NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Aksarasastra

Premis:
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang hampir bangkrut, Alya Prameswari terpaksa menerima perjodohan dengan Adrian Wijaya, seorang Direktur muda yang dingin dan terkenal tidak menyukai wanita “cegil”. Namun pernikahan mereka hanyalah kontrak.
Alya yang sebenarnya cukup tenang justru berpura-pura menjadi istri paling menyebalkan agar Adrian segera menceraikannya.
Sayangnya rencananya gagal. Semakin Alya bersikap cegil, Adrian justru semakin sabar dan mulai melindunginya.
Ketika akting Alya berubah menjadi perasaan yang nyata, ia harus memilih: terus berpura-pura… atau mengakui bahwa ia tidak lagi ingin pernikahan kontrak itu berakhir.
Saksikan Terus Cerita ini, update setiap hari 💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Aksarasastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Dua Keluarga

Malam itu rumah keluarga Prameswari terlihat jauh lebih rapi dari biasanya. Lampu taman dinyalakan lebih terang, meja makan dihias dengan taplak baru, dan aroma makanan hangat memenuhi seluruh ruangan.

Lestari sudah menghabiskan hampir sepanjang sore di dapur memastikan semuanya sempurna, sementara Bima beberapa kali memeriksa ruang tamu seperti seorang tuan rumah yang bersiap menyambut tamu penting.

Karena memang tamu yang datang malam itu bukan sembarang orang.

Keluarga Adrian.

Namun berbeda dengan orang tuanya yang tampak tegang, Alya justru terlihat sangat santai. Ia duduk di sofa ruang keluarga sambil memainkan ponselnya—sebuah Aurelia Nova X, merek ponsel yang terkenal dengan desain tipis dan kamera tajam. Jari-jarinya bergerak cepat di layar, entah sedang membaca pesan atau hanya men-scroll tanpa tujuan.

Lestari keluar dari dapur sambil menatap putrinya dengan ekspresi campur aduk.

“Alya.”

“Iya, Bunda.”

“Kamu tidak gugup?”

Alya bahkan tidak mengangkat kepala dari layar ponselnya. “Kenapa harus gugup?”

“Ini pertemuan keluarga.”

“Hmm.”

Alya akhirnya menaruh ponselnya di meja dan menatap ibunya dengan wajah santai. Ia mengenakan dress baby blue sederhana yang membuat kulitnya terlihat semakin cerah. Rambutnya dibiarkan tergerai lembut, dan lesung pipinya muncul ketika ia tersenyum kecil.

“Tenang saja, Bund. Alya ini calon menantu ideal.”

Bima yang sedang duduk di kursi seberang hanya menghela napas panjang.

“Kata siapa?”

“Alya sendiri,” jawab Alya ngasal dan sangat percaya diri.

Bel rumah akhirnya berbunyi tepat ketika jam menunjukkan pukul tujuh malam.

Suasana ruang tamu langsung berubah sedikit lebih tegang. Lestari merapikan rambutnya dengan cepat, sementara Bima berdiri untuk menyambut tamu mereka.

Ketika pintu terbuka, Adrian berdiri di depan bersama kedua orang tuanya.

Ayah Adrian, Surya Mahendra, memiliki aura yang hampir sama dengan putranya yang tenang, tegas, dan terlihat seperti seseorang yang terbiasa mengambil keputusan besar. Ibunya, Ratna Mahendra, terlihat lebih hangat dengan senyum ramah yang langsung muncul begitu mereka masuk ke dalam rumah.

Setelah salam dan basa-basi singkat, semua orang akhirnya duduk di ruang tamu.

Alya duduk di samping ibunya, tetapi sesekali ia melirik Adrian yang duduk tidak jauh darinya. Hari itu Adrian mengenakan kemeja hitam sederhana dengan jam tangan elegan di pergelangan tangannya. Ia terlihat sama tenangnya seperti biasa.

Percakapan awal berjalan ringan, membahas hal-hal umum seperti pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Namun seperti yang sering terjadi dalam pertemuan keluarga besar di Indonesia, topik itu akhirnya perlahan bergeser ke hal yang lebih klasik.

Pendidikan.

Ratna menatap Alya dengan senyum lembut. “Alya, Mama dengar kamu lulusan terbaik ya?”

Alya menegakkan punggungnya sedikit.

“Iya, Tante.”

“Jurusan apa?”

“Manajemen Bisnis.”

Ratna terlihat terkesan. “Bagus sekali.”

Bima langsung ikut menambahkan dengan nada bangga. “Alya lulus dengan IPK 3.92.”

Lestari mengangguk. “Dan itu termasuk yang tertinggi di fakultasnya.”

Alya mencoba tetap terlihat santai, tetapi jelas ada sedikit kebanggaan di matanya. Ia menoleh pelan ke arah Adrian lalu mengangkat satu alis dengan ekspresi yang sangat halus.

