NovelToon NovelToon
Jalan Kaisar Semesta

Jalan Kaisar Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anonim

Shen Yuan berdiri paling DEPAN di antara puluhan ribu kultivator dengan senjatanya dia siap membelah langit jika jalanya hanya ada satu😗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Riak Pertama di Permukaan Danau

​Salju terakhir di Puncak Pedang Patah akhirnya mencair, menetes dari ujung-ujung atap genteng hijau dan jatuh ke tanah dengan bunyi tik... tik... yang konstan. Musim semi telah tiba, membawa serta aroma tanah basah dan bunga pinus yang merekah.

​Namun, bagi penghuni pelataran luar Sekte Langit Berkabut, kehangatan musim semi sama sekali tidak terasa. Udara justru terasa semakin sesak, ditekan oleh antisipasi dan ketegangan yang menggantung layaknya awan badai.

​Ujian Evaluasi Sekte Luar tinggal menyisakan waktu dua belas hari.

​Di depan Balai Pendaftaran Utama, lautan manusia berseragam putih dan abu-abu berkumpul sejak matahari terbit. Balai ini adalah gerbang penentu nasib. Murid luar datang untuk mendaftarkan diri dalam Turnamen Tarung, berharap mendapat peringkat tinggi demi memperebutkan posisi Murid Dalam. Sementara para pelayan berbaju abu-abu datang hanya untuk Ujian Dasar, berdoa agar fluktuasi Qi mereka dinilai cukup untuk tidak ditendang dari gunung.

​Di barisan paling belakang yang dikhususkan untuk pelayan, Li Mu terus menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya yang berkeringat. Wajahnya pucat, matanya gelisah menatap ke arah pintu balai.

​"Aku tamat, Yuan. Aku benar-benar tamat," gumam Li Mu, suaranya bergetar. "Tadi malam aku mencoba menembus Lapisan Keempat, tapi energiku malah buyar. Aku masih tertahan di Puncak Lapisan Ketiga. Diakon Ma pasti akan mengirimku ke tambang besi di perbatasan utara. Kudengar tidak ada pelayan yang berumur panjang di sana."

​Shen Yuan, yang berdiri tepat di depan Li Mu, menoleh perlahan. Ia masih mengenakan topi bambu lebarnya, menutupi sebagian wajahnya dari terik matahari pagi.

​"Tenangkan napasmu, Mu. Kepanikan menyumbat meridianmu," ucap Shen Yuan datar. "Sekte kekurangan tenaga kerja untuk musim panen herba bulan depan. Asalkan fondasi Lapisan Ketigamu stabil, mereka tidak akan membuang pelayan yang masih bisa bekerja keras. Kau akan lulus Ujian Dasar."

​Li Mu menelan ludah, sedikit merasa lega mendengar analisis logis dari sahabatnya. Ia menatap Shen Yuan dari atas ke bawah. "Kau sendiri bagaimana, Kayu Mati? Kau terlihat sangat santai belakangan ini. Apakah kau sudah berkemas untuk pulang kampung? Maksudku... tiga tahun di Lapisan Ketiga, kau adalah target utama pembersihan sekte tahun ini."

​Shen Yuan tersenyum tipis, sebuah senyum yang tersembunyi dengan rapi di balik bayangan topinya. "Aku tidak punya kampung halaman untuk dituju. Gunung ini adalah rumahku sekarang. Aku belum berencana untuk pergi."

​Tiba-tiba, keributan pecah di barisan depan.

​Kerumunan murid luar yang tadinya berbaris rapi seketika membelah diri layaknya lautan yang dibelah pedang. Sekelompok murid dengan jubah putih bersulam sutra melangkah maju dengan dagu terangkat tinggi. Di tengah mereka, Lin Hai berjalan sambil mengibaskan kipas lipatnya, meskipun udara belum sepenuhnya hangat.

​"Minggir, minggir! Kumpulan sampah menghalangi jalan!" teriak salah satu antek Lin Hai, mendorong kasar punggung seorang murid luar yang terlambat menyingkir.

​Lin Hai kini berada di Puncak Lapisan Keempat. Walaupun tertinggal jauh dari sepupunya, Lin Feng yang berada di Lapisan Keenam, status Lin Hai sebagai anggota keluarga cabang sudah cukup membuatnya ditakuti. Sepanjang jalan menuju meja pendaftaran, matanya yang congkak menyapu barisan pelayan di sudut pelataran.

​Tatapannya berhenti tepat pada siluet Shen Yuan.

​Langkah Lin Hai melambat. Senyum mengejek yang bengis terkembang di bibirnya. Kejadian hilangnya Gou San beberapa bulan lalu sempat membuatnya dicekam teror, namun seiring berjalannya waktu, logika arogannya kembali mengambil alih. Ia meyakini Gou San pasti melarikan diri membawa uangnya, karena tidak masuk akal seorang pelayan miskin bisa membunuh tiga pembunuh bayaran.

