NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:404
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

"Hana, nanti siang kita makan bareng, yuk," tanya Vania.

"Boleh, Van," ucap Hana.

Saat itu, Vino sedang duduk bersama teman-temannya, terutama Mondy. Vino pun bertanya kepada Mondy tentang rencana yang bagus untuk membawa Hana pergi.

"Mon, bagaimana, nih, menurut lo, rencana yang bagus buat bawa si Hana?" tanya Vino.

"Gue tidak tahu, Vin. Sekarang kita selalu gagal. Hana selalu dibantu anak-anak sekolah," ucap Mondy.

"Sialan memang tuh anak sekolah. Harus dikasih pelajaran," ucap Vino.

"Tapi tidak mungkin, sih. Soalnya mereka tidak pada takut sama kita. Kemarin saja kita malah sampai Hana kembali dibawa oleh mereka," ucap Mondy.

"Iya juga, sih. Terus kita harus bagaimana biar bisa menyingkirkan mereka dulu sebelum membawa Hana?" ucap Vino.

"Kita cari tahu ke Leni saja, bagaimana? Kita juga dibantu sama dia waktu itu. Pasti dia bisa bantu lagi," ucap Mondy.

"Boleh juga, tuh. Ku coba hubungi Leni saja, deh," ucap Vino.

Vino mengambil telepon genggamnya, lalu mencoba menghubungi Leni. Beberapa saat kemudian, Leni menjawab telepon dari Vino.

"Halo, Leni," ucap Vino.

"Iya, halo, Vin. Ada apa nih, telepon, kayak ada yang penting," ucap Leni.

"Enggak ada. Len, Hana ada tidak?" tanya Vino.

"Sudah beberapa hari tidak masuk kerja, sih. Emm... gue kesal sama dia, kok bisa, sih, dia diperlakukan dengan begitu baik sama bos. Beda sama aku. Nanti kukabari lagi, deh, kalau ada kabar bagus," ucap Leni.

"Oke, siap, ditunggu kabarnya," ucap Vino.

Vino menutup teleponnya. Dia menaruh teleponnya di kursi lalu berbicara kepada Mondy.

"Hana belum kembali masuk kerja. Ke mana, ya, dia?" ucap Vino.

"Mending kita tunggu kabar dari Leni saja. Sampai Leni memberi tahu kabar Hana, kita juga harus mencari tahu hubungan mereka dengan Hana," ucap Mondy.

"Oke, kita cari mata-mata di sekolah mereka," ucap Vino.

Waktu terus berjalan. Saat itu, Aldo yang sedang fokus belajar, tiba-tiba mendengar suara bel. Guru juga mempersilakan semua muridnya untuk beristirahat. Setelah menutup buku, Aldo berdiri lalu melangkahkan kaki menuju kantin. Saat melangkah keluar, Aldo sudah ditunggu oleh Alex dan Lexy yang sedang berdiri dan berbicara di tembok. Aldo melihat mereka, lalu berbicara kepada mereka berdua.

"Kalian lagi mengobrol apa, nih? Kayak seru banget obrolannya," ucap Aldo.

"Tidak ada. Lagi menunggu lo saja. Kita ke kantin, yuk, sambil ngopi," ucap Lexy.

"Gass, ngeng," ucap Aldo, begitu bahagia.

"Senang banget. Beda banget sikap lo, tidak seperti biasanya. Sebahagia itu, ya, bisa menikah di masa sekolah?" ucap Alex sambil tersenyum.

"Haha, bukan karena itu, tahu. Aku senang karena... emmm," ucap Aldo.

"Karena apa?" tanya Alex.

Mereka sambil melangkahkan kaki begitu asyik berbicara, walaupun belum lama mereka saling dekat. Hingga di kantin, mereka menuju kursi meja makan yang kosong dan duduk bersamaan. Saat mereka duduk, tiba-tiba Fian melangkah mendekat untuk ikut duduk bersama-sama. Sambil duduk, Fian pun berbicara kepada mereka.

"Gue ada kabar bagus, nih, guys," ucap Fian.

