petak sawah, beberapa orang berpakaian hitam yang lolos dari panah buta terus berlari cepat guna untuk melarikan diri .

Ji Cao menatap ngeri ke arah teman temannya yang sudah penuh dengan tusukan tusukan anak panah ,lengannya yang kekar penuh dengan darah dan ada beberapa panah menancap di kaki dan lengannya .

" siapa kalian yang berani menyerang kami ... !"

Tidak ada jawaban, yang ada puluhan panah dari atas langit kembali datang , kali ini Ji Cao sudah siap , ia berlindung di balik tubuh temannya yang sudah menjadi landak, berbaring pura pura mati .

Yan Qin datang dengan pedang di tangan , matanya melihat puluhan orang berpakaian hitam sudah penuh dengan tusuk sate , ada beberapa yang masih hidup dengan suara erangan keras kesakitan, namun Yan Qin tidak memperdulikan hal tersebut, dengan dingin melemparkan belati ke arah pria berpakaian hitam yang sudah sekarat itu.

Crashh

Jleb .

" akh...!"

" jenderal, semuanya telah mati , bagaimana kita mencari informasi tentang semua ini?"

" masih ada dua orang yang belum mati ... !"

Yan Qin mendekat ke arah Ji Mo yang berpura-pura mati di atas rekannya yang telah menjadi landak .

Dengan tangan penuh tenaga , ia mencengkeram bagian belakang pakaian hitam milik pria yang terlihat tengkurap itu .

" dia masih nafas, ikat dengan erat dan juga di balik sawah bawah , seorang remaja bersembunyi dari pandangan kita semua "

Cai Mu bergegas menuju sawah bawah dan melihat bahwa itu adalah pemuda yang dikatakan oleh sang jenderal, dengan cepat menarik pemuda tersebut dari bawah sawah .

" tolong jangan bunuh aku , aku tidak bersalah... !"

" diam ... !"

Plakkk

Cai Mu menampar wajah pemuda yang berteriak itu , dan cap tangan lebar begitu mengena dan abadi di wajah pemuda yang di tangkapnya .

" sudah, kita amankan dahulu , siapa tahu akan ada beberapa informasi yang berbeda ...!"

Ji Cao yang sudah tidak bisa melarikan diri berusaha melawan namun ikatan di tangannya semakin kuat dan kencang .

" siapa kalian ? Kenapa menangkap dan membunuh kami ... ?"

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!