Senyum kecil muncul di wajahnya.

Senyum licik.

Seolah berkata, lihat kan?

Ratna tertawa kecil. “Cantik dan pintar. Kombinasi yang langka.”

Alya menunduk sedikit dengan gaya manis, tetapi begitu wajahnya kembali terangkat, ia melirik Adrian lagi dengan ekspresi yang sedikit… songong.

Adrian hanya menatapnya sebentar.

Lalu ia kembali meminum tehnya.

Namun percakapan belum selesai.

Surya akhirnya berbicara, suaranya tenang tetapi jelas memiliki wibawa. “Kalau Adrian juga cukup beruntung dalam pendidikan.”

Alya yang masih menyimpan senyum kecil di wajahnya langsung menoleh.

“Oh ya?”

Ratna mengangguk bangga. “Adrian dulu kuliah di luar negeri.”

Alya berkedip.

“Di mana?”

“Di London.”

Alya berhenti bernapas selama satu detik.

Ratna melanjutkan dengan santai, seolah itu bukan hal besar. “Dia mengambil double degree —Business Strategy dan Financial Economics.”

Bima terlihat cukup terkesan.

“Wah, itu jurusan berat.”

Ratna tertawa kecil. “Adrian memang selalu suka hal yang menantang.”

Alya yang tadi masih memegang gelas minum tiba-tiba tersedak sedikit karena menahan malu.

“Uhuk!”

Semua orang menoleh ke arahnya.

Lestari cepat-cepat menepuk punggungnya.

“Pelan-pelan minumnya.”

Alya mengangguk sambil mencoba menenangkan diri.

Namun Ratna belum selesai bicara, lalu melanjutkan.

“Waktu lulus, IPK-nya juga cukup bagus.”

Alya memandang Adrian dengan hati-hati.

“Berapa?”

Ratna tersenyum bangga.

“3.98.”

Sunyi.

Alya benar-benar membeku.

Tiga koma sembilan delapan.

Itu bahkan lebih tinggi dari miliknya.

Ia menoleh perlahan ke arah Adrian yang masih duduk dengan ekspresi tenang seolah angka itu sama sekali tidak penting.

"WHATTT??? 3.98??? YANG BENAR SAJA?!" katanya dalam hati.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, Alya merasa… kalah telak.

Ia bahkan tidak berani lagi mengangkat alisnya ..., sombong.

Sebaliknya, ia mengambil gelas air dan meminumnya lagi dengan cepat untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai memanas.

Ratna lalu bertanya dengan ramah, “Ohh, yaa.., Alya dulu kenapa memilih manajemen bisnis?”

Alya menelan air minumnya sebelum menjawab.

“Awalnya… karena teman.”

Semua orang menoleh penasaran.

Alya mengangkat bahu sedikit. “Sahabat Alya masuk jurusan itu. Jadi Alya ikut saja, Tante. Biar kami selalu bersama layaknya sahabat sejati,” Jelasnya dengan gaya sangat dramatis dan penuh penjiwaan.

Bima langsung memijat pelipisnya.

“Kamu ini…”

Namun Alya hanya tertawa kecil. “Tapi tidak apa-apa. Ternyata Alya bisa juga.”

Ratna tersenyum hangat. “Yang penting kamu berhasil.”

Alya mengangguk.

Namun setelah beberapa detik, ia berkata dengan nada lebih santai.

“Sebenarnya Alya dulu pengeeennnn banget jadi model.”

Semua orang terdiam sebentar.

“...atau penyanyi,” tambahnya.

Ratna tertawa kecil. “Itu juga bagus.”

Alya tersenyum.

Namun dalam hati, pikirannya masih terjebak pada satu fakta yang sangat mengganggu.

Adrian.

IPK 3.98.

Lulusan luar negeri.

Double degree.

Ia melirik Adrian lagi dengan ekspresi setengah kesal.

Pria itu kebetulan juga menoleh ke arahnya pada saat yang sama.

Tatapan mereka bertemu.

Dan Adrian hanya berkata dengan nada datar yang sangat menyebalkan.

“IPK 3.92 juga bagus.”

Cetasss!!!

Alya hampir tersedak untuk kedua kalinya malam itu. Jika tidak ada orang tua mereka disana ..., mungkin Adrian akan kena cubitan panas oleh jemari lentik Alya karena kesal.

Alya langsung menunduk sambil menggerutu dalam hati.

Kenapa sih dia harus lebih tinggi sedikit begitu dari aku?!

Namun satu hal yang tidak diketahui oleh kedua orang tua Adrian di ruangan itu adalah fakta paling penting dari semua ini.

Pernikahan yang sedang mereka rencanakan.

Bukanlah pernikahan biasa.

Itu hanyalah kontrak.

Sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh keluarga Alya dan Adrian.

Dan rahasia itu… harus tetap tersembunyi dari semua orang terutama rekan bisnis.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!