NovelToon NovelToon
Terikat Janji Dengan Seorang Dokter Bedah

Terikat Janji Dengan Seorang Dokter Bedah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cari Perhatian

Waktu ujian tiba, hari ini jadwal ujian Ella pagi dan nanti ada dua temannya juga. Pagi - pagi dengan stelan jas dan rok, Ella sudah siap. Dia beruntung sekali, karena kekasihnya John Christo Nagasaki Lantang masih cuti, dengan begitu Ella bisa di antar kemana - mana oleh John.

Tiga hari yang lalu Ella masih menemani dokter seniornya di rumah sakit tentara mengoperasi calon kakak iparnya Kapten Jefry Christo Brasmanto Lantang saudara kembar John kekasihnya, pemasangan ring pada jantung. Dan sekarang Jefry masih di rawat, karena harus terapi - terapi.

Jesica ikut menemani John kakaknya pada saat ujian dokter Pamella Christine Giardini. Tidak lama Ella di ruang sidang. John sempat hadir mengambil vidio sebentar dan kirim ke mama dan papa. Yang akan datang ke Jakarta. Karena selesai ini, Ella akan wisuda untuk gelar spesialisnya.

Empat puluh lima menit, Ella sudah keluar ruang ujian dengan muka tersenyum. Jesica yang pertama memeluknya. Dan mengucapkan selamat. Kemudian John mencium di keningnya. Esau yang akan mengambil dokter spesialisnya mengetahui dari rekan - rekan medis di rumah sakit tentara datang ke kampus untuk memberi selamat kepada Ella. Ketika melihat John ada disitu dia hanya bisa bersembunyi. Kemudian dia menitip bunga, coklat dan hadiah kepada salah satu staf pegawai untuk di serahkan kepada Ella.

"Siapa pengemarmu sayang??"

"Ngak tahu mas."

John langsung memasukan semua hadiah itu kedalam mobil, kemudian mereka membeli makanan dan akan makan bersama di rumah sakit, tepatnya ruangan dimana Jefry di rawat.

"Selamat nak." Mami langsung memeluk dan mencium pipi kiri kanan Ella, begitu juga papi mencium kepala Ella. Dia sangat bahagia sekali, disayangi oleh keluarga John. Kemudian makanan yang mereka pesan sudah di tata di meja makan yang ada diruangan ini. Merela pun makan bersama.

Malam hari, selesai membereskan kamar buat mama dan papanya, Ella pun menyiapkan materi buat besok dia akan memberikan kuliah umum. John yang lupa mengangkat bunga yang Ella dapat selesai ujian dan hadiah langsung mengambil di mobil dan di bawa ke apartemen. Dia masih curiga dengan hadiah dari pengemar.

Semua bunganya sudah Ella letakkan di dua vas bunga besar, satu di meja makan dan satu di dapur. Makanan yang kebanyakan coklat di taruh di kulkas.

"Aku penasaran dengan pengemar rahasiamu sayang."

"Mas, sudah ya. Aku takut kalau kamu cemburu dan marah."

John langsung memeluk dan mencium bibir Ella. Dia tersenyum kepadanya.

"Mas takut kamu sakit sayang. Ngak akan terulang. Tetapi kalau kita sudah menikah, apa mas juga masih susah memilikinya."

"Kan menikah beda ya mas."

John kembali tersenyum dan memeluk dan mencium Ella lagi dan lagi. Besok pagi Ella akan mengajar di kampus kuliah umum bagi calon dokter residen. Sedangkan John ada urusan dinas, dia harus rapat di markas besar angkatan laut di Jakarta. Di rapat itu juga hadir papinya Kolonel Alfons Lantang.

"Hati - hati ya pak." John memberitahukan kepada supir taksi online yang dia pesan buat kekasihnya ke kampus kemudian mencium Ella dan membuka pintu mobil taksi buat kekasihnya.

"Selesai mengajar hubungi mas, kita makan siang bersama." Taksi online sudah keluar kompleks apartemen.

"Suaminya mbak??"

"Calon suami pak."

"Cocok mbak, masnya ganteng dan mbaknya cantik." Ella hanya tersenyum.

