NovelToon NovelToon
The Mad Queen'S Secret

The Mad Queen'S Secret

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Satu tahun lalu, Michael—sang pewaris SM Corporation—diselamatkan oleh wanita bertopeng misterius berjuluk "Si Perempuan Gila". Terpaku pada mata indahnya, Michael berjanji akan memberikan apa pun sebagai balasan hutang nyawa.

Kini, Michael dipaksa menikahi Shaneen, putri konglomerat manja yang ia anggap membosankan dan lemah. Michael tidak tahu bahwa di balik sikap manja dan keluhan konyol istrinya, Shaneen adalah sang legenda bertopeng yang selama ini ia cari.

Permainan kucing dan tikus dimulai. Di siang hari ia menjadi istri yang merepotkan, namun di malam hari, ia adalah ratu kegelapan yang memegang nyawa suaminya sendiri. Akankah Michael menyadari bahwa wanita yang ia tidak sukai adalah wanita yang paling ia gilai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pion di Tangan Sang Arsitek

Di sebuah ruang kendali yang tersembunyi di balik dinding beton yang dingin, seorang pria tua yang dikenal dengan nama Tuan Aris menatap layar monitor dengan tatapan penuh kebencian. Di layar itu, Don sedang memberikan instruksi kasar kepada anak buahnya.

Aris adalah musuh bebuyutan mendiang Alexander Tizon (Kakek Shaneen). Persaingan mereka bukan hanya soal harta, tapi soal harga diri yang terkoyak puluhan tahun silam.

"Lihatlah bocah itu," gumam Aris dengan suara parau. "Begitu membenci nama Tizon, padahal dia menyandang nama itu di belakangnya. Dia adalah senjata terbaik yang pernah diciptakan untuk meruntuhkan warisan Alexander."

Aris tertawa sinis, tidak menyadari ironi yang sedang ia mainkan. Puluhan tahun lalu, ia mencintai Elena, namun Elena memilih berlindung di pelukan Alexander. Elena yang ketakutan akan kegilaan Aris, berbohong dengan mengatakan bahwa ia telah menggugurkan kandungan hasil hubungan mereka. Padahal, Elena melahirkan Don dan Alexander—suami dari Marta—menerima Don sebagai bagian dari keluarga mereka untuk melindungi anak itu dari pengaruh Aris.

Kini, Aris membiayai dan mendukung setiap langkah kejam Don. Ia ingin Don menjadi tangan yang mencekik Shaneen (cucu Alexander), tanpa pernah tahu bahwa ia sedang memerintahkan anak kandungnya sendiri untuk menghancurkan masa depannya.

Hujan badai mulai menggila di luar sana. Di dalam apartemen, Michael baru saja selesai mandi dan melihat ponselnya bergetar di atas meja rias. Sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal masuk lagi:

"Michael Miguel, selamat malam. Hadiahnya akan segera kesana tiba di depan pintumu."

Michael menyipitkan mata. Ia menoleh ke arah Shaneen yang sedang duduk di meja makan, tampak sibuk dengan tabletnya. Michael memilih untuk tidak membagikan pesan itu sekarang. Baginya, keamanan mental Shaneen adalah prioritas utama.

"Shaneen," panggil Michael sambil berjalan mendekat. "Kenapa Don begitu yakin dia bisa menguasai kota ini? Seberapa besar dana yang dia punya sampai dia tidak takut berhadapan dengan SM Corporation?"

Shaneen mendongak, wajahnya tampak lelah namun tetap cantik. "Itulah yang aneh, Michael. Ada aliran dana konstan dari yayasan milik musuh lama kakekku, Alexander. Aku tidak tahu siapa dia, tapi yang pasti Don bekerjasama dengannya. Dan juga, Don sepertinya sangat memuja pria tua itu.

Shaneen menghela napas, "Don sangat membenci Kakek Alexander. Dia merasa Alexander adalah ayah yang tidak adil. Jika saja dia tahu sejarah yang sebenarnya..."

