NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

.

.

.

***Chapter Sebelumnya** :

Saat ia tepat berada di depan tangga menuju ruang dansa tersebut, Sang Duke of Rostown itu dapat melihat para pasangan yang menari di lantai dansa. Alih-alih menuruni setiap anak tangga dan ikut bergabung ke dalam pesta dansa tersebut, Melvin malah berjalan lambat di tepi tangga. Lalu, memindai setiap kerumunan tamu yang hadir di pesta tersebut*.

***

Saat mengamati para tamu yang hadir di pesta dansa tersebut. Tiba-tiba sekelebat rambut hitam legam milik seorang gadis yang sangat ia kenali, menarik perhatiannya, dan membuat jantungnya mulai berdetak dengan kencang.

Padangan Melvin benar-benar hanya tertuju pada gadis keturunan keluarga Earl Winston tersebut. Bahkan, matanya tak berkedip melihat penampilan dari Nona Arabella Winston, yang malam ini terlihat sangat menawan.

Ia melihat sekilas kearah pasangan dansa gadis itu, dan lalu Melvin kembali menatap Nona Winston tersebut secara lekat-lekat, menikmati segala gerakan anggun dan elegan dari tariannya.

Sejujurnya, menurut Melvin, penampilan gadis Winston itu malam ini sangat membuatnya tergoda. Rasanya dia ingin merobek belahan rendah gaun milik gadis itu dan menyelusuri punggung mulus milik perempuan itu.

Sekarang Melvin tahu, kenapa gadis itu berpakaian sangat tertutup saat berkunjung ke daerah Exile Land. Melvin yakin sekali, jika gadis itu menunjukkan segala kecantikannya seperti malam ini. Mungkin, itu dapat membuat kerusuhan di daerah penuh bajingan tersebut, seperti yang gadis itu lakukan kini padanya.

Saat ini, tatapan dan segala atensi Melvin tak dapat teralihkan dari segala hal yang dilakukan gadis itu. Sungguh, saat ini rasanya Melvin ingin memiliki seluruh keindahan yang terdapat dalam diri Bella hanya untuk dirinya seorang.

Gadis itu, benar-benar membangkitkan hasrat seorang kekasih dalam diri Melvin. Kini, Melvin benar-benar membayangkan bagaimana rasanya menyentuh seluruh tubuh Bella yang ranum dengan tangannya dan bibirnya. Dan lalu membuat gadis Winston itu berbaring tak berdaya di bawahnya.

Selain itu, Melvin tahu ini bukan hanya sekedar rasa ingin memiliki secara nafsu. Tapi, terdapat sebuah perasaan menggebu-gebu dalam diri Melvin, sebuah perasaan asing yang tak dapat Melvin jelaskan. Seperti sebuah perasaan, dimana Melvin sangat membutuhkan diri Bella untuk menemani hidupnya yang hampa.

Ketika Bella mulai membalikkan tubuhnya dengan anggun dalam barisan dansa, tanpa sadar tatapan keduanya saling bertemu. Seketika itu juga Bella mulai berhenti menari, dan mulai memandangi pria penyelamatnya itu dengan tatapan tertegun.

Melvin yang menyadari Bella yang kini memandangnya juga, hanya dapat memberikan sebuah senyuman hangat, memberitahukan gadis itu bahwa dirinya kini baik-baik saja.

Sementara itu, keterpakuan Bella mulai menyebabkan penari lain yang mengelilinginya merasa bingung. Matanya yang indah itu masih tertuju ke arah Melvin, dengan perasaan-perasaan yang tak dapat Melvin pahami.

Saat itu juga Melvin dapat merasakan adanya aliran listrik yang kini menyetrum sanubarinya, dan membuatnya yakin, bahwa kini ia telah menemukan seseorang yang tepat yang selama ini telah ia cari.

Lalu, disaat ia masih mengunci tatapan mata Bella, sebuah perasaan aneh yang pernah ia rasakan sebelumnya di Exile Land kembali merasuki pikiran, tubuh, dan jiwanya, membuatnya matanya menyuarakan sebuah suara dalam hatinya.

'Kau adalah milikku.'

***

'Dia disini... Dia datang... '

Itulah yang kini berada dalam pikiran Bella, saat matanya dan pria penyelamatnya itu saling bertemu. Seakan terhipnotis dengan manik kelam penuh misteri milik Melvin, Bella benar-benar tak dapat mengalihkan pandangannya dari diri pria penyelamatnya itu.

Tak dapat dipungkiri, ada rasa bahagia dan lega yang membanjiri diri Bella, saat melihat diri Sang Duke yang baik-baik saja. Walaupun ia pun tak tahu, bagaimana pria itu dapat melarikan diri dari segerombolan berandal dari daerah Exile Land itu.

Entah mengapa, terdapat perasaan aneh dalam diri Bella kini yang mengatakan bahwa kedatangan pria itu ke pesta ini adalah hanya untuk mencari dan bertemu dengannya. Lagipula, ia rasa, ia belum pernah bertemu pria di society itu sebelumnya. Karena sejujurnya, Melvin sepertinya bukanlah pria sulit untuk mendapatkan perhatian dari seorang wanita.