"Apa, tuh?" tanya Alex.

"Nanti hari Minggu, kalian datang ya ke pesta ulang tahun adikku. Setelah acara, sekalian kita bakar-bakar ikan... Mau, enggak, guys?" ucap Fian.

"Wihh, boleh juga, tuh. Minggu ini, kah?" ucap Alex.

"Adik lo si Riri, kah, Ian?" tanya Lexy.

"Iya, adik gue. Terus siapa dong kalau bukan Riri?" ucap Fian sambil tersenyum.

"Tahu saja, lah. Lo punya adik angkat, wahaha," ucap Lexy.

"Gue tidak tahu, sih, Ian. Tapi nanti semoga saja, deh, tidak sibuk sama acara gue biar bisa ikut merayakan ulang tahun adik lo," ucap Aldo.

"Harus, dong! Harus datang biar ramai," ucap Fian.

"Permisi, kalian mau makan atau gimana?" tanya pemilik kantin di depan kursi meja yang mereka duduki.

Karena dari tadi mereka sibuk mengobrol, mereka lupa jika pemilik kantin langsung menanyakan pesanan mereka. Mereka pun mulai memesan makanan. Aldo dan Alex memesan makanan ringan karena mereka masih merasa kenyang setelah makan siang bersama.

Setelah mereka berempat selesai memesan dan menunggu makanan dibuat, mereka kembali melanjutkan mengobrol.

"Oh iya, lupa, kan Aldo baru menikah, jadi butuh ketenangan bersama istrinya," ucap Alex.

"Iya juga, sih," ucap Lexy.

"Hehe, tidak juga, sih," ucap Aldo sambil tersenyum.

Di depan sekolah, Vino sedang memperhatikan sekolah yang dimasuki oleh Aldo dan teman-temannya. Sambil duduk di motornya, Mondy memanggil salah satu murid yang sedang keluar dari gerbang sekolah.

"Hey, sini!" panggil Mondy sambil menuruni motor Vino.

Seorang murid yang sekelas dengan Aldo pun mendekat karena dipanggil Mondy. Dia bernama Rani. Sampai di dekat Mondy, Rani pun bertanya.

"Ada apa, Om?" tanya Rani.

"Kamu kenal dengan yang namanya Alex?" tanya Mondy.

"Tidak terlalu dekat, sih, Om. Kalau boleh tahu, mau apa?" ucap Rani.

"Aku ada tugas buatmu, untuk memata-matai dia dan teman-temannya. Tenang, nanti kukasih uang buatmu," ucap Mondy.

"Tapi, Om, aku tidak berani buat memata-matai mereka," ucap Rani.

"Jangan takut. Aku akan memberimu uang untuk tugas pertamamu," ucap Mondy sambil memberikan uang satu lembar dengan nominal begitu besar.

Rani sempat terdiam dan menatap uang itu, lalu dia tersenyum dan menerima tawaran yang diberikan.

"Baik, Om. Aku terima tawarannya," ucap Rani sambil tersenyum.

"Oke. Sekarang berikan nomor teleponmu, nanti aku kabari kamu," ucap Mondy.

Vino tersenyum melihat sikap Mondy yang begitu pandai mengerjakan tugasnya. Setelah Rani mencatat nomornya, dia pun berpamitan untuk pergi membeli barang untuk belajar. Setelah kepergian Rani, Mondy sambil menarik motor Vino, dia berbicara kepada Vino sambil tersenyum.

"Tenang saja, Vin. Kita akan mencari tahu. Pasti kita tidak mungkin sama dengan apa yang diucapkan Rehan kalau Alex yang sempat menolong Hana sekolah di sini," ucap Mondy.

Vino pun tersenyum, lalu melajukan motornya. Saat ini Vino mengajak Mondy untuk makan bersama menuju restoran. Alex dan Aldo serta lainnya kini sedang menikmati menu pesanan mereka masing-masing. Sambil mengobrol dan menikmati makanan, tak terasa makanan habis. Mereka pun mulai membayar pesanan mereka masing-masing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!