Di kantor Tizon Tech, Damian sedang memeriksa arsip fisik yang sudah menguning. Ia menemukan sebuah catatan medis atas nama Elena. Sebuah dokumen yang membuktikan bahwa Don lahir hanya beberapa bulan setelah Elena bergabung dengan keluarga Tizon.

Damian menutup berkas itu dengan tangan gemetar. Sebagai orang kepercayaan, ia tahu benar siapa Aris. Ia tahu betapa jahatnya pria tua itu.

"Nona Shaneen mengira Don adalah pamannya yang haus kekuasaan. Don mengira Alexander adalah ayahnya yang kejam. Dan Aris mengira anaknya sudah mati di rahim Elena," bisik Damian pada kegelapan ruangan. "Semua orang bergerak di atas kebohongan."

Tiba-tiba, alarm di apartemen Shaneen berbunyi secara halus di perangkat Damian. Seseorang baru saja melompati pagar perimeter sektor 7.

"Sial," Damian segera menyambar senjatanya. "Mereka bergerak lebih cepat dari perkiraanku."

Damian segera menyambar ponselnya. Ia tidak menelepon Shaneen—ia tahu Michael ada di sana dan tidak ingin membuat Shaneen panik. Ia menelepon Rans.

"Rans, periksa perimeter luar sektor 7. Ada sinyal frekuensi rendah yang mencoba mematikan CCTV apartemen. Ini bukan gaya Don, ini gaya orang yang jauh lebih profesional. Jaga Tuan Michael, aku akan menutup celah keamanan dari sini," perintah Damian dengan nada dingin dan profesional. Damian tetaplah Damian; dia tidak akan meninggalkan posisinya kecuali keadaan benar-benar darurat, karena ia harus menjaga arus informasi tetap bersih.

–Malam yang Pecah–

Di dalam apartemen, Michael merasakan perubahan atmosfer. Ia adalah manusia yang mempunyai insting kuat yang sudah terasah. Suara dengung halus dari pengacak sinyal itu terdengar di telinganya.

"Shaneen, menjauh dari jendela. Sekarang," perintah Michael dengan suara rendah.

Shaneen, yang awalnya sedang menatap tablet, langsung waspada. Ia tidak bertanya "kenapa". Ia melihat perubahan pada rahang Michael yang mengeras.

Ting!

Ponsel Michael bergetar lagi. Pesan dari nomor tak dikenal tadi muncul lagi: "Hadiahnya sudah sampai di lobi. Nikmatilah, Michael."

Lampu padam total. Kegelapan di apartemen Sektor 7 begitu pekat hingga napas sendiri pun terasa memekakkan telinga. Namun, bagi Shaneen, ini adalah taman bermainnya.

"Michael, tetap di posisimu. Jangan nyalakan senter kalau kau tidak ingin kepalamu jadi sasaran empuk," bisik Shaneen. Suaranya tidak lagi lembut; suaranya sedingin es yang retak.

Michael, yang sudah bersiap dengan insting tempurnya, tertegun. Ia mendengar suara gesekan halus—bukan langkah kaki, tapi suara Shaneen yang bergerak dengan kecepatan dan kesunyian yang mustahil bagi manusia biasa.

Lima orang penyusup elit kiriman Don—yang dilatih langsung oleh Aris—berhasil masuk melalui balkon. Mereka menggunakan kacamata thermal tercanggih. Namun, mereka tidak tahu bahwa dinding apartemen itu sudah dilapisi sensor frekuensi yang mengacaukan penglihatan panas mereka.

Taks! Taks!

Suara itu sangat kecil, seperti suara dahan patah. Michael hanya melihat kilatan biru redup dari senjata khusus Shaneen. Dalam hitungan detik, teriakan tertahan terdengar. Satu per satu penyusup itu tumbang tanpa sempat melepaskan satu peluru pun.

Shaneen bergerak seperti bayangan. Ia tidak hanya menembak—ia melakukan eksekusi. Dalam kegelapan, ia menggunakan kabel fiber tipis untuk menarik salah satu penyusup ke langit-langit, lalu menjatuhkannya tepat di depan pintu masuk, seolah memberikan peringatan bagi mereka yang masih di luar.