​Lin Hai melipat kipasnya dengan bunyi plak yang keras, lalu mengubah arah langkahnya menuju barisan pelayan.

​"Lihat siapa yang kita temukan di sini," suara Lin Hai melengking, menarik perhatian puluhan pasang mata di pelataran. "Anjing pelayan kesayangan Instruktur Han. Masih berani menampakkan wajahmu di sekte, Shen Yuan? Kupikir kau sudah mati membeku di musim dingin kemarin."

​Li Mu langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam, tubuhnya gemetar hebat. Pelayan-pelayan lain di sekitar mereka buru-buru mundur tiga langkah, tidak ingin terseret dalam masalah.

​Shen Yuan tetap berdiri di tempatnya. Ia perlahan mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah Lin Hai. Matanya yang gelap dan sedalam sumur tua sama sekali tidak memancarkan ketakutan, yang justru membuat Lin Hai merasa sedikit jengkel.

​"Menjawab Tuan Muda Lin," ucap Shen Yuan dengan nada datar dan tenang. "Langit masih memberi pelayan ini napas untuk menyapu pelataran. Saya datang untuk mendaftar."

​"Mendaftar? Ha!" Lin Hai tertawa terbahak-bahak, tawanya memancing tawa menjilat dari para anteknya. "Mendaftar untuk apa? Ujian Pemotong Kayu Tercepat? Sadarlah akan posisimu, Sampah. Tahun ini, batas minimal pelayan untuk bertahan di sekte diperketat. Tiga tahun mandek di Lapisan Ketiga... Sekte tidak akan memberimu belas kasihan lagi. Nikmatilah hari-hari terakhirmu menghirup udara gunung ini."

​Lin Hai mendekatkan wajahnya, merendahkan suaranya menjadi bisikan berbisa yang hanya bisa didengar oleh Shen Yuan. "Dan jika sekte mengusirmu, aku pastikan ada orang-orangku yang menunggumu di kaki gunung. Kau tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi setelah kau keluar dari gerbang sekte."

​Alih-alih pucat pasi, Shen Yuan justru memiringkan kepalanya sedikit.

​"Terima kasih atas perhatian Tuan Muda," jawab Shen Yuan, mengabaikan ancaman itu layaknya hembusan angin lalu. "Tapi saya sarankan Tuan Muda mendaftar terlebih dahulu. Antrean di depan sudah mulai kosong."

​Gigi Lin Hai gemeretak. Ketenangan pelayan ini selalu membuatnya merasa seolah ia sedang meninju kapas. Ia mendengus kasar, membalikkan badannya. "Kita lihat seberapa lama mulut besarmu itu bisa bertahan."

​Di depan pintu Balai Pendaftaran, sebuah Batu Pengukur Qi setinggi setengah badan orang dewasa berdiri kokoh. Batu itu terbuat dari kristal pualam transparan dengan tujuh garis lingkaran di dalamnya.

​Diakon Ma duduk di sebelah batu itu, mencatat setiap nama dengan kuas tintanya.

​Lin Hai melangkah maju, meletakkan telapak tangannya di atas batu kristal tersebut. Ia memejamkan mata dan mengalirkan Qi-nya. Seketika, cahaya putih terang menyala dari dasar batu, merambat naik dan menerangi lingkaran pertama, kedua, ketiga, dan berhenti tepat setelah lingkaran keempat bersinar terang benderang.

​"Lin Hai. Puncak Lapisan Keempat Kondensasi Qi," seru Diakon Ma dengan nada memuji, menuliskan nama itu di gulungan perkamen elit. "Memenuhi syarat untuk Turnamen Tarung Sekte Luar. Bagus sekali, Tuan Muda Lin."

​Lin Hai tersenyum bangga, menarik tangannya dan menatap merendahkan ke arah kerumunan, sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam balai dengan gaya seorang pemenang.

​Satu per satu murid luar dan pelayan maju. Kebanyakan murid luar berada di Lapisan Keempat, sementara para pelayan di barisan belakang hanya mampu menyalakan dua atau tiga lingkaran, yang langsung dicatat oleh Diakon Ma dengan raut wajah bosan dan meremehkan.

​"Selanjutnya! Pelayan nomor tujuh!" panggil Diakon Ma kasar, tidak repot-repot mengangkat wajahnya dari perkamen.

​Shen Yuan melangkah maju. Ia berdiri tepat di depan Batu Pengukur Qi. Permukaan batu itu terasa dingin, menunggu untuk disuapi oleh aliran energi.

​Li Mu menahan napasnya dari kejauhan, berdoa dalam hati agar sahabatnya itu entah bagaimana bisa menunjukkan sedikit kemajuan. Di ambang pintu balai, Lin Hai sengaja berhenti melangkah, melipat kedua tangannya di dada, menunggu momen untuk menertawakan kegagalan Shen Yuan.

​Shen Yuan menutup matanya.