Saat ini, Bella merasa bahwa dirinya telah terjatuh ke dalam pesona  Melvin. Pria itu bukan tipe seperti Brandon atau para pria pencolek lainnya. Pria bangsawan itu mengingatkan Bella akan seorang bangsawan dari daerah selatan, yang penuh kegagahan dan intimidasi.

Perawakan Melvin yang tinggi tegap, dadanya bidang, dengan bahu lebar, terlihat kuat namun tetap anggun, dan berpenampilan seperti seseorang dari Kerajaan Nerezza.

Sambil menyesap segelas minuman anggur merah dengan gerakan elegan, Melvin masih terus mengawasi dirinya, dengan tatapan mata kelamnya, yang menurut Bella terlihat begitu indah di bawah peredaran sinar lilin.

Akhirnya, setelah beberapa saat Bella pun mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari tatapan menghipnotis milik Melvin. Tubuhnya kini merasa linglung, dan membuatnya tersadar bahwa ia telah mengacaukan aturan aluran menari.

"Halooo, bumi pada Bella? Hei, sadarlah!" Darwin mencoba memanggilnya dari arah sebrang.

"Oh... Maafkan aku!" Jantungnya mulai berdetak kencang, mencoba melihat ke sekelilingnya. Tapi, temannya itu, Darwin hanya tertawa geli melihat tingkah laku Bella.

Bella hanya dapat menatap tajam kegelian yang ditunjukkan oleh Darwin padanya. Sedangkan pria itu tak mempedulikan tatapan yang diberikan oleh teman kecilnya itu.

Lalu, saat lagu dansa tersebut berhenti, Bella kembali melihat ke arah atas tangga, tempat pria asing penyelamatnya itu tadi berdiri. Tapi, sayang sekali, karena ternyata pria itu telah turun dan bergabung dengan kerumunan tamu.

Darwin yang melihat perubahan raut wajah pada Bella, langsung berjalan ke arah gadis itu. "Apa kau baik-baik saja, Bella? Sejak tadi kau selalu bertingkah aneh."

"Ah... Tidak ada, aku baik-baik saja, Darwin." Jawab Bella pelan. "Tadi, aku hanya melihat sesuatu yang... membuatku merasa aneh."

"Oke, lebih baik sekarang kau segera melupakan hal itu." Kata Darwin memperingatkan gadis itu dengan nada bercanda.

"Karena sekarang orang yang kau tunggu-tunggu itu, telah datang." Sambung Darwin sambil menyuruh Bella melihat kearah belakang tubuhnya yang tinggi dengan kepalanya.

Dapat Bella lihat, Brandon dan dua saudara laki-lakinya yang kini sedang berjalan ke arahnya dengan gayanya yang penuh keangkuhan. "Oh... Ya Tuhan."

Melihat sosok Brandon, membuat Bella kembali merasa muak dan ingin menghancurkan wajah angkuh milik laki-laki yang menurut banyak wanita bangsawan lain selain Bella, merupakan wajah yang sangat tampan.

Sambil menegakkan kembali bahunya dan mencoba untuk sementara, menepis semua bayangan pria asing yang mempesona tadi. Saat ini Bella sudah siap untuk berhadapan dengan pria yang telah menghancurkan reputasinya itu.

"Bella, ku rasa mungkin... "

Mendengar nada khawatir dari sahabatnya Darwin, membuat Bella langsung memotong perkataan laki-laki itu.

"Darwin, bisakah untuk saat ini kau mengambilkan ku segelas anggur?" Kata Bella mengepalkan kedua tangannya, sambil memandang mantan pelamar nya itu, yang kini juga memandangnya dengan tatapan merendahkan.

"Bella, biarkan aku menemanimu, aku akan... "

"Pergilah, Darwin. Aku tak ingin kau ikut terlibat dalam masalah ini." Sahut Bella dengan cepat.

"Tapi, aku tak bisa meninggalkan mu sendiri, biarkan aku... "

"Oh, Darwin, Aku benar-benar membutuhkan segelas anggur. Sekarang." Kata Bella sambil menatap Darwin dengan tatapan memohonnya.

"Oke, baiklah. Tapi, jika kau kesulitan, cepat panggil aku." Kata Darwin sedikit ragu

"Iya, aku tahu. Lebih baik kau sekarang pergi, Darwin." Kata Bella mencoba mengusir Darwin secara lembut.

Darwin hanya menganggukkan kepalanya pelan, dan lalu pergi meninggalkan Bella menuju ke arah seorang pelayan di ruangan itu.

***

1
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Reva456
lanjut
Rieza05
lanjut kak
@RearthaZ
iya, bener, terutama melvin terlalu banyak rahasianya dan gak langsung terbuka
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿVanaaꦿ яᷢ⃞🐰
Wajar aja Arabella berpikir begini, kli diposisi dia pun ak psti begitu jg🙏😌
Ocean Blue
ceritanya seru
Rose Ocean
ceritanya keren
XxShilent_
hehe
..... aku dapat cerita ini dari toktok😍😍
@RearthaZ: terima kasih udah baca yaa
total 1 replies
Reva456
lanjut thorr
Rieza05
lanjut thor
Rei_983
terus lanjutin thor
Reilient
lanjutkan thorr
Reha Hambali
lanjutkan terus thor
Reha Hambali
awal cerita yang bagus
NMS12
ceritanya keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!