(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)
Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.
Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.
Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.
Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.
Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 129: Cemburu Sang Dewi Es
Keheningan di Aula Kedamaian Surgawi begitu pekat hingga suara jarum jatuh pun akan terdengar seperti ledakan.
Ribuan pasang mata menatap tak percaya ke tengah ruangan. Putri Ketujuh dari Kerajaan Su. Su Yue, gadis yang dikabarkan tidak akan berumur panjang karena Yin Dingin Ekstrem kini berdiri tegak. Rona merah kehidupan yang sehat untuk pertama kalinya mewarnai pipi pucatnya.
Dan yang memegang pergelangan tangannya adalah Pangeran Ketiga Zhao Xuan. Pemuda yang dirumorkan berwajah buruk rupa dan cacat mental itu ternyata memiliki ketampanan yang sanggup membuat dewa-dewa iri, dan auranya memancarkan keagungan.
"P-Penyakit dinginnya... hilang?" Utusan Utama Kerajaan Su mengucek matanya dengan tangan gemetar. Belasan tabib terbaik di kerajaannya telah menyerah, namun pangeran remaja ini hanya perlu memegang nadinya selama lima detik?!
Putri-putri dari Kerajaan Yan dan Chu yang tadinya mencibir Su Yue kini menggigit saputangan mereka dengan wajah hijau karena iri dan menyesal. Jika mereka tahu Pangeran Ketiga Kerajaan Zhao setampan dan sehebat ini, mereka pasti sudah memohon kepada ayah mereka untuk dikirim sebagai calon istri!
Namun, di tengah kekaguman fana tersebut, Zhao Xuan tiba-tiba merasakan bahaya yang jauh lebih mematikan daripada Petir Kesengsaraan Surgawi.
Suhu udara di dalam aula tiba-tiba anjlok hingga di bawah titik beku. Lapisan es tipis mulai merayap di kaki pilar-pilar naga.
Zhao Xuan tidak perlu menoleh untuk tahu dari mana asal hawa dingin itu. Di sudut aula kehormatan, Xiao Mei (yang kini terlihat semakin matang dan anggun dalam gaun merah darahnya) sedang menatap tangan Zhao Xuan yang masih memegang pergelangan tangan Su Yue.
Mata zamrud sang dewi Soul Transformation itu tersenyum manis... namun senyuman itu memancarkan Niat Membunuh yang sanggup membekukan inti matahari.
Lepaskan tangan gadis itu, Tuan, atau Mei'er akan memotong tangan gadis itu... dan 'pusaka' Tuan, ancaman telepati Xiao Mei bergema manis di benak Zhao Xuan.
Zhao Xuan yang tak kenal takut, seketika berkeringat dingin. Dengan gerakan yang sangat sopan, elegan, dan secepat kilat, ia melepaskan tangan Su Yue dan mundur setengah langkah, menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung.
"Ehem. Tuan Putri Su Yue, racun dingin di tubuhmu sudah kutekan sementara," ucap Zhao Xuan dengan nada datar dan berwibawa, meski matanya diam-diam melirik ke arah Xiao Mei untuk memastikan dewi es itu sudah tenang (lapisan es di pilar perlahan mencair, tanda Xiao Mei merasa puas).
"Kebaikan Pangeran Ketiga tidak akan pernah Su Yue lupakan," Su Yue menundukkan wajahnya yang merona merah. Hatinya telah sepenuhnya takluk. Gadis yang terbiasa dibuang ini akhirnya menemukan matahari di istana yang jauh ini.
Melihat adegan itu, Sang Ratu Kerajaan Zhao tersenyum penuh kemenangan dari atas singgasananya. "Utusan Kerajaan Su! Kami menerima tawaran aliansi kalian. Putri Su Yue akan tinggal di Istana Zhao mulai hari ini. Dia akan dirawat langsung di bawah pengawasan keluarga kami."
"T-Terima kasih, Yang Mulia Ratu!" Utusan Su bersujud kegirangan.
Tiba-tiba, dari sisi singgasana, dua sosok melangkah maju. Mereka adalah Zhao Tian dan Zhao Ling.
Lima tahun berada di bawah "pelatihan neraka" ibu mereka di ruang bawah tanah direndam dalam kuali herbal, dipatahkan tulangnya, dan disiksa dengan metode Klan Dewa Bintang telah mengubah kedua kakak beradik ini menjadi monster muda.
Zhao Tian memancarkan aura Puncak Core Formation dengan tubuh fisik yang sekokoh gunung besi. Sementara Zhao Ling, yang dulu adalah putri manja, kini memiliki mata setajam pedang dan kultivasi Core Formation Menengah, auranya dipenuhi oleh fluktuasi elemen angin dari Roda Bintangnya yang baru bangkit setengah.
"Selamat datang di keluarga kami, Adik Su Yue," sapa Zhao Ling ramah, menepuk bahu gadis itu. Namun tekanan spiritual yang tidak disengaja bocor dari tangan Zhao Ling membuat seluruh utusan dari kerajaan lain menahan napas.
Monster! Keluarga Kerajaan Zhao ini isinya monster semua! jerit para bangsawan dalam hati. Pantas saja armada Benua Tengah dan para dewa tidak berani menyentuh kerajaan ini!
Berbicara tentang dewa...
Di sudut kerumunan pelayan, tiga Utusan Elit dari Alam Dewa yang sedang menyamar saling berpandangan dengan wajah sepucat mayat. Mereka adalah ahli tingkat Nascent Soul (Kelahiran Jiwa Baru) yang dikirim oleh Dewa Perang Xuanming.
Tadi, saat Zhao Xuan menyedot Yin Dingin Ekstrem dari tubuh Su Yue, Cincin Jiwa Kuno di jari Zhao Xuan sempat beresonansi sekejap. Hanya sekejap! Namun fluktuasi itu persis sama dengan anomali ruang yang menghancurkan pasukan Alam Iblis di Rawa Selatan lima tahun lalu!
"Itu dia... Pangeran Ketiga itu adalah Monster Tak Kasat Mata yang membantai Jenderal Iblis!" bisik salah satu utusan dewa dengan bibir bergetar. "Kultivasinya terlihat fana, tapi dia bisa menelan Yin Primordial tanpa berkedip! Kita harus segera kembali ke Alam Dewa dan melapor pada Panglima Xuanming!"
Ketiga utusan itu perlahan melangkah mundur, mencoba menyelinap keluar dari aula melalui pintu samping.
Namun, baru saja tangan mereka menyentuh pintu...
Tap.
Sebuah suara langkah kaki yang sangat pelan menggema langsung di dalam lautan kesadaran mereka bertiga.
Roda Bintang Kedua: Retakan Dimensi Ruang.
Ruang di sekitar ketiga utusan dewa itu tiba-tiba membeku dan terisolasi. Mereka bisa melihat pesta yang ramai di sekitar mereka, namun tidak ada yang bisa melihat mereka. Mereka terjebak dalam kotak dimensi tak kasat mata.
Di dalam kotak dimensi itu, suara renyah Zhao Xuan terdengar seperti bisikan iblis dari dasar neraka.
"Kalian tamu dari Alam Dewa yang datang jauh-jauh, kenapa buru-buru pergi? Pestanya baru saja dimulai."
Ketiga ahli Nascent Soul itu ambruk bertumpu pada lutut mereka. Gravitasi di dalam kotak itu dilipatgandakan seratus kali lipat oleh Zhao Xuan (menggunakan Roda Pertama) hanya di koordinat mereka berdiri. Tulang-tulang dewa mereka berderak nyaring.
"A-Ampuni kami, Yang Mulia!" rintih pemimpin utusan dewa itu melalui telepati yang putus asa. "Kami tidak berniat bermusuhan! Kami hanya mengamati!"
Zhao Xuan, yang masih berdiri santai di tengah aula tersenyum menerima ucapan selamat dari para tamu, membalas telepati mereka dengan nada kebosanan yang mematikan.
"Beri tahu anjing penjaga kalian, Xuanming. Dunia fana ini adalah halaman belakangku. Jika Alam Dewa berani mengirim satu pasukan saja melintasi awan Tianyun, aku akan merobek Cermin Tiga Ribu Dunia milik kalian dan menggunakan pecahan kacanya untuk menggorok leher kaisar kalian."
Darah segar menetes dari sudut bibir ketiga utusan dewa itu akibat tekanan tersebut.
"Kalian boleh pergi setelah pestanya selesai. Duduk, makan kue ulang tahunku, dan tutup mulut kalian."
Tekanan gravitasi itu menghilang seketika. Ketiga utusan Alam Dewa itu jatuh terduduk di lantai, berkeringat dingin membasahi pakaian penyamaran mereka. Mereka segera merangkak ke meja terdekat, mengambil kue dengan tangan gemetar, dan menundukkan kepala mereka dalam-dalam. Monster ini... tidak, eksistensi ini berada jauh di luar nalar hukum Tiga Ribu Dunia!
Di tengah aula, Zhao Xuan menyesap anggur buahnya dengan tenang.
Di dalam benaknya, Gu Tianxue berbicara dengan nada serius. "Tuan, gadis Su Yue itu... Tubuh Kaca Yin Primordialnya adalah wadah sempurna. Jika Alam Iblis tahu dia ada di sini, Tujuh Raja Iblis Primordial tidak akan lagi mengirim pasukan rendahan. Mereka akan membelah langit dan datang sendiri kemari."
Zhao Xuan meletakkan gelas anggurnya. Matanya yang sedingin es melirik ke arah langit-langit aula, seolah menembus dimensi menuju Alam Iblis.
"Biarkan mereka datang, Gu Tua," jawab sang Asura, aura Core Formation Puncak yang telah ia padatkan selama lima tahun terakhir berdenyut di dalam Dantian-nya, siap untuk diledakkan ke tahap Nascent Soul. "Aku sudah muak bermain petak umpet. Roda Bintang Keempatku membutuhkan darah Raja Iblis untuk dibuka."
Pesta ulang tahun ke-17 ini berjalan dengan sangat meriah dan penuh tawa. Namun di balik cahaya lampion dan musik merdu.