Saat penyusup terakhir mencoba meledakkan pintu depan, Shaneen muncul di belakangnya seolah materialisasi dari udara. Tanpa ragu, ia memutar leher pria itu dengan gerakan efisien yang hanya diajarkan di kamp pelatihan pembunuh bayaran tingkat atas.

Sepuluh menit kemudian, listrik kembali menyala. Cahaya lampu kristal di ruang tamu menyinari pemandangan yang mengerikan sekaligus rapi. Lima mayat tergeletak di posisi yang simetris, seolah sedang dipamerkan.

Rans masuk bersama tim keamanan luar dengan senjata lengkap. Begitu kakinya melangkah melewati ambang pintu, langkahnya terhenti. Matanya membelalak, mulutnya sedikit terbuka—sesuatu yang sangat jarang terjadi pada pria sekaku Rans.

Ia melihat Shaneen sedang berdiri di tengah ruangan, dengan tenang mengelap noda darah kecil di pipinya menggunakan tisu makan bermotif bunga. Piyama sutranya bahkan tidak tampak kusut.

"Tuan... Nyonya..." Rans terbata, menatap mayat-mayat itu. "Ini... bagaimana mungkin? Mereka adalah tim elit 'The Reapers' milik Don. Tidak ada satu pun peluru yang keluar dari senjata mereka."

Rans menoleh ke arah Michael, mencari penjelasan, namun Michael sendiri hanya bisa berdiri mematung, menatap calon istrinya itu dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara ngeri, kagum, dan obsesi yang semakin dalam.

Di sudut ruangan, Damian masuk dengan langkah santai, seolah baru saja pulang dari membeli kopi. Ia bahkan tidak mencabut senjatanya. Ia melirik Rans yang masih ternganga, lalu beralih menatap Shaneen.

"Nona, Anda sedikit berlebihan," ucap Damian datar, sambil memungut selongsong peluru khusus milik Shaneen dari lantai. "Pembersihan mayat-mayat ini akan memakan waktu lebih lama jika Anda menggunakan kabel fiber di langit-langit."

Rans menatap Damian dengan tidak percaya. "Kau... kau tidak terkejut, Damian? Dia baru saja menghabisi tim Reapers sendirian!"

Damian mengangkat bahu, wajahnya tetap setenang air di sumur tua. "Aku sudah bersamanya sejak dia masih remaja, Rans. Aku sudah melihatnya menjatuhkan sepuluh orang hanya dengan pulpen di kantor. Apa yang kau lihat sekarang hanyalah latihan pemanasan baginya."

Damian menoleh pada Michael. "Tuan Michael, saya harap Anda tidak keberatan. Calon istri Anda memang sedikit... spesifik jika menyangkut keamanan rumahnya."

Michael melangkah mendekati Shaneen. Ia mengambil tisu dari tangan Shaneen dan membantu membersihkan sisa noda di leher istrinya.

"Kau berbohong padaku semalam," bisik Michael, suaranya parau. "Kau bilang kau butuh perlindunganku."

Shaneen menatap mata Michael, senyum kecilnya kembali muncul—senyum manis yang tadinya terlihat imut, kini terasa sangat berbahaya. "Aku memang butuh perlindunganmu di dunia bisnis, Michael. Tapi di dunia ini..." ia melirik mayat di kakinya, "...akulah yang melindungimu."

Michael terdiam. Ia menyadari bahwa ia tidak akan menikahi seorang putri yang butuh diselamatkan. Ia akan menikahi Ketua Predator yang selama ini ditakuti oleh pasar gelap.

"Rans, bersihkan ini semua," perintah Michael tanpa melepaskan pandangannya dari Shaneen. "Dan Damian, siapkan laporan tentang siapa yang memberi instruksi pengacak sinyal ini. Aku ingin tahu siapa yang berani membangunkan naga di rumah kami."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!