Dokter Pamella Christine Giardini, sudah tiba di Kampus lamanya. Dia langsung menuju ruang dosen dan bertemu dengan profesor dokter Roberto. Kemudian, Ella di siapkan oleh profesor untuk kegiatan ini. Dan pada waktunya Ella masuk aula fakultas kedokteran, dia tidak menyangka banyak juga dokter - dokter residen. Ella langsung dipersilahkan menyampaikan mata kuliah umum ini.

Ella tidak menyangka bahwa di bangku depan ada dua dokter yang dia kenal, yaitu Dokter Esau dan dokter Melinda. Raut wajah Melinda tentu tidak suka, sedangkan Esau pandangan katanya tidak mau lepas dari sosok perempuan yang dia sukai ini.

"Sepertinya dokter kenal sekali dengan dokter Pamella."

"Dokter Ella??? Iya dia rekan kerja ku. Kami sama - sama dulu bekerja di satu rumah sakit."

"Dokter kenal dengannya??"

"Dia perebut kekasihku."

"Perebut kekasih??? Bukan tipe Ella begitu. Maksudnya Mayor John yang di rebut??"

"Iya, aku sangat mencintai dia."

Melinda sangat terang - terangan mengaku perasaannya. Sedangkan Esau tahu betul bagaimana hubungan cinta Ella dan John.

Siang itu Melinda dan Esau melihat bagaimana kemesraan John terhadap Ella. Bagaimana cara John meratukan kekasihnya ini. Sakit hati pasti yang di rasakan mereka, namun di antara mereka berdua Esau lah yang bisa mengolah perasaannya dengan baik, berbeda dengan Melinda yang melihat itu tantrum, marah tak jelas, sampai makanan yang di pesan di jatuhkan, sontak membuat seisi restoran melihat ke arah mereka. John dan Ella pun ikut melihat.

"Mas, bukannya itu Dokter Melinda."

"Iya sayang. Sudahlah biarin saja. Mereka kan banyak orang."

"Apa mereka mengikuti saya mas??"

"Maksudnya???"

"Mereka itukan baru saja mendapat materi dari saya di kampus tadi."

"Sayang ada dokter Esau juga."

"Oooo iya ya. Sudah mas kita makan aja. Seperti kata mas tadi cuekin aja."

John semakin cemburu, Dia tahu bahwa Ella kekasihnya tidak mau membuat masalah karena ada dokter Esau. Dia masih menghargainya karena mereka rekan sekerja. Selesai makan, John membayar dan mereka langsung ke butik yang ada di mall ini, melihat kebaya yang di jahit Ella untuk wisudanya baju kembarnya bersama papa dan mama, juga John.

Di lantai satu mereka kembali bertemu dengan Melinda, yang masih penasaran dengan John, dia tidak menyangka bahwa dia sendiri yang memiliki perasaan sebagai kekasih sedangkan John tidak.

Ella sedang berbelanja di swalayan, John yang menerima telepon dari lettingnya akhirnya menerima telepon dan tidak menemani Ella di dalam swalayan.

"Aku tidak menyangka kamu mempermainkan perasaanku."

"Melin, sejak kapan aku menyatakan perasaanku kepadamu."

"Kamu mau menemani saya ke mall waktu itu."

"Saya menghormati orangtuamu, makanya saya menjaga kamu waktu itu. Dan saat itu aku sudah melamar kekasihku Ella. Kami sudah pacaran."

"Mas, ......."

"Sudah sayang." Ella hanya mengangguk."

"Ayo kami duluan dokter Melinda."

Tidak ada respon apapun, tiba - tiba orang - orang berteriak ternyata Melinda pingsan. Spontan Ella dan John kembali kepada kerumunan itu. Ella langsung memeriksa, waktu dia melihat yang pingsan Melinda. Langsung oleh satpam dibawa ke pusat kesehatan yang ada di samping pos keamanan. Teman sesama dokternya datang menemaninya. Akhirnya John mengajak Ella pulang.

"Sayang, apa tidak masalah di tinggalin. Kasihan itu anak sahabat papi."

"Kamu ngak lihat raut mukanya, dia lagi berbohong sayang. Dia mencari perhatian saja."

1
Yohana Pandie
keren thor
Ceisye: terima kasih
total 1 replies
Trivenalaila
lanjut🙏🙏🙏
Ceisye: siap mba. otw. 👍👍👍
terima kasih mba sudah membaca karyaku🙏🙏🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!