​Di dalam lautan Dantian-nya, Benih Hitam yang memancarkan energi mengerikan dari Lapisan Keenam berputar lambat. Dengan kontrol presisi tingkat tinggi yang ia latih selama berbulan-bulan di hutan, Shen Yuan memasang belenggu pada pusaran energinya. Ia menekan lautan emas gelapnya, mengunci rapat-rapat dua per tiga kekuatannya, dan hanya membiarkan selokan kecil energi mengalir ke telapak tangannya.

​Ia menempelkan tangan kanannya ke permukaan batu.

​Wush...

​Batu kristal itu merespons. Cahaya putih pucat mulai menyala dari dasar batu.

​Lingkaran pertama menyala.

Lingkaran kedua menyala.

Diakon Ma masih menatap perkamennya, bersiap menulis angka tiga dengan kuasnya.

Lingkaran ketiga menyala... dan cahaya itu tidak berhenti.

​Cahaya itu terus merambat naik dengan kecepatan yang stabil, menerobos batas lingkaran ketiga, dan akhirnya menyala terang tepat di lingkaran keempat.

​Satu. Dua. Tiga. Empat. Empat lingkaran utuh.

​Udara di depan Balai Pendaftaran seolah membeku.

​Diakon Ma, yang kuasnya sudah menyentuh kertas, mendadak kaku. Setetes tinta hitam jatuh dari ujung kuasnya, merusak gulungan perkamen itu. Matanya membelotot ke arah Batu Pengukur Qi, lalu perlahan naik menatap wajah Shen Yuan yang masih berekspresi sedatar papan.

​"E-Empat?" Diakon Ma tergagap, suaranya terdengar seperti orang tercekik. "Lapisan Keempat Kondensasi Qi? B-Bagaimana mungkin? Tiga bulan lalu kau masih di Lapisan Ketiga!"

​Di barisan belakang, rahang Li Mu jatuh hingga nyaris menyentuh lantai. Ember air imajiner di kepalanya seolah tumpah seketika. "Y-Yuan... dia... dia menembusnya?!"

​Namun, reaksi yang paling indah bagi Shen Yuan adalah reaksi dari ambang pintu balai.

​Kipas di tangan Lin Hai terlepas dan jatuh bergemeretak di atas lantai batu. Mata arogan pemuda itu terbelalak lebar, wajahnya memucat, dan urat di lehernya menonjol keluar. Pikirannya berputar gila. Lapisan Keempat?! Pelayan sampah ini telah mencapai Lapisan Keempat?! Pantas saja Gou San tidak kembali! Pelayan ini pasti melawan balik atau berhasil kabur karena kekuatannya setara dengan Gou San!

​Shen Yuan menarik tangannya dari batu kristal, membiarkan cahayanya meredup. Ia menundukkan kepalanya sedikit ke arah Diakon Ma yang masih tercengang.

​"Pelayan nomor tujuh, Shen Yuan," ucapnya dengan nada tenang yang sangat kontras dengan kekacauan di sekitarnya. "Telah menembus Lapisan Keempat. Saya mohon Diakon mencatat nama saya... bukan untuk Ujian Dasar."

​Shen Yuan menoleh perlahan ke arah Lin Hai. Dari balik bayangan topi bambunya, sepasang mata sehitam jurang maut mengunci pandangan Lin Hai. Sebuah senyum tipis—sangat tipis hingga terlihat seperti sayatan pisau—akhirnya tersungging di bibirnya.

​"Tulis nama saya di daftar Turnamen Tarung Sekte Luar."

​Keheningan yang memekakkan telinga menyelimuti pelataran.

​Seorang pelayan rendahan baru saja secara resmi melemparkan sarung tangannya ke tengah arena yang dipenuhi oleh serigala. Riak pertama telah terbentuk di permukaan danau yang tenang, dan Shen Yuan bersiap mengubah riak itu menjadi badai tsunami yang akan menelan mereka semua.

1
@arv_65
Salam Untuk pembaca, mohon maaf karena beberapa hal author iseng, mengunakan istilah modrn di bab 1-100 dan nantinya kedepanya istilah itu author kurangi karena di bab keatasnya adalah mendalami sebuah Dao, jadi mohon maaf jika pembaca agak tidak enak membacanya dan mohon maaf juga jika nantinya bab untuk MC di sekte ada 80+ bab namun author sudah melakukan uplod lebih dari dua bab setiap harinya agar pembaca tidak bosan mohon maaf dari author🙏
Hazard
seru bangettt
A 170 RI
tolong jangan hiatus lg ya thor net💪💪
@arv_65: iya maaf sebelumnya karena bencana jadi hiatus, ini untung akunya masih bisa di pulihkan🙏🏽
total 1 replies
Kaisar Abadi
bang mampir bang
@arv_65: okeeh
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
@arv_65: Terima kasih🤭
total 1 replies
Blue
Hasil Ai
Blue
Hasil Ai
@arv_65: tapi tenang cuma sebatas perbaikan kata👍
total 2 replies
@arv_